The New Duchess

The New Duchess
Bab 132 :Tak menentu



Keadaan semakin tidak


bisa diprediksi, penjagaan semakin ketat. Meski begitu dengan mudah pasukan


Duke bisa mengatasi semua kendala. Mereka dengan mudah bisa sampai mendekati


ibukota. Semuanya berkat pengabdian Duke kepada Bavaria. Banyak dari anak buahnya


yang menjadi pasukan penjaga ibukota. Dan dengan segan memberikan bantuan


secara sembunyi-sembunyi. Awalnya mereka kaget, dan kini lega karena ternyata


Duke Wellington masih hidup.


Duke sudah menggeluti


dunia kemiliteran selama hampir setengah dari umurnya. Hal ini membuat


relasinya dengan kawanan pasukan begitu erat. mereka begitu setia kepada Duke,


beberaa diantara mereka sudah diselamatkan oleh Duke, mereka pasti membayar


hutang budi itu.


“ malam ini kita akan


mencoba masuk kedalam istana luar” ucap Duke. Mereka sedang beristirahat di


sebuah tempat. Saat ini anak buah mereka sedang melakukan pengawasan terakhir pada


tempat-tempat terdekat.


Rencana awal adalah


mereka masuk dan menemui raja, Duke hanya akan mengantarkan pengeran ke dalam


istana. Kemudian dia sendiri yang akan melawan dan menemui putra mahkota.


Untuk selanjutnya dia


akan memikirkan sesuai dengan kondisi lapangan, yang terpenting adalah


menghentikan Sea. dia  harus memberikan


efek jera dan membuat Sea mau meninggalkan tahta. Dia bukanlah pewaris yang


sah.


“ baik, bagaimana kondisi


di dalam?” Pangeran Aric bertanya pada salah satu prajurit yang baru selesai


bertugas.


“ istana dijaga ketat,


kemungkinan kita hanya bisa masuk melalui pintu samping, orang kita sudah


berhasil melumpuhkan bagian selatan dan kita bisa menunggu disana sampai


menemukan celah selanjutnya” jelas prajurit itu. Axton dan Aric mengangguk


pelan sebagai pertanda bagus. Meski istana bagian selatan masih jauh dari


istana utama, setidaknya mereka tidak perlu menunggu terlalu lama. Setibanya


mereka disana mereka bisa dengan mudah menyusun rencana untuk mendekati istana


utama.


“ perjelas kondisi dan


keamanan istana, kita masih perlu banyak persiapan sebelum masuk kesana, karena


sekali kita ketahuan kita langsung terkepung” pesan Axton mengakhiri pertemuan


mereka.


“ baik Duke” ucap


prajurit itu dengan tegas. Rencana mereka sudah hampir sampai. Hanya perlu


lebih waspada dan fokus. Sebentar lagi mereka bisa bertemu dengan Raja.


Pengeran Aric memulai


membaringkan tubuhnya, dia harus mengistirhatkan tubuhnya setelah perjalanan


yang sangat melelahkan. Meski semuanya berjalan dengan lancar, namun sebenarnya


dia tidak terbiasa dengen gerak pasukan Duke yang begitu cepat.


Tidak salah mereka bisa


dengan mudah mengalahkan musuh di perbatasan. Mereka sangatlah handal dan gesit


dalam mengatasi semua masalah. Mereka terbiasa cepat dan teliti. Entah


bagaimana Duke melatih mereka menjadi militant seperti ini. Aric benar-benar


kagum kepada Duke Wellington.


Hal berbeda justru


dirasakan oleh Axton, lelaki itu semakin sulit memulai pergerakan. Dia harus


bisa mengimbangi energi pangeran yang bukan tipe orang lapangan. Biasanya dia


akan lebih tegas dan ketat dalam melaksanakan strategi. Kali ini karena


berhadapan langsung dengan orang kerajaan, Axton harus bisa mengatur ucapan dan


tingkahnya.


“ kau panggil para ketua


pasukan” ucap Axton, dia akan melakukan pertemuan khusus untuk pasukannya


sendiri. Mereka perlu ruang privasi untuk mengatakan hal yang sedikit sensitive


bagi anggota kerajaan.


satu anak buahnya.


Selang beberapa lama, di


tempat yang sedikit lebih jauh dari tenda pangeran akhirnya Axton memulai


pertemuan khususnya.


“ pasukan kita tidak bisa


dengan mudah masuk kedalam istana, perlu berhadapan dengan pasukan khusus


kerajaan. Jika keadaan memburuk kalian bebas membunuh mereka” ucap Axton dengan


wajah datar. Pasukan kerajaan pasti memihak putra mahkota, mereka akan


kesulitan jika menempuh jalur mediasi. Jadi pilihan terbaiknya adalah mereka


membunuh ‘rekan’ mereka sendiri. Jika Aric mendengar perkataan Axton barusan


sudah pasti dia akan melarang. Aric masih sangat polos. Sebagai anggota


kerajaan dia terbiasa menjunjung tinggi keamanan kerajaan. Siapapun yang


menyakiti pasukan khusus kerajaan maka statusnya adalah penghianat.


“ baik Duke” ucap ketua


pasukan. Mereka sudah terbiasa dengan arahan dan perintah yang terdengar kejam


dan menyimpang. Namun mereka percaya dengan pegaturan Duke, buktinya mereka


bisa selamat sampai sekarang adalah karena pengaturan Duke.


“ dan satu lagi, segera


bentuk tim khusus begitu kita berhasil mengantar pangeran menemui raja. Satu


untuk melindungi Raja dan Pangeran dan satu lagi ikut denganku menemui putra


mahkota, kali ini misi bunuh diri. Jika kalian tidak bersedia maka masuklah


kedalam tim satu bersama dengan pangeran” jelas Axton. tidak mau memaksa


pasukannya untuk ikut dalam misi bunuh diri. Axton bersedia melakukannya


sendiri.


Para ketua pasukan yang


mendengarnya saling berpandangan. Sejak mereka bertugas mereka tidak pernah


mendengar misi bunuh diri. Meski mereka dihadapkan musuh yang jumlah


berkali-kali lipat dari jumlash pasukan mereka, Duke tidak pernah putus asa


seperti ini. Mengatakan misi bunuh diri seakan mereka sudah tidak memiliki


peluang hidup sedikitpun.


“ kalian pasti tidak


percaya mendengarnya, ini misi terakhir. Misi bunuh diri. Siapapun yang masuk


akan menemui kematian” Axton memberikan penjelasan singkat namun masih belum


bisa dimengerti.


“ maaf Duke, selama ini


bagaimanapun situasinya kita harus mengedepankan keselamatan, kenapa kali ini


harus menyerah menuju kematian?” salah satu ketua bertanya dengan penuh


kehati-hatian. Pasalnya mereka jarang sekali mempertanyakan rencana Duke. Baru


kali ini saja mereka tidak mengerti dengan misi. Sebenarnya apa yang akan


mereka hadapi, sampai Duke bisa memastikan berunjung kematian.


“ aku tidak bisa


mengatakannya sekarang, kalian hanya perlu memilih dan percaya. Segera buat 2 tim


secara rahasia” Axton tidak mau berlama-lama dengan pertanyaan mereka. dia akan


menjelaskan nanti setelah mereka memasuki istana. Mereka hanya perlu percaya


dan siap berkorban. Axton akan sangat berterimakasih dan akan mengingat jasa


mereka.


“ baik Duke” jawab ketua


pasukan itu secara serentak. Perintah Duke mutlak bagi mereka. rahasia ini akan


mereka jalankan dengan baik. Tanpa menunggu lama, pertemuan itu segera bubar.


Mereka menjalankan perintah Axton dengan cepat dan rahasia.


Kini tinggal Axton sendiri,


dibawah langit malam. Lelaki itu mendongak kearah langit. Hanya satu orang yang


memenuhi kepalanya sejak lama. Lelaki sangat merindukan istrinya, pertemuan


mereka yang lalu akan menjadi pertemuan terakhir. Axton akan masuk kedalam misi


bunuh diri. Ini akan menjadi hal terkahir yang bisa dia lakukan untuk


melindungi keluarganya. Terkhusus istrinya, wanita itu tidak perlu ketakutan


bertemu dengan anggota kerajaan. Dia akan aman tidak ada yang mengganggu. Axton


tersenyum tipis sambil berharap Ai tidak akan marah dengan keputusan yang dia


ambil.