
Keadaan semakin tidak
bisa diprediksi, penjagaan semakin ketat. Meski begitu dengan mudah pasukan
Duke bisa mengatasi semua kendala. Mereka dengan mudah bisa sampai mendekati
ibukota. Semuanya berkat pengabdian Duke kepada Bavaria. Banyak dari anak buahnya
yang menjadi pasukan penjaga ibukota. Dan dengan segan memberikan bantuan
secara sembunyi-sembunyi. Awalnya mereka kaget, dan kini lega karena ternyata
Duke Wellington masih hidup.
Duke sudah menggeluti
dunia kemiliteran selama hampir setengah dari umurnya. Hal ini membuat
relasinya dengan kawanan pasukan begitu erat. mereka begitu setia kepada Duke,
beberaa diantara mereka sudah diselamatkan oleh Duke, mereka pasti membayar
hutang budi itu.
“ malam ini kita akan
mencoba masuk kedalam istana luar” ucap Duke. Mereka sedang beristirahat di
sebuah tempat. Saat ini anak buah mereka sedang melakukan pengawasan terakhir pada
tempat-tempat terdekat.
Rencana awal adalah
mereka masuk dan menemui raja, Duke hanya akan mengantarkan pengeran ke dalam
istana. Kemudian dia sendiri yang akan melawan dan menemui putra mahkota.
Untuk selanjutnya dia
akan memikirkan sesuai dengan kondisi lapangan, yang terpenting adalah
menghentikan Sea. dia harus memberikan
efek jera dan membuat Sea mau meninggalkan tahta. Dia bukanlah pewaris yang
sah.
“ baik, bagaimana kondisi
di dalam?” Pangeran Aric bertanya pada salah satu prajurit yang baru selesai
bertugas.
“ istana dijaga ketat,
kemungkinan kita hanya bisa masuk melalui pintu samping, orang kita sudah
berhasil melumpuhkan bagian selatan dan kita bisa menunggu disana sampai
menemukan celah selanjutnya” jelas prajurit itu. Axton dan Aric mengangguk
pelan sebagai pertanda bagus. Meski istana bagian selatan masih jauh dari
istana utama, setidaknya mereka tidak perlu menunggu terlalu lama. Setibanya
mereka disana mereka bisa dengan mudah menyusun rencana untuk mendekati istana
utama.
“ perjelas kondisi dan
keamanan istana, kita masih perlu banyak persiapan sebelum masuk kesana, karena
sekali kita ketahuan kita langsung terkepung” pesan Axton mengakhiri pertemuan
mereka.
“ baik Duke” ucap
prajurit itu dengan tegas. Rencana mereka sudah hampir sampai. Hanya perlu
lebih waspada dan fokus. Sebentar lagi mereka bisa bertemu dengan Raja.
Pengeran Aric memulai
membaringkan tubuhnya, dia harus mengistirhatkan tubuhnya setelah perjalanan
yang sangat melelahkan. Meski semuanya berjalan dengan lancar, namun sebenarnya
dia tidak terbiasa dengen gerak pasukan Duke yang begitu cepat.
Tidak salah mereka bisa
dengan mudah mengalahkan musuh di perbatasan. Mereka sangatlah handal dan gesit
dalam mengatasi semua masalah. Mereka terbiasa cepat dan teliti. Entah
bagaimana Duke melatih mereka menjadi militant seperti ini. Aric benar-benar
kagum kepada Duke Wellington.
Hal berbeda justru
dirasakan oleh Axton, lelaki itu semakin sulit memulai pergerakan. Dia harus
bisa mengimbangi energi pangeran yang bukan tipe orang lapangan. Biasanya dia
akan lebih tegas dan ketat dalam melaksanakan strategi. Kali ini karena
berhadapan langsung dengan orang kerajaan, Axton harus bisa mengatur ucapan dan
tingkahnya.
“ kau panggil para ketua
pasukan” ucap Axton, dia akan melakukan pertemuan khusus untuk pasukannya
sendiri. Mereka perlu ruang privasi untuk mengatakan hal yang sedikit sensitive
bagi anggota kerajaan.
satu anak buahnya.
Selang beberapa lama, di
tempat yang sedikit lebih jauh dari tenda pangeran akhirnya Axton memulai
pertemuan khususnya.
“ pasukan kita tidak bisa
dengan mudah masuk kedalam istana, perlu berhadapan dengan pasukan khusus
kerajaan. Jika keadaan memburuk kalian bebas membunuh mereka” ucap Axton dengan
wajah datar. Pasukan kerajaan pasti memihak putra mahkota, mereka akan
kesulitan jika menempuh jalur mediasi. Jadi pilihan terbaiknya adalah mereka
membunuh ‘rekan’ mereka sendiri. Jika Aric mendengar perkataan Axton barusan
sudah pasti dia akan melarang. Aric masih sangat polos. Sebagai anggota
kerajaan dia terbiasa menjunjung tinggi keamanan kerajaan. Siapapun yang
menyakiti pasukan khusus kerajaan maka statusnya adalah penghianat.
“ baik Duke” ucap ketua
pasukan. Mereka sudah terbiasa dengan arahan dan perintah yang terdengar kejam
dan menyimpang. Namun mereka percaya dengan pegaturan Duke, buktinya mereka
bisa selamat sampai sekarang adalah karena pengaturan Duke.
“ dan satu lagi, segera
bentuk tim khusus begitu kita berhasil mengantar pangeran menemui raja. Satu
untuk melindungi Raja dan Pangeran dan satu lagi ikut denganku menemui putra
mahkota, kali ini misi bunuh diri. Jika kalian tidak bersedia maka masuklah
kedalam tim satu bersama dengan pangeran” jelas Axton. tidak mau memaksa
pasukannya untuk ikut dalam misi bunuh diri. Axton bersedia melakukannya
sendiri.
Para ketua pasukan yang
mendengarnya saling berpandangan. Sejak mereka bertugas mereka tidak pernah
mendengar misi bunuh diri. Meski mereka dihadapkan musuh yang jumlah
berkali-kali lipat dari jumlash pasukan mereka, Duke tidak pernah putus asa
seperti ini. Mengatakan misi bunuh diri seakan mereka sudah tidak memiliki
peluang hidup sedikitpun.
“ kalian pasti tidak
percaya mendengarnya, ini misi terakhir. Misi bunuh diri. Siapapun yang masuk
akan menemui kematian” Axton memberikan penjelasan singkat namun masih belum
bisa dimengerti.
“ maaf Duke, selama ini
bagaimanapun situasinya kita harus mengedepankan keselamatan, kenapa kali ini
harus menyerah menuju kematian?” salah satu ketua bertanya dengan penuh
kehati-hatian. Pasalnya mereka jarang sekali mempertanyakan rencana Duke. Baru
kali ini saja mereka tidak mengerti dengan misi. Sebenarnya apa yang akan
mereka hadapi, sampai Duke bisa memastikan berunjung kematian.
“ aku tidak bisa
mengatakannya sekarang, kalian hanya perlu memilih dan percaya. Segera buat 2 tim
secara rahasia” Axton tidak mau berlama-lama dengan pertanyaan mereka. dia akan
menjelaskan nanti setelah mereka memasuki istana. Mereka hanya perlu percaya
dan siap berkorban. Axton akan sangat berterimakasih dan akan mengingat jasa
mereka.
“ baik Duke” jawab ketua
pasukan itu secara serentak. Perintah Duke mutlak bagi mereka. rahasia ini akan
mereka jalankan dengan baik. Tanpa menunggu lama, pertemuan itu segera bubar.
Mereka menjalankan perintah Axton dengan cepat dan rahasia.
Kini tinggal Axton sendiri,
dibawah langit malam. Lelaki itu mendongak kearah langit. Hanya satu orang yang
memenuhi kepalanya sejak lama. Lelaki sangat merindukan istrinya, pertemuan
mereka yang lalu akan menjadi pertemuan terakhir. Axton akan masuk kedalam misi
bunuh diri. Ini akan menjadi hal terkahir yang bisa dia lakukan untuk
melindungi keluarganya. Terkhusus istrinya, wanita itu tidak perlu ketakutan
bertemu dengan anggota kerajaan. Dia akan aman tidak ada yang mengganggu. Axton
tersenyum tipis sambil berharap Ai tidak akan marah dengan keputusan yang dia
ambil.