The New Duchess

The New Duchess
Bab 119: Terakhir



“ ini nyata, kau


benar-benar tersadar” Ai kembali memeluk erat sang suami. Dia tidak mau


kehilangan lelaki ini lagi, sudah cukup dia merasakan moment antara hidup dan


mati.


“ sekarang katakan


padaku, bagaimana bisa kita semua basah kuyup dengan keadaan kau yang tidak


sadar?” Axton ingin mengetahui alasan yang membuat istrinya terkapar tidak


sadar di ruang depan pondok.


“ em, tadi..” Ai


menceritakan semuanya, apa yang sudah penghuni pondok ini lakukan untuk menjaga


Axton kemarin di sepanjang malam. sampai alasan kenapa dia membawa suaminya ke


danau dan berakhir mereka tenggelam disana saat hujan badai. Axton mendengar


semuanya dan hati yang gelisah, kenekatan istrinya semakin waktu semakin besar.


Meski ada rasa bangga dalam hatinya nyatanya Axton tidak mau lagi ada situasi


dimana Ai harus mengambil pilihan yang beresiko. Axton tidak mau sampai dia


kehilangan istri kecilnya.


“ kau benar-benar nekat,


bagaimana jika tidak ada yang menemukan kita?” Axton mencoba memarahi tindakan


Ai yang dirasa terlalu beresiko itu.


“ kita menjadi pasangan


sehidup semati” jawab Ai enteng, sambil menampilkan deretan gigi putihnya.


Wanita itu tidak mau membuat suasana berubah tegang.


“ kau ini” Axton


benar-benar tidak bisa marah kepada Ai setelah apa yang wanita itu perjuangkan


untuk dirinya. Axton begitu berterimakasih kepada tuhan yang membuat mereka


selamat dari maut. Dia memeluk istrinya penuh haru.


“ sudahlah, kita makan


ini dulu selagi masih hangat” imbuh Axton. kedua orang itu kemudian


menghabiskan soup itu dengan cepat.


Waktu semakin malam,


setelah menyelesaikan makan malam, tuan Kleiner memeriksa pasangan itu. Tidak


ada masalah serius, namun keberadaan racun di dalam tubuh Axton masih terasa


jejaknya. Kemungkinan besok setelah meminum obat terakhir keadaan Axton bisa


dipastikan baik-baik saja.


Ai sedang sibuk di dalam


kamar, sedangkan Axton berbincang dengan tuan Kleiner di teras depan. Lelaki


itu menjelaskan keadaan tubuh Duke.


“ sesuai dengan perkiraan


anda, butuh satu lagi ramuan untuk membersihkan racun itu sampai ke akarnya”


ucap tuan Kleiner.


“ ya baguslah. Namun


jangan katakan apapun kepada Hardwin mengenai hal ini. Ah ya, selama aku tidak


sadar bagaimana kabar perkembangan pencarian Brian?” Axton hampir saja


melewatkan perkembangan informasi dari paman Al.


“ mereka sudah


menemukannya, baru kemarin Allard dan anaknya kembali ke kota bersama dengan


Brian. Keadaanya cukup parah namun tidak ada yang fatal” jelas tuan Kleiner,


dia secara khusus menyampaikan pesan yang sudah paman Al titipkan padanya.


“ syukurlah kalau begitu,


sekarang tinggal pangeran Aric. Aku akan menemuinya dulu sebelum menyuruhnya


kembali” Axton menerawang jauh pada langit yang terlihat sudah cerah. Bulan


tampak dengan sangat jelas. Malam ini terasa begitu dingin, setelah lepas senja


tadi turun hujan badai cukup lama. Bahkan suara katak dan binatang malam


lainnya terdengar saling bersautan mengisi kesunyian malam.


“ apa anda yakin membiarkan


pangeran kembali begitu saja?” tuan Kleiner merasa sedikit takut, pasalnya


“ kita akan kembali pada


rencana awal” ucap Axton tegas, keadaan sudah berubah. Dia sudah kembali sehat


dan siap melaksanakan rencana awal yang sudah mereka canangkan sebelumnya.


“ anda yakin Duke?, tapi


bagaimana jadinya jika..”


“ aku sudah bertekad, tidak


ada siapapun lagi yang bisa menanggungnya” Axton langsung memotong ucapan tuan


Kleiner, dia tidak bisa membiarkan si Sea bertindak sesukanya, sebagai kakak


dia akan mengatur adiknya nakalnya. Dia akan bertindak lebih jauh lagi jika


ternyata Sea melewati batasannya.


“ saya siap membantu


anda, kapanpun dan dimanapun” tuan Kleiner sudah begitu mengagumi sang Duke.


“aku tau, tapi kau sudah


sangat membantuku. Kali ini pikirkan anakmu, bagaimana ayahku menyelamatkannya


dulu kau harus menjadikannya lebih berguna” Axton tidak mau melibatkan siapapun


pada rencana, setidaknya pihak kerajaan akan melihatnya begitu. Semuanya akan


dia tanggung sendiri. Hanya saja dia begitu merasa bersalah pada Ai, istrinya. Wanita


itu bagaimana keadaanya nanti, dia harus mengaturnya mulai dari sekarang.  Dia yakin Ai pasti akan nekat jika dia tau


rencana Axton sebenarnya.


“ saya akan berusaha”


jawab tuan Kleiner dengan nada sendu. Akhirnya waktu mereka di tempat ini akan


segera berakhir, mereka akan bersiap melindungi Bavaria sebagaimana tugas yang


mereka emban. Menjadikan negara yang damai dan aman, apapun akan mereka


usahakan bahkan dengan mengorbankan nyawa.


Perbincangan itu selesai saat


malam semakin larut dan udara luar terasa begitu menusuk. Axton kembali ke


kamar, disana Ai ternyata sudah tertidur pulas. Istrinya pasti sangat lelah


akibat menjaganya kemarin malam. Tak ingin menggagu tidur sang istri, Axton


menaiki ranjang dengan pelan dan langsung bergabung masuk kedalam selimut. Tak lupa


untuk memeluk sang istri agar semakin hangat.


Pagi menjelang, pasangan


itu sudah siap di teras samping. Disana sudah ada semangkuk ramuan terakhir


yang akan Axton minum. Semua yang disana tampak senang, rasanya masing-masing


harapan meraka terwujud. Axton bisa sembuh dengan cepat.


“ aku bantu” Ai membawa


mangkuk itu kearah bibir Axton, dia akan menyuapi Axton. tentu saja Axton


langsung membuka mulutnya dan meminumnya sampai habis.


“ akhirnya” ucap Ai lega.


Dia menatap Axton dengan mata yang berbinar-binar.


“ kalau begitu saya pamit”


tuan Kleiner merasa tugasnya sudah selesai, dia akan kembali merawat Hardwin


yang sudah memberikan darahnya beberapa hari secara berkala. Lelaki itu juga


perlu pemulihan sebentar.


“ terimakasih banyak tuan


Kleiner” Ai segera mengucapkan rasa terimakasihnya, wanita itu sesaat melupakan


sesuatu yang menunggunya di depan sana, perjanjiannya dengan Hardwin atas


pertukaran darahnya dengan kesembuhan Axton.


“ semuanya karena anda juga


Duchess” Aidyan bermaksud mengingatkannya pada kejadian mereka yang tenggelam


di danau. Ai yang mendengarnya hanya mengangguk sambil tersenyum kecil. Tidak menyangka


aksi nekatnya bisa menyelamatkan sang suami.


Setelah tuan Kleiner


pergi, Axton juga menyuruh pelayan pondok untuk memeriksa kawasan pondok depan.


Namun itu hanya alasan saja karena sebenarnya Axton ingin berdua saja dengan Ai


disini.