The New Duchess

The New Duchess
Bab 157. Tidak Kuasa



Suasana Langit sudah semakin malam, Ai masih tidak mau keluar ataupun melihat Axton lagi. Baginya keadaan Axton malah membuat diri nya terpuruk, seakan ini adalah titik terendah dalam hidupnya.


tap tap tap


suara langkah kaki mendekat dengan waktu yang cepat di susul dengan suara pintu yang terbuka dengan kasar. Ai langsung menoleh ke arah pintu.


" Ai, apa Axton kemari?" tanya Dalbert dengan nada serius, tampak sekali raut wajah panik lelaki ini yang malah menimbulkan penasaran Ai.


" ada apa?" tanya Ai dengan pelan beranjak dari ranjang.


" em, itu.. Axton tidak ada di kamar nya" jawab Dalbert sedikit ragu-ragu menutupi yang lain.


" apa maksud mu tidak ada di kamarnya, bukankah Axton pingsan. apa dia sudah sadar?" Ai semakin tidak bisa mengerti maksud Dalbert.


tap tap , seorang pelayan mendekat.


" tuan, penjaga gerbang mengatakan jika Duke Wellington sudah pergi beberapa waktu yang lalu" ucap seorang pelayan yang tadi Dalbert suruh untuk mencari keberadaan Duke.


Penuturan ini langsung mengagetkan Dalbert serta Ai. keduanya orang itu melemparkan pandangan kebingungan.


" Axton pergi kemana?, aku harus mencarinya. Dia masih belum pulih..."


" Ai, tenang. Biarkan aku yang mencari. Kau tunggu saja di sini, kau juga belum pulih. Aku akan meminta ayah untuk ikut membantu juga" jelas Dalbert melarang juga merayu Ai agar tidak gegabah.


" tapi bagaimana jika Axton .."


" sudah kau harus percaya padaku, aku akan memberikan kabar dan menemukan Duke secepat"


" baiklah kalau begitu, kau cepatlah mungkin Axton masih belum terlalu jauh dari sini"


Akhirnya Dalbert beserta paman Al langsung menaiki kuda keluar dari kediaman. Ai dengan di temani bibi menunggu dengan gelisah. Mereka masih belum mempercayai Axton yang masih terbaring terakhir kali, kini sudah tak ada bahkan menaiki kuda dengan laju cepat. ini ada yang tidak beres.


Axton baru saja melewati pos jaga istana saat Fajar mulai datang, lelaki itu mengatakan kedatangannya adalah untuk menemui pangeran Aric, sadar akan situasi kerajaan yang runyam, penjaga kerajaan itu dengan tanpa ragu membukakan gerbang istana.


cah cah cah


Axton langsung masuk dan menuju istana Pangeran Aric. Keadaan istana sedikit lebih sepi.


tap tap tap


Axton turun dari kuda dan berlari kecil sambil memegangi kepalanya. Dia berlari secepat mungkin, kalinya terakhir ucapan sang adik begitu menggugah dirinya serta ingatannya.


" di mana pangeran?"


" itu.." Wajah pengawal itu berubah menjadi tegang.


" ada masalah?"


" Ratu, saat ini Ratu menolak makan dan minum. Dan beliau meminta menemui Putra mahkota tanpa pendamping siapapun "


" jadi Aric ada di ruang tahanan?"


" iya yang mulia"


" baiklah aku akan ke sana"


" Duke tunggu, ada sesuatu yang harus anda tau. Ratu sudah mengeluarkan 2 surat penting, ini menyangkut tahta Bavaria"


Axton tidak tau bagian yang ini, dia tak sadar dalam waktu yang tidak tepat.


" di mana surat itu?"


" mari saya tunjukkan Duke"


Mereka berdua berjalan menuju istana Pangeran Aric.


" ini Duke" pengawal itu memberikan surat yang di maksud.


Axton duduk di salah satu sofa dan langsung membaca surat tersebut dengan seksama. Isinya benar-benar membuat Axton tak Percaya. Secara gamblang Ratu menceritakan semua hal buruknya tanpa terkecuali. Seakan dia berniat untuk benar-benar mempertanggungjawabkan serta menebus kesalahannya.


Apalagi dengan surat yang terakhir kali, Ratu menarik Segala kuasanya tanpa keraguan. Ini bukan lagi pengunduran diri, namun bunuh diri. Axton harus melakukan sesuatu agar Bavaria tidak jatuh harga dirinya karena masalah ini.


" kita harus menyusul Aric" ucap Axton ikut tegang.


" baik Duke"


Axton menyuruh pengawal itu untuk menyimpan kembali surat sang Ratu, baru setelahnya pergi menuju ruang tahanan.


Namun begitu mereka sampai di ambang pintu masuk tahanan terdengar teriakan keras disertai dengan kepanikan dari penjaga tahanan.