The New Duchess

The New Duchess
Bab 134 : Kegilaan



Didalam istananya Putra


mahkota Sea sedang bersantai dengan ditemani oleh beberapa selirnya. Lelaki itu


sebentar lagi akan menduduki tahta kerajaan. Tinggal beberapa hari lagi si tua


Raja akan segera dia buang, tubuh lelaki itu semakin hari akan melemah dan


menjadi lumpuh tidak bisa bicara. Sea sudah sangat menantikan hari itu.


Lelaki itu bisa saja


membunuh sang Raja dengan mudah, namun dia tidak mau melakukannya. Dia ingin


menyaksikan lelaki tua itu menderita dalam genggamannya.


“ lakukan lagi, hahaha”


ucap Sea senang, dirinya tengah duduk di kursi kebesarannya dengan satu


tangannya memegang sebotol anggur sedang didalam pangkuannya sudah ada seorang


wanita bergelayut manja.


“ menari lagi” ucap Sea


lagi, mereka tengah melakukan pesta dengan pertunjukan tari. Beberapa wanita


dengan baju kurang bahan itu melenggak lenggokan tubuhnya penuh rayu. Wanita


itu tidak tau jika lelaki yang ada di hadapan mereka ini bukanlah lelaki


terhormat sebagaimana statusnya. Lelaki ini adalah lelaki brengsek, keji, dan


tidak mengenal belas kasihan.


Prok prok, suara tepuk


tangan bergemuruh didalam ruangan. Hanya ada Sea, para penari dan pemain musik.


Situasi yang jauh berbeda dari informasi yang tersebar di masyarakat. Istana


tidak seperti sedang mengalami kabar buruk semuanya hanya permainan Sea untuk


melancarkan aksinya.


“ kemarilah” Sea


memanggil salah seorang penari yang paling cantik.


Penari itu berjalan


mendekat dengan penuh lemah lembut dengan diiringi senyum yang menawan.


“ kau cantik sekali” Sea


menyingkirkan wanita yang ada di pangkuannya, lelaki itu menarik sang penari


dalam dekapannya.


“ terimaksih yang mulia”


jawab penari itu manja. Sea menyusuri tubuh wanita itu menggunakan bibirnya.


Menerima perlakukan seperti itu sang penari semakin terpesona, dia tidak akan


melepaskan peluang besar ini. Jika dia berhasil merayu dan hamil anak putra


mahkota  maka jelas saja dia akan menjadi


kaum bangsawan.


“ kau juga harum”ucap Sea


sambil menutup matanya. Lelaki itu semakin liar dan tidak tahu malu.


Malam itu semakin panas,


dengan disaksikan belasan orang. Sea dengan santainya melakukan tidakan mesum


di hadapan mereka dengan santai. Kini semua orang disana sudah melupakan moral


dan etika.


Bahkan sang penari sudah


hampir tidak menggunakan apapun, semua bagian tubuhnya tersibak akibat ulah


Sea. Bukannya merasa dilecehkan, sang penari malah semakin bersemangat dan


mengambil kesempatan. Dengan berani sang penari itu mencium bibir putra mahkota


tanpa meminta izin.


Sea awalnya begitu


menikmati, namun sebagai lelaki dia tidak mau diatur, dia yang berhak melakuka


apapun semaunya. Tanpa menunggu lama Sea menghentikan aktifitasnya, dia menatap


sang penari yang cantik itu dengan tatapan tak suka.


“ menyingkir dariku” Sea


mendorong penari itu dengan keras, sehingga tubuh kecilnya langsung tersungkur


tidak berdaya di tengah ruangan. Irama music langsung terhenti akibat kejadian


itu.


Tempramen Sea yang labil


membuatnya mudah sekali berubah. Baru saja situasi menyenangkan kini wajah


lelaki itu marah tidak terima. Akibat ulah wanita penari yang berani, Sea


menjadi marah besar.


“ kau, siapa namamu?” Sea


melotot nyalang kearah penari yang dia dorong. Wanita itu gemetar ketakutan


bahkan dia sampai lupa memperbaiki bajunya yang sudah tidak berbentuk itu.


“ myra, yang mulia” ucap


penari itu pelan, dirinya benar-benar takut dengan kemarahan putra mahkota.


“ berdirilah” perintah


Sea, semua orang melihat pemandangan itu dengan hati was-was. Suasana berubah


menjadi tegang dalam hitungan detik. Semua mata tertuju pada wanita itu.


Myra berdiri dengan


ragu-ragu, dia menatap sekeliling, kawannya berdiri bergerombol dengan wajah


yang tegang. Sama halnya dengan dirinya, bedanya dia hanya seorang diri.


“ wajahmu cantik, tubuhmu


bagus Myra. Namun sayang..” Sea bersandar sambil meminum anggurnya lagi. Lelaki


itu sudah setengah sadar akibab meminum banyak anggur.


“ kau,, terlalu serakah”


ucap Sea sinis, wanita itu sudah menghancurkan moodnya dengan berani menciumnya


tanpa izin.


“ maafkan saya yang


mulia” Myra segera bersujud meminta pengampunan, wanita itu tidak ingin


dihukum. Dia benar-benar ingin hidup.


“ hahhahah” Sea tertawa


puas, dia sangat suka bila ada orang yang mengiba padanya. Dia sangat bangga


jika ada orang yang bersujud memohon pengampunan darinya.


“ maafkan saya yang


mulia” ucap Myra sekali lagi, wanita itu benar-benar tak berdaya, seperti


kucing basah kuyup dan meminta pertolongan. Membuat Sea sedikit melunak dengan


permohonan Myra.


“ baiklah aku akan


memaafkanmu, namun dengan syarat. Apa kau sanggup?” Myra yang mendengarnya


langsung mendongak dengan tubuh masih dalam posisi bersujud. Wanita itu tidak


mungkin menolak, namun dia juga tidak percaya jika akan lolos dengan mudah.


“ sa,,saya sanggup yang


mulia” ucap Myra lemah. Dia sudah memiliki firasat jika akan ada hal buruk yang


menimpanya. Dia menyesal sudah berani mencium lelaki itu.


“ hahahha” lelaki itu


kembali tertawa puas. Semua orang malah semakin tegang. Mereka percaya jika Sea


tidak mungkin berbaik hati dan memaafkan wanita itu dengan mudah. Mereka begitu


simpati dengan nasib buruk yang Myra alami.


“ berdirilah” ucap Sea


kembali, lelaki masih dalam posisi santai bersandar pada kursi dengan meminum


anggur. Myra dengan ragu-ragu masih tetap mengikuti semua kemauan lelaki itu.


“ turunkah gaunmu”


kembali peritah yang mengejutkan. Semua orang melebarkan matanya karena tidak


percaya dengan ucapan putra mahkota. Myra yang mendengarnya langsung menangis,


dia sudah tidak memiliki harga diri lagi.


“ cepat!!” bentak Sea


karena Myra tak kunjung melakukan perintahnya. Wanita itu terus saja menangis


dan membuat moodnya semakin buruk.


Myra tidak memiliki


pilihan, dengan tangan yang terus gemetar wanita itu melepaskan tali gaunnya.


Air matanya sudah mengalir deras diatas pipi. Semua yang melihat juga tidak


bisa melakukan apa-apa, mereka tidak mau terseret dalam masalah ini.


teriak Sea  lagi, lelaki itu berubah


menjadi orang tak waras. Semua orang juga tau jika Sea sudah dalam keadaan


tidak sadar. Namun mereka tetap tidak mau membantu Myra dan hanya menyaksikan


saja.


“ maafkan saya yang


mulia” Myra tidak sanggup lagi di permalukan, wanita itu dengan sisa kain


ditubuhnya kembali bersujud meminta pengampunan. Sayang, kali ini Sea tidak malah


senang, apa yang Myra lakukan hanya merusak kesenangan yang ingin di lihatnya.


“ lanjutkan atau aku akan


membunuhmu sekarang juga”ancam Sea. Myra semakin menangis kencang. Dia berada


di tepi jurang. Lelaki itu tidak memberikan belas kasih sedikitpun.


Akhirnya dengan tubuh


bergetar Myra kembali berdiri dan melepaskan satu-satunya kain penutup yang


tersisa di tubuhnya. Kini semua orang bisa dengan jelas menyaksikan Myra yang


polos sedang menangis di tengah aula ruangan.


Beberapa rekannya ikut


sedih dengan hal yang menimpa Myra sedangkan para penjaga mencuri-curi pandang


menikmati tontonan gratis yang di berikan putra mahkota.


“ hahahaha” Sea semakin


puas, dia benar-benar terhibur malam ini.


“ menarilah” belum cukup


semua hinaan yang Sea berikan, wanita itu kemballi diberikan penderitaan


mempermalukan diri.


“ bunyikan musiknya”


teriak Sea, para pemain musik dengan cepat langsung memainkan alat musiknya.


Situasi terlihat cair namun begitu tegang.


Myra masih terus menangis


dengan tubuh yang mulai bergoyang. Wanita itu tidak mau mati jadi dia hanya


bisa mengikuti semua perintah Sea yang tidak masuk akal ini.


Prok prok, Sea meminta semua


orang untuk bertepuk tangan, lelaki itu benar-benar meninjak-injak harga diri


Myra. Semua orang mulai bertepuk tangan, meski dengan hati yang sedih.


Bagaimana bisa mereka tertawa senang saat yang menjadi pusat perhatian adalah


wanita tanpa busana menari dengan tangis memilukan.


“ keraskan musiknya”


keinginan Sea semakin tidak terkedali, lelaki itu bahkan mulai beranjak berdiri


dan berjalan menuju tengah aula, dimana Myra sedang menari.


“ kalian kemarilah” ajak


Sea kepada para penjaga pintu. Kedua lelaki itu saling berpandangan sejenak


sebelum akhirnya mereka ikut bergabung dalam pesta.


Sea manarik bersama


dengan Myra yang was-was dengankedatangan 2 lelaki penjaga. Dirinya sangat malu


namun tidak bisa melakukan apa-apa.


“ lepaskan seragam


kalian” Sea dengan santainya memberikan perintah yang membuat semua orang


mengerutkan keningnya. Begitu pula dengan Myra yang bahkan sudah menghentikan


tariannya. Wanita itu mulai menebak-nebak apa maksud dari perintah Sea.


Myra bukanlah wanita


polos, dia sudah terbiasa menari dalam acara-acara penting. Bahkan sesekali dia


bersedida melayani tamu kehormatan asal dengan penawaran yang tinggi.


Begitu 2 penjaga


bergabung Sea mulai meninggalkan Myra bersama 2 lelaki yang bagian atas tubunya


polosan.


Music semakin kencang


namun Myra tetap berhenti menari. Para penjaga itu tanpa menunggu perintah


selanjutnya mereka sudah ikut menari dengan tangan yang lancang menyentuh tubuh


Myra.


“ Myra, Myraa.. “ Sea


berguman di atas tempat duduknya. Wajahnya sudah terlihat merah karena terlalu


banyak minum.


“ kau berani menciumku


bukan,? Kalau begitu sekarang kau cium mereka” ucap Sea tanpa sadar. Tubuh Sea


bahkan sudah tidak mampu lagi menopang dirinya. Lelaki itu bersender dengan


mata yang terus mengawasi Myra.


Mendengar ucapan Sea,


tanpa menunggu lama kedua penjaga itu langsung mencium bibir Myra dengan paksa,


bahkan salah satu diantaranya bertugas memegangi tubuh Myra yang meronta


menolak perlakuan mereka.


Semua orang hanya bisa


menutup mulutnya tidak percaya. Myra sudah seperti barang murahan yang dengan


seenaknya diperlakukan. Kedua penjaga itu tidak akan melepaskan kesempatan


menikmati sang penari cantik yang sudah tersaji di hadapan mereka.


“ lepaskan aku” ucap Myra


disela-sela pertahanan dirinya. Kedua lelaki itu seakan kelaparan mereka tidak


menghiraukan pandangan jijik dari semua yang melihatnya.


“ hahaha” Sea justri


menikmati tontonan ini dengan senang. Dia puas melihat kesakitan Myra. Dia suka


sekali menghukum dan membuat seseorang menderita.


“ hentikan” ucap Sea


kemudian. Myra mengusap bibirnya dengan jijik. Sedangkan para penjaga itu


tersenyum senang.


“ bagaimana kau senang di


cium oleh mereka?” pertanyaan konyol dari Sea. Lelaki itu sudah tidak waras. Bahkan


dia sudah tidak bisa melihat dengan baik.


“ kalian bisa membawanya


dan menikmatinya” belum juga selesai rasa terkejutnya dengan pertanyaan Sea,


Myra bahkan seakan tidak bisa merasakan tubuhnya lagi. Semuanya hidupnya sudah


hancur, dia tidak mau menerima penghinaan lagi.


“ tidak, tidak” Myra


menolak, wanita itu menyingkirkan tangan para penjaga yang mencoba menarik dan


membawanya. Wanita itu tidak mau melayani penjaga-penjaga kotor rendahan.


Tidak.


“ lepaskan aku, lepaskan


aku” salah seorang penjaga itu dengan mudah mengangkat tubuh Myra di atas


bahunya. Myra memberontak sekuat tenaga.


Semua orang menatap


dengan iba namun mereka tetap diam menyaksikan bagaimana Myra menangis pilu dan


berteriak meminta tolong.


Sampai kemudian tubuh


wanita itu terjatuh, terlepas dari para penjaga. Kesempatan ini tentu di


manfaatkan Myra dengan baik. Wanita itu sudah tidak memiliki harga diri lagi,


dengan wajah sendunya dia membenturkan kepalanya di tepi sebuah meja dengan


keras. Darah menguncur dengan derasnya, wanita itu lebih memilih mati daripada


harus menerima perlakukan tidak manusiawi dari putra mahkota.


Seketika ruangan menjadi


senyap, mereka mengerubungi mayat Myra yang sudah tergeletak bersimbah darah.


Sedangkan orang yang memberinya perintah sudah tertidur tak sadar di atas


singgasananya. Sea bahkan tidak sadar dengan apa yang dia ucapkan, satu nyawa


melayang akibat dirinya.