
“ sebaiknya kau jangan
terlalu sering kemari” ucap Hardwin kemudian menarik nafasya kasar. Dia tidak
menyangka akan seperti ini kejadiannya.
“ aku hanya ingin menemui
Duchess, ada yang ingin aku jelaskan padanya” Grace sedikit tenang, pelayan
pribadinya juga berjalan keluar setelah di berikan kode oleh Grace.
“ dan kau yakin dia akan
menerima semua penjelasanmu?” sama seperti dirinya, Hardwin sudah melakukan hal
yang sama namun Ai benar-benar tidak mau mengerti dirinya. Hardwin hanya
memberikan sedikit nasehat untuk Grace agar dia tidak terlalu berharap.
“ tentu akan sulit” ucap
Grace, Hardwin menarik sudut bibirnya. Dia berfikir bahwa Grace akan bernasib
sama dengannya.
“ baiklah, ikut denganku”
Hardwin memimpin jalan, bukannya untuk menunjukkan arahnya, Grace jelas lebih
familier dengan kediaman, hanya saja penjaga kamar baru akan mempersilahkan
bila Hardwin yang memberikan Izin.
Grace berjalan pelan di
belakang Hardwin, dirinya sedikit cemas dan ragu dengan tindakannya ini. Namun
sebaiknya memang dia bertemu dengan Duchess untuk meminta maaf. Entah diterima
atau tidak, Grace harus mencobanya.
“ biarkan dia masuk” ucap
Hardwin membuat Grace menarik nafas sebelum masuk.
Pintu terbuka, Grace
masuk sendiri tanpa ditemani siapapun.
“ malam Duchess” wanita
disana jelas tidak sedang menikmati empuknya ranjang. Ai masih duduk melamun
disamping jendela kamarnya. Mendengar suara yang tak asing baginya, wanita itu
menoleh kearah suara. Tatapannya tak terbaca, Ai hanya diam sambil mengamati
dengan dalam wanita yang berdiri tak jauh dari pintu masuk.
“ bagaimana kabar anda?”
lanjut Grace semakin mendekat pada Ai.
“ apa maumu?” ucap Ai tak
basa-basi. Nada suaranya datar tak ada emosi, seakan hatinya sudah mati rasa.
“ saya hanya ingin
meminta maaf atas semua ini” ucap Grace lembut, setengah takut.
“ minta maaf? Kau
telinganya.
“ semua ini karena saya
ingin menyelamatkan anak ini” Grace terus berdalih membenarkan dirinya.
“ mengorbankan
keselamatan orang lain demi kenyamanan hidupmu, apa kau pantas di maafkan?”
ucap Ai sinis. Wanita itu tidak sedang dalam mood yang bagus. Meski
berjuta-juta alasan yang akan dia dengar atas kejadian ini, Ai tetap tidak bisa
memaafkan siapapun itu.
“ saya tau anda tidak
akan memaafkan saya, tapi saya benar-bena…”
“ kalau kau tau kenapa
masih kemari? Berniat mengejekku?” Ai mulai meletup. Wanita itu kemudian
menutup mata lama, untuk meredakan emosinya.
“ tidak Duchess, sungguh
saya tidak bermaksud begitu. Semua ini adalah pilihan Hardwin, saya sudah
mengatakan semua rencananya” Grace tidak ingin disalakan sendirian, dia juga
harus memberitahu siapa sebenarnya Hardwin
itu.
“ apa yang kau maksud?”
perkataan Grace seakan menarik perhatian Ai. hardwin yang mengatur semuanya,
dia benar-benar sudah kehilangan kepercayaan untuk teman masa kecilnya itu.
“ saya hanya mencemaskan
keselamatan anda, saya mengatakan semuanya agar Hardwin bisa megambil pilihan.
Saya memang salah dengan mematuhi keinginan Sea, tapi juga bukan rencana saya
membuat anda menjadi tahanan rumah, Hardwin bisa saja mengatakan lebih awal dan
membiarkan anda pergi sebelum semuanya terjadi” jelas Grace panjang lebar. Semua
memang benar, pilihan menjadikan Ai sebagai tahanan rumah adalah ulah Hardwin
sendiri. Lelaki itu lebih memilih jalan ini daripada membiarkan Ai pergi
menyusul Axton. dia tidak mau wanita yang di cintai akan terlukan bahkan
berkorban demi lelaki lain.
“ kau melempar semua
kesalahan ini pada Hardwin, apa yang sebenarnya kau rencanakan?”
“ semua yang saya katakan
adalah benar, saya sudah tidak memiliki rencana apapun selain melindungi
anakku” Grace sudah mengatakan semuanya, tak ada yang dia tutupi. Semuanyademi menebus rasa bersalah yang dia
rasakan atas perbuatanya kepada Duchess.