Do Not Leave Me

Do Not Leave Me
DNLM 2



Hari ini Olive berencana untuk mencari tahu tentang cowok yang diceritakan Denia semalam. Ini merupakan peluang besar untuknya agar bisa menghancurkan Viona dan Dewi.


Olive sudah mendapatkan alamat kantor cowok itu, hari ini dia berniat mengunjungi kantor tersebut.


Olivia keluar dari kamar menuju ruang makan. Olivia berusaha melupakan kejadian semalam, dia tidak ingin terlihat lemah dihadapan Viona dan Dewi. Kali ini Olive harus terlihat tangguh dan sulit dikalahkan.


Olive melihat Ferdi dan duo ****** dimeja makan. Olive menghapiri dan langsung duduk disalah satu kursi yang dekat dengan Viona.


Viona dan Dewi terkejut melihat penampilan Olive, sama halnya dengan Ferdi.


"Olive, pakaian lo kok gini?" Tanya Viona berusaha lembut. Ia merasa tersaingj dengan penampilan Olive yang menurutnya sangat seksi dan menampilkan kulit putih mulusnya.


"Kenapa Viona? Gapapa dong aku pake beginian. Sekali-sekali mah boleh ya kan mah" ucap Olivia memanggil Dewi dengan sebutan 'mah' membuat Viona dan Dewi terkejut. Lain halnya dengan Ferdi, ia merasa Olive sudah mulai menerima kehadiran Dewi dan Viona. Mungkin karena kejadian semalam pikirnya.


Dewi pun mengangguk kikuk, atas pertanyaan Olive


Penampilan Olive hari ini memang sangat berbeda dari penampilan biasanya. Hari ini Olive memakai tangtop yang hampir menunjukkan belahan dadanya dengan tali spageti dan juga menampilkan perut ratanya, bisa dilihat juga sepertinya Olive tidak memakai bra didalam balutan tangtop nya itu. Kemudian dipadukan dengan celana pendek yang hampir menunjukkan pangkal paha nya. Olive memakai cardigan warna hitam sebatas setengah pahanya.


"Pah, hari ini aku mau bawa mobil sendiri ya. Aku mau jalan sama teman ke pantai pah" ucap Olive lembut kepada Ferdi. Sebenarnya Ferdi keberatan dengan penampilan Olive, tapi ia takut Olive akan marah kalau keinginannya kali ini tidak dituruti. Maka Ferdi dengan berat hati menganggukkan kepalanya pertanda setuju.


" yaudah, Olive berangkat dulu ya pah, mah, Vio" ucap Olive tersenyum tulus kepada mereka. Ralat 'pura-pura tulus'.


🐨


Olive mengendarai mobilnya menuju alamat kantor yang diberikan oleh Denia.


Sesampainya di depan gedung besar bertuliskan 'GG Property' membuat Olive sempat berdecak kagum.


'Ternyata dia pemilik perusahaan GG, pantesan Viona langsung nempel. Kalau gue bisa dapetin cowok itu, gue bisa minta apa aja termasuk nyawa si ****** Dewi dan Viona. Iya, gue harus dapetin dia' batin Olivia


Olive melangkah menuju meja resepsionis


"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" ucap resepsionis ramah kepada Olive.


"Saya mau ketemu dengan pemilik perusahaan ini, mbak Fany" ucap Olive menyebut nama resepsionis diakhir kalimatnya.


"Sebelumnya sudah membuat janji mbak?" ucap Fany memastikan.


"Bilang aja saya pacarnya" ucap Olivia.


"Oh, itu pak Daniel baru keluar mbak" ucap Fany menunjuk ke arah Lift. Tanpa membuang waktu, Olive menghampiri cowok tersebut dan berdiri didepan cowok yang bernama Daniel itu.


"Gue hamil anak lo!" ucap Olive sedikit keras membuat suasana di loby hening seketika.


Melihat tak ada reaksi dari Daniel, Olive menarik Daniel dan memeluknya didepan umum.


Mereka yang menyaksikan tersebut merasa tercengang atas kelakuan Olive. Karna setau mereka nggak ada yang berani nyentuh Daniel Willem Barak. Sedangkan Olive berusaha kuat agar tidak melepaskan Daniel, meskipun dia akan malu nantinya. Daniel hanya diam saja atas perlakuan Olive. Daniel tidak merespon apalagi membalas pelukan gadis itu. Dan akhirnya Olive melepaskan pelukannya karena sudah terlalu lama.


Daniel menatap tajam Olive yang menunduk dan menarik gadis tersebut menuju mobilnya. Olive hanya mengalihkan pandangannya keluar jendela. Namun sesaat kemudian Olive bersuara.


"Gue mau lo jadi pacar gue" ucap Olive, tapi tak membuat Daniel mengeluarkan suara.


"Gue mohon sama lo, bantu gue" tangan Olive menggenggam tangan Daniel yang memegang stir. Tapi tetap tidak ada respon dari Daniel.


Olive berpikir keras, hanya Daniel yang saat ini diharapkannya untuk menjatuhkan Viona dan ibunya.


Sesaat kemudian Olive tersadar mobil Daniel sudah berhenti. Ia menatap gedung mewah yang merupakan apartemen terbesar dikota itu. Tak lama Daniel menarik Olive keluar dari mobilnya dan menyeretnya masuk kedalam gedung itu. Daniel membuka pintu apartemennya dengan sidik jari, dan menyeret Olive masuk kedalam dan mendorongnya ke ranjang.


"Apa yang lo lakuin, lepasin gue" ucap Olive menatap horor kearah Daniel.


"Bukannya kamu mengaku hamil anakku? Ayo kita buat kamu hamil anakku" ucap Danie dengan suara seksi nya membuat tubuh Olive meremang.


Daniel tiba-tiba tertawa membuat Olive tercengang, karena Daniel terlihat tampan berkali-kali lipat saat saat tertawa seperti ini.


"Apa yang ada dipikiranmu nona cantik" ucap Daniel menatap kearah Olive.


"Elsha Olivia, putri tunggal dari Riska Zamara dan Ferdi Wijaya. Kau baru menyelesaikan sekolah menengah atas tahun ini, dan berani mengaku hamil anakku? Ck ck.. mengagumkan." ucap Daniel membuat Olive menatap curiga.


"Dari mana lo tahu semua tentang gue?" Olive menatap tajam Daniel, ia melupakan kejadian beberapa saat yang lalu.


"Kau lupa denganku Olive!?" ucap Daniel membuat Olive berusaha mengingat Daniel.


"Aku Daniel Willem Barak, sepupumu" ucap Daniel yang berhasil mengembalikan ingatan Olive tentangnya.


"Kak El!?" seru Olive bersemangat.


"Iya. Dan kamu Olive, kenapa bertidak seperti tadi di depan umum? Dan ini, pakaian apa yang kau pakai ini?" Daniel mengomeli Olive, dan menarik jijik baju yang Olive pakai.


"Maafkan aku kak, aku muak dengan Viona dan tante Dewi. Mereka selalu berpura-pura baik padaku untuk mengambil simpati Ayah. Dan Ayah dengan bodohnya percaya sama mereka." ucap Olive sendu.


"Ooh, si maklampir itu kah? Lalu kenapa kau dakati aku?" ucap Daniel ingin tahu.


"Aku dengar Viona dekat dengan pemilik GG Property, aku ingin dia hancur dengan memiliki lelaki yang disukainya." ucap Olive menjelaskan yang sebenarnya.


"Kau salah Olive, yang didekatinya memang aku. Tapi yang disukainya bukan aku. Daven Van Houtten. Dave yang diincarnya, ck ck.. wanita sepertinya bukan selera Dave." ucap Daniel.


"Kak Dave!?, jadi wanita yang dulu kalian ceritakan itu Viona?" ucap Olivia terkejut.


Olive tidak habis pikir, syukurlah yang dipeluknya hari ini sepupunya sendiri, jika orang lain. Nggak bisa dibayangkan sekarang dia jadi apa.


"Iya, dan kau menyesal bukan? Makanya jangan gegabah. Sekarang apa rencanamu Olive ? Aku akan membantumu mulai saat ini, karna Viona sudah menyakiti kedua saudaraku." ucapan Daniel membuat Olive mendapatkan semangat dari Daniel, karna selain Salsa dan Denia dia mempunyai Daniel yang mungkin bisa memuluskan rencananya.


"Apakah Viona sangat menginginkan Dave? " tanya Olive


"Tentu, dulu aku dan dave sekolah ditempat yang sama dengan Viona. Viona selalu mengikuti Dave kemanapun Dave pergi, hal itu membuat Dave ilfeel dengannya." ucap Daniel. Olive menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang diceritakan Daniel.


"Kak El, mobilku tertinggal diparkiran perusahaanmu. Aku harus mengambilnya dan pulang kerumah. Aku juga ada janji dengan teman-temanku" ucap Olive


"Yasudah, ayo ku antar untuk mengambil mobil mu." ucap Daniel.


🐨


Setibanya Olive dirumah, dia langsung melihat ayahnya yang hendak pergi.


"Olive, Ayah mau keluar negeri untuk urusan bisnis. Ayah sudah transfer uang jajan kamu. Kamu jaga diri ya sayang." ucap Ferdi.


"Iya Pah, hati-hati" ucap Olive berlalu masuk kedalam rumah.


Olive dapat mendengar suara mobil Ayahnya yang menjauh dari rumah.


Tak lama kemudian suara teriakan membuatnya kesal, siapa lagi pelakunya kalau bukan Viona.


"Olivee!! " teriak Viona. Olive langsung membuka pintu kamarnya kasar. Dan menutup pintu kamarnya dengan membantingnya.


"Apa!!? Apa mau lo hah!?" ucap Olive tak bersahabat.


"Bokap lo udah pergi. Sekarang lo harus nurut apa kata gue" ucap Viona menatap sini Olive.


"Emang gue babu lo? ******!!" Olive tidak akan menyerah menghadapi tingka Viona. Olive berlalu kekamar meninggalkan Viona yang menahan kesal.


Kemudian Olive turun hendak pergi.


"Kemana lagi lo sialan?"tanya Viona sebelum Olive sempat membuka pintu.


"Mau keluar bareng teman gue. Lo tenang aja, gue gak akan ngelacur kayak lo kok." ucap Olive dengan nada mengejek. Sepeninggal Olive, Viona memikirkan ide agar Olive kehilangan mahkotanya.


'Gue akan buat lo kehilangan keperawanan lo kayak gue. Gue gak rela apa yang lo miliki gak jadi milik gue.' Batin Viona menahan kesal