
Hardwin dibuat bingung
dengan perkataan orang tersebut, belum juga dia meminta penjelasan orang
berpangkat itu sudah pergi meninggalkanya. Hardwin merasa jika ini pasti ada
hubungannya dengan anggota kerajaan lainnya. Hal ini terlihat jelas bagaimana
orang tadi berpengaruh pada penjaga penjara.
Tanpa berlama-lama
Hardwin segera meninggalkan tempat peradilan, namun di tengah perjalanan dia
teringat nasib Mily yang kini sedang ditahan. Lelaki itu berbelok dan berniat
menjenguk pelayan pribadi Duchess, mungkin saja dia memiliki informasi kemana
sebenarnya Ai pergi.
“ mau apa kemari?” ucap
salah satu penjaga tahanan.
“ aku ingin menemui
pelayan Duchess” ucap Hardwin sejujurnya kepada 2 orang penjaga yang berdiri di
depan sebuah lorong tahanan.
“ surat izinya?” tanya
penjaga sambil mengulurkan tangannya meminta persyaratan besuk.
“nanti pengawalku yang
akan memberikannya” jawab Hardwin bohong, mana mungkin dia membawa persyaratan
ketika dia saja bahkan hampir ditahan tidak ada waktu mengurus hal sepele itu.
Mendengar jawaban Hardwin
kedua penjaga itu saling berpandangan, di depannya Hardwin terlihat seperti
orang bangsawan berseragam lengkap jadi tidak mungkin memiliki niat buruk,
namun persyaratan yang mereka minta juga tak ada kejelasan.
“ kita tunggu saja sampai
pengawal anda kemari” ucap penjaga itu. Hardwin jelas tidak akan bisa masuk jika begini persoalnya. Dia hanya
berbohong.
“ aku tidak ada waktu,
apalagi ini mengenai kasus Duchess. Kalian bisa menghambat penyelidikan”
Hardwin mencoba menakuti, dia termasuk beruntung pakaian dinas tentaranya masih
dengan lengap terpakai.
Setelah menimbang dan
tidak ada raut kebohongan di wajah Hardwin, kedua penjaga itu akhirnya
memberikan izin. Satu orang ikut masuk mengantarkan kedepan sel Mily.
“ kau tau kemana Duchess
pergi?” tanya Hardwin tanpa basa-basi.
“ jadi benar nyonya
berhasil kabur” jawab Mily yang membuat Hardwin kaget.
“ kau jangan menutupi,
kemana sebenarnya Ai pergi, kalian pasti sudah merencanakan ini bukan?” Hardwin
hanya menginginkan jawaban, dia akan terus mendesak Mily sampai mau berbicara.
“ saya tidak mengetahui
apapun” Mily sudah mengatakan yang sebenarnya namun lelaki yang ada
dihadapannya tidak percaya sedikitpun.
“ kau pikir aku percaya,
apa dia pergi ke perbatasan?” Mily tidak menjawab, dia sudah amat kesal dengan
semua tuduhan yang orang-orang berikan padanya. Mereka hanya menjadikannya
kambing hitam dan tempat pelampiasan, sebagaimana yang dilakukan Hardwin.
“ cepat katakan!” hardwin
sedikit tersulut emosi dengan kediaman Mily.
“ kenapa anda terlihat
begitu marah, bukankah merupakan hal baik jika Nyonya pergi. Nyonya bisa
menyelamatkan dirinya dari kasus ini” Mily berbalik menyerang Hardwin dengan
pertanyaan menjebak.
“ jika pergi ke
perbatasan itu sama saja bunuh diri” Hardwin menjawab dengan nada tegas. Ini bukan
masalah perbatasan atau apapun yang sedang kerajaan alami, Hardwin tidak peduli
sama sekali. Satu-satunya hal yang dia perdulikan hanyalah keselamatan Ainsley,
wanita yang ia cintai.
“ kenapa kamu berbicara
seperti itu?” Mily sudah kehilangan rasa hormatnya pada Hardwin, dia menganggap
Hardwin adalah musuh dalam selimut.
“ asal kau tau, pagi ini
perbatasan sudah jatuh dan dapat dipastikan Axton tewas. Jika Ai pergi kesana
itu sama saja mengatar nyawa. Kau mau Duchess celaka hah?” Hardwin memang sudah
mendapatkan informasi mengenai kabar perbatasan dari kalangan pasukan kerajaan.
Meski kabar ini belum
tersebar luas dikalangan masyarakat, namun kerajaan sudah mengirim pasukan
tambahan untuk menghalau tentara musuh mengusik kota-kota terdekat dari
perbatasan. Tinggal menunggu waktu saja sampai berita ini menyebar di seluruh
Bavaria.
“ tidak, kamu
berbohongkan?” Mily tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya, dia tertahan
sudah hampir 2 hari, berita apapun diluar sana dia tidak mengetahuinya. Dan secara
tiba-tiba berita buruk ini terdengar, wanita itu benar-benar mengasihani
bagaimana nasib Duke dan Duchess.
berguna” Hardwin tidak menemukan hal yang dia cari, akhirnya pergi meninggalkan
Mily yang masih menangis tidak percaya.
“ tolong keluarkan saya”
permintaan Mily sama sekali tidak dihiraukan oleh Hardwin. Lelaki ini tidak
mendapatkan keuntungan apapun dengan mengeluarkan pelayan itu dari sini.
Hardwin terus berjalan sedang dibelakangnya Mily terus meminta pertolongan.
Sore telah datang, sebuah
kereta kuda mendekati gerbang sebuah rumah. Gerbang kayu dengan satu lampu
penerangan di tengahnya. Wanita itu langsung masuk tanpa mengetuk terlebih
dahulu. Sedang keretanya sudah berjalan pergi.
“Ai,” teriak wanita itu
begitu melihat Duchess sedang berbicang ringan dengan bibi penghuni rumah.
“ Masy, bagaimana
kabarmu?” Ai langsung berdiri dan menyambut temannya dengan pelukan hangat. Entah
sudah berapa lama dia tidak bertemu dengan teman setianya ini, rasanya begitu
lama.
“ seharusnya aku yang
bertanya mengenai kabarmu, kau sangat terkenal di seluruh Bavaria” sindir Masy,
bagaimana tidak terkenal selembaran pencarian orang mengenai Duchess sudah
tersebar diseluruh ibukota.
“ aku berterimakasih
padamu, kau sudah menyelamatkan aku Masy” Ai memegang kedua tangan Masy dengan
lembut. Entah bagaimana membalas semua kebaikan Masy. Mata Ai benar-benar
terlihat ingin menangis.
“ tidak perlu
berterimakasih, kau sudah aku anggap seperti kakakku sendiri” keduanya kembali
berpelukan.
“saya akan menyiapkan
makan malam untuk kalian berdua” ucap bibi yang sedari tadi menyaksikan dua
wanita yang melepas rindunya.
“ terimaksih, bibi” ucap keduanya
bersamaan.
“ bagaimana keadaan di
ibukota?” mereka duduk di bangku taman dengan secangkir teh dari pelayan rumah.
“ sudah jelas kacau,
berita pelarian dirimu sudah berada di sudut kota. Namun sayang Mily harus
menjadi tahanan karena di curigai mengetahui rencana pelarian dirimu” Masy
menjelaskan semuanya.
“ ya tuhan, lalu
bagaimana keadaanya?” Ai terlihat panic mengetahui kabar ini.
“ kau tenang saja, dia
masih aman. Mereka hanya akan menahannya sementara waktu jika dia tidak
bersalah” Masy mencoba menghibur. Sejatinya dia juga tidak tau pastinya, jika
kerajaan terus mendesak bisa jadi Mily akan menjalani proses penyiksaan untuk
membuka mulut. Padahal pelayan itu benar-benar tidak mengetahui apapun.
“ kau yakin?” Ai menuntut
jawaban.
“ aku akan meminta ayah
untuk mengeluarkannya” Masy akan mencobanya, semoga saja memang bisa.
“ tidak-tidak, aku akan
menulis surat dan berikan pada Grace. Dia pasti bisa mengeluarkan Mily” Ai
mengatakan idenya. Grace masih berhutang banyak padaya dan kali ini Ai ingin
Grace membantunya. Jika memang Grace sudah benar-benar berubah dia pasti akan
melunasi hutang itu lewat mengeluarkan Mily dari tahanan.
“ baiklah ikut rencanamu
saja” Mily lebih percaya dengan perhitungan Ai daripada dirinya.
“ apa kau mengetahui
bagaimana kabar perbatasan?” Ai baru ingat jika Dalbert mengatakan bahwa selama
ini dia berkomunikasi dengan kediaman Halbert.
“ tidak terlalu tau, aku
mencurigai ayah dan ibu berkirim surat dengan Duke” Masy berbisik di kalimat
terakhir. Dia mencondongkan dirinya agar suaranya tidak terdengar orang lain.
Manic Ai langsung membola,
hal ini benar-benar mengejutkan.
“ mereka berkirim surat
dengan Axton?” Ai mencoba memastikan.
“ sebenarnya aku tidak
terlalu yakin, namun orang tuaku seakan menutupi banyak hal. Mereka sibuk entah
dengan permasalahan apa, suatu ketika aku sempat mendengar perbincangan mereka,
mereka seperti sedang bingung menuliskan pesan di suratnya dan samar-samar
mereka seperti menyebut nama Duke” Masy menjelaskan dengan detail asal-usul
kecurigaanya.
“katakan semuanya padaku
Masy, apa yang sebenarnya mereka perbincangkan” Ai sangat penasaran, inilah
kabar pertama mengenai Axton yang bisa dia temukan.