
Olive yang hendak menutup pintu kamar nya terhenti saat tangan kekar Aiden menahan pintu itu.
"Maaf, tapi gue mau tidur." Ucap Olive menekankan kata 'tidur' dalam kalimat nya.
"Enggak, sebelum kau mendengar kan penjelasan ku." Ucap Aiden menatap tajam Olive.
"Jelaskan!." Kata Olive.
"Biarkan aku masuk dulu." Ucap Aiden. Olive mempersilah kan Aiden masuk dengan merentang kan sebelah tangan nya.
"Sebenar nya tadi Viona terpeleset membuatku tak sengaja memeluk nya. Sungguh aku tidak berniat untuk memeluk nya." Ucap Aiden membuat Olive menatap sinis.
"Apa saling bertatapan juga ketidak sengajaan? Apa menerima minuman darinya merupakan ketidak sengajaan mu?" Tanya Olive menatap tajam Aiden. Hal itu membuat Aiden tersenyum menggoda.
"Apa kau cemburu.." ucap Aiden menoel-noel pipi Olive membuat Olive segera menepis tangan Aiden.
"Kau sudah selesaikan menjelaskan nya.. jadi lebih baik kau pergi dari sini, karena aku amu tidur. Aku lelah..." kata Olive memberikan makna tersirat di kata terakhir nya.
"Baiklah." Ucap Aiden meninggal kan kamar Olive. Olive segera menutup pintu nya dan menangis dibalik pintu dengan posisi terduduk.
Viona mendengar semua percakapan antara Aiden dan Olive. Viona merasa bersalah telah membuat kasalah pahaman antara Aiden dan Olive. Viona berniat menghampiri kamar Olive setelah Aiden pergi, namun mendengar suara tangis Olive dari balik pintu membuat Viona mengurung kan niat nya.
"Ternyata aku hanya membawa penderitaan untukmu Liv." Gumam Viona meninggal kan kamar Olive.
"Kenapa? Kenapa aku harus memiliki perasaan ini untuk pria itu... hiks." Gumam Olive dalam tangis nya.
****
Olive terbangun dari tidur nya ketika cahaya sang mentari menyapa wajah nya.
Ini hari minggu, itu berarti Olive tidak masuk kuliaha. Olive meraih ponselnya diatas meja yang ada disamping tempat tidurnya.
Olive mengirim pesan pada teman-temannya.
Olivia
Jalan-jalan yuk..
Sarahlee
Gue sih yuk
Deniaa
Yuk lah, kemana?
Salsa Comel
KEMANA?
Bella
Yuklah. Ke mall aja, cuci mata π
Deniaa
Capslook lo jebol @Salsa π€£
Olivia
Kemana aja, yang penting gak dirumah..
Deniaa
Yeee... si Olive galau ternyata π
Sarahlee
Teman galau malah lo ketawain @Deniaa π€£
Salsa Comel
Lo juga ketawa π€£π€£
Bella
π€£π€£π€£π€£π€£
Salsa Comel
Kenapa dah π
Deniaa
Kenapa dah π
Sarahlee
Kenapa dah π
Olivia
Kenapa dah π
Olivia
Jadi gak nih...
Salsa Comel
Jadi. Jam 10 yaa, gue blm mandi βΊ
Sarahlee
Oke.
Bella
Deniaa
Oke sip. Ketemuan di rumah gue titik.
Salsa Comel
Iya deh, maunya elo.
Sarahlee
Oke Deeππ»
****
Jam menunjukkan pukul 09.45.
Olive mengambil tas dan ponsel nya. Kemudian bergegas pergi kerumah Denia. Olive sibuk membalas chat teman nya, membuat nya tidak memperhatikan jalan sehingga menabrak Aiden.
Aiden menatap Olive dengan lembut, sedangkan Olive menatap balik dengan tatapan sinis nya. Olive beranjak pergi dari hadapan Aiden, namun lengan nya ditahan oleh Aiden.
"Lepasin gue!." Kata Olive menghentak kan tangan nya. Namun tenaga Aiden lebih kuat sehingga tangan Olive tidak lepas dari cengkraman nya.
"Mau kemana kamu?" Tanya Aiden.
"Suka-suka gue lah, bukan urusan lo. Mending lo urus aja perempuan murahan itu." Ucap Olive ketus.
"Siapa yang kau maksud perempuan murahan?" Tanya Viona yang tiba-tiba datang. Olive mendelik kesal kearah Viona.
"Ya elo lah, siapa lagi.." ucap Olive menunjuk Viona.
Aiden semakin kuat mencengkram tangan Olive membuat Olive meringis kesakitan
"Sakit brengsek... lepasin tangan guee.." ucap Olive menarik tangan nya.
"Kamu nggak bisa pergi dari sini. Aku nggak ngizinin kamu keluar hari ini." Ucap Aiden menatap tajam Olive.
"Gue mau pergi! Gue udah janji sama teman gue.. lepasin gue Aiden." Ucap Olive mengeras kan suara nya.
Merasa tidak dipedulikan, Olive menggigit tangan Aiden membuat Aiden berteriak.
"Arghh!..." teriak Aiden memegang tangan nya yang berdarah. Sedangkan Olive berlari keluar rumah.
" Yaampun Aiden! Tanganmu berdarah..." ucap Viona yang melihat tangan Aiden mengeluar kan darah akibat gigitan Olive.
"Kita ke rumah sakit sekarang. Aku takut tangan mu infeksi." Kata Viona dengan raut wajah yang kuwatir.
"Nggak usah, ambil kan saja kotak P3k di laci itu." Ucap Aiden menunjuk lemari yang ada dibawah tangga. Viona bergegas mengambil kotak P3k di lemari yang ditunjuk Aiden.
"Sini, biar aku bantu kamu ngobatin nya." Ucap Viona meraih tangan Aiden.
'Sebegitu teganya kau menggigitku Olive.' Batin Aiden kecewa.
****
Sementara dirumah Denia, semua sudah berkumpul. Salsa, Sarah, Bella dan Denia menunggu Olive.
"Lama banget ya si Olive.." ucap Salsa sambil becermin.
"Mungkin dia kebelet boker pas mau pigi." Kata Sarah asal, membuat mereka tertawa ngakak.
"Mungkin aja kan." Lanjut Sarah yang melihat mereka tertawa.
"Dedeee!.." teriak Olive menuju kamar Denia.
"Nah, tuh orangnya udah dateng." Ucap Denia.
"Panjang umur banget tuh orang." Kata Bella menimpali.
"Denia! Buka pintunya." Ucap Olive menggedor pintu kamar Denia.
"Masuk aja Liv, nggak dikunci!" Ucap Sarah sebagai perwakilan.
Olive pun masuk dan langsung merebahkan badan nya diranjang Denia membuat Bella tersentak kaget dari tidurnya.
"Ck.." decak Bella kesal sambil memukul pelan Olive dan melanjutkan tidurnya.
"Lo kenapa Liv? kek abis maraton lo." Ucap Salsa memasukkan cerminnya.
"Kesel guee..." kata Olive membuat mereka memfokuskan pandangan kearah Olive.
"Guee tadi gak dikasih pergi sama Aiden.." ucap Olive terputus.
"Lah, trus gimana lo bisa datang kesini?" Ucap Bella tiba-tiba bangun membuat mereka sedikit kaget.
"Lo bangun-bangun bikin kaget tau gak.." ucap Sarah menoyor kepala Bella.
"Lanjutin Liv," kata Denia sambil memakan Qtela.
"Gue tadi gak dikasih pergi sama Aiden, dia narik-narik tangan gue kenceng banget. Trus gue gigit tangan dia, keknya sampe berdarah gitu. Darah nya terasa dimulut gue." Kata Olive membuat mereka berempat terkejut.
"Gimana rasa darah nya Liv?" Tanya Bella yang diabaikan Olive.
"Lo kok tega sih, kalau infeksi gimana?" Tanya Denia membuat Olive mulai panik.
"Gimana rasanya ditarik-tarik cogan Liv?" Tanya Bella lagi yang langsung mendapat sentilan sari ketiga temannya.
"Lo gak bisa buat pertanyaan yang bagus ya Bel?" Ucap Sarah memutar bola matanya malas.
"Hehehee. Kan Aiden ganteng banget, buat gue kelepek-kelepek gitu.." ucap Bella centil membuat teman-temannya pura-pura muntah.
"Ish, denger kalimat lo buat gue mual tau gak Bel." Kata Olive.
"Yuk lah kita berangkat. Males gue ngomongin Aiden." Kata Olive yang langsung disetujui temannya.