The New Duchess

The New Duchess
Bab 82 : Masy



Hardwin dibuat bingung


dengan perkataan orang tersebut, belum juga dia meminta penjelasan orang


berpangkat itu sudah pergi meninggalkanya. Hardwin merasa jika ini pasti ada


hubungannya dengan anggota kerajaan lainnya. Hal ini terlihat jelas bagaimana


orang tadi berpengaruh pada penjaga penjara.


Tanpa berlama-lama


Hardwin segera meninggalkan tempat peradilan, namun di tengah perjalanan dia


teringat nasib Mily yang kini sedang ditahan. Lelaki itu berbelok dan berniat


menjenguk pelayan pribadi Duchess, mungkin saja dia memiliki informasi kemana


sebenarnya Ai pergi.


“ mau apa kemari?” ucap


salah satu penjaga tahanan.


“ aku ingin menemui


pelayan Duchess” ucap Hardwin sejujurnya kepada 2 orang penjaga yang berdiri di


depan sebuah lorong tahanan.


“ surat izinya?” tanya


penjaga sambil mengulurkan tangannya meminta persyaratan besuk.


“nanti pengawalku yang


akan memberikannya” jawab Hardwin bohong, mana mungkin dia membawa persyaratan


ketika dia saja bahkan hampir ditahan tidak ada waktu mengurus hal sepele itu.


Mendengar jawaban Hardwin


kedua penjaga itu saling berpandangan, di depannya Hardwin terlihat seperti


orang bangsawan berseragam lengkap jadi tidak mungkin memiliki niat buruk,


namun persyaratan yang mereka minta juga tak ada kejelasan.


“ kita tunggu saja sampai


pengawal anda kemari” ucap penjaga itu. Hardwin jelas tidak akan bisa  masuk jika begini persoalnya. Dia hanya


berbohong.


“ aku tidak ada waktu,


apalagi ini mengenai kasus Duchess. Kalian bisa menghambat penyelidikan”


Hardwin mencoba menakuti, dia termasuk beruntung pakaian dinas tentaranya masih


dengan lengap terpakai.


Setelah menimbang dan


tidak ada raut kebohongan di wajah Hardwin, kedua penjaga itu akhirnya


memberikan izin. Satu orang ikut masuk mengantarkan kedepan sel Mily.


“ kau tau kemana Duchess


pergi?” tanya Hardwin tanpa basa-basi.


“ jadi benar nyonya


berhasil kabur” jawab Mily yang membuat Hardwin kaget.


“ kau jangan menutupi,


kemana sebenarnya Ai pergi, kalian pasti sudah merencanakan ini bukan?” Hardwin


hanya menginginkan jawaban, dia akan terus mendesak Mily sampai mau berbicara.


“ saya tidak mengetahui


apapun” Mily sudah mengatakan yang sebenarnya namun lelaki yang ada


dihadapannya tidak percaya sedikitpun.


“ kau pikir aku percaya,


apa dia pergi ke perbatasan?” Mily tidak menjawab, dia sudah amat kesal dengan


semua tuduhan yang orang-orang berikan padanya. Mereka hanya menjadikannya


kambing hitam dan tempat pelampiasan, sebagaimana yang dilakukan Hardwin.


“ cepat katakan!” hardwin


sedikit tersulut emosi dengan kediaman Mily.


“ kenapa anda terlihat


begitu marah, bukankah merupakan hal baik jika Nyonya pergi. Nyonya bisa


menyelamatkan dirinya dari kasus ini” Mily berbalik menyerang Hardwin dengan


pertanyaan  menjebak.


“ jika pergi ke


perbatasan itu sama saja bunuh diri” Hardwin menjawab dengan nada tegas. Ini bukan


masalah perbatasan atau apapun yang sedang kerajaan alami, Hardwin tidak peduli


sama sekali. Satu-satunya hal yang dia perdulikan hanyalah keselamatan Ainsley,


wanita yang ia cintai.


“ kenapa kamu berbicara


seperti itu?” Mily sudah kehilangan rasa hormatnya pada Hardwin, dia menganggap


Hardwin adalah musuh dalam selimut.


“ asal kau tau, pagi ini


perbatasan sudah jatuh dan dapat dipastikan Axton tewas. Jika Ai pergi kesana


itu sama saja mengatar nyawa. Kau mau Duchess celaka hah?” Hardwin memang sudah


mendapatkan informasi mengenai kabar perbatasan dari kalangan pasukan kerajaan.


Meski kabar ini belum


tersebar luas dikalangan masyarakat, namun kerajaan sudah mengirim pasukan


tambahan untuk menghalau tentara musuh mengusik kota-kota terdekat dari


perbatasan. Tinggal menunggu waktu saja sampai berita ini menyebar di seluruh


Bavaria.


“ tidak, kamu


berbohongkan?” Mily tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya, dia tertahan


sudah hampir 2 hari, berita apapun diluar sana dia tidak mengetahuinya. Dan secara


tiba-tiba berita buruk ini terdengar, wanita itu benar-benar mengasihani


bagaimana nasib Duke dan Duchess.


berguna” Hardwin tidak menemukan hal yang dia cari, akhirnya pergi meninggalkan


Mily yang masih menangis tidak percaya.


“ tolong keluarkan saya”


permintaan Mily sama sekali tidak dihiraukan oleh Hardwin. Lelaki ini tidak


mendapatkan keuntungan apapun dengan mengeluarkan pelayan itu dari sini.


Hardwin terus berjalan sedang dibelakangnya Mily terus meminta pertolongan.


Sore telah datang, sebuah


kereta kuda mendekati gerbang sebuah rumah. Gerbang kayu dengan satu lampu


penerangan di tengahnya. Wanita itu langsung masuk tanpa mengetuk terlebih


dahulu. Sedang keretanya sudah berjalan pergi.


“Ai,” teriak wanita itu


begitu melihat Duchess sedang berbicang ringan dengan bibi penghuni rumah.


“ Masy, bagaimana


kabarmu?” Ai langsung berdiri dan menyambut temannya dengan pelukan hangat. Entah


sudah berapa lama dia tidak bertemu dengan teman setianya ini, rasanya begitu


lama.


“ seharusnya aku yang


bertanya mengenai kabarmu, kau sangat terkenal di seluruh Bavaria” sindir Masy,


bagaimana tidak terkenal selembaran pencarian orang mengenai Duchess sudah


tersebar diseluruh ibukota.


“ aku berterimakasih


padamu, kau sudah menyelamatkan aku Masy” Ai memegang kedua tangan Masy dengan


lembut. Entah bagaimana membalas semua kebaikan Masy. Mata Ai benar-benar


terlihat ingin menangis.


“ tidak perlu


berterimakasih, kau sudah aku anggap seperti kakakku sendiri” keduanya kembali


berpelukan.


“saya akan menyiapkan


makan malam untuk kalian berdua” ucap bibi yang sedari tadi menyaksikan dua


wanita yang melepas rindunya.


“ terimaksih, bibi” ucap keduanya


bersamaan.


“ bagaimana keadaan di


ibukota?” mereka duduk di bangku taman dengan secangkir teh dari pelayan rumah.


“ sudah jelas kacau,


berita pelarian dirimu sudah berada di sudut kota. Namun sayang Mily harus


menjadi tahanan karena di curigai mengetahui rencana pelarian dirimu” Masy


menjelaskan semuanya.


“ ya tuhan, lalu


bagaimana keadaanya?” Ai terlihat panic mengetahui kabar ini.


“ kau tenang saja, dia


masih aman. Mereka hanya akan menahannya sementara waktu jika dia tidak


bersalah” Masy mencoba menghibur. Sejatinya dia juga tidak tau pastinya, jika


kerajaan terus mendesak bisa jadi Mily akan menjalani proses penyiksaan untuk


membuka mulut. Padahal pelayan itu benar-benar tidak mengetahui apapun.


“ kau yakin?” Ai menuntut


jawaban.


“ aku akan meminta ayah


untuk mengeluarkannya” Masy akan mencobanya, semoga saja memang bisa.


“ tidak-tidak, aku akan


menulis surat dan berikan pada Grace. Dia pasti bisa mengeluarkan Mily” Ai


mengatakan idenya. Grace masih berhutang banyak padaya dan kali ini Ai ingin


Grace membantunya. Jika memang Grace sudah benar-benar berubah dia pasti akan


melunasi hutang itu lewat mengeluarkan Mily dari tahanan.


“ baiklah ikut rencanamu


saja” Mily lebih percaya dengan perhitungan Ai daripada dirinya.


“ apa kau mengetahui


bagaimana kabar perbatasan?” Ai baru ingat jika Dalbert mengatakan bahwa selama


ini dia berkomunikasi dengan kediaman Halbert.


“ tidak terlalu tau, aku


mencurigai ayah dan ibu berkirim surat dengan Duke” Masy berbisik di kalimat


terakhir. Dia mencondongkan dirinya agar suaranya tidak terdengar orang lain.


Manic Ai langsung membola,


hal ini benar-benar mengejutkan.


“ mereka berkirim surat


dengan Axton?” Ai mencoba memastikan.


“ sebenarnya aku tidak


terlalu yakin, namun orang tuaku seakan menutupi banyak hal. Mereka sibuk entah


dengan permasalahan apa, suatu ketika aku sempat mendengar perbincangan mereka,


mereka seperti sedang bingung menuliskan pesan di suratnya dan samar-samar


mereka seperti menyebut nama Duke” Masy menjelaskan dengan detail asal-usul


kecurigaanya.


“katakan semuanya padaku


Masy, apa yang sebenarnya mereka perbincangkan” Ai sangat penasaran, inilah


kabar pertama mengenai Axton yang bisa dia temukan.