The New Duchess

The New Duchess
Bab 65 : Ketahuan



“ Duchess, “ Leyna masuk


beserta tas dokternya. Ai meletakkan makanannya, wanita itu mempersilahkan


Leyna mengobatinya. Perjalanan kemari memang begitu melelahkan, perbanya semula


kering, sudah sedikit basah akibat keringat. Meski sudah membaik namun


membiarkannya juga buka pilihan yang bagus.


Milly menyingkir namun


masih setia disana, wanita itu melihat dan ingin menemani Ai.


“ kemarin nyonya Halbert


datang mencari anda, dia mengatakan jika anda mengundangnya minum teh. Jadi


sekalian ingin menjenguk “ Milly membuka pembicaraan. Seperti yang Leyna


katakana tadi, kini giliran Milly yang melapor.


“ aku memang


mengundangnya malam itu, tidak heran dia kemari” jawab Ai enteng.


“ lalu apa yang kau


katakan?” leyna sudah hampr selesai dengan lukanya.


“ saya katakan jika


nyonya masih butuh banyak istirahat, luka kepala anda terbilang cukup serius”


ucap Milly sambil menuangkan teh hangat.


“ ah ya hampir lupa, dia


juga mengatakan jika besok akan kembali menemui anda”


“ secepat itu, aneh


sekali” Ai curiga dengan keinginan nyonya Halbert, padahal Ai yakin jika malam


itu dia hanya terpaksa menuruti keinginannya. Kenapa malah terlihat dia juga


memiliki tujuan lain datang kemari.


“ sudah Duchess” Leyna


membereskan peralatannya.


“ sebaiknya anda segera


beristirahat” imbuh Leyna, wanita itu menyadari rasa lelah yang dirasakan Ai.


Ai mengangguk, lalu milly


membantunya berdiri dan mengantarkannya kedalam kamar. Ai yang sudah begitu


lelah, akhirnya langsung tertidur tanpa merapikan diri, dia masih memakai gaun


lengkap dengan aksesoris.


Milly yang baru datang


dia berniat membantu nyonyanya mengganti baju, memilih meninggalkan kamar.


Wajah pulasAi membuat wanita itu kasihan dan tidak ingin mengganggu.


“ semoga anda bermimpi


indah nyonya”gumn Milly kemudian menutup pintu.


Malam ini begitu sunyi di


kota Bavaria, pageran Aric juga terlihat sedang memandangi lagit dalam


tidurnya. Lelaki itu tidak berada di kerajaan. Dia sudah melakukan perjalanan


menuju perbatasan. Banyak sekali hal yang mengganggu fikirannya.


“ yang mulia” pengawal pribadinya


entah kenapa berani menganggunya.


“ ada masalah?” tanya aric


tanpa minat.


“ putra mahkota terlihat di


area perbatasan” segera saja Aric bangkit dan menatap pengawalnya dalam. Aric


heran kenapa bisa secepat ini sang kakak bertindak. Apa dia begitu terlambat.


“ lalu apa ada


pergerakan?” Aric antusias


“ dari mata-mata kita


putra makhota sempat mengundang sekelompok orang asing, sepetinya bukan dari


wilayah kita” Aric mengangguk  dan


mencerna informasi. Dia sedikit bisa mengetahui rencana, tapi itu hanya sebatas


kemungkinan.


“ lalu dari mata-mata


kita lainnya, putra mahkoa juga sempat terlihat berkunjung ke kediaman Duke di


desa, dan disana ternyata ada nona Grace” Arc bertambah bingung lagi. Grace


adalah asisten pribadi Duke, dia cukup mandiri untuk bisa memiliki hunian dan


hidup sendiri. Kenapa bisa berakhir di kediaman Duke.


“ apa yang kakak


lakukan?” Aric menuntut jawaban.


“ maaf yang mulia, mereka


tidak mendapatkan informasi terkait itu. Penjagaan putra mahkota begitu ketat


jadi mereka tidak bisa mendekat. Tapi rupanya ada seorang pelayan yang kabur,


kemungkinan dia menuju ibukota” pengawal itu menjelaskan secara gamblang semua


situasinya. tidak ada yang terlewat.


“ lalu mata-mata kediaman


Duke apakah ada informasi?” Aric sudah tidak bisa fokus, kakaknya benar-benar


sedang merencanakan sesuatu yang besar. Dia sedikit gugup, apa mungkin bisa


menandingi sang putra mahkota. Dia harus mengatur rencana B. jika kemungkinan


sang kakak mengetahui gerakannya.


terjadi” jawaban ini terasa janggal. Tidak mungkin Duchess tidak melakukan


apapun. Seingatnya kemarin dia dan kakaknya sempat terlibat aksi kejar-kejaran.


“ kirim sesuatu yang bisa


membuat Duchess menemuiku” jelas ini pilihan yang sangat beresiko. Jika sampai


putra mahkota mengetahuinya, sudah di pastikan Aric akan menjadi target  selanjutnya.


“ tapi yang mulia


bagaimana dengan keberangkitan kita?” pengawal mengingatkan tuanya agar


fokuspada tujuan utama.


“ kau benar, kita harus


bisa sampai perbatasan secepat mungkin, kalau begitu kirim beberapa pasukan


rahasia agar jika terjadi sesuatu yang mendadak Duchess bisa terlindungi” final


Aric tidak mungkin memecah diri menjadi beberapa potongan. Dia harus tetap pada


tujuannya. Duke Wellington adalah sasaran utama, jika dia ingin menyelamatkan


kerajaan dia harus segera menemui Axton.


“ baik yang mulia” pengawal


itu langsung menuruti perintah sang tuan. Kali ini pilihan yang di ambil tidak


menimbulkan banyak resiko.


Keadaan semakin sunyi


bersamaan datangnya fajar, pasukan mereka sudah hampir mendekati perbatasan.


Jika perjalanan lancar 2 hari kemudian mereka akan bisa menemui Duke.


tapi tak disangka,


pergerakan mereka yang masih awan membuat kehadiran mereka dengan cepat


diketahui.


“ Aric, kenapa dia


ikutcampur dengan rencanaku?” Sea yang barusaja mendengar kabar bahwa adiknya


sedang menuju perbatasan dengan membawa pasukan, tidak akan dia biarkan.


“ sayang sekali, padahal


hubungan kita selama ini baik-baik saja. Kini akhirnya kita bertemu dalam


pertempuran, sayang sekali.ck ck ck” bagi Sea siapapun yang menganggu  rencananya balasannya adalah kematian tidak peduli


siapapun termasuk adik tirinya. Dia tidak akan membiarkan rencana yang dia buat


sematang dan sejauh ini gagal hanya datangnya di anak bau kencur, Aric.


“ tahan mereka, setelah


ada aba-aba baru habisi dia” Sea menetap tajam pada gelas yang berisikan bir.


Lelaki itu tampak garang tak kenal ampun. Sedikit lagi, semua akan selesai


dengan kemenangan.


“ baik yang mulia”


pengawalnya pergi memberikan intruksi sesuai dengan keinginan sang tuan.


Di ibu kota pagi ini kediaman


Duke kedatangan tamu dari kediaman Halbert. Wanita itu datang lagi tanpa


membawa nona kediaman. Setelah beberapa hari yang lalu dia harus terpaksa


kembali mengingat nyonya rumah sedang dalam kondisi sakit. Hari ini dia kembali


lagi, untuk memastikan kondisi Duchess.


Kereta kudanya sudah masuk


dalam pelataran, Ai yang sudah menunggu kedatangan nyonya Halbert memberikan


intruksi agar tamunya lansung dibawa ke taman samping. Untuk menghidari hal-hal


buruk yang mungkin terjadi.


“ selamat pagi Duchess”


nyonya Halbert memberikan salam begitu tau dirinya sudah di tunggu. Ai dengan


sopan menyahuti dan mempersilahkan tamunya duduk. Mily dan pelayan lainnya


sedang sibuk menuang teh dan menyiapkan cemilan.


“ bagimana kabar anda?”


nyonya Halbert terlihat begitu riang, kedatangannya tidak sia-sia.


“ seperti yang anda lihat


nyonya, sudah sedikit membaik” Ai ikut berbasi-basi. Kedua wanita itu sedang


menyimpan niat tersembunyi, masing-masing saling mengamati dan mencerna hal-hal


yang mereka cari.


“ saya dengar anda


terjatuh saat bersama dengan pangeran Aric, apa cideranya cukup serius?” Ai


menyerumput teh dengan pelan sebagaimana bangsawan lainnya, tak pula juga


mengambil cemilan. Ai tidak terburu-buru menjawab pertanyaan dari nyonya


Halbert.


“ ya memang saat itu saya


bersama dengan pangeran Aric, tapi bukan dia penyebabnya” jawab Ai enteng,


menunggu pancingannya tertarik.


“ ah ya, lalu kenapa anda


bisa terjatuh ?” nyonya Halbert bahkan tidak menyentuh hidangan yang sudah


tersaji, begitu menarikkah alasan di balik kecelakaan Duchess. Kenapa dia


begitu ingin tau.


“ menurutmu kenapa?”


giliran Ai yang bertanya. Nyonya Halbert tampak bingung dengan pertanyaan Ai,


dirinya bahkan tidak memikirkan jawaban apa yang cocok dengan pertanyaan itu.