The New Duchess

The New Duchess
Bab 66 A: Tertahan



Nyonya Halbert malah


tersenyum, dia sedang menyembunyikan rasa terkejutnya. Wanita di depannya ternyata


tidak mudah dihadapi. Dia memang sekelas Duke.


“ anda jangan terlalu


keras berfikir. Saat itu saya hanya terkilir dan membuat kaki saya tidak


seimbang. Ya bagitulah” Ai tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Entah


kawan ataupun lawan, nyonya Halbert belum bisa diprediksi.


“ ah seperti itu” sambil


mengambil cangkir teh dan meminumnya pelan. Dari ekor matanya Ai bisa menangkap


rasa gugup pada lawan bicaranya.


“ bagaimana dengan nona


Halbert, saya rasa sudah lama sekali tidak melihatnya?” Ai mengallihkan topic,


tidak ingin membuat suasana menjadi canggung.


“ anak itu seperti biasa


hanya mengikuti beberapa kursus dan selebihnya hanya menghabiskan waktu kosong


dengan bermain-main” Ai bisa menebaknya dengan mudah, sahabatnya itu tidak akan


suka dengan aktivitas yang berat.


“ dia tidak tahu anda


akan datang kemari?” karena Ai yakin Masy pasti akan ikut jika mengetahui


ibunya akan menemuinya.


“ hari ini bertabrakan


dengan jadwa kursusnya Duchess” kemungkinan tidak, pasti Nyonya Halbert


menyembunyikannya dari Masy.


“ dia lebih sibuk dari


pada anda” Ai sedikit menyindir.


“ memang seperti itulah


anak muda”


Perbicangan itu nyatanya


bertahan hingga menjelang siang, suasana sudah mencair dan mereka seakan


melupakan sesuatu yang mereka cari. Karena sejatinya mereka sedang tidak


berniat jahat, namun butuh analisis untuk bisa menyimpulkan bagaimana niat asli


mereka.


“ sepertinya kita terlalu


larut dengan permbicaraan, waktu sudah mendekati jam makan siang. Sepertinya


saya harus  undur diri” nyonya Halbert


meminta pamit, dirinya sudah bisa memberikan jawaban nanti kepada seseorang.


“ apa tidak makan siang


disini?” Ai tentu sebagai nyonya yang baik perlu untuk menawarkan secara


Cuma-Cuma.


sudah terlalu lama meninggalkan kediaman” nyonya Halbert akhirnya undur diri


dan keluar dari kediaman.


Ai masih saja mencera


semuanya, jelas sekali jika wanita tadi sedang memastikan keadaanya. Tidak


mungkin kediaman Halbert begitu perhatian dengannya. Pasti ada seseorang yang


memintanya dan ini yang Ainsley tidak mengetahuinya.


Di sisi lain pasukan


rahasia milik pengeran Aric sudah berjalan, kali ini Hardwin sebagai ketua


Barck sudah mendapatkan surat dari pangeran. Dia awalnya bingung dengan


situasinya, namun tak lama dia akhirnya mengerti pasti ada hubungannya dengan


Duke.


“ agar tidak menimbulkan


kecurigaan untuk sementara pasukan ini  akan tinggal di barrack sebagai tentara baru, aku akan mengurus


sisanya”  jelas Hardwin kepada pengawal


pribadi Aric. Tak lupa surat administrasi yang mengatakan bahwa sekelompok


orang ini adalah bawaan dari kota lain untuk melakukan pelatihan militer


bersama.


“ ya, seperti itu jauh


lebih baik. Saya akan menyampaikannya kepada pangeran” pengawal itu kemudian


undur diri. Untung saja Duke sudah memberikan dirinya otoritas mengatur Barack


beserta keamanan kediaman. Dengan ini Hardwin bisa melindungi Ai dengan


maksimal.


Dengan tambahan pasukan


baru Hardwin tidak akan mudah tergoyahkan, dia sudah memiilki rencana matang


agar pasukan ini bisa berguna dengan baik. Jangan lupa wanita yang dia jaga


adalah wanita yang dia cintai secara diam-diam. pengorbanan apapun pasti akan


Hardwin lakukan demi keselamatan Ainsley.


Kembali lagi kepada


pangeran Aric, seperti yang sudah di rencanakan Sea. Lelaki itu beserta


pasukannya sedang tertahan birokrasi pemerintahan kota.


“ sial” Aric benar dengan


dugaannya bahwa kakaknya pasti akan melakukan sesuatu padanya. Dia tengah


berada di camp militer milik salah seorang petinggi kota setempat.


Sepanjang perjalanan


mereka pasti melewati kota, masing-masing kota memliki bentuk pertahanan agar


orang dari dalam ataupun luar tidak mudah beraktifitas. Tentu perlu surat


khusus agar bisa melewati pemeriksaan. Tapi entah kenapa dari semua yang


berjalan lancar, kali ini mereka mengalami kendala sehingga tertahan.