The New Duchess

The New Duchess
Bab 155. Menguping



Hardwin tidak mengerti situasi yang sebenarnya. Dia menatap sekeliling untuk mencari bantuan.


" benar Duke, dia Lord Hardwin, tuan muda Kleiner" jawab Dalbert sambil menarik tangan Hardwin untuk keluar.


setelah memberikan penghormatan kedua lelaki itu berjalan melalui Axton dan keluar dari kamar.


" apa yang terjadi?" tanya Axton kepada Amber dan pelayan kamar.


" Duchess di temukan pingsan di taman samping" jawab Amber dengan mengambil alih kain basah yang digunakan oleh Hardwin sebelumnya.


" memangnya apa yang terjadi sebelumnya? apa Ai juga terluka? " tanya Axton lalu duduk sambil memandang wajah sang istri. Wanita itu tampak kurus dari terakhir saat mereka berada di prosesi pernikahan. jelas sekali wajah ayu nya kini memiliki kerutan karena terlalu banyak memikirkan masalah yang terjadi.


" kejadian yang membuat anda tak sadar, mungkin juga di alami oleh Duchess. saya tidak tau apa yang sebenarnya terjadi malam itu, Duke"


" Apa yang terjadi?" kini paman Allard yang baru saja masuk terlihat sangat panik lelaki itu segera mendekati Ai dan duduk di sebelah amber.


" dia pingsan dan Hardwin yang menemukannya di taman samping" jawab amber lagi secara singkat.


" Astaga, dia pasti sangat lelah selama ini" ucap Allard keceplosan. Dia tidak mau membuat Duke terpancing dan mencoba memikirkan kejadian sebelumnya dengan keras.


" apa yang sudah aku lupakan?!" tanya Axton yang mulai frustrasi.


" Duke, perlahan. anda pasti akan mengingatnya sebentar lagi" bujuk Allard, dia melihat Axton yang mulai memukul mukul kepalanya. Axton juga tidak bisa menampik jika saat melihat sang istri ada rasa terenyuh dan sedih yang mendalam. Tapi dia tidak tau karena apa itu.


" sudahlah aku akan kembali" ucap Axton lalu pergi dari kamar. Dia berniat menemui Hardwin. Dialah satu-satu orang yang mungkin mau menceritakan apa yang sudah dia lalui.


Axton berjalan tegas ke arah ruang tamu.


" bagaimana bisa?!" tanya Hardwin dengan suara yang sedikit keras. Axton menghentikan langkahnya. Lebih baik dia menguping dan mendengarkan semuanya dengan jelas.


" lalu Ai bagaimana? ku dengar dia juga menerima beberapa pukulan karena melindungi Duke?"


" Ai memang mendapatkan beberapa pukulan di punggung dan perutnya. Tak banyak yang tau jika karena kejadian itu Ai harus kehilangan janin dalam perutnya. Kami sengaja merahasiakan hal ini, ayah dan ibu juga tak tau masalah ini" Dalbert begitu sedih. Axton tampak syok, dia melupakan kejadian penting. Sean memukulinya dan istrinya?, ini tentu tidak termaafkan.


" kasihan sekali, aku turut menyesal. Saat itu aku terlambat datang dan membantu persalinan Grace"


Axton mengerutkan keningnya, Grace melahirkan?, anak siapa?.


" Ai begitu sedih sampai air matanya tidak bisa keluar. Dia membawa beban itu sendirian. Tak hanya itu, baru saja pangeran Aric kemari dan membicarakan soal Ratu. Entah masalah apa lagi yang harus Ai tangani"


Axton tidak bisa tinggal diam, saat ini sedang terjadi masalah serius, dia harus melakukan sesuatu agar ingatannya kembali.


lelaki itu terus mencoba mengingat, Axton melupakan saran Leyna dan juga Ai untuk mencoba perlahan. Dia tidak mau, mendengar semua perkataan itu sudah cukup membuatnya tidak terima.


" akkk" cicit Axton. kepalanya terasa berputar sakit sekali.


" bodoh, tidak berguna" Axton ingin mengingat semuanya dengan jelas.


prang,


vas bunga di samping Axton jatuh akibat tubuhnya yang sedikit goyah. Dalbert dan Hardwin yang mendengar langsung saja pergi menuju sumber suara.


" Duke!" mereka tidak menyangka Axton berada di belakang mereka.


" hidung anda mengeluarkan darah" Dalbert mulai panik. Dan kepanikan mereka bertambah tak kala setelah itu Axton tak sadarkan diri.