
Salsa, Sarah dan Bella ikut menginap di rumah Denia, mereka akan berusaha mengibur Olive agar dia tak bersedih lagi.
"Udah dong Liv, lo jangan sedih lagi. Lo harus bahagia supaya Viona nggak makin senang lihat lo kek gini." Ucap Sarah. Kemarin Sarah sempat merasa simpati dengan keadaan Viona. Ia tahu dari Daren kalau Viona dijual oleh Dewi.
Tapi melihat Viona bersama Aiden membuatnya terkejut. Apalagi saat meteka suap-suapan. Mereka itu hanya sepasang orang asing, apa yang dipikir kan orang-orang ketika melihat nya. Sungguh Sarah nggak bisa menoleransi petbuatan mereka yang sangat menyakiti hati Olive.
"Liv, mending lo lupain Aiden. Gue bakalan bantu lo untuk mengganti uang yang dikeluarkan Aiden untuk menebusmu waktu itu. Gue rela kok kalau harus ngejual mobil dan aset warisan yang udah gue dapet. Demi lo gue bakal lakuin itu." Ucap Denia lembut. Mendengar hal itu membuat Olive menangis menatap Denia.
"Lo baik banget Dee..." ucap Olive.
Olive tahu seberapa kaya nya Denia. Bahkan saat di Malaysia ia peryama kali mendapat warisan dari kakeknya berupa perusahaan yang bergerak dibidang perhotelan.
Olive juga tahu kalau uang yang diberikan Aiden pada Dewi untuk menebus nya kala itu jumlahnya tidak sedikit.
"Kalau lo rela jual warisan yang lo dapet demi gue, gue bakalan lupain Aiden demi lo. Lo nggak perlu jual warisan elo demi gue Dee. Gue bakal ngelawan Aiden asalkan gue bahagia." Ucap Olive yang berakhir menangis dipelukan Denia.
Sarah, Salsa dan Bella hang melihat mereka ikut menangis. Salsa tau kalau Denia adalah orang yang baik. Dulu sewaktu smp, Denia memberikan semua uang yang ditabung nya untuk menolong seorang anak kecil yang kelaparan.
Bahkan Denia pernah memberikan uang nya untuk biaya persalinan seorang ibu yang saat itu sedang kesusahan. Denia menggunakan uang saku yang ditabung nya dari transferan Ayah nya tiap bulan kala itu.
Dan sekarang Salsa melihat Denia yang mengorban kan perusahaan nya demi Olive. Agar Olive terbebas dari kekangan Aiden yang membuat Olive sedih.
"Kita makan malam dulu yuk, perut gue laper banget.." ucap Olive menatap teman-teman nya dengan mata sembab milik nya.
"Yuk.. kita pesan gofood aja ya." Kata Bella yang diangguki oleh mereka.
****
Sedangkan di mansion Aiden, Viona tengah memindahkan baju-bajunya kedalam koper. Ia memandang sekeliling kamar yang ditempati nya selama ini.
'Entah kenapa gue nyaman banget sama tempat ini, bahkan aku sangat nyaman saat bersama kak Aiden. Tapi kalau aku tinggal disini, kak Aiden nggak akan pernah bahagia. Olive juga nggak mau kalau aku tinggal disini. Lebih baik aku pergi.' Batin Viona. Viona bergegas pergi dari rumah ini tanpa ketahuan oleh Aiden. Namun takdir berkata lain saat Aiden berdiri dihadapan nya.
"Kamu mau kemana Viona? Kenapa kau membawa koper? " tanya Aiden melihat koper yang dipegang Viona.
"Maafkan aku kak. Aku harus pergi dari sini, aku nggak mau menjadi bebanmu. Aku disini hanya sebagai perusak dan penghalang hubungan mu dengan Olive. Sampaikan maafku pada Olive. Aku pergi." Kata Viona berlalu pergi. Entah mengapa rasanya sulit sekali untuknya meninggalkan Aiden. Ia ingin menangis memeluk Aiden saat itu juga. Namun hal itu hanya membuatnya lemah. Viona menahan tangisnya dan berlalu pergi dari mansion Aiden.
Sementara Aiden memandang kepergian Viona dengan perasaan tak rela, entah apa hang dirasakannya saat ini. Ia hanya tidak ingin Viona pergi dari sini. Sungguh ia tidak memiliki perasaan khusuh pada Viona. Ia murni menganggap Viona sebagai adik nya. Hanya itu.
Malam ini Viona akan menginap di hotel. Besok ia memutuskan untuk mencari tempat tinggal baru berupa kost atau kontrakan kecil. Ia belum bisa meninggalkan kota ini. Dia harus menjaga Olive, hanya itu satu-satunya cara untuk menebus kesalahan nya pada Olive.
'Gue akan ngorbanin apa pun untukmu Olive. Gue akan buat lo bahagia. Meskipun nyawa gue taruhan nya.' Batin Viona.
****
"Saya mendapatkan informasi kalau Viona sudah keluar dari mansion keluarga Gavin." Ucap seseorang dari sebrang telepon.
"Bagus, perhatikan terus gerak-gerik Olivia. Kita akan melenyapkan nya saat waktu nya tiba" ucap seseorang
****
Pagi ini Aiden mendatangi rumah Denia untuk mengajak Olive pulang.
Ting tung
Suara bel, membuat Denia dan teman-temannya bingung.
"Lo punya tamu jam segini Dee? " tanya Salsa heran..
Ting tung
Bel kembali berbunyi membuat Denia berteriak.
" Iyaa bentar!.."
Denia pun membukakan pintu melihat orang tersebut.
"Lo mau jemput Olive ya?" Tanya Denia pada Aiden.
" Iya." Kata Aiden singkat dan langsung menerobos masuk kerumah Deniaa.
Wah, si Aiden minta di tabok π -Author
Olive dan teman-teman nya kaget melihat pintu yang terbuka tiba-tiba. Mereka lebih tercengang melihat Aiden yang berdiri di pintu kamar.
"Sudah selesai main-main nya. Ayo pulang." Ucap Aiden yang lebih menjurus ke pernyataan dari pada pertanyaan.
"enggak! gue gak mau pulang sama lo. Gue nggak mau tinggal sama lo!" ucap Olive berteriak.
Sarah yang melihat itu merasa tak terima kalau temannya dipaksa.
"heh! mendingan lo pergi dari sini Aiden!" ucap Sarah mencoba mengintimidasi Aiden.
Aiden tersenyum menyeringai menatap Sarah.
"Jangan coba-coba mengintimidasi apalagi melarang iu untuk membawa Olive kalau kau tidak mau terjadi apa-apa dengan keluarga mu." Ucap Aiden menatap tajam Sarah. Salsa, Bella dan Denia yang melihat tatapan Aiden pun tidak berani berkata apa-apa.
Mereka langsung keluar ketika Aiden menatap tajam kearah mereka.
"Sekarang aku tanya, kau mau pulang dengan cara baik-baik atau kau ku seret agar ikut pulang bersamaku." Kata Aiden dingin.
"Gue gak bakalan mau pulang sama lo. Mendingan lo pulang sendiri aja, pasti Viona udah nungguin kamu di sana." kata Olive yang tetap pada pendirian nya.
"Baiklah." kata Aiden yang langsung menggendong Olive seperti mengangkut karung beras.
"Aaakh!...." pekik Olive terkejut.
"Turunin gue Aiden.... dunia gue kebalik!..." teriak Olive yang ngelantur kemana-mana.
"Dunia mu masih kebalik, sedangkan duniaku hancur saat kau tidak pulang kerumah." ucap Aiden sedikit keras membuat teman-teman Olive mendengar nya.
Aiden membuka pintu mobil nya dan meletakkan Olive didalam kemudian menguncinya. Aiden melajukan mobil nya menuju mansion.
Sementara itu, teman-teman Olive yang mmelihatOlive dibawa oleh Aiden hanya bisa berdoa agar Olive baik-baik saja.
" Mereka romantis banget.." ucap Bella yang masih melihat kepergian mobil yang membawa Olive.
"Dih.. romantis dari mana? yang ada aneh tau gak." ucap Salsa menatap kesal Bella.
"Gue yakin kalau Aiden sayang sama Olive. Gue rasa Olive udah salah paham atas tindakan Aiden." kata Deniaa sembari tersenyum. Sedangkan Sarah hanya menatap lurus tepat dimana mobil Aiden menghilang diujung jalan.
'Kau hanya milik ku, kau tak bisa pergi jauh dariku. Jika kau pergi, aku akan mencari mu. Bahkan sampai kesudut-sudut dunia sekalipun' batin Aiden
Hai gais ππ» Jangan lupa tinggalin jejak nya, biar Author makin semangat nulis ceritanya sampai tamat.