The New Duchess

The New Duchess
Bab 20 : Pengintaian



jangan lupa Vote dan like ya


selamat membaca


Setelah sarapan AI mulai bersiap-siap melancarkan rencananya. Milly masih makan di bawah, jam makan pelayan memang tidak boleh mendahului majikannya. Semua hal dalam kediaman ini benar-benar harus sesuai dengan aturan. Kediaman seorang Duke tidak mungkin carut marut bukan, menjadi percontohan tatanan aturan rumah tangga tentu saja.


Ai sudah menggunakan sebuah gaun santai, bila di lihat jadwal hari ini, pertemuannya hanya sekedar jamuan rutin akhir pekan. Jadi Ai menyesuaikan dengan tema. Agar tidak mengundang kecurigaan yang lain. Ai terlihat sangat cantik dengan gaun hijau softnya. Kini tinggal menunggu Milly untuk menata rambutnya.


Sambil menunggu Ai fokus menyelesaikan bacaannya di sebuah buku yang bertemakan pengetahuan kerajaan dan segala etikanya. Inilah yang menjadikannya sosok Ai yang elegan di mata publik, semua etika memang dia pelajari dengan seksama. Meskipun bersandiwara setidaknya pengetahuannya nyata.


Tok tok Milly membawa teh dan cemilan, menatap bingung dengan penampilan nyonyanya itu.


“ bukannya hari ini kita tidak menghadiri pertemuan ya nyonya?” Milly meletakkan nampan sambil mengerutkan keningnya.


“ memang begitu” jawab Ai santai.


“ kenapa nyonya berdandan seperti ini?” Milly mendekati Ai yang masih duduk di meja rias.


“ kau akan tau nanti, sekarang tata rambutku dulu”


Beberapa saat setelahnya baik Ai dan Milly sudah siap selayaknya akan menghadiri pertemuan. Tidak ada yang janggal dengan hal ini. Semua pelayan pasti berfikir bahwa mereka akan menghadiri pertemuan seperti biasanya. Bukan melakukan sesuatu yang “lain”.


Kereta sudah siap di depan pintu masuk, meski masih tidak tau tujuan sebenarnya Milly tetap diam dan mengikuti nyonyanya. Tak lama kereta berjalan Ai masih bungkam tidak memberitahukan rencananya pada Milly.


“ berhenti” teriak Ai yang semakin menambah kebingungan Milly. Karena menghentikan kereta di jarak yang masih begitu dekat dengan jarak kediaman. Begitu turun Ai langsung menuju kusir.


“ kau pergilah ke kediaman Baron Dale dan berikan hadiah yang ada di dalam kereta, sampaikan permintaan maafku karena tidak bisa hadir, setelah itu tunggu aku di persimpangan pertama dari kediaman Baron, mengerti?” pesan Ai pada kusir kereta. Setelah yakin kusir itu mengerti dengan perintahnya, Ai dan Milly berjalan ke arah yang berlawanan dengan kereta.


“ nyonya kita sebenarnya mau kemana?” tanya Milly sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya.


“ kemarilah” bisik Ai, mereka berdua bersembunyi di balik tembok gerbang kediaman Duke seakan sedang menunggu seseorang keluar.


Beberapa lama kemudian sebuah kereta keluar dari gerbang, tidak salah lagi inilah yang sedang Ai tunggu-tunggu sejak tadi.


“ kita ikuti kereta itu” ucap semangat Ai pada Milly. Setelah memastikan jika jarak mereka aman untuk keluar dari persembunyian. Ai menarik tangan Milly dan menaiki kereta umum yang kebetulan sedang lewat.


“ sir, bisa ikuti kereta di depan itu” ucap Ai sebelum masuk ke kereta, kursir itu mengangguk mengerti.


“ nyonya bukankah itu kereta kediaman?” tanya Milly ketika mereka berdua sudah duduk nyaman di kereta. Dari penampilan luarnya serta kusirnya saja semua pasti tau bahwa kereta di depan adalah kereta kediaman Duke. Itulah alasannya kenapa Ai mengikutinya menggunakan kereta umum. Semua kereta kediaman seperti memiliki pola khusus yang memudahkan orang lain mengenalinya.


Ai dan Milly mengamati dengan seksama kemana arah yang dituju oleh kereta depan. Bahkan semua jalan yang mereka lewati, mereka coba ingat benar-benar.


“nyonya keretanya berhenti” ucap Milly yang terlihat antusias. Dan benar saja sosok wanita yang mereka tunggu-tunggu keluar dari kereta itu. Penampilannya begitu mewah, beberapa orang pasti tidak menyangka jika wanita itu adalah seorang asisten rumah tangga. Penampilannya terlihat seperti bangsawan kaya raya.


“ jangan dulu” cegah Ai yang melihat Mily ingin keluar.


“ kita tunggu disini saja” lanjut Ai. Milly tak ingin menganggu rencana nyonyanya, dia harus mengikuti segala perintah Ai. Karena Milly yakin nyonyanya ini pasti lebih cerdik dari wanita jahat itu.


Cukup lama mereka menunggu, Grace tidak kunjung keluar dari gedung. Milly mulai resah, apa mungkin mereka kecolongan. Tapi tidak, kereta kediaman juga belum meninggalkan tempat. Hampir saja mereka menyerah ketika melihat Grace keluar dengan di antar oleh seorang wanita paruh baya.


“ kau kenal wanita itu?” tanya Ai pada Milly yang mengamati dengan serius sosok wanita paruh baya itu.


“ saya sepertinya tidak asing dengan wajah itu” kereta kediaman mulai berjalan menjauh. Ai menyuruh Milly turun untuk mencari tau. Milly di berikan topi yang Ai bawa, agar indentitasnya sedikit tersamarkan. Selain itu juga Ai memberikan pula beberapa uang untuk digunakan pada saat terdesak. Mereka tidak tau situasi seperti apa yang akan mereka hadapi nanti, jadi Ai membawa sejumlah uang untuk membantu.


Waktu terus berjalan, Milly tak kunjung kembali. Rasa cemas mulai merayapi diri Ai. Takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada pelayannya itu. Ai mulai dilema antara harus menyusul ke dalam atau tetap di kereta. Jika dia menyusul takutnya akan ada seseorang yang menyadari identitasnya yang malah akan merusak rencananya. Namun Milly sudah terlalu lama di dalam sana.


Baru saja membuka pintu untuk menyusul, AI melihat Milly berjalan keluar. Tak ada yang mengantar seperti Grace tadi.


“ bagaimana?” tanya Ai yang sudah begitu penasaran.


“ gedung itu adalah toko perhiasan. Untung saja nyonya memberi saya uang jadi bisa pura-pura mencari perhiasan” jawab Mily yang terlihat lega karena bisa menjalankan perintah nyonyanya dengan baik.


“terus apa lagi yang kau dapat?”


“ mereka mengatakan bahwa wanita yang keluar tadi adalah anda. Duchess Wellington. Aneh bukan. Tidak hanya itu nona Grace sepertinya memesan banyak perhiasan atas nama anda, saya jadi bingung sebenarnya apa yang di rencanakan nona Grace itu” jelas Milly panjang lebar. Ai berusaha mencerna semua perkataan Milly, mencoba menghubungnkan dengan kejadian di kediaman sekaligus untung ruginya bagi Grace.


Kereta kuda mulai berjalan sesuai dengan perintah yang Milly berikan. Ai masih saja memikirkan rencana seperti apa yang Grace mainkan. Milly tak ingin mengganggu konsentraasi Ai, memilih untuk menikmatia pemandangan. Kereta itu sunyi tak ada percakapan.


Mereka sudah berganti kereta, Ai yang sedari perjalanan terus menganalisa kini mulai menemukan titik temu.


“ sepertinya Grace tau kapan Axton akan kembali” lirih Ai mengatakan salah satu kesimpulan yang dia dapatkan.


Waktu sudah malam, Ai sedang berada di balkon. Akhir- akhir ini memang tempat inilah yang menjadi tempat favorit bagi Ai. Dengan di temani cemilan hangat Ai masih setia menikamati angin malam.


“ sekarang aku tau recanamu, Grace” guman Ai sambil menyeringai. Semua hal yang terjadi sudah Ai tulis di lembaran kertas. Begitu diamati Ai menemukan banyak kesimpulan yang akhirnya menuju pada satu tujuan. Meskipun situasi sekarang sedikit berbeda jauh dari masa lalu, setidaknya AI masih bisa mengikuti polanya.


Setelah lama memikirkan semua ini, kini Ai bersantai sejenak. Merilekskan dirinya dari semua rencana jahat Grace. Kali ini Grace harus menelan pahit-pahit rencana yang dia buat sendiri.