
Indira tersenyum menatap Kayla. Ia akan berusaha membuat calon adik ipar nya itu menyukai nya. Dengan begitu, Indira hanya akan berjuang untuk menakluk kan hati Aiden saja.
Kayla mengerjap kan mata nya membuat Indira senang.
"Hai Kayla.." sapa Indira pada Kayla yang masih berusaha sadar dari obat bius yang mempengaruhi nya.
Kemudian Gadis itu menatap bingung ke sekeliling ruangan yang ditempati nya. Indira menempat kan Kayla disebuah kamar yang cukup mewah disalah satu rumah nya yang ada di kota ini.
"Kau siapa?" Tanya Gadis itu menatap Indira.
"Perkenalkan nama ku Indira Angelica. Aku calon kakak ipar mu." Ucap Indira yang membuat gadis itu bingung.
"Maaf.. mungkin kamu sedikit bingung dengan perkataan ku. Aku akan menjelaskan nya agar kau mengerti." Ucap Indira.
"Jadi kau bukan lah anak dari Dewinta, kau adalah keponakan nya. Dewinta hanyalah saudara tiri dari ibu tirimu yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu bersama papah mu karena kecelakaan yang disebabkan oleh Dewinta sendiri. Ia mengambilmu untuk membalaskan dendam nya pada keluarga ibu kandung mu. Dia juga memanfaatkan mu untuk membalaskan dendam nya pada keluarga Wijaya. Dan sebenar nya nama mu adalah Viona Kayla, bukan Viona Angel. Dewinta telah mengubah nama mu saat kau masih kecil. Ibu kandungmu sudah meninggal satu tahun yang lalu. Kau mempunyai kakak laki-laki yang sekarang sedang mencarimu. Aku akan mempertemukan kalian berdua saat waktu nya tiba. Saat dimana kakak mu menyetujui untuk menikahi ku." Kata Indira menjelas kan dengan panjang lebar agar semua kebingungan yang ada di pikiran Kayla terjawab.
Viona adalah wanita yang sama dengan wanita yang menginap di rumah Aiden dua hari yang lalu.
Viona menangis saat mendengar apa yang dikatakan oleh Indira. Viona tak menyangka jika wanita yang selama ini dianggap nya sebagai sosok Ibu adalah wanita iblis yang membunuh papah nya.
Viona kembaki mengingat tentang Olive. Ternyata nasib nya tidak jauh beda dengan Olive, hanya saja Viona selama ini tidak mengetahui wajah orang tua kandung nya dan tak akan pernah bisa merasakan kasih sayang dari orang tua yang lengkap. Viona saat ini masih mempunyai keluarga, yaitu kakak kandung nya. Sedangkan Olive sudah tak punya siapa-siapa. Hanya teman-teman baik yang mengelilingi nya dan memberi kasih sayang pada nya.
'Bagaimana pun aku harus ketemu sama kakak kandung ku. Aku nggak mau kehilangan orang yang ku sayang untuk kesekian kali nya.' Batin Viona.
"Bisakah aku melihat wajah kakak ku?" Tanya Viona pada Indira.
"Tentu saja calon adik ipar." Ucap Indira mengedipkan sebelah mata nya ke arah Viona. Indira mengambil ponsel disaku jaket yang dipakai nya.
"Ini aku punya foto nya." Kata Indira menunjukkan foto seorang lelaki yang memeluk dirinya.
Viona terbelalak kaget melihat foto yang ditunjukkan oleh Indira. Sosok yang ada difoto itu adalah sosok yang sangat dekat dengan nya selama ini.
Sosok itu adalah Aiden, orang yang menganggapnya sebagai adik. Orang yang selama ini dianggap nya sebagai sosok pelindung dan sosok kakak yang akan selalu menjaga nya.
" Kakak mu adalah sosok pria yang sangat kaya. Ia mempunyai perusahaan hampir diseluruh dunia. Hotel yang dibangun nya juga berada dimana-mana. Kau sangat beruntung menjadi adik nya. Aku yakin dia sangat sayang padamu." Kata Indira membuat Viona menoleh.
"Tapi aku menyukai nya bukan karena kekayaan yang dimiliki nya. Dia adalah seorang yang penyayang, baik, lembut dan pekerja keras. Tapi sikap itu ditunjukkan nya hanya untuk orang yang dia sayang. Itu makanya aku ingin menjadi salah satu orang yang berarti dalam hidupnya, sehingga dia menyayangiku." Kata Indira yang terlarut dalam pikiran nya.
Mendengar hal itu, membuat Viona teringat akan hubungan Aiden dengan Olive.
'Bagaimana jika hubungan mereka rusak kembali karena kedatangan Indira. Indira sangat terobsesi dengan Aiden. Indira bisa melakukan apa saja untuk menghancurkan Olive.' Batin Viona resah.
" Aku harap kau maenyetujui hubunganku dengan kakak mu." Ucap Indira tersenyum tulus menatap Viona.
Dulu Indira dan Aiden adalah sepasang sahabat yang berjanji untuk tidak saling mencintai. Aiden selalu menceritakan segala hal yang dialami nya kepada Indira. Baik itu hal-hal bahagia bahkan hal yang sedih sekali pun.
Satu kisah yang tak pernah dilewatkan Aiden untuk menceritakan nya pada Indira. Yaitu kisah dimana orang tua Aiden memutuskan untuk bercerai. Papah nya pergi membawa Kayla yang saat itu berusia satu tahun. Papah nya pergi meninggalkan dirinya dan mamah nya.
Cerita itu selalu di dengar oleh Indira dari mulut Aiden. Sehingga Indira mengambil kesimpulan bahwa Aiden sangat menyayangi Kayla. Padahal mereka tidak pernah bertemu beberapa tahun lama nya.
Hal itu membuat Indira ingin disayang oleh Aiden. Sampai dimana saat Aiden mengunjungi rumah Indira. Saat ia tak sengaja melihat kedalam kamar Indira, ia melihat semua foto nya terpasang memenuhi dinding kamar Indira membuat nya menganga tak percaya.
Sejak saat itu Aiden mulai menjauhi Indira. Ia takut Indira menaruh perasaan yang sama sekali tidak bisa dipaksakan. Beberapa hari kemudian, Indira mendekati dan menyatakan perasaannya secara terang-terangan pada Aiden. Berkali-kali Indira menyatakan perasaannya, berkali-kali juga Aiden menolak pernyataan cinta dari Indira.
Aiden memutuskan untuk pindah keluar kota untuk menjauhi Indira. Namun, Indira semakin berusaha untuk mendekati nya. Bahkan Indira melakukan hal-hal yang luar biasa untuk bisa mendapatkan Aiden.
Walau sampai saat ini Indir bekum mengetahui apa perasaannya pada Aiden saat ini. Ia hanya ingin mendapatkan kasih sayang seperti Aiden menyayangi sosok Kayla.
"Bagaimana kalau kakak ku sudah memiliki wanita yang dicintai nya?" Tanya Viona yang penasaran dengan reaksi yang ditunjuk kan Indira.
"Aku tidak tahu.. entah kenapa perasaanku tidak merasakan sakit ketika mendengar kau berbicara kalau kakak mu sudah memiliki kekasih." Ucap Indira tersenyum simpul.
'Entah lah saat ini aku masih bimbang dengan perasaanku' batin Indira.
Viona yang mendengar perkataan Indira tersenyum lebar.
"Aku rasa perasaanmu belum sampai ketahap jatuh cinta." Ucap Viona membuat Indira spontan menoleh.
"Maksudmu?" Tanya Indira mengerutkan kening nya bingung.
"Aku lebih muda darimu, tapi sepertinya aku lebih paham dari pada dirimu." Ucap Viona terkekeh pelan.
"Kau tidak ingin memiliki kakakku, tapi kau hanya ingin mendapat perhatian dan kasih sayang darinya. Iya kan?" Tanya Viona.
"Mungkin." Ucap Indira.
" Bagaimana kalau kau jadi adik nya aja, sama seperti ku. Aku yakin kak Aiden akan menyayangimu." Ucap Viona memberi saran.
"Aku mau!.." ucap Indira tersenyum senang.
"Btw, kamu kok manggil Aiden? padahal aku belum memberitahu nama nya padamu." Ucap Indira menatap Viona dengan tatapan bingung nya.
"Aku sudah mengenal nya. Beberapa hari yang laku aku dekat dengan nya. Hanya saja ada satu hal yang membuatku harus pergi dari sana." Kata Viona memberi penjelasan pada Indira. Indira terkejut, ternyata Aiden dan Viona sudah mengenal satu sama lain. Hanya saja Aiden tidak mengetahui kalau Viona adalah adik kandung nya, pikir Indira.