
" bukankah kita baru saja menikah?" tanya Axton yang masih bingung. Dia mengalami amnesia parsial.
" sebenarnya kita baru saja merayakan tahun pertama pernikahan" jawab Ai, wanita itu kembali mengkhawatirkan keadaan Axton. Tapi dia cukup mengerti, Axton baru saja sadar dari koma. Hal ini pasti akan terjadi. wanita itu mencoba membesarkan hatinya.
tap tap tap, suara langkah kaki mendekati kamar.
tok tok tok
" Ai, kami memanggil dokter Leyna untuk mengecek kondisi Duke" ucap Dalbert di ambang pintu yang terbuka sedikit.
" ah ya, suruh masuk saja" Ai hampir melupakan hal itu. Dia terlalu senang sampai lupa memanggil tenaga medis untuk memeriksa kondisi Axton.
Dalbert mengangguk pelan sambil tersenyum, dan menutup pintu. Dia akan menyuruh Leyna untuk segera masuk ke kamar.
" Leyna kemari? baguslah" saut Axton yang juga mendengar ucapan Dalbert barusan. Dia kenal betul siapa Leyna. Axton tentu tidak menolak.
Seperti yang ada dalam ingatannya, Axton tampak menjaga jarak dengan Ai sama seperti saat diawal mereka menikah.
Ai tidak banyak bertanya, dia akan menunggu dengan sabar sampai ingatan Axton pulih kembali.
tok tok
" permisi" ucap Leyna, lalu berjalan masuk.
Ai berdiri memberikan ruang agar Leyna bisa memeriksa dengan seksama.
" Duke, akhirnya anda sadar. kami sangat senang mendengar kabar baik ini" ucap Leyna sambil mengeluarkan alat pemeriksaan. Dia hampir tak percaya saat pelayan kediaman Wellington datang ke kediamannya dan memintanya memeriksa Duke yang baru saja sadar.
Ai melihat dengan seksama saat Leyna mengecek keadaan fisik suaminya.
" apa Duke merasakan sakit di bagian tubuh tertentu?" tanya Leyna.
" coba gerakkan tangan dan kaki anda" Axton melakukan semua pernah Leyna dengan baik. Dan bisa di lihat tidak ada cidera berat yang terjadi pada tubuh Axton. Ai sedikit bernafas lega.
" ada yang sakit?"
" tidak"
" apa Duke mengingat apa yang terjadi terkahir kali?"
" aku rasa aku baru saja menikah dengan Aisnley, lalu tertidur " jawab Axton sesuai dengan ingatannya.
Leyna menatap Ai dengan wajah sendu. Sedangkan Ai mengangguk pelan mengisyaratkan jika dirinya baik-baik saja dan sudah tau mengenai hal ini.
" baiklah, sepertinya anda mengalami gangguan ingatan ringan kita akan menunggu perkembangan selanjutnya. lalu untuk tubuh anda, mungkin mulai besok anda bisa mulai melatih otot tubuh sembari menunggu ingatan anda kembali" jelas Leyna tidak bisa membantu banyak. Tidak ada obat untuk memulihkan ingatannya. semua itu tergantung pada takdir dan waktu.
" terimakasih dokter, mari saya antar" ucap Ai. Dia hanya beralasan agar bisa keluar dari kamar.
kedua wanita itu meninggalkan kamar.
" paman tolong jaga Axton sebentar" ucap Ai pelan.
" baiklah" jawab Allard.
Kemudian Ai dan Leyna berjalan menuju teras kediaman bersama.
Wanita itu terdiam dengan tatapan kosong. Entah ada rasa lega bercampur dengan ketakutan dan kekhawatiran dalam diri Ai. Axton bisa sadar itu sangat membahagiakan. Namun dengan kehilangan ingatannya membuat Ai sedih. Wanita itu bingung harus bagaimana. saat dia berfikir bisa membagi beban rasa sakit setelah kehilangan anak bersama Axton, malah kini dia harus menunggu waktu dan mengerti keadaan lagi.
Wanita itu bukannya tidak bersyukur, tapi keadaan psikologisnya masih belum kuat dalam menghadapi keadaan buruk bertubi-tubi datang.
Bahkan saat Leyna berpamitan sambil menaiki kereta kuda, Ai hanya menatap sesaat dan kembali tidak fokus. Selepas kereta itu pergi, Ai tidak langsung kembali. Dia memilih berjalan menuju taman samping. Ai berjalan jalan di taman, mencari udara segar untuk membuatnya kembali tegar. Dia juga tidak mau seperti ini, kecewa karena harapannya tidak sesuai dengan kenyataan.