
“ kita akan memulai negosiasi, jika memang pangeran masih di berlakukan seperti ini kita lebih baik menyerang” ucap Axton yakin. Lelaki itu akan membuat para pengikut Sea menjadi berpindah . itu satu-satunya cara untuk meminimalisir korban jiwa.
“ saya akan mencoba menyiapkan pasukan sebisanya” ucap pengawal raja. Aric masih begitu terpukul dengan keadaan raja, secara emosional jelas dia tidak dalam keadaan siap menghadapi penyerangan. Akhirnya Axton yang harus mengambil tindakan dan mempertanggung jawabkan semuanya. Lelaki itu keluar untuk menemui pasukannya.
“ bagaimana situasinya?” tanya Axton
“ seperti yang terlihat mereka sedang menunggu kita menyerang, dari gambarannya mereka ingin menahan kita di sini” jawab salah satu anak buahnya. Mereka memang sudah terlatih membaca strategi lawan. Dengan laporan ini Axton akan membuat sebuah rencana.
“ baiklah, segera tulis surat negosiasi,mau bagaimanapun kita tidak bisa serta merta menyerang pasukan kerajaan. Takutnya pangeran Aric akan dituduh pemberontak, ah ya dimana tim khusus yang aku suruh?” Axton mulai merasa jika dia sudah akan menuju misinya.
“ kita semua yang ada disini adalah tim khusus “ ucapnya dengan yakin.
“ baiklah, mulai saat ini semua perintah adalah hanya atas namaku, jika ada kesalahan semua akan menjadi tanggung jawabku, mengerti?” raut wajah Axton begitu serius. Mereka yang melihatnya serentak langsung kagum dan merasa terlindungi.
“ baik Duke”
“ misi bunuh diri kita mulai” Axton menyudahi sambutanya. Lelaki itu meninggalkan istana raja dan
mengadapi pasukan kerajaan sendiri bersama pasukannya. Mereka sudah janji setia, hidup dan mati semua bersama Duke.
Memang dalam posisi genting seperti ini butuh sesseorang yang mampu berfikir luas dan berani
mengambil resiko. Axton adalah pahlawan Bavaria, namun jika dia sudah berani mengangkat senjata didepan pasukan kerajaan semuanya kehormatannya jelas di pertanyakan. Perbuatannya jelas tidak di benarkan.
Pengawal raja mengetahui keberangkatan Duke menuju gerbang istana raja, dia mendapat pesan untuk menjaga pangeran. Lelaki itu dengan mata berkaca terus menatap kearah pasukan Duke yang
hanya beberapa orang saja. Pengawal itu jelas tau kenapa mereka tidak dilibatkan dalam aksi ini. Kondisi raja yang lemah dan aturan kerajan mengenai pasukan kerajaan jelas membuat pilihan ini sangat suulit. Duke melakukan semua ini hanya atas dasar bela kerajaan, dia hanya menginginkan kedamaian di Bavaria
ini.
“ aku sendiri yang akan melakukanya” mereka sudah berada di gerbang, berhadapan langsung dengan pasukan kerajaan. Anak buahnya sedang menuliskan pesan yang di maksud.
“ tidak Duke, ini sangat beresiko” cegah salah satu pasukannya. Dia tidak bisa membiarka pemimpinnya berada dalam bahaya.
“ jika aku tidak kembali kalian pimpin pangeran untuk keluar dari istana” Axton mengambil surat itu dan berjalan menuju ketua pasukan kerajaan. Keduanya bukanlah orang asing, sudah beberapa kali mereka berada dalam satu tugas negara. Kini mereka bertemu kembali dalam situasi yang begitu berbeda.
Disisi lain Sea kini tengah dalam perjalanan menuju istana selatan. selain letaknya yang jauh disana juga memilik gerbang yang langsung menuju ke hutan Bavaria. Jika situasi semakin merugikan dia bisa dengan mudah kabur dari istana.
“ iya yang mulia” jawab pengawalnya senang.
“ haahha sepertinya aku terlalu memandang hebat lelaki itu” Sea mulai tenang. Meski begitu dirinya juga masih memiliki ketakutan bahkan hanya mendengar nama Axton.
“ mereka bisa dengan mudah dikalahkan” pengawal itu ssemakin menghibur tuannya.
Sedangkan didalam kota, Dalbert masih mencari
jejak penculik Ai, lelaki itu merasa jika mungkin saja penculik Ai adalah anggota kerajaan. Karena berdasarkan berita dia mendengar bahwa kereta kerajaan baru saja melewati kota menuju ibukota. Alhasil Dalbert dengan cepat langsung menuju kota terahir. Dan kini dia sudah berhasil melewatinya. Rencananya malam ini dia akan masuk ke ibukota.
“ hey kau, seseorang ingin menemuimu” Dalbet dikagetkan dengan seseorang yang memukul bahunya.
“ siapa?” tanya Dalbert penasaran, karena dia tidak merasa mengenal siapapun disini.
“ seseorang yang mengenalmu, cepatlah” ucap seseorang tadi dengan ekpresi cemas. Tanpa berfikir lagi. Dalbert segera mengikuti seseorang itu. Dari lokasinya kemungkinan tempat yang mereka tuju sedikit tertutup dan jauh dari kerumunan. Begitu masuk Dalbert bisa melihat sosok laki-laki yang terasa familiar.
“ tuan Kleiner?” ttanya Dalbert dan langsung berjalan mendekat.
“ bagaimana bisa kau berada disini?” Aidyn mendapatkan berita jika Dalbert terlihat akan masuk ke ibukota. Jadi dia membuat rencana untuk bisa menemuinya. Mereka pasti memiliki misi yang sama.
“ sebernarnya ini rencana Duchess, namun kami mendapatkan masalah. Seseorang telah menculik Duchess, aku fikir mungkin Duchess dibawa ke ibu kota” jelas Dalbert. Sontak saja Aidyn yang mendengarnya langsung bersimpati. Dia juga merasa kekhawatiran karena mendapatkan firasat buruk.
“ kau tau, kemarin ada kereta kuda masuk ke ibukota, dari yang kulihat yang membawa adalah anak buah Sea. Apa mungkin ?” mereka memiliki prasangka yang sama. Kini panik langsung melanda keduanya.
“ kita harus segera masuk ke ibukota. Jangan sampai Sea menyakiti Duchess” Dalbert tidak bisa menunggu lama, lelaki itu langsung membalik badan dan bersiap pergi.
“ kau tenanglah dulu, Hardwin dan pengawal pangeran juga sudah masuk ke ibukota. Kita harus
menyiapkan rencana agar bisa menemukan Duchess dengan selamat” Aidyn tidak ingin emosi menguasai Dalbert. Itu bisa merusak dan menghambat mereka masuk ke ibukota.
“ tapi bagaimana jika..”
“ kita masuk ke ibu kota setelah ini. Kau tenangkan diri terlebih dahulu” Aidyn mencoba menyakinkan Dalbert bahwa semuanya akan baik-baik saja. Mereka perlu mendinginkan kepala agar bisa berfikir jernih.
“ ya, terimakasih tuan” Dalbert masuk ke dalam rumah, lelaki itu butuh waktu sendiri.