The New Duchess

The New Duchess
Bab 28 : Akhir 2



“ to.. toko D’Joly “ karena gertakan itu lelaki pekerja ini mengatakan nama toko dengan jelas.


“ bawa kemari pemilik toko itu” Grace kembali cemas. Dia takut jika pemilik toko akan mengenalinya.


‘ aku harus melakukan sesuatu’ batin Grace.


“ ss,saya aakan menjemputnya kemari” Grace menawarkan dirinya. Dengan begini dia bisa mengamankan dirinya.


“ tidak usah repot-repot, Mily sudah menjemputnya” mata Grace membola, dia kecolongan. Bagaimana bisa Milly sudah terlebih dulu menjempuntnya.


“ masuklah” Milly yang siap sedia dari tadi, menyuruh wanita pemilik toko perhiasan masuk ke ruang kerja.


“ mari madam Joly, nyonya sudah menunggu” mereka yang berada di lantai 2 kini berjalan naik. Pelayan lain memberikan kode agar Mily segera naik.


Tak lama ruang kerja Axton mendapat tamu baru. Wanita paruh baya yang sudah Ai tau sebelumnya.


“ Duke Wellington” sapa wanita itu begitu melihat Axton ada disana. Axton hanya mengangguk pelan untuk membalasnya.


“ apa kau pemilik toko D’Joly?” tanya Ai ramah.


“ ah iya, nona. Saya madam Joly” jawab wanita itu tak kalah ramahnya karena wajah Ai yang masih sangat muda, membuat Madam Joly mengira jika wanita di depannya ini belum menikah.


Semenjak madam Joly masuk, Grace dengan sengaja menundukkan kepalanya agar madam Joly tidak mengenalinya. Axton yang mendengar panggilan kurang sopan itu berniat mengoreksinya, tapi Ai lebih dulu mencegahnya. Akhirnya Axton diam saja menyaksikan bagaimana istrinya membuktikan dirinya.  


“ baiklah madam Joly, apa benar kau yang menjual perhiasan ini sebelumnya?” Madam Joly mendekati meja dan mengamati dengan seksama.


“ ah iya nona. Semua perhiasan ini berasal dari toko saya. Duchess Wellington yang memesannya” Axton ingin menyudahi hal ini. Semuanya jelas mengarah pada istrinya. Namun Ai menghentikannya. Mengisaratkan menggunakan tangannya agar Axton menunggu.


“ oh ya? Dan siapa yang kamu maksud dengan Duchess Wellington disini?” inilah yang Ai tunggu dari tadi. Menguaknya dari sumber awal kejadian. Madam Joly sedikit bingung memahami pertanyaan Ai, membuatnya melihat sekeliling ruangan. Sudut matanya menangkap sosok wanita yang dia kenal. Madam Joly menggeser posisinya semakin mendekati Grace.


“ Duchess, maafkan saya yang baru melihat anda” Madan Joly segera menyapa Grace. Melihat hal itu Axton mengerutkan keningnya. Dia tidak terima dengan panggilan madam Joly kepada Grace.


“ siapa yang kau panggil Duchess itu?” Axton bertanya penuh penekanan. Masih terdengar jelas nada kemaarahan dalam pertanyaan Axton.  


“ ,,dia,, bukankah dia Duchess Wellington?” madam Joly sedikit kaget mendengar suara Axton. Membuatnya sedikit tergagap, merasa melakukan sebuah kesalahan.


“ apa dia yang memesan semua perhiasan ini?” belum sempat mendapat menjawab, Madam Joly sudah diberikan pertanyaan lagi.


“ tidak, wanita ini pasti berbohong tuan. Saya tidak memesan apapun dari tokonya” Grace mulai menyelamatkan dirinya. Dia tidak terima rencana matangnya harus gagal.


“ tidak Duke, benar wanita ini. Dia mengatakan dirinya sebagai Duchess Wellington dan memesan semua perhiasan ini. Bahkan ini..lelaki ini yang mengambilnya beberapa hari yang lalu” Madam Joly yang ketakutan mengatakan semuanya dengan jelas. Bahkan menunjuk lelaki pekerja yang berdiri di sampingnya. Madam Joly tidak mau berurusan dengan kediaman Duke. Hukumannya akan sangat tidak bisa dia tanggung.


“ tidak tuan, dia pasti orang yang disuruh nyonya. Semua yang dia kataka..”


“ diam!” bentak Axton. Ruangan menjadi hening seketika. Baik madam Joly dan Grace seketika terdiam.


“ kau, katakan siapa yang menyuruhmu?” Axton menatap lelaki pekerja dengan tajam. Lelaki itu terdiam, dia bingung haru mengatakan yang sebenarnya atau tetap menutupi ini.


“ jika kau berkata jujur, hukumanmu akan sedikit ringan” Ai membujuk agar lelaki pekerja itu mau berkata jujur. Grace semakin ketakutan, semua rencananya terancam gagal.


“ Nona Grace tuan. Nona Grace juga yang menyuruh saya meletakkan kotak-kota itu di kamar nyonya” jawab lelaki pekerja dengan langsung bersimpuh di bawah kaki Axton. Seketika amarah Axton langsung naik berkali-kali lipat. Dia tidak menyangka jika wanita yang dia pekerjakan beberapa tahun ini telah menipunya.


“ tidak tuan, lelaki ini berbohong. Mereka semua bersengkokol menfitnah saya” Grace mengiba bahkan menangis membela dirinya.


“ bukankah jelas sekarang siapa pencuri sebenarnya?” Ai bertanya agar Axton segera menjatuhi hukumannya.


“ tidaak tuan, saya tidak bersalah”


“ jadi selama ini kau Grace, kau sudah berani berbohong dan menfitnah Duchess”


“ tidak tuan, tidak saya,,”


“ diam! Kau benar-benar melakukan kesalahan besar. Aku sudah tidak bisa memaafkanmu” Grace terkejut dengan perkataan Axton. Bukan seperti ini yang Grace inginkan. Sekarang Axton tidak hanya marah tapi dia juga tidak memaafkan dirinya. Tidak, Grace benar-benar tidak terima.


“ semua ini gara-gara kau!” Grace berjalan cepat mendekati Ai. Dia ingin menyakiti Ai, wanita yang sudah mengagalkan rencananya. Grace benar-benar membenci Ai sekarang.


“ apa yang ingin kau lakukan?!”  teriak Axton ketika mendapati Grace yang ingin memukul Ai menggunakan kotak perhiasan itu. Dengan cepat  Axton menarik tangan Grace yang membuat kotak perhiasan itu terjatuh keras di lantai.


Plak.


Satu tamparan mendarat di pipi mulus Grace. Semua mata terperangah melihat kejadian ini. Bahkan Ai menutup mulutnya karena begitu kaget melihatnya. Tentu saja tamparan itu dari Axton. Tindakan tiba-tiba ini karena Axton begitu tidak terima jika istrinya disakiti.


“ selama ini aku tidak pernah ingin memukul wanita. namun kali ini tidak, kau benar-benar sudah diluar batas Grace. Pergi darisini sebelum aku melakukan kekerasan lagi” Axton dengan jelas mengatakannya. Grace sangat malu dan marah. Dia sudah tidak mau berlama-lama disini.