
“ Duchess, “ Leyna masuk
beserta tas dokternya. Ai meletakkan makanannya, wanita itu mempersilahkan
Leyna mengobatinya. Perjalanan kemari memang begitu melelahkan, perbanya semula
kering, sudah sedikit basah akibat keringat. Meski sudah membaik namun
membiarkannya juga buka pilihan yang bagus.
Milly menyingkir namun
masih setia disana, wanita itu melihat dan ingin menemani Ai.
“ kemarin nyonya Halbert
datang mencari anda, dia mengatakan jika anda mengundangnya minum teh. Jadi
sekalian ingin menjenguk “ Milly membuka pembicaraan. Seperti yang Leyna
katakana tadi, kini giliran Milly yang melapor.
“ aku memang
mengundangnya malam itu, tidak heran dia kemari” jawab Ai enteng.
“ lalu apa yang kau
katakan?” leyna sudah hampr selesai dengan lukanya.
“ saya katakan jika
nyonya masih butuh banyak istirahat, luka kepala anda terbilang cukup serius”
ucap Milly sambil menuangkan teh hangat.
“ ah ya hampir lupa, dia
juga mengatakan jika besok akan kembali menemui anda”
“ secepat itu, aneh
sekali” Ai curiga dengan keinginan nyonya Halbert, padahal Ai yakin jika malam
itu dia hanya terpaksa menuruti keinginannya. Kenapa malah terlihat dia juga
memiliki tujuan lain datang kemari.
“ sudah Duchess” Leyna
membereskan peralatannya.
“ sebaiknya anda segera
beristirahat” imbuh Leyna, wanita itu menyadari rasa lelah yang dirasakan Ai.
Ai mengangguk, lalu milly
membantunya berdiri dan mengantarkannya kedalam kamar. Ai yang sudah begitu
lelah, akhirnya langsung tertidur tanpa merapikan diri, dia masih memakai gaun
lengkap dengan aksesoris.
Milly yang baru datang
dia berniat membantu nyonyanya mengganti baju, memilih meninggalkan kamar.
Wajah pulasAi membuat wanita itu kasihan dan tidak ingin mengganggu.
“ semoga anda bermimpi
indah nyonya”gumn Milly kemudian menutup pintu.
Malam ini begitu sunyi di
kota Bavaria, pageran Aric juga terlihat sedang memandangi lagit dalam
tidurnya. Lelaki itu tidak berada di kerajaan. Dia sudah melakukan perjalanan
menuju perbatasan. Banyak sekali hal yang mengganggu fikirannya.
“ yang mulia” pengawal pribadinya
entah kenapa berani menganggunya.
“ ada masalah?” tanya aric
tanpa minat.
“ putra mahkota terlihat di
area perbatasan” segera saja Aric bangkit dan menatap pengawalnya dalam. Aric
heran kenapa bisa secepat ini sang kakak bertindak. Apa dia begitu terlambat.
“ lalu apa ada
pergerakan?” Aric antusias
“ dari mata-mata kita
putra makhota sempat mengundang sekelompok orang asing, sepetinya bukan dari
wilayah kita” Aric mengangguk dan
mencerna informasi. Dia sedikit bisa mengetahui rencana, tapi itu hanya sebatas
kemungkinan.
“ lalu dari mata-mata
kita lainnya, putra mahkoa juga sempat terlihat berkunjung ke kediaman Duke di
desa, dan disana ternyata ada nona Grace” Arc bertambah bingung lagi. Grace
adalah asisten pribadi Duke, dia cukup mandiri untuk bisa memiliki hunian dan
hidup sendiri. Kenapa bisa berakhir di kediaman Duke.
“ apa yang kakak
lakukan?” Aric menuntut jawaban.
“ maaf yang mulia, mereka
tidak mendapatkan informasi terkait itu. Penjagaan putra mahkota begitu ketat
jadi mereka tidak bisa mendekat. Tapi rupanya ada seorang pelayan yang kabur,
kemungkinan dia menuju ibukota” pengawal itu menjelaskan secara gamblang semua
situasinya. tidak ada yang terlewat.
“ lalu mata-mata kediaman
Duke apakah ada informasi?” Aric sudah tidak bisa fokus, kakaknya benar-benar
sedang merencanakan sesuatu yang besar. Dia sedikit gugup, apa mungkin bisa
menandingi sang putra mahkota. Dia harus mengatur rencana B. jika kemungkinan
sang kakak mengetahui gerakannya.
terjadi” jawaban ini terasa janggal. Tidak mungkin Duchess tidak melakukan
apapun. Seingatnya kemarin dia dan kakaknya sempat terlibat aksi kejar-kejaran.
“ kirim sesuatu yang bisa
membuat Duchess menemuiku” jelas ini pilihan yang sangat beresiko. Jika sampai
putra mahkota mengetahuinya, sudah di pastikan Aric akan menjadi target selanjutnya.
“ tapi yang mulia
bagaimana dengan keberangkitan kita?” pengawal mengingatkan tuanya agar
fokuspada tujuan utama.
“ kau benar, kita harus
bisa sampai perbatasan secepat mungkin, kalau begitu kirim beberapa pasukan
rahasia agar jika terjadi sesuatu yang mendadak Duchess bisa terlindungi” final
Aric tidak mungkin memecah diri menjadi beberapa potongan. Dia harus tetap pada
tujuannya. Duke Wellington adalah sasaran utama, jika dia ingin menyelamatkan
kerajaan dia harus segera menemui Axton.
“ baik yang mulia” pengawal
itu langsung menuruti perintah sang tuan. Kali ini pilihan yang di ambil tidak
menimbulkan banyak resiko.
Keadaan semakin sunyi
bersamaan datangnya fajar, pasukan mereka sudah hampir mendekati perbatasan.
Jika perjalanan lancar 2 hari kemudian mereka akan bisa menemui Duke.
tapi tak disangka,
pergerakan mereka yang masih awan membuat kehadiran mereka dengan cepat
diketahui.
“ Aric, kenapa dia
ikutcampur dengan rencanaku?” Sea yang barusaja mendengar kabar bahwa adiknya
sedang menuju perbatasan dengan membawa pasukan, tidak akan dia biarkan.
“ sayang sekali, padahal
hubungan kita selama ini baik-baik saja. Kini akhirnya kita bertemu dalam
pertempuran, sayang sekali.ck ck ck” bagi Sea siapapun yang menganggu rencananya balasannya adalah kematian tidak peduli
siapapun termasuk adik tirinya. Dia tidak akan membiarkan rencana yang dia buat
sematang dan sejauh ini gagal hanya datangnya di anak bau kencur, Aric.
“ tahan mereka, setelah
ada aba-aba baru habisi dia” Sea menetap tajam pada gelas yang berisikan bir.
Lelaki itu tampak garang tak kenal ampun. Sedikit lagi, semua akan selesai
dengan kemenangan.
“ baik yang mulia”
pengawalnya pergi memberikan intruksi sesuai dengan keinginan sang tuan.
Di ibu kota pagi ini kediaman
Duke kedatangan tamu dari kediaman Halbert. Wanita itu datang lagi tanpa
membawa nona kediaman. Setelah beberapa hari yang lalu dia harus terpaksa
kembali mengingat nyonya rumah sedang dalam kondisi sakit. Hari ini dia kembali
lagi, untuk memastikan kondisi Duchess.
Kereta kudanya sudah masuk
dalam pelataran, Ai yang sudah menunggu kedatangan nyonya Halbert memberikan
intruksi agar tamunya lansung dibawa ke taman samping. Untuk menghidari hal-hal
buruk yang mungkin terjadi.
“ selamat pagi Duchess”
nyonya Halbert memberikan salam begitu tau dirinya sudah di tunggu. Ai dengan
sopan menyahuti dan mempersilahkan tamunya duduk. Mily dan pelayan lainnya
sedang sibuk menuang teh dan menyiapkan cemilan.
“ bagimana kabar anda?”
nyonya Halbert terlihat begitu riang, kedatangannya tidak sia-sia.
“ seperti yang anda lihat
nyonya, sudah sedikit membaik” Ai ikut berbasi-basi. Kedua wanita itu sedang
menyimpan niat tersembunyi, masing-masing saling mengamati dan mencerna hal-hal
yang mereka cari.
“ saya dengar anda
terjatuh saat bersama dengan pangeran Aric, apa cideranya cukup serius?” Ai
menyerumput teh dengan pelan sebagaimana bangsawan lainnya, tak pula juga
mengambil cemilan. Ai tidak terburu-buru menjawab pertanyaan dari nyonya
Halbert.
“ ya memang saat itu saya
bersama dengan pangeran Aric, tapi bukan dia penyebabnya” jawab Ai enteng,
menunggu pancingannya tertarik.
“ ah ya, lalu kenapa anda
bisa terjatuh ?” nyonya Halbert bahkan tidak menyentuh hidangan yang sudah
tersaji, begitu menarikkah alasan di balik kecelakaan Duchess. Kenapa dia
begitu ingin tau.
“ menurutmu kenapa?”
giliran Ai yang bertanya. Nyonya Halbert tampak bingung dengan pertanyaan Ai,
dirinya bahkan tidak memikirkan jawaban apa yang cocok dengan pertanyaan itu.