
Didalam Mily melihat
Duchess dalam keadaan yang sama seperti dulu saat dia pertama kali masuk, duduk
di jendela kamar hanyut dalam lamunan. Bahkan beberapa hari ini Ai tidak
berganti pakaian lengkap, sudah segala hal buruk yang dilakukan Duchess.
“ nyonya” ucap Mily
lembut, dia mengelus punggung nyonyanya dengan pelan. Ai sedari tadi tidak
menyadari kehadiran orang lain sedikit tersentak kaget dengan sapaan
pelayannya.
“ ah, Mily” Ai segera
menoleh dan menatap pelayannya. Ada kepentingan apa Mily masuk ke kamarnya.
“ nyonya semakin kurus
dan tidak terurus” Mily terlihat sedih mengetahui bagaimana keadaan Duchess
sekarang. Sangat berbeda dengan Duchess biasanya. Ai yang mendengarnya
tersenyum tipis, dia juga tidak peduli dengan penampilannya sekarang.
“ sudahlah” Ai tidak
ingin berlarut-larut.
“ hari ini saya akan
pergi ke pengadilan, apa nyonya memiliki perintah?” Mily menawarkan bantuan.
Dia harus bisa membuat kesaksiannya berguna dalam memperbaiki keadaan.
“ kau akan dimintai
kesaksian hari ini?” Ai mengerutkan keningnya. Dia seoalah memikirkan sesuatu.
“ iya nyonya, tuan
Hardwin sendiri yang akan mengantarkan saya” jawab Mily yakin. Ai diam sejenak
begitu mengetahui hal ini, wanita itu sedang menyusun rencana. Wajahnya begitu
serius, Mily hanya diam menunggu tidak mau mengganggu nyonyanya yang sedang
berkonsentrasi.
“ jadi apa yang perlu
saya sampaikan nanti?” seperti yang kita tahu, waktu Mily terbatas. Bukannya mendesak
Duchess namun Mily harus sebisa mungkin memanfaatkan waktu.
“ katakan saja kebenaran
mengenai siapa ayah biologis anak Grace. Aku yakin dengan ini peradilan akan sedikit
terganggu” Ai memegang tangan Mily erat. dia sangat berharap Mily bisa membuat
pihak peradilan kerajaan tepecah.
“ nyonya yakin? Apa ini
tidak membuat keadaan semakin kacau?” Mily belum bisa berfikir seperti Ai,
pelayan itu hanya takut melukai nyonyanya.
“ justru itu, semakin
rumit akan semakin baik. Katakan bahwa Grace mendapatkan tekanan. Dan pastikan kau
mengatakannya dengan penuh keyakinan. Ku harap saat itu orang kepercayaan Raja
akan langsung di panggil kerajaan. Inilah waktu yang tepat untuk kabur
menyelamatkan diri.
“ nyonya begitu yakin”
Mily masih meragukan keinginan nyonyanya.
“ jika Hardwin sendiri
yang mengatarmu, pasti pihak peradilan juga kedatangan seseorang penting, aku
yakin orang kepercayaan raja pasti berada di peradilan” Ai menjelaskan
semuanya, mencoba menyakinkan pelayannya.
“ baiklah, saya akan melakukan
yang terbaik” Mily harus percaya dengan harapan Duchess, dia tidak boleh
meragukannya. Situasinya sudah terlanjur seperti sekarang.
“ kau hati-hati” ucap Ai.
mereka berpisah, Mily keluar dengan sedikit gugup. Wanita itu meremas kedua
tangannya sebagai bentuk kecemasan.
Di luar pintu Hardwin
menatapnya dengan seksama. Lelaki itu sudah memiliki firasat bahwa wanita yang
berjalan dengannya pasti sudah mempunyai misi.
“ apa yang Ai katakan padamu?”
tanya Hardwin begitu mereka berdua masuk ke dalam kereta kuda. Hanya ada mereka
berdua, membuat Mily bertambah gugup. Mata Hardwin sangat intens dan mengintimidasi.
“ tidak ada” ucap Mily
menutupi semuanya. Dan pastinya Hardwin tidak mempercayai jawaban itu
mentah-mentah. Lelaki itu menyeringai singkat.
“ apa kau berfikir aku juga
memiliki niat untuk memenjarakan Ai ?” Hardwin mengecoh pikiran Mily
tentangnya. Wanita itu hanya diam menatap lelaki yang duduk di hadapannya.
“ tujuanku adalah
melindungi Ai, entah apa yang kalian rencanakan, aku yakin ini akan berdampak
baik pada kasus Ai” seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan, Mily
mengerutkan keningnya sambil menilai ekspresi Hardwin. Apa benar seperti itu? Selama
ini yang mengkhianati nyonyanya adala dia. Tapi kenapa lelaki ini tidak
memaksanya mengatakan rencana yang dia susun. Malah berdalih ingin melindungi
Duchess.
“ tuan yakin, semua yang
tuan lakukan adalah untuk melindungi Duchess?”seakan menyentil perasaan
Hardwin, pertanyaan pelayan ini dipahami lain oleh Hardwin, seakan mencemooh
semua perbuatannya. Hardwin mendadak menjadi kesal.