
“ semua yang saya katakan
adalah benar, saya sudah tidak memiliki rencana apapun selain melindungi
anakku” Grace sudah mengatakan semuanya, tak ada yang dia tutupi. Semuanyademi menebus rasa bersalah yang dia
rasakan atas perbuatanya kepada Duchess.
“ lalu, setelah ini apa? Kau
tau sendiri Kerajaan akan segera menjatuhkan hukuman” ucap Ai kembali datar.
Dia menatap jendela kembali.
“ saya berjanji bahwa
kerajaan baru akan bertindak saat Duke kembali dan pada saat itu saya akan
menjelaskan semua kebenarannya” Grace
yakin sekali dengan keputusannya. Sayang, dia tidak mengetahui situasi apa yang
sedang terjadi. Wanita itu tidak mengetahui jika saat ini perang sudah pecah
dan entah bagaimana berakhirnya.
Ai terdiam mendengar
rencana matang dari Grace, dia juga menginginkan kepulangan suaminya. Harapan
yang Grace inginkan tidak jauh beda dengan miliknya. Ai memeluk dirinya
sendiri, seakan memberikan kekuatan bahwa semuanya pasti tidak seburuk yang dia
pikirkan. Masih banyak orang yang mengharapkan keselamatan Duke.
“ kepulangan Duke?” Ai
kembali bertanya, nada suaranya sedikit bergetar. Rasanya kalimat itu begitu berat
hingga dia tidak sanggup menyebutkannya. Entahlah mengapa bisa sesulit itu.
“ iya Duchess, saya akan
mengatakan siapa sebenarnya ayah dari bayi ini. Semua tuduhan kepada anda akan
hilang” Ai tersenyum kecut, kenapa dia sedikit terganggu dengan pembicaraan
ini.
“ lalu bagaimana nanti
Sea menanggapinya, tentu dia tidak akan tinggal diam bukan?” Ai memastikan
bahwa wanita ini tidak sedang mengatar nyawa dengan membuka rahasianya.
“ saya yakin raja pasti
akan melindungi saya dan bayi ini” Ai mengiyakan dalam hati. Memang jika raja
mempercayai semua perkataan Grace, dia tidak aka tinggal diam. namun Sea tidak
akan begitu mudah membiarkannya.
Ai menarik nafas panjang,
dia tidak bisa memikirkan keselamatan semua orang, untuk kali ini dia akan bersikap
egois. Bertaruh dengan takdir bagaimana nasib anak dalam kandungan Grace.
Apakah nanti ayah kandungnya akan menerimanya atau bahkan membunuhnya. Ai hanya
mengutamakan keselamatan suaminya, Axton.
“ itu sudah menjadi keputusanmu, aku berharap
anak itu selamat” ucap Ai memandang lembut kearah Grace.
singkat itu Grace pulang ke kediamannya sendiri. Sebentar lagi fajar, Ai tak
sadar sudah terlelap dalam kondisi duduk disamping jendela kamar. Sudah
beberapa hari dia tak makan dan tidur dengan teratur. Tubuhnya sudah tak bisa
diajak kompromi, ranjang yang semula rapi masih tetap terjaga kerapihannya. Dengan
di sinari cahaya rembulan wajah cantik itu terlelap dengan tenang. Dia mendapatkan sedikitketenangan
mengantarkannya pada ketidaksadaran.
Sedangkan di daerah lain,
putra mahkota tengah menerima sebuah informasi bahwasanya nanti menjelang pagi
meriam pertama akan segera di luncurkan. Lelaki itu tampak serius membahas
akhir dari rencananya itu.
“ keadaan sudah sangat
kacau, tapi posisi mereka sepertinya imbang” ucap salah satu mata-matanya yang
kembali dari medan peperangan.
“ sudah berhari-hari
perang itu terjadi, pasukan Axton masih belum juga menyerah, padahal mereka
hanya 1 : 100. Sudah aku batasi jumlah pasukan kenapa masih belum juga ada
hasil?” Sea meremas sebuah kertas yang berasal dari mata-mata lawan. Dia terlihat geram atas berita ini.
“ mereka sangat tangguh
yang mulia, kabanyakan dari orang-orang kita bahkan sudah mati terlebih dahulu”
ucap mata-mata itu. Ya memang beberapa pasukan yang mendampingi Axton adalah
suruhan dari Sea. Orang-orang itu hanya sekupulan orang tahanan tak berguna,
Sea mengirim mereka hanya ingin merusak pasukan Axton. Sea yakin Axton tidak
akan mengetahui jika pasukannya ditukar dengan geromblan tahanan yang tidak
mengerti teknik perang.
“ kirimkan beberapa
meriam lagi kepada mereka (lawan), aku ingin dalam 2 hari berita kekalahan
harus segera terdengar” Sea sudah habis kesabaran,
untuk membunuh Axton saja kenapa haru sesulit ini.
“ ah ya kau sudah memutus
penyaluran makanan mereka?” Lanjut Sea memastikan lagi.
“ sudah yang mulia, bahkan
sudah beberapahari yang lalu, begitu perang pecah penyaluran itu sudah
dihentikan” sedikitnya hal bagus ini masih berjalan. Sea yakin cepat atau
lambat rencananya pasti akan berhasil.
“ bagus, percepat rencana”
ucapnya singkat. Mata-mata itu segera pergi menuju perbatasan. Dia harus
mengabarkan informasi ini dengan segera.