Do Not Leave Me

Do Not Leave Me
DNLM 18



Olive langsung masuk kedalam kamar nya saat tiba di mansion.


Aiden yang melihat itu membiar kan nya. Aiden ingin menyusul Olive ke kamar nya, tapi langkah nya terhenti saat ponsel nya tiba-tiba berdering.


****


Hari ini Viona berencana untuk mencari kontrakan kecil.


Ia meninggal kan barang-barang nya di hotel tempat ia menginap selama dua hari ini.


Viona berjalan disebuah gang kecil, ia beberapa kali bertanya pada ibu-ibu yang lewat.


Cuaca hari ini sangat terik membuat Viona kelelahan dan akhir nya duduk disebuah halte. Hari sudah siang, namun Viona belum menemukan kontrakan yang cocok untuk nya.


"Susah banget nyari tempat tinggal. Aku balik ke hotel aja deh." Gumam Viona.


Ketika Viona ingin beranjak dari tempat duduk nya, tiba-tiba ia dibekap oleh seseorang. Kemudian ia tak sadarkan diri. Sebelum itu ia sempat mendengar orang berbicara ditelpon.


"Bu, saya berhasil menemukan Viona." Ucap orang tersebut menelepon.


****


Olive hari ini bersiap -siap untuk kuliah. Olive menuruni tangga dan mendapati Aiden di meja makan.


"Mau kemana kamu?" Tanya Aiden.


"Mau ke kampus lah." Kata Olive cuek.


"Jangan lupa pulang kesini, jangan keluyuran." Kata Aiden memperingati. Olive hanya membakas perkataan Aiden dengan deheman panjang. Dan berlalu meninggalkan Aiden.


Saat di kampus, Olive melihat teman-temannya yang duduk disalah satu meja yang sering ditempati oleh mereka. Olive pun datang menghampiri nya.


"Hai.." kata Olive membuat mereka menoleh.


"Eh Olive.. gimana semalam? Lo nggak gimana-gimana kan?" Tanya Denia khawatir.


"Gimana-gimana maksud lo Dee? Kok ambigu banget." Tanya Salsa yang pikirannya mulai bercabang.


"Maksud gue, Olive nggak diapa-apain sama Aiden kan." Ucap Denia berusaha menjelaskan. Namun kata-kata nya semakin membuat mereka berpikiran kemana-mana.


"Diapa-apain? Woah jangan-jangan Olive udah nggak perawan lagi.." ucap Bella yang langsung di timpuk sama Olive.


"Enak aja lo! Gue masih perawan ting-ting yah." Kata Olive yang tidak terima atas ucapan Bella. Mereka semua tertawa.


"Jadi gimana Liv? Lo nggak ada yang luka kan? Lo nggak dipukul kan sama Aiden?" Tanya Sarah.


"Enggak Sar, semalam gue langsung masuk kamar trus tidur kok. Gue nggak kenapa-napa kalian tenang aja." Ucap Olive membuat mereka mengangguk-angguk.


"Gimana sama Viona?" Tanya Deniaa.


"Dia udah pergi." Ucap Olive membuat teman-teman nya menganga tak percaya.


"Iyaa, kata pembantu nya Aiden dia udah pergi. Dia bawa koper kemarin malam sebelum gue pulang." Ucap Olive menjelaskan kebingungan teman-temannya.


"Liv, sebenar nyaa.." ucap Sarah menggantung.


"Sebenarnya apa Sar, gausah biki penasaran deh." Ucap Salsa kesal. Dia paling nggak suka kalau dibikin penasaran kek gini.


"Sebenarnya Viona baik..." Ucap Sarah membuat mereka ketawa terbahak-bahak.


"Aahahaha.. lo ada-ada aja deh Sar, mana pernah Viona baik." Kata Salsa yang diangguki teman-teman nya.


"Ibu nya tega banget ngejual anak nya sendiri." Kata Denia sedikit iba mendengar cerita Sarah.


"Itu bukan Ibu kandung nya. Itu saudara Ibu tirinya." Kata Olive membuat semua teman nya kaget.


"Jadi lo tau semuanya Liv?" Tanya Sarah.


"Iya gue tau semua nya, gue tau dari Aiden. Viona tinggal dirumah Aiden hanya untuk dekat dengan gue. Supaya dia bisa dengan mudah dapat maaf dari gue, dia udah berkali kali minta maaf sama gue, tapi maaf nya gue tolak karena dia selalu mendapat perhatian dari Aiden. Gue muak lihat dia. Gue pingin dia pergi dari rumah Aiden biar mereka nggak sering ketemu." Kata Olive panjang lebar.


"Sekarang lo tau dia dimana?" Tanya Salsa.


"Enggak, gue nggak tau. Perginya dia aja gue tau dari Devi, art dirumah Aiden." Ucap Okive menggelengkan kepala nya.


****


Sementara itu, Aiden sedang berkutik dengan komputer nya. Banyak pekerjaan kantor yang akan menyita waktunya, belum lagi berkas-berkas yang menunggu untuk ditanda tangani.


Kesibukan nya terhenti saat handphone nya berdering menandakan telpon masuk. Ia meraih ponselnya yang ditaruhnya disaku jas nya.


"Indira.." Gumam Aiden saat melihat layar ponsel nya. Aiden kemudian berjalan menuju ruang kerja nya.


"Ada apa kau menelponku?" Tanya Aiden to the point.


"Ya ampun sayang.. kau tidak ada manis-manis nya sama sekali. Seenggaknya kau menanyakan kabar pacar mu ini terlebih dahulu." Ucap wanita yang bernama Indira itu dari sebrang telpon dengan nada yang dilembut-lembut kan.


"Ck... jangan basa-basi pada ku. Atau aku bisa membunuh mu!" Ucap Aiden dengan nada mencekam.


"Baiklah.. Aku sudah menemukan Kayla." Ucap Indira yang membuat Aiden mematung.


'Benarkah? Akhirnya... aku sangat merindukan mu Kay..' batin Aiden tersenyum.


"Eitss.. jangan senang dulu sayang. Ada beberapa syarat yang harus kau penuhi." Ucap Indira.


'Sial, sudah kuduga.. pasti wanita ini akan meminta imbalan.' Ucap Aiden dalam hati.


"Katakan berapa yang kau mau?" Tanya Aiden yang membuat Indira tertawa..


"Ternyata kau sudah tahu aku membutuhkan uang. Tapi apa kau tahu kalau aku menginginkan yang lain juga.." tanya Indira membuat Aiden muak. Sungguh aat ini Indira memanfaatkan Aiden. Indira tahu kelemahan Aiden ada di Kayla, yaitu adik satu-satu nya yang telah lama menghilang.


"Apa yang kau mau? Aku akan memberikan apa yang kau mau asalkan kau membawa Kayla untukku." Kata Aiden membuat Indira menyeringai di sana.


"Bagaimana kalau aku mau dirimu?" Tanya Indira membuat Aiden tertawa sinis.


"Indira... Indiraa. Kau jangan bercanda, ak.." ucap Aiden terputus.


"Aku tidak main-main sayang, aku ingin kau menikahi ku maka akan ku berikan Kayla padamu. Jika kau tidak mau menikahi ku, aku akan melenyapkan Kayla." Ucap Indira sungguh-sungguh.


Aiden langsung membanting ponselnya saat Indira berkata seperti itu.


"Arghhh! ..... kayla." Teriak Aiden kemudian menyebut nama Kayla lembut.


Sedangkan Indira tersenyum puas..


" Kau akan jadi milikku Aiden." Gumam Indira tersenyum puas.


Sejak dulu Indira terobsesi dengan Aiden. Sayangnya Aiden adalah pria yang tidak mudah untuk didekati. Indira selalu mencari cara agar dia mendapatkan Aiden.


Sampai saat dimana Indira mengetahui kalau Aiden memiliki seorang adik perempuan yang hilang, membuat Indira berusaha untuk mencari gadis itu. Sampai akhirnya ia mendapat informasi dari orang-orang suruhan nya yang mengata kan kalau mereka sudah menemu kan Kayla yang ternyata selama ini diasuh oleh saudari ibu tirinya yang bernama Dewinta.


Namun saat itu Kayla tidak tinggal lagi dengan tante nya itu. Anak buah Indira terus mencari keberadaan Kayla sampai akhir nya Dewinta menemukan Kayla dan memberikan nya kepada anak buah Indira dengan sejumlah uang yang dikeluar kan oleh Indira.