
Nyonya Halbert malah
tersenyum, dia sedang menyembunyikan rasa terkejutnya. Wanita di depannya ternyata
tidak mudah dihadapi. Dia memang sekelas Duke.
“ anda jangan terlalu
keras berfikir. Saat itu saya hanya terkilir dan membuat kaki saya tidak
seimbang. Ya bagitulah” Ai tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Entah
kawan ataupun lawan, nyonya Halbert belum bisa diprediksi.
“ ah seperti itu” sambil
mengambil cangkir teh dan meminumnya pelan. Dari ekor matanya Ai bisa menangkap
rasa gugup pada lawan bicaranya.
“ bagaimana dengan nona
Halbert, saya rasa sudah lama sekali tidak melihatnya?” Ai mengallihkan topic,
tidak ingin membuat suasana menjadi canggung.
“ anak itu seperti biasa
hanya mengikuti beberapa kursus dan selebihnya hanya menghabiskan waktu kosong
dengan bermain-main” Ai bisa menebaknya dengan mudah, sahabatnya itu tidak akan
suka dengan aktivitas yang berat.
“ dia tidak tahu anda
akan datang kemari?” karena Ai yakin Masy pasti akan ikut jika mengetahui
ibunya akan menemuinya.
“ hari ini bertabrakan
dengan jadwa kursusnya Duchess” kemungkinan tidak, pasti Nyonya Halbert
menyembunyikannya dari Masy.
“ dia lebih sibuk dari
pada anda” Ai sedikit menyindir.
“ memang seperti itulah
anak muda”
Perbicangan itu nyatanya
bertahan hingga menjelang siang, suasana sudah mencair dan mereka seakan
melupakan sesuatu yang mereka cari. Karena sejatinya mereka sedang tidak
berniat jahat, namun butuh analisis untuk bisa menyimpulkan bagaimana niat asli
mereka.
“ sepertinya kita terlalu
larut dengan permbicaraan, waktu sudah mendekati jam makan siang. Sepertinya
saya harus undur diri” nyonya Halbert
meminta pamit, dirinya sudah bisa memberikan jawaban nanti kepada seseorang.
“ apa tidak makan siang
disini?” Ai tentu sebagai nyonya yang baik perlu untuk menawarkan secara
Cuma-Cuma.
sudah terlalu lama meninggalkan kediaman” nyonya Halbert akhirnya undur diri
dan keluar dari kediaman.
Ai masih saja mencera
semuanya, jelas sekali jika wanita tadi sedang memastikan keadaanya. Tidak
mungkin kediaman Halbert begitu perhatian dengannya. Pasti ada seseorang yang
memintanya dan ini yang Ainsley tidak mengetahuinya.
Di sisi lain pasukan
rahasia milik pengeran Aric sudah berjalan, kali ini Hardwin sebagai ketua
Barck sudah mendapatkan surat dari pangeran. Dia awalnya bingung dengan
situasinya, namun tak lama dia akhirnya mengerti pasti ada hubungannya dengan
Duke.
“ agar tidak menimbulkan
kecurigaan untuk sementara pasukan ini akan tinggal di barrack sebagai tentara baru, aku akan mengurus
sisanya” jelas Hardwin kepada pengawal
pribadi Aric. Tak lupa surat administrasi yang mengatakan bahwa sekelompok
orang ini adalah bawaan dari kota lain untuk melakukan pelatihan militer
bersama.
“ ya, seperti itu jauh
lebih baik. Saya akan menyampaikannya kepada pangeran” pengawal itu kemudian
undur diri. Untung saja Duke sudah memberikan dirinya otoritas mengatur Barack
beserta keamanan kediaman. Dengan ini Hardwin bisa melindungi Ai dengan
maksimal.
Dengan tambahan pasukan
baru Hardwin tidak akan mudah tergoyahkan, dia sudah memiilki rencana matang
agar pasukan ini bisa berguna dengan baik. Jangan lupa wanita yang dia jaga
adalah wanita yang dia cintai secara diam-diam. pengorbanan apapun pasti akan
Hardwin lakukan demi keselamatan Ainsley.
Kembali lagi kepada
pangeran Aric, seperti yang sudah di rencanakan Sea. Lelaki itu beserta
pasukannya sedang tertahan birokrasi pemerintahan kota.
“ sial” Aric benar dengan
dugaannya bahwa kakaknya pasti akan melakukan sesuatu padanya. Dia tengah
berada di camp militer milik salah seorang petinggi kota setempat.
Sepanjang perjalanan
mereka pasti melewati kota, masing-masing kota memliki bentuk pertahanan agar
orang dari dalam ataupun luar tidak mudah beraktifitas. Tentu perlu surat
khusus agar bisa melewati pemeriksaan. Tapi entah kenapa dari semua yang
berjalan lancar, kali ini mereka mengalami kendala sehingga tertahan.