
Didalam istananya Putra
mahkota Sea sedang bersantai dengan ditemani oleh beberapa selirnya. Lelaki itu
sebentar lagi akan menduduki tahta kerajaan. Tinggal beberapa hari lagi si tua
Raja akan segera dia buang, tubuh lelaki itu semakin hari akan melemah dan
menjadi lumpuh tidak bisa bicara. Sea sudah sangat menantikan hari itu.
Lelaki itu bisa saja
membunuh sang Raja dengan mudah, namun dia tidak mau melakukannya. Dia ingin
menyaksikan lelaki tua itu menderita dalam genggamannya.
“ lakukan lagi, hahaha”
ucap Sea senang, dirinya tengah duduk di kursi kebesarannya dengan satu
tangannya memegang sebotol anggur sedang didalam pangkuannya sudah ada seorang
wanita bergelayut manja.
“ menari lagi” ucap Sea
lagi, mereka tengah melakukan pesta dengan pertunjukan tari. Beberapa wanita
dengan baju kurang bahan itu melenggak lenggokan tubuhnya penuh rayu. Wanita
itu tidak tau jika lelaki yang ada di hadapan mereka ini bukanlah lelaki
terhormat sebagaimana statusnya. Lelaki ini adalah lelaki brengsek, keji, dan
tidak mengenal belas kasihan.
Prok prok, suara tepuk
tangan bergemuruh didalam ruangan. Hanya ada Sea, para penari dan pemain musik.
Situasi yang jauh berbeda dari informasi yang tersebar di masyarakat. Istana
tidak seperti sedang mengalami kabar buruk semuanya hanya permainan Sea untuk
melancarkan aksinya.
“ kemarilah” Sea
memanggil salah seorang penari yang paling cantik.
Penari itu berjalan
mendekat dengan penuh lemah lembut dengan diiringi senyum yang menawan.
“ kau cantik sekali” Sea
menyingkirkan wanita yang ada di pangkuannya, lelaki itu menarik sang penari
dalam dekapannya.
“ terimaksih yang mulia”
jawab penari itu manja. Sea menyusuri tubuh wanita itu menggunakan bibirnya.
Menerima perlakukan seperti itu sang penari semakin terpesona, dia tidak akan
melepaskan peluang besar ini. Jika dia berhasil merayu dan hamil anak putra
mahkota maka jelas saja dia akan menjadi
kaum bangsawan.
“ kau juga harum”ucap Sea
sambil menutup matanya. Lelaki itu semakin liar dan tidak tahu malu.
Malam itu semakin panas,
dengan disaksikan belasan orang. Sea dengan santainya melakukan tidakan mesum
di hadapan mereka dengan santai. Kini semua orang disana sudah melupakan moral
dan etika.
Bahkan sang penari sudah
hampir tidak menggunakan apapun, semua bagian tubuhnya tersibak akibat ulah
Sea. Bukannya merasa dilecehkan, sang penari malah semakin bersemangat dan
mengambil kesempatan. Dengan berani sang penari itu mencium bibir putra mahkota
tanpa meminta izin.
Sea awalnya begitu
menikmati, namun sebagai lelaki dia tidak mau diatur, dia yang berhak melakuka
apapun semaunya. Tanpa menunggu lama Sea menghentikan aktifitasnya, dia menatap
sang penari yang cantik itu dengan tatapan tak suka.
“ menyingkir dariku” Sea
mendorong penari itu dengan keras, sehingga tubuh kecilnya langsung tersungkur
tidak berdaya di tengah ruangan. Irama music langsung terhenti akibat kejadian
itu.
Tempramen Sea yang labil
membuatnya mudah sekali berubah. Baru saja situasi menyenangkan kini wajah
lelaki itu marah tidak terima. Akibat ulah wanita penari yang berani, Sea
menjadi marah besar.
“ kau, siapa namamu?” Sea
melotot nyalang kearah penari yang dia dorong. Wanita itu gemetar ketakutan
bahkan dia sampai lupa memperbaiki bajunya yang sudah tidak berbentuk itu.
“ myra, yang mulia” ucap
penari itu pelan, dirinya benar-benar takut dengan kemarahan putra mahkota.
“ berdirilah” perintah
Sea, semua orang melihat pemandangan itu dengan hati was-was. Suasana berubah
menjadi tegang dalam hitungan detik. Semua mata tertuju pada wanita itu.
Myra berdiri dengan
ragu-ragu, dia menatap sekeliling, kawannya berdiri bergerombol dengan wajah
yang tegang. Sama halnya dengan dirinya, bedanya dia hanya seorang diri.
“ wajahmu cantik, tubuhmu
bagus Myra. Namun sayang..” Sea bersandar sambil meminum anggurnya lagi. Lelaki
itu sudah setengah sadar akibab meminum banyak anggur.
“ kau,, terlalu serakah”
ucap Sea sinis, wanita itu sudah menghancurkan moodnya dengan berani menciumnya
tanpa izin.
“ maafkan saya yang
mulia” Myra segera bersujud meminta pengampunan, wanita itu tidak ingin
dihukum. Dia benar-benar ingin hidup.
“ hahhahah” Sea tertawa
puas, dia sangat suka bila ada orang yang mengiba padanya. Dia sangat bangga
jika ada orang yang bersujud memohon pengampunan darinya.
“ maafkan saya yang
mulia” ucap Myra sekali lagi, wanita itu benar-benar tak berdaya, seperti
kucing basah kuyup dan meminta pertolongan. Membuat Sea sedikit melunak dengan
permohonan Myra.
“ baiklah aku akan
memaafkanmu, namun dengan syarat. Apa kau sanggup?” Myra yang mendengarnya
langsung mendongak dengan tubuh masih dalam posisi bersujud. Wanita itu tidak
mungkin menolak, namun dia juga tidak percaya jika akan lolos dengan mudah.
“ sa,,saya sanggup yang
mulia” ucap Myra lemah. Dia sudah memiliki firasat jika akan ada hal buruk yang
menimpanya. Dia menyesal sudah berani mencium lelaki itu.
“ hahahha” lelaki itu
kembali tertawa puas. Semua orang malah semakin tegang. Mereka percaya jika Sea
tidak mungkin berbaik hati dan memaafkan wanita itu dengan mudah. Mereka begitu
simpati dengan nasib buruk yang Myra alami.
“ berdirilah” ucap Sea
kembali, lelaki masih dalam posisi santai bersandar pada kursi dengan meminum
anggur. Myra dengan ragu-ragu masih tetap mengikuti semua kemauan lelaki itu.
“ turunkah gaunmu”
kembali peritah yang mengejutkan. Semua orang melebarkan matanya karena tidak
percaya dengan ucapan putra mahkota. Myra yang mendengarnya langsung menangis,
dia sudah tidak memiliki harga diri lagi.
“ cepat!!” bentak Sea
karena Myra tak kunjung melakukan perintahnya. Wanita itu terus saja menangis
dan membuat moodnya semakin buruk.
Myra tidak memiliki
pilihan, dengan tangan yang terus gemetar wanita itu melepaskan tali gaunnya.
Air matanya sudah mengalir deras diatas pipi. Semua yang melihat juga tidak
bisa melakukan apa-apa, mereka tidak mau terseret dalam masalah ini.
teriak Sea lagi, lelaki itu berubah
menjadi orang tak waras. Semua orang juga tau jika Sea sudah dalam keadaan
tidak sadar. Namun mereka tetap tidak mau membantu Myra dan hanya menyaksikan
saja.
“ maafkan saya yang
mulia” Myra tidak sanggup lagi di permalukan, wanita itu dengan sisa kain
ditubuhnya kembali bersujud meminta pengampunan. Sayang, kali ini Sea tidak malah
senang, apa yang Myra lakukan hanya merusak kesenangan yang ingin di lihatnya.
“ lanjutkan atau aku akan
membunuhmu sekarang juga”ancam Sea. Myra semakin menangis kencang. Dia berada
di tepi jurang. Lelaki itu tidak memberikan belas kasih sedikitpun.
Akhirnya dengan tubuh
bergetar Myra kembali berdiri dan melepaskan satu-satunya kain penutup yang
tersisa di tubuhnya. Kini semua orang bisa dengan jelas menyaksikan Myra yang
polos sedang menangis di tengah aula ruangan.
Beberapa rekannya ikut
sedih dengan hal yang menimpa Myra sedangkan para penjaga mencuri-curi pandang
menikmati tontonan gratis yang di berikan putra mahkota.
“ hahahaha” Sea semakin
puas, dia benar-benar terhibur malam ini.
“ menarilah” belum cukup
semua hinaan yang Sea berikan, wanita itu kemballi diberikan penderitaan
mempermalukan diri.
“ bunyikan musiknya”
teriak Sea, para pemain musik dengan cepat langsung memainkan alat musiknya.
Situasi terlihat cair namun begitu tegang.
Myra masih terus menangis
dengan tubuh yang mulai bergoyang. Wanita itu tidak mau mati jadi dia hanya
bisa mengikuti semua perintah Sea yang tidak masuk akal ini.
Prok prok, Sea meminta semua
orang untuk bertepuk tangan, lelaki itu benar-benar meninjak-injak harga diri
Myra. Semua orang mulai bertepuk tangan, meski dengan hati yang sedih.
Bagaimana bisa mereka tertawa senang saat yang menjadi pusat perhatian adalah
wanita tanpa busana menari dengan tangis memilukan.
“ keraskan musiknya”
keinginan Sea semakin tidak terkedali, lelaki itu bahkan mulai beranjak berdiri
dan berjalan menuju tengah aula, dimana Myra sedang menari.
“ kalian kemarilah” ajak
Sea kepada para penjaga pintu. Kedua lelaki itu saling berpandangan sejenak
sebelum akhirnya mereka ikut bergabung dalam pesta.
Sea manarik bersama
dengan Myra yang was-was dengankedatangan 2 lelaki penjaga. Dirinya sangat malu
namun tidak bisa melakukan apa-apa.
“ lepaskan seragam
kalian” Sea dengan santainya memberikan perintah yang membuat semua orang
mengerutkan keningnya. Begitu pula dengan Myra yang bahkan sudah menghentikan
tariannya. Wanita itu mulai menebak-nebak apa maksud dari perintah Sea.
Myra bukanlah wanita
polos, dia sudah terbiasa menari dalam acara-acara penting. Bahkan sesekali dia
bersedida melayani tamu kehormatan asal dengan penawaran yang tinggi.
Begitu 2 penjaga
bergabung Sea mulai meninggalkan Myra bersama 2 lelaki yang bagian atas tubunya
polosan.
Music semakin kencang
namun Myra tetap berhenti menari. Para penjaga itu tanpa menunggu perintah
selanjutnya mereka sudah ikut menari dengan tangan yang lancang menyentuh tubuh
Myra.
“ Myra, Myraa.. “ Sea
berguman di atas tempat duduknya. Wajahnya sudah terlihat merah karena terlalu
banyak minum.
“ kau berani menciumku
bukan,? Kalau begitu sekarang kau cium mereka” ucap Sea tanpa sadar. Tubuh Sea
bahkan sudah tidak mampu lagi menopang dirinya. Lelaki itu bersender dengan
mata yang terus mengawasi Myra.
Mendengar ucapan Sea,
tanpa menunggu lama kedua penjaga itu langsung mencium bibir Myra dengan paksa,
bahkan salah satu diantaranya bertugas memegangi tubuh Myra yang meronta
menolak perlakuan mereka.
Semua orang hanya bisa
menutup mulutnya tidak percaya. Myra sudah seperti barang murahan yang dengan
seenaknya diperlakukan. Kedua penjaga itu tidak akan melepaskan kesempatan
menikmati sang penari cantik yang sudah tersaji di hadapan mereka.
“ lepaskan aku” ucap Myra
disela-sela pertahanan dirinya. Kedua lelaki itu seakan kelaparan mereka tidak
menghiraukan pandangan jijik dari semua yang melihatnya.
“ hahaha” Sea justri
menikmati tontonan ini dengan senang. Dia puas melihat kesakitan Myra. Dia suka
sekali menghukum dan membuat seseorang menderita.
“ hentikan” ucap Sea
kemudian. Myra mengusap bibirnya dengan jijik. Sedangkan para penjaga itu
tersenyum senang.
“ bagaimana kau senang di
cium oleh mereka?” pertanyaan konyol dari Sea. Lelaki itu sudah tidak waras. Bahkan
dia sudah tidak bisa melihat dengan baik.
“ kalian bisa membawanya
dan menikmatinya” belum juga selesai rasa terkejutnya dengan pertanyaan Sea,
Myra bahkan seakan tidak bisa merasakan tubuhnya lagi. Semuanya hidupnya sudah
hancur, dia tidak mau menerima penghinaan lagi.
“ tidak, tidak” Myra
menolak, wanita itu menyingkirkan tangan para penjaga yang mencoba menarik dan
membawanya. Wanita itu tidak mau melayani penjaga-penjaga kotor rendahan.
Tidak.
“ lepaskan aku, lepaskan
aku” salah seorang penjaga itu dengan mudah mengangkat tubuh Myra di atas
bahunya. Myra memberontak sekuat tenaga.
Semua orang menatap
dengan iba namun mereka tetap diam menyaksikan bagaimana Myra menangis pilu dan
berteriak meminta tolong.
Sampai kemudian tubuh
wanita itu terjatuh, terlepas dari para penjaga. Kesempatan ini tentu di
manfaatkan Myra dengan baik. Wanita itu sudah tidak memiliki harga diri lagi,
dengan wajah sendunya dia membenturkan kepalanya di tepi sebuah meja dengan
keras. Darah menguncur dengan derasnya, wanita itu lebih memilih mati daripada
harus menerima perlakukan tidak manusiawi dari putra mahkota.
Seketika ruangan menjadi
senyap, mereka mengerubungi mayat Myra yang sudah tergeletak bersimbah darah.
Sedangkan orang yang memberinya perintah sudah tertidur tak sadar di atas
singgasananya. Sea bahkan tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan, satu nyawa
melayang akibat dirinya.