The New Duchess

The New Duchess
Bab 75 : Amukan



“ sepertinya tuan Hardwin


yang mengatur ini” ucap Mily, sebenarnya dia tidak mengetahui kenapa, Mily


hanya melihat lelaki itu berbincang singkat dengan petugas penegak hukum.


Kemungkinan yang memang seperti itu, lelaki itu sendiri yang menginginkan agar


Mily tetap di kediaman untuk menemani Duchess.


“ kenapa dia melakukan


ini? Seperti bukan dirinya” guman Ai sambil terus mengunyah.


“ saya juga tidak


mengerti, tuan Hardwin tidak pergi kemanapun. Dia selalu mengawasi kediaman


dari penjaga pemerintah” Ai mengerutkan keningnya, sepertinya lelaki itu memang


bukan suruhan dari Sea. Jadi apa mungkin yang tadi pagi Hardwin katakan adalah


benar. Ai menghentikan aktifitas makannya. Dia menatap Mily sejenak,


menimbang-nimbang apakah menceritakan atau tidak.


“ kenapa nyonya?” Mily


merasa ada sesuatu yang mengganggu nyonyanya jadi bertanya untuk memastikan.


“ ah, tidak. Oia mulai


sekarang kau amati jadwal pergantian penjaga serta jumlah penjaga. Tidak lupa


pergerakan dari Haardwin juga” Ai tidak akan berhenti mencoba.


“ baik nyonya” ucap Mily


semangat, dia bisa melihat kembali nyonyanya dalam keadaan baik sungguh


melegakan. Mily tidak mengetahui jika ini hanya tampak luar saja, sejatinya di


dalam diri sang nyonya hanya ada kecemasan dan kesepian.


Malam terus bergulir semakin


larut, sebuah kereta kuda memasuki pelataran kediaman Duke Wellington. Semua penjaga


sedikit kaget dengan tamu mereka, namun kemudian dengan secarik kertas membuat


jalannya aman terkendali. Tidak ada satupun yang berani menahan ataupun


menghalangi tamu itu memasuki kediaman.


Tak terkecuali tuan muda


Kleiner. Hardwin bukannya tidak menyangka kehadiran seseorang ini, namun kenapa


secepat ini dia datang.


“ bagaimana kabar anda


Nona Grace?” ucap Hardwin sebagai salam pembuka. Mereka sudah berada di ruang


tamu kediaman.


“ baik tuan Hardwin,


bagaimana juga dengan anda?” Grace di bantu dengan seorang pelayan pribadi


duduk di sofa, tak berselang lama Mily di beritahu agar menyediakan jamuan


untuk tamunya oleh seorang penjaga.


“ seperti yang anda lihat”


jawab Hardwin asal. Dia tidak bisa mengatakan baik-baik saja setelah pertengkaran


yang terjadi tadi pagi. Semuanya karena ulahnya sendiri.


“ jadi inilah pilihanmu


tuan?” Grace seakan meyindir tindakan yang Hardwin pilih. Ya dialah yang


memberikan pilihan kepada lelaki ini, kini mereka cuman berbasa-basi.


“ anda tentu bisa


menebaknya dari bagaimana saya merusak rencana anda dulu” semuanya tentu menuju


“ tentu, dan memang ini


juga yang aku inginkan. Keselamatan Duchess” Grace menghentikan pembicaraanya. Saat


langkah kaki berjalan mendekati mereka.


Dari pantulan kaca Grace


bisa tau jika seorang pelayan yang sangat dia kenali sedang membawa nampan


menuju ruangannya. Sedang pelayan itu seakan diam mematung begitu memasuki


ambang pintu. Dia dengan jelas melihat siapa yang dibilang tamu oleh penjaga


itu.


Prang….


“ beraninya kau kemari!?”


Mily sudah tersulut emosi, bagaimana tidak. Dia tau persis kejadian serta


bagaimana nyonyanya membantu kehidupan wanita yang sedang duduk di hadapannya.


Nafas mily memburu, dia


berjalan cepat dan berniat menarik rambut Grace.


“ kau! dasar wanita ular!”


hampir saja, tinggal satu jengkal tangan itu bisa meraih susunan rambut rapi


milik Grace, namun terpaksa tertahan oleh cekalan tangan Hardwin.


“ lepaskan saya!” Mily


meronta tak terima. Grace berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mundur,


menyelamatkan diri. Dia tidak mengira jika pelayan pribadi Duchess masih berada


di kediaman. Pelayan pribadinya datang dan berdiri di depan Grace seolah sedang


melindungi nyonyanya.


“ Mily kendalikan emosimu”


Hardwin memegang tubuh Mily dengan erat. tak lupa lelaki itu mengunci


pergerakan kedua tangan wanita itu agar tidak terus meronta.


“ kau iblis, kemari aku


akan membunuhmu!” Mily tidak berhenti merancu, dia benar-benar sudah murka atas


keberanian Grace datang kemari.


“ aku tau kau pasti akan


semarah ini, tapi aku datang hanya ingin menemui Duchess” Grace berharap


perkataanya bisa menenangkan wanita yang tengah mengamuk ingin mencelakainya.


“ untuk apa lagi, masih


belum cukup kau mencelakai Duchess hah?” Mily semakin dikuasa emosi,


bisa-bisanya setelah semua ini Grace dengan santainya ingin menemui nyonya.


“ sungguh tidak tau malu!”


lanjut Mily tak terima. Hardwin yang mulai kewalahan meminta seorang penjaga


masuk.


“ segera amankan wanita


ini” ucap Hardwin kepada seorang penjaga dan memegang Mily dan membawanya


keluar ruangan.


“ lepaskan aku, kalian


benar-benar ular, tidak tau malu. Awas kalian!” makian itu masih terus


terdengar, Mily ingin membalaskan semua kejahatan mereka, kesabarannya sudah


habis.