
Berita berhasilnya 2 orang asing membobol gerbang keamanan sudah mulai tersebar, hal ini tidak akan terlewatkan oleh tuan Kleiner. Dia beserta rombongannya jelas mengetahui siapa 2 orang asing yang di maksud. Meski dalam keadaan khawatir nyatanya lelaki sedikit merasa lega karena putranya berhasil melarikan diri.
“ bagaimana kondisi pintu gerbang sekarang?” Aidyn segera mendesak mata-matanya agar bisa menemukan perkembangan terbaru. Mungkin saja dia bisa menemukan dimana keberadaan anaknya.
“ keadaan jauh lebih ketat, dan sampai saat ini berita tertangkapnya mereka masih belum terdengar” jawab mata-mata itu.
“ ada baiknya jika mereka terus melarikan diri” guman Aidyn. Dia tidak mau terjadi hal yang buruk menimpa anaknya.
“ lalu, apa yang kita lakukan selanjutnya tuan?” mata-mata itu memerlukan intruksi baru.
“ kita tetap menuju ibukota, setidaknya kita bisa menemui dan membantu pasukan Duke” jawab Aidyn yakin. Dia juga terus memikirkan kondisi pasukan Duke. bagaimanapun Duke akan segera menemui putra mahkota dan berniat melakukan hal yang buruk padanya. Misi bunuh diri yang Axton katakan padanya jelas bukan hanya bualan semata. Dia akan mencoba menggagalkan misi itu, Aidyn akan meyelamatkan Duke.
“ baik tuan” jawab mata-mata itu yakin. Dia segera keluar dan menyiapkan pasukannya. Mereka tidak akan beristirahat lebih lama.
Sedangkan Ai dan Dalbert baru akan memasuki kota pertama. Akibat kerusuhan yang Hardwin lakukan sekarang gerbang kota dijaga lebih ketat. Bahkan antrian masuk kota sangatlah panjang. Prosedure yang seharusnya di pakai di kota terakhir kini di berlakukan disetiap kota. Tidak ada pengecualian bagi siapapun, jika ada yang mencurigakan mereka akan langsung di tangkap.
“ bagaimana ini?, kita akan ketahuan” ucap Ai yang terlihat gelisah di dalam kereta. identitasnya yang terkenal itu membuatnya kesulitan sekarang. Bagaimana jika penjaga itu mengenalinya, semuanya akan menjadi berantakan.
“tenang, aku akan turun sendiri. Kau berpura-puralah sakit keras dan tidak bisa berjalan. Aku akan mencoba mengarang cerita agar tidak ada yang curiga” Dalbert memberikan ide. Semakin dekat dengan ibu kota jelas sekali keselamatan Ai semakin terancam. Dia harus benar-benar memutar otaknya agar bisa menyelamatkan adiknya.
“ apakah itu akan berhasil?” Ai sedikit ragu.
“ kita coba, jika memang tidak berhasil kau segera kabur. Jangan hiraukan aku” Dalbert hanya memikirkan keselamatan Ai saja, perihal keselamatannya dia berfikir semuanya akan mudah. Dia bisa melakukan apa saja dengan gampang.
“ tapi bagaimana jika..”
“ sudah, serahkan padaku” ucap Dalbert final. Dia segera turun dari kereta, antrian mereka segera sampai.
Kini semua orang yang menggunakan kereta sudah menuruni kendaraan. Untuk kereta mereka akan melalui pemeriksaan yang berbeda. Dalbert bisa melihat bagaimana para penjaga memeriksa perlengkapan bawaan serta identitas orang-orang yang ingin masuk kota.
Lelaki itu sedikit menundukkan wajahnya agar identitasnya tidak terlihat jelas. Dari posisinya dia juga memantau kondisi kereta kudanya yang sudah dalam pemeriksaan juga. Lelaki itu segera menghampiri dan menjelaskan keadaan pelayannya yang terkapar didalam kereta.
“ kau keluarlah, jangan banyak alasan” penjaga itu dengan garang menyuruh Ai segera keluar. Mereka diperintahkan hanya memeriksa barang bawaan saja, semua orang akan melalui pemeriksaan yang berbeda.
“ maafkan saya, kondisi saya..”
“ ah ya, pelayan sayamengalami penyakit langka. Kami datang ke ibukota ingin menemui dokter untuk berobat” Dalbert segera menengahi dengan memotong pembicaraan. Penjaga yang memeriksa segera menoleh kearah Dalbert.
“ kau siapa?” tanya penjaga itu tegas, dia tidak tau menahu lelaki yang sedang ada di hadapannya.
“ saya Dalbert, tuan Muda Bohmen. Dan didalam adalah pelayan kediaman kami” ucap Dalbert dengan penuh sopan santun.
Dalbert segera memikirkan cara lain agar penjaga ini bisa meloloskan Ai dengan mudah.
“ kau lihat sendirikan bagaimana kondisi perempuan ini, dia sangat lemah yang segera memerlukan pemeriksaan” Dalbert mendekati penjaga dengan menyelipkan sebuah kantong yang dia berikan secara rahasia kepada penjaga.
Penjaga itu nampak kaget awalnya, dia segera melihat kantong ditangannya. Godaanya bertambah besar saat dilihatnya isi kantong tersebut yang sangat mengiurkan.
Penjaga itu menoleh ke kanan dan kiri memastikan bahwa tidak ada siapapun yang sedang memperhatikannya.
“ jalan!” teriak penjaga itu dengan dibarengi seringai puas Dalbert. Lelaki itu segera kembali pada pemeriksaan pengunjung. Meninggalkan Ai yang sudah lebih dulu memasuki kota denga lancar.
Jumlah antiran pengunjung ternyata lebih banyak dengan waktu pemeriksaan yang lebih spesifik. Bahkan sempat ada kejadian penahanan karena seseorang mencoba mengelabui penjaga.
Hal ini semakin membuat waktu pemeriksaan semakin lama. Dalbert mulai merasa khawatir dengan Ai yang didalam. Pemeriksaan ini berjalan lebih lama daripada dugaanya.
“ kau, keluarkan identitasmu” akhirnya gilirannya tiba. Lelaki itu dengan segera melakukan semua perintah penjaga. Dia seakan memiliki firasat buruk menimpa Ai.
Setelah beberapa lama melalui sejumlah tahapan pemeriksaan, akhirnya Dalbert bisa masuk ke dalam kota. Lelaki itu dengan segera mencari kereta kuda miliknya. Dia menoleh kesana kemari, berjalan menyusuri jalan. Namun dia tidak kunjung menemukan kereta kuda miliknya.
“ kau lihat kereta kuda dengan warna coklat dan ada tulisan kediaman Bohmen?” tanya Dalbert pada petugas kendaraan.
“ sepertinya sudah jalan” jawab penjaga itu datar. Dalbert segera mengerutkan keningnya. Tidak mungkin Ai meninggalkannya sendiri. Dalbert semakin merasa tidak enak.
Lelaki itu terus menyusuri jalan, bahkan dia sampai di pemukiman penduduk, tapi tak kunjung menemukan kereta kuda meiliknya.
“ dimana mereka” guman Dalbert pada dirinya sendiri.
Dia sudah bertanya pada beberapa penduduk, dam semuanya bilang tidak melihat kereta kuda yang di maksud. Dalbert terus melangkah sampai menuju di tepi sebuah perkebunan. Dari kejauhan dia melihat sebuah kereta yang begitu mirip dengan miliknya.
Lelaki itu segera mendekati kereta kuda, namun kusir sudah tidak ada. Dalbert segera naik dan membuka tirai, didalam kosong. Ai juga tidak ada. Lelaki itu segera memeriksa sekeliling, dan dia dikagetkan dengan noda darah. Dan itu bersumber pada sosok lelaki yang tergeletak. Dalbert segera mengenali sosok itu, dia adalah kusir kereta.
Sudah terjadi hal yang buruk menimpa Ai, lelaki itu segera mendekati kusir. dia mengecek nadinya, sangat lemah.
“ Duc,, chess, di,,,, culik” ucap kusir lemah. Lelaki itu bertahan hanya untuk mengucapkan kalimat itu. Karena setelahnya dia menghembuskan nafas terakhir. Lelaki itu menutup matanya selamanya.
Dalbert yang mendengar hal itu tentu saja langsung kebingungan. Bagaimana bisa Ai di culik. Dia tidak ada musuh, kalaupun ada gerombolan pencuri kenapa didalam kereta tidak ada bukti kekerasan atau penjarahan. Bahkan barang bawaan mereka dan stok makanan masih aman di dalam kereta. ini jelas buka hanya kasus penculikan, sepertinya mereka sudah di incar sedari awal.
“ sial,, sial.. kau dimana Ai” Dalbert merasa sangat terpukul. Dirinya merasa tidak becus melindungi adiknya. Kini lelaki itu segera meninggalkan kereta dan kusirnya. sebentar lagi pihak keamanan akan datang dan dia tidak mau tertahan lagi untuk mencari Ai.