The New Duchess

The New Duchess
Bab 90 : Pertemuan



Tok tok , bunyi ketukan


pintu. Penjaga memang sudah berpesan agar Hardwin jangan terlalu lama


berkunjung ke kamar para wanita. Ini merupakan etika kerajaan.


“ jaga diri kalian”


Hardwin tidak menjelaskan secara detail maksud perkataanya. Dia sendiri tidak


tau kenapa firasatnya buruk terhadap raja.


Lelaki itu kemudian


berjalan keluar dari kamar. Meninggalkan Grace dan Mily dalam rasa


kekhawatiran.


Sudah beberapa hari Masy


menginap dan menemani Ai di rumah pelayannya dulu. Mereka tidak mengetahui


apapun mengenai ibukota. Hari ini Masy berniat untuk kembali ke kediaman,


sekedar mengecek peternakan dan kepulangan kedua orang tuanya.


“ Masy kau cepatlah


kembali, dan ini surat untuk kau berikan pada Grace” sebuah kereta sudah


menunggu di depan gerbang rumah.


“ aku akan kembali besok”


ucap wanita itu sebelum masuk kedalam kereta. hari sudah mulai siang saat


kereta itu berjalan meninggalkan rumah. Ai kembali masuk, wanita itu sejak


kemarin perasaanya tidak enak, entah ada firasat apa.


Hari berganti hari,


kedatangan Masy begitu di nantikan. Ai sudah tidak sabar mengetahui bagaimana


kabar ibukota sepeninggalnya dalam pelarian. Wanita itu sama sekali tidak bisa


diam memikirkan bagaimana keadaan orang-orang kediaman. Dia takut mereka akan


menemui masalah karena dirinya. Namun jika harus kembali wanita ini juga tak mau.


Kalau bukan karena bujukan Masy agar tidak ikut ke perbatasan Ai pasti sudah


menaiki kuda dan pergi sendiri kesana.


Hari sudah hampir senja


saat suara langkah kuda mendekati rumahnya. Ai segera menunggu di teras ruang


tamu. Dia menunggu kedatangan Masy. Tak beberapa lama gerbang kayu terbuka, ada


seorang lelaki bertopi dengan setengah wajahnya tertutupi topi masuk. Ai


menatap sambil menerka-nerka siapa tamunya sore ini. Kemudian disusul seorang


wanita dan satu orang yang Ai kenal sekali.


“ Ai” seseorang yang dia


tunggu kedatangannya sudah kembali. Ternyata kali ini Masy membaw serta kedua


orang tuanya. Ini hal yang sangat menggembirakan.


“ kalian masuklah” ucap


Ai, menunjukkan ruang tamunya. Tuan dan nyonya Halbert langsung masuk dan duduk


di sofa, disusul dengan Masy dan Ai yang masuk kemudian menutup pintu.


“ terimakasih sudah


menyanggupi undanganku dan bersedia datang kemari, tuan dan nyonya Halbert”


ucap Ai sebagai bentuk rasa terimakasihnya kepada pasangan bangsawan itu.


“ justru kamilah yang


memiliki hal yang perlu kami sampaikan pada anda Duchess” baik Masy juga ikut


mengerutkan keningnya. Pasalnya orang tuanya baru sampai tadi pagi dan setelah


mendengar semua cerita dari anak gadisnya kedua orang itu segera meminta


bertemu dengan Duchess tanpa menjelaskan apapun pada anaknya.


“  hal apa itu?” Ai jelas merasa jika hal ini


cukup penting, terlihat dari seriusnya wajah tuan Halbert. Lelaki itu bahkan


menautkan kedua tangannya sebagai bentuk kecemasan. Kemudian memberikan kode


kepada anaknya untuk menceritakan apa yang dia sampaikan sebelumnya kepadanya.


“ aku sudah mengunjungi


kediaman Grace dan kata pelayan mereka, Grace dan Hardwin pergi sejak kemarin


dan tidak kembali lagi. Ditahanan Mily juga tidak ada, mereka mengatakan jika


dia sudah di pindahan. Kini baik Mily, Grace dan Hardwin tidak bisa diketahui


dimana keberadaanya” ucap Masy sedih. Wanita ini sudah berputar-putar di


barrack, kediaman Grace bahkan masuk diam-diam di kediaman Wellington namun


tetap saja dia tidak mengetahui keberadaan ketiga orang itu.


“ tidak mungkin mereka


menghilang, apa mungkin Sea sudah mencelakai mereka?” Ai tercengang dengan


kabar yang baru saja dia dengar. Wanita itu semakin dibuat bingung.


“ tidak Duchess, menurut


kabar orang kami mereka berada di istana” tuan Halbert segera memberikan


jawaban agar Ai tidak terlalu cemas.


bisa berada di istana?” Ai semakin tidak bisa menebak apa yang sebenarnya


terjadi di ibukota.


“ tidak tau apa yang


mereka lakukan disana, namun kami memiliki firasat jika kemungkinan mereka


bertemu dengan raja dan mengatakn semuanya” Ai berfikir mereka pasti melakukan


semuanya demi keselamatan dirinya. Ini juga merupakan langkah yang bagus, jika


raja mengatahui kebenarannya mereka akan mendapatkan perlindungan.


“ baguslah jika raja mau


melindungi mereka” ucap Ai dengan polosnya.


“ justru itu


permasalahannya” tuan Halbert langsung menimpali penilaian Ai.


“ kenapa?” baik Ai dan


Masy bertanya dengan kalimat yang sama. Kedua wanita muda itu kurang mengatahui


siasat politik.


“ inilah yang ingin kami


sampaikan pada anda Duchess” situasi semakin serius, Ai bahkan melupakan niatnya


yang ingin menanyakan terkait surat menyurat kediaman Halbert dengan situasi di


perbatasan. Dia lebih terfokus pada kabar terbaru mengenai keadaan ibukota dan


kerajaan.


“ tidak ada yang tau apa


sebenarnya maksud raja membiarkan mereka di istana. Entah melindungi atau malah


menahan mereka. kami meminta agar anda tidak lagi masuk ke ibukota” kini


giliran nyonya Halbert yang menjelaskan detailnya.


Ai hanya diam mematung,


ada benarnya juga perkataan nyonya Halbert. Namun apa raja tidak bisa bersikap


adil. Ai menebak selama ini hanya ada satu orang yang begitu mengerti perangai


raja Bavaria, dan perkataan Nyonya Halbert malah membuat Ai kembali mengingat


maksud dan tujuannya meminta bertemu dengan sepasang suami istri yang tepat


berada di depannya. Mereka tidak mungkin begitu perhatian dengan keselamatannya


jika bukan ada yang menyuruh mereka.


“ kalian yang meminta


atau ada seseorang yang meminta kalian?” kata ganti kami jelas tidak hanya


mengacu pada nyonya Halbert dan suaminya saja,  Ai akan meminta kejelasan.


Sepasang suami istri itu


tampak salah tingkah, Masy juga menangkap gelagap yang aneh pada kedua orang


tuanya.


“ apa maksud Duchess?”


mereka tidak mengetahui jika Masy dan Ai sudah mencurigai mereka berkirim surat


dengan Duke. Dan inilah saat yang tepat agar mereka mengaku.


“ apa Duke yang meminta


kalian mengatakannya padaku?” Ai malah memberikan pertanyaan lagi. Membuat


sepasang suami istri itu semakin tersudut tidak bisa mencari alasan.


“ Duke?, tidak mungkin.


Bagaimana bisa itu terjadi?” Tuan Halbert mencoba mengelak, dia seakan sedang


menyembunyikan sesuatu.


“ ayah, katakan yang


sebenarnya “ Masypun ikut mendesak kedua orang tuanya, dia tidak mau melihat Ai


tersiksa dalam ketidak pastian.


“ tuan dan Nyonya Halbert


jangan menutupi semuanya lagi, tidak mungkin anda begitu perhatian kepada saya.


Katakan apakah memang benar semua ini adalah perintah dari Axton?” Ai mencoba


mengiba memperlihatkan sedikit sisi lemahnya selayaknya seorang istri yang


menunggu suaminya pulang.


Suami istri itu saling


pandang dalam kebisuan. Mereka terihat bimbang mengambil keputusan.


“ saya hanya ingin


mengetahui bagaimana kondisi Axton disana, kalian selama ini berkomuniskasi


dengan Axton bukan?” Ai terus mencerca pertanyaan demi pertanyaan. Wanita itu


harus mendapatkan jawabannya. Dia tidak mungkin menghabiskan hidupnya dengan


terus bersembunyi disini tanpa bisa melakukan apapun.


Masy pun ikut memberikan


ekpresi memohon, dia tau kedua orang tuanya tidak bisa mengabaikan wajah


sedihnya. Inilah serangannya sebagai anak semata wayang di kediaman Halbert.