The New Duchess

The New Duchess
Bab 33 : Terjebak



Sebagaimana yang terjadi pada Ainsley, Axton juga mulai mengalami tanda-tanda yang sama. Kepalanya terasa berat dan kesadarannya mulai menurun. Baru saja Lord Dale meninggalkan meja. Dirasa sudah terlalu lama istrinya tidak kembali Axton segera pergi mencarinya. Untung saja Axton tidak terlalu banyak meminum anggur itu jadi efeknya tidak seberat yang Ai alami.


Setelah membereskan Ainsley, Grace segera menemui putra mahkota. Kepada Sea Grace memberitahukan jika rencanannya sudah berhasi dan siap di nikmati. Tak lupa Grace juga memberitahukan kamar yanga menjadi tempat eksekusi.


“ kau sedikit lebih cepat dari yang aku perkirakan” ucap Sea yanga begitu puas dengan kinerja patner barunya.


“ silahkan menikmati malam anda yang mulia” Grace berlalu pergi ketika sudut matanya menangkap kehadiran Axton yang berjalan sempoyongan. Kedua orang itu tampak sumringah mendapatkan keinginan mereka.


“ Duke Wellington” suara yanga begitu kenal membuat Axton segera membalikkan badan. Saat ini mereka berada di lorong kerajaan, tempat ini begitu sepi. Jaraknya sedikit jauh dari aula tempat pesta berlangsung.


“ Grace “ Ucap Axton keheranan


“ kau mencari Duchess?” Grace sedang mempermainkan emosi Axton, dengan keadaan seperti ini akan mudah menjebak lelaki idamannya ini.


“ kau? Apa yang kau lakukan padanya?!” bentak marah Axton yang langsung bisa menarik kesimpulan bahwa Grace pasti telah melakukan sesuatu pada istrinya.


“ oh tidak Duke, justru saya ingin memberitahu keberadaannya kepada anda” Grace sungguh pintar bersandiwara. Dengan memanfaatnya rasa penasaran Axton, Grace segera melangkah menjauh. Seoalah menarik Axton agar mengikutinya.


“ anda tak ingin menjempuntnya?” melihat Axton yang sama sekali tidak memperdulikannya membuat Grace memancing dengan pertanyaan. Axton berjalan mengikuti Grace, meskipun dirinya masih curiga namun ini adalah satu-satunya kesempatan.


“ tempat apa ini?” Axton dibawa ke sebuah kamar yang gelap. Entah setelah masuk Grace menghilang dari pandangan. Membuat Axton segera balik badan untuk keluar.


Brak,, pintu sudah tertutup. Tak lama beberapa lampu mulai menyala.


“ Grace, apa yang kau lakukan?” Axton masih terus berperang dengan efek minuman tadi. Benar-benar situasi yang sulit.


“ Duke Wellington, kau terlalu jahat padaku. Sejak lama sekali aku sudah menantikan malam bersamamu. Bahkan menjadi gundikmupun aku mau, jadi bisakah malam ini Duke bersedia menemaniku?” Grace berjalan pelan mendekati Axton, tanganya dengan lincah mulai melepaskan segala pernak pernik penampilannya.


“ aku telah salah menilaimu, aku menghormatimu karena budi orang tuamu. Berusaha tak pernah menyalahkanmu, tapi sekarang kau sudah membuatku menyesal telah mengenalmu Grace” Axton memegangi kepalanya. Peningnya semakin parah.


“ aku akan terima semua resikonya, yang penting aku bisa menghabiskan malam denganmu Duke” Grace sudah memeluk Axton bahkan kini sudah melepaskan kancing jas yang Axton kenakan.


“ lepasakan tanganmu” dengan kasar Axton menyentak tangan Grace, yang membuat dirinya menjadi tidak seimbang dan jatuh.


“ jangan memancingku berbuat kasar Grace, apa tamparan waktu itu masih belum cukup” lanjut Axton mencoba berdiri dan mengancam wanita yang sudah bertindak senonoh padanya.


“ uuhh,, kesadaranmu akan semakin menghilang, sayangnya tidak secepat seperti Ainsley “ Mendengar nama istrinya Axton menjadi semakin marah. Sungguh berperang dengan efek minuman sangat melelahkan. Grace tak ingin membuang waktu segera saja membuka baju luarannya dengan terus menatap Axton yang berusaha keras untuk berdiri.


“ menyerahlah Duke” Grace mendekati Axton dan mendorongnya kuat. Membuat lelaki itu langsung terjatuh kembali. Bersamaan dengan itu


Brak,, pintu kamar terbuka dengan keras. Sudah ada beberapa penjaga yang sudah masuk ke kamar.


“ a.apa yang kalian inginkan?” Grace begitu kaget dengan keadaan yang berubah.


“ seseorang meminta anda segera menemuinya” jawab penjaga itu tegas.


“ cepat ikut kami” penjaga itu serempak maju untuk menggretak Grace.


“ b. bailklah” Grace tidak punya pilihan, dengan berat hati dia meninggalkan Axton yang sudah tak berdaya. Padahal sedikit lagi rencananya sudah akan berhasil. Sayang sekali.


Jantung Grace semakin berdetak tak karuan setelah mengatehui tempat yang sedang dia tuju.


‘ bukannya ini kamar dimana aku tinggalkan Ai tadi? Pasti putra mahkota’ batin Grace sudah mengetahui seseorang yang memanggilnya.


Langkah Grace semakin lambat, dia merasakan firasat yang buruk mengenai ini. Rasanya dia ingin kabur saja darisini. Di depan pintu sudah ada Asisten kerajaan yang terlihat menatapnya tajam.


‘ apa yang terjadi?’ Grace terus bertanya dalam hati.  


Begitu masuk kamar, pintu langsung di tutup dari luar. Membuat Grace semakin ketakutan. Langkahnya terus masuk ke dalam. Dilihatnya sosok lelaki yang sedang duduk di sofa, dari bentuk tubuhnya Grace yakin tebakanya benar.


“ kecewa kesenanganmu terganggu?” sosok lelaki itu berdiri dan berbalik badan. Jantung Grace semakin berdegup kencang, benar saja Sea sudah ada disana dengan dengan raut wajah tak terbaca.


“ ya.yang mulia, ada perlu apa memanggil saya kemari, bukankah kita sudah sepakat?” Grace mulai di serang gejala kepanikan ketika Sea berjalan mendekat. Pelahan membuka jas mewahnya dan membuangnya asal. Grace melangkah mundur, dia merasa terancam.


“ ya tentu, kesepakatan kita memang bagus, tapi aku tidak menemukan dimana letak kebenaran ucapanmu” Sea membuka kancing lengan kemeja dan melipatanya naik.


“ apa maksud yang mulia?” Grace sudah terpojok, punggungnya sudah menubruk dinding.


“ kau ingin menjebakku? Disini tidak ada wanita yang kau janjikan” Sea sudah berada tepat di depan Grace, mencengkram pipi mulus itu dengan kuat.


“ ti,tidak mungkin, Duchess sudah saya letakkan di ranjang” Grace terus berusaha membela diri.


“ kau lihatlah sendiri” Sea mendorong tubuh Grace sehingga terjatuh di ranjang yang sama dengan saat dia mendorong tubuh Ai tadi. Matanya hampir melotot tak percaya jika Ainsley benar-benar tak ada, ranjang ini kosong. Membuat nafas Grace semakin tak karuan.


“ kemana wanita itu, saya sudah memastikannya sendiri yang mulia. pasti ada kesalahan” Grace segera bangkit dari ranjang, berdiri sambil menatap nanar ranjang kosong di depannya.


“ ya, kesalahan itu terletak padamu” Grace segera memasang pertahan diri, mengambil sebuah vas untuk di jadikan senjata. Ketika Sea semakin mendekat dengan seringai seramnya.


“ ti,tidak, jangan mendekat” bentak Grace panik.


“ sesuai kesepakatan Grace, jika kau gagal kau sendiri yang menjadi gantinya “ Sea dengan tiba-tiba langsung mengambil vas itu, melemparnya keras.


“ akk , lepaskan aku” teriak Grace kencang saat Sea memeluk dirinya. Dalam benaknya Grace sudah sangat tau apa yang Sea inginkan. Grace terus memberontak, mempertahankan dirinya agar tidak menjadi korban lelaki bejatt ini.


“ hahaha Grace, lebih baik kau menurut jika tak ingin menerima kekasaranku” Sea merobek gaun Grace di bagian yang dia inginkan. Mendorong wanita itu ke atas ranjang untuk memulai kesenanganyan.