Do Not Leave Me

Do Not Leave Me
DNLM 20



Aiden mengusap wajah nya gusar. Tiba-tiba pintu ruangan nya terbuka membuat nya terkejut. Aiden spontan melihat kearah pintu. Roby yang merasa melakukan kesalahan langsung bergidik ngeri melihat tatapan tajam Aiden yang dilayang kan pada nya.


"Maafkan saya tuan, tapi saya mendapatkan kabar tentang nona Kayla." Ucap Roby.


"Katakan." Ucap Aiden yang masih menatap tajam Roby.


"Kami sudah menyelidiki keberadaan nona Kayla, dan kami baru menemukan nya kemarin. Ternyata nona Kayla adalah Viona. Yang selama ini tinggal dirumah tuan." Ucap Roby membuat Aiden tersentak daro tempat duduk nya.


"Apa!!... jadi, Viona adalah adikku?" Tanya Aiden yang beranjak dari tempat duduk nya.


'Pantas saja aku merasakan ikatan batin yang kuat saat berada didekat nya. Aku tak menyangka ternyata Viona yang selama ini dekat dengan ku adalah Viona Kayla. Adik ku sendiri.' Batin Aiden.


"Tapi.. nona Kayla sekarang ada bersama nona Indira tuan." Ucap Roby menjelaskan.


"Ya, aku tahu kalau Kayla bersama Indira. Tapi aku tidak tahu kalau Kayla adalah Viona." Ucap Aiden yang tersirat kesedihan di akhir kalimat nya. Entah mengapa ia merasa seperti orang bodoh yang selama ini tidak mengetahui keberadaan Adik nya.


"Dimana Indira menyembunyi kan Viona?" Tanya Aiden menatap Roby.


"Di rumah nya yang lama tuan." Kata Roby.


"Ayo kita kesana sekarang.." Ucap Aiden beranjak dari tempat nya.


"Baik tuan." Kata Roby yang mengikuti langkah Aiden.


Sementara itu, Indira menceritakan segala hal tentang Aiden yang sanggup membuat Viona tertawa.


"Jadi, bisakah aku memanggil mu dengan sebutan kakak?" Tanya Viona menghentikan aktivitas tertawa nya. Indira yang mendengar hal itu metasa sangat senang. Setelah ini ia akan mempunyai seorang kakak dan adik yang sangat menyayangi nya.


"Baiklah kak, apa kau mau membantu ku?" Tanya Viona pada Indira.


"Katakan apa yang bisa ku bantu." Ucap Indira.


"Sebenarnya kepergian ku dari rumah kak Aiden ada hubungan nya dengan kekasih nya." Ucap Viona terjeda beberapa saat.


"Kekasih nya bernama Olive. Ia seumuran dengan ku, hanya saja ia lebih tua beberapa bulan dari ku. Dia juga anak tiri dari Dewi. Saat itu Dewi menikah dengan Ayah nya. Aku mendukung segala kelicikan Dewi saat itu, karena ku pikir dia adalah ibu kandung ku. Aku mendukung rencana Dewi untuk membunuh Ibu Olive sebelum dia menikah dengan Ayah Olive. Setelah itu dia mulai mendekati Ayah nya Olive dan akhir nya mereka menikah." Ucap Viona menerawang ke masa lalu.


"Aku saat itu sangat iri dengan Olive. Dia mendapat kan kasih sayang lebih dari Ayah nya. Seharusnya aku tak perlu iri padanya. Tapi karena dukungan dari Dewi membuatku sangat membenci nya. Sampai dimana saat Dewi merencanakan untuk membunuh Ayah Olive agar semua harta jatuh ketangan Dewi." Ucap Viona yang memancarkan kesedihan dimasa lalu.


"Setelah Ayah Olive meninggal, Dewi membuat rencana untuk menjual Perusahaan Olive dan juga Olive sendiri. Entah bagaimana saat itu Olive mendengar semua percakapan Dewi dan aku yang membahas tentang kematian Ayah Olive dan rencana untuk menjual perusahaan dan juga Olive." Kata Viona menyesali perbuatan nya


"Akhir nya Olive jatuh ketangan kak Aiden. Yang aku dengar kak Aiden sangat mencintai Olive. Tapi Dewi belum puas dengan semua itu, Dewi pun berniat untuk menjual ku juga pada seseorang yang satu kampus dengan ku. Malam itu, lelaki itu mengajak ku keluar, tanpa ku sadari ternyata minuman ku sudah di campur dengan obat perangsang. Namun saat itu Daren datang menyelamat kan ku, tapi sama saja. Aku memang tidak tidur dengan lelaki itu, tapi aku tidur dengan Daren. Hahaha... entah lah. Keluar dari lubang buaya, masuk kedalam mulut harimau. Ku rasa kata itu sangat cocok untuk ku." Ucap Viona menahan tangis mengingat kejadian antara Daren dan diri nya.


"Esok nya, aku pulang kerumah diantar oleh Daren. Belum selesai kesedihan yang ku rasakan, akhirnya kesedihan yang baru datang kepada ku. Di depan rumah, aku melihat lelaki semalam berbicara kepada Dewi. Ia berteriak meminta uang yang digunakan nya untuk membeliku segera dikembalikan. Aku yang mendengar hal itu merasa sangat kecewa, sampai akhirnya aku bertanya soal status ku. Mengapa ia tega menjual ku. Saat itu Dewi mengatakan kalau aku bukanlah putri kandung nya. Aku kecewa dan menyesali perbuatan ku selama ini. Terutama dengan Olivia. Aku meminta Daren untuk mengantarkan ku kepada Olivia. Karena saat itu Daren mengetahui keberadaan Olivia. Karena dia adalah orang suruhan kak Aiden untuk menghancurkan ku dan Dewi." Kata Viona memancarkan kebencian untuk Dewi.


"Aku sampai dirumah kak Aiden. Aku mencoba meminta maaf dengan Olivia. Tapi Olivia tidak mau memaafkan ku. Kak Aiden meminta ku untuk tinggal di rumah nya agar aku lebih mudah mendapat kan maaf dari Olive. Tapi bukan nya mendapat maaf, aku malah memperkeruh suasana antara kak Aiden dan Olive. Beberapa kejadian membuat Olive berfikir kalau aku ingin merebut perhatian Aiden dari nya. Beberapa kali hal itu terjadi. Dan akhirnya aku memutuskan untuk pergi dari sana." Kata Viona yang akhir nya tersenyum. Setidak nya Olive sekarang mendapat kan kasih sayang dari kakak nya, pikir nya.


Indira ikut merasakan kesedihan Viona kala mendengarkan cerita dari Viona.


'Andai saja kau tahu, kalau Dewi lah yang membunuh Ayah dan Ibu tirimu.. Kesedihanmu pasti akan bertambah berkali lipat.' Batin Indira sedih.


"Aku ingin kau membantuku untuk mengembalikan kebahagiaan Olive." Ucap Viona membuat Indira mengangguk-angguk dan tersenyum.


"Pasti.. aku akan membantumu." Kata Indira yang kemudian memeluk Viona dengan penuh kasih sayang.