The New Duchess

The New Duchess
Bab 76: Tidak



“ sebaiknya kau jangan


terlalu sering kemari” ucap Hardwin kemudian menarik nafasya kasar. Dia tidak


menyangka akan seperti ini kejadiannya.


“ aku hanya ingin menemui


Duchess, ada yang ingin aku jelaskan padanya” Grace sedikit tenang, pelayan


pribadinya juga berjalan keluar setelah di berikan kode oleh Grace.


“ dan kau yakin dia akan


menerima semua penjelasanmu?” sama seperti dirinya, Hardwin sudah melakukan hal


yang sama namun Ai benar-benar tidak mau mengerti dirinya. Hardwin hanya


memberikan sedikit nasehat untuk Grace agar dia tidak terlalu berharap.


“ tentu akan sulit” ucap


Grace, Hardwin menarik sudut bibirnya. Dia berfikir bahwa Grace akan bernasib


sama dengannya.


“ baiklah, ikut denganku”


Hardwin memimpin jalan, bukannya untuk menunjukkan arahnya, Grace jelas lebih


familier dengan kediaman, hanya saja penjaga kamar baru akan mempersilahkan


bila Hardwin yang memberikan Izin.


Grace berjalan pelan di


belakang Hardwin, dirinya sedikit cemas dan ragu dengan tindakannya ini. Namun


sebaiknya memang dia bertemu dengan Duchess untuk meminta maaf. Entah diterima


atau tidak, Grace harus mencobanya.


“ biarkan dia masuk” ucap


Hardwin membuat Grace menarik nafas sebelum masuk.


Pintu terbuka, Grace


masuk sendiri tanpa ditemani siapapun.


“ malam Duchess” wanita


disana jelas tidak sedang menikmati empuknya ranjang. Ai masih duduk melamun


disamping jendela kamarnya. Mendengar suara yang tak asing baginya, wanita itu


menoleh kearah suara. Tatapannya tak terbaca, Ai hanya diam sambil mengamati


dengan dalam wanita yang berdiri tak jauh dari pintu masuk.


“ bagaimana kabar anda?”


lanjut Grace semakin mendekat pada Ai.


“ apa maumu?” ucap Ai tak


basa-basi. Nada suaranya datar tak ada emosi, seakan hatinya sudah mati rasa.


“ saya hanya ingin


meminta maaf atas semua ini” ucap Grace lembut, setengah takut.


“ minta maaf? Kau


telinganya.


“ semua ini karena saya


ingin menyelamatkan anak ini” Grace terus berdalih membenarkan dirinya.


“ mengorbankan


keselamatan orang lain demi kenyamanan hidupmu, apa kau pantas di maafkan?”


ucap Ai sinis. Wanita itu tidak sedang dalam mood yang bagus. Meski


berjuta-juta alasan yang akan dia dengar atas kejadian ini, Ai tetap tidak bisa


memaafkan siapapun itu.


“ saya tau anda tidak


akan memaafkan saya, tapi saya benar-bena…”


“ kalau kau tau kenapa


masih kemari? Berniat mengejekku?” Ai mulai meletup. Wanita itu kemudian


menutup mata lama, untuk meredakan emosinya.


“ tidak Duchess, sungguh


saya tidak bermaksud begitu. Semua ini adalah pilihan Hardwin, saya sudah


mengatakan semua rencananya” Grace tidak ingin disalakan sendirian, dia juga


harus memberitahu siapa sebenarnya  Hardwin


itu.


“ apa yang kau maksud?”


perkataan Grace seakan menarik perhatian Ai. hardwin yang mengatur semuanya,


dia benar-benar sudah kehilangan kepercayaan untuk teman masa kecilnya itu.


“ saya hanya mencemaskan


keselamatan anda, saya mengatakan semuanya agar Hardwin bisa megambil pilihan.


Saya memang salah dengan mematuhi keinginan Sea, tapi juga bukan rencana saya


membuat anda menjadi tahanan rumah, Hardwin bisa saja mengatakan lebih awal dan


membiarkan anda pergi sebelum semuanya terjadi” jelas Grace panjang lebar. Semua


memang benar, pilihan menjadikan Ai sebagai tahanan rumah adalah ulah Hardwin


sendiri. Lelaki itu lebih memilih jalan ini daripada membiarkan Ai pergi


menyusul Axton. dia tidak mau wanita yang di cintai akan terlukan bahkan


berkorban demi lelaki lain.


“ kau melempar semua


kesalahan ini pada Hardwin, apa yang sebenarnya kau rencanakan?”


“ semua yang saya katakan


adalah benar, saya sudah tidak memiliki rencana apapun selain melindungi


anakku” Grace sudah mengatakan semuanya, tak ada yang dia tutupi.  Semuanyademi menebus rasa bersalah yang dia


rasakan atas perbuatanya kepada Duchess.