
Kereta kuda milik Leyna menjauhi kediaman Wellington, dan kini ada kereta kuda lainnya yang bergerak menuju kesana. kediaman Wellington sering mendapat kunjungan lantaran kejadian yang menimpa para penghuninya.
Tak ada siapapun yang menyambut kedatangan tamu kali ini. Ai terlalu fokus dengan pemikirannya sehingga meneruskan langkah kakinya tanpa tujuan.
" tuan muda Kleiner" sapa salah seorang pelayan yang melihat Kedatangan Hardwin.
" Apa Duchess di dalam?" tanya lelaki itu berbasa-basi.
" Duchess baru saja berjalan menuju taman samping" jawab pelayan yang juga melihat Ai tadi.
Tak berselang lama dari dalam kereta keluar seorang wanita dengan baju pelayan menggendong bayi kecil Grace.
" kau tunggu disini" ucap Hardwin berniat menyusul Ai ke taman. Lelaki itu berjalan meninggalkan pelayannya.
" mari" pelayan kediaman menunjukkan tempat duduk di teras depan untuk pelayan Hardwin.
Hardwin berjalan mencari-cari sosok Ai disana. Lelaki itu hampir mengenal jalan di taman ini, dia bukan pengunjung baru kediaman Wellington.
" Ai" panggil Hardwin pelan, berharap wanita yang dia cari akan menyahuti.
tapi lama tak ada sautan, Hardwin semakin merasa aneh. lelaki itu berjalan semakin masuk dan menjauhi kediaman. Tidak ada tanda-tanda ada seseorang di sekitar sini.
" Ai" panggil Hardwin kembali. tetap saja tidak ada sautan.
Hardwin mempercepat langkah kakinya.
" Astaga!" teriak Lelaki itu saat mendapati seorang wanita tergeletak di atas rumput. Hardwin berlari dan segera mendekat.
" Ai" panggil lelaki itu tak kala melihat wajah wanita itu. Hardwin sangat cemas, lelaki itu dengan cepat langsung mengangkat tubuh Ai dan menggendongnya menuju kediaman.
" pelayan!" teriak Hardwin meminta pertolongan.
suara teriakan itu tidak saja terdengar di area samping, tapi juga seluruh area lantai 1. Termasuk kamar dan beberapa ruangan. Tak terkecuali Dalbert dan Amber juga berada tak jauh dari sana. kedua orang itu berjalan cepat menuju asal suara.
" astaga, Duchess" pelayan yang baru melihat.
" tunjukkan kamar Duchess" ucap Hardwin sambil berjalan cepat ke dalam rumah.
pelayan itu ikut panik dan menunjukkan kamar yang berada di ujung.
" itu tuan" jawab pelayan sambil mencoba membuka pintu.
" apa yang terjadi?" tanya Dalbert yang melihat Hardwin menggendong Ai dan masuk ke kamar.
" Duchess pingsan tuan" jawab pelayan lain yang tadi ikut mengekor di belakang Hardwin.
" astaga" jawab Amber dan langsung berlari menuju kamar ingin menengok keponakannya.
" ambilkan apapun untuk menyadarkan Ai" Hardwin baru saja selesai meletakkan Ai. Amber dan Dalbert segera mendekati ranjang.
" Ai, kenapa bisa seperti ini. kenapa bisa Ai pingsan?" tanya Amber menatap Hardwin dengan cemas dan mulai berurai air mata.
" saya juga tidak tau, saya menemukan Duchess sudah dalam keadaan pingsan" jawab Hardwin jujur.
" saya membawakan air hangat dan juga minyak oles " pelayan datang. Mereka biasa menggunakan kedua benda itu untuk memulihkan seseorang yang pingsan.
" kemari" Hardwin langsung mengambil minyak itu dan mengoleskan pada ujung jarinya. Dia meletakkan jarinya di ujung hidung Ai, lalu di sekitar kepala dan juga wajah Ai.
" apa yang terjadi?!" suara maskulin itu membuat seisi kamar menoleh dengan rasa terkejut. Axton sudah berdiri di ambang pintu dengan wajah tak suka. apalagi melihat Hardwin yang menyentuh wajah Ai.
" Duke, anda sudah sadar?" Hardwin segera berdiri karena merasa tidak enak. wajah Axton sama sekali tidak bersahabat. sangat menakutkan.
" Duchess pingsan di taman samping" jawab Hardwib kemudian sambil memberikan jalan agar Axton mendekati ranjang.
" bukannya kau dari kediaman Kleiner?" tanya Axton memastikan. Sedang Hardwin mengerutkan keningnya. belum tau kondisi terbaru dari Axton.