The New Duchess

The New Duchess
Bab 79: Berharap



Didalam Mily melihat


Duchess dalam keadaan yang sama seperti dulu saat dia pertama kali masuk, duduk


di jendela kamar hanyut dalam lamunan. Bahkan beberapa hari ini Ai tidak


berganti pakaian lengkap, sudah segala hal buruk yang dilakukan Duchess.


“ nyonya” ucap Mily


lembut, dia mengelus punggung nyonyanya dengan pelan. Ai sedari tadi tidak


menyadari kehadiran orang lain sedikit tersentak kaget dengan sapaan


pelayannya.


“ ah, Mily” Ai segera


menoleh dan menatap pelayannya. Ada kepentingan apa Mily masuk ke kamarnya.


“ nyonya semakin kurus


dan tidak terurus” Mily terlihat sedih mengetahui bagaimana keadaan Duchess


sekarang. Sangat berbeda dengan Duchess biasanya. Ai yang mendengarnya


tersenyum tipis, dia juga tidak peduli dengan penampilannya sekarang.


“ sudahlah” Ai tidak


ingin berlarut-larut.


“ hari ini saya akan


pergi ke pengadilan, apa nyonya memiliki perintah?” Mily menawarkan bantuan.


Dia harus bisa membuat kesaksiannya berguna dalam memperbaiki keadaan.


“ kau akan dimintai


kesaksian hari ini?” Ai mengerutkan keningnya. Dia seoalah memikirkan sesuatu.


“ iya nyonya, tuan


Hardwin sendiri yang akan mengantarkan saya” jawab Mily yakin. Ai diam sejenak


begitu mengetahui hal ini, wanita itu sedang menyusun rencana. Wajahnya begitu


serius, Mily hanya diam menunggu tidak mau mengganggu nyonyanya yang sedang


berkonsentrasi.


“ jadi apa yang perlu


saya sampaikan nanti?” seperti yang kita tahu, waktu Mily terbatas. Bukannya mendesak


Duchess namun Mily harus sebisa mungkin memanfaatkan waktu.


“ katakan saja kebenaran


mengenai siapa ayah biologis anak Grace. Aku yakin dengan ini peradilan akan sedikit


terganggu” Ai memegang tangan Mily erat. dia sangat berharap Mily bisa membuat


pihak peradilan kerajaan tepecah.


“ nyonya yakin? Apa ini


tidak membuat keadaan semakin kacau?” Mily belum bisa berfikir seperti Ai,


pelayan itu hanya takut melukai nyonyanya.


“ justru itu, semakin


rumit akan semakin baik. Katakan bahwa Grace mendapatkan tekanan. Dan pastikan kau


mengatakannya dengan penuh keyakinan. Ku harap saat itu orang kepercayaan Raja


akan langsung di panggil kerajaan. Inilah waktu yang tepat untuk kabur


menyelamatkan diri.


“ nyonya begitu yakin”


Mily masih meragukan keinginan nyonyanya.


“ jika Hardwin sendiri


yang mengatarmu, pasti pihak peradilan juga kedatangan seseorang penting, aku


yakin orang kepercayaan raja pasti berada di peradilan” Ai menjelaskan


semuanya, mencoba menyakinkan pelayannya.


“ baiklah, saya akan melakukan


yang terbaik” Mily harus percaya dengan harapan Duchess, dia tidak boleh


meragukannya. Situasinya sudah terlanjur seperti sekarang.


“ kau hati-hati” ucap Ai.


mereka berpisah, Mily keluar dengan sedikit gugup. Wanita itu meremas kedua


tangannya sebagai bentuk kecemasan.


Di luar pintu Hardwin


menatapnya dengan seksama. Lelaki itu sudah memiliki firasat bahwa wanita yang


berjalan dengannya pasti sudah mempunyai misi.


“ apa yang Ai katakan padamu?”


tanya Hardwin begitu mereka berdua masuk ke dalam kereta kuda. Hanya ada mereka


berdua, membuat Mily bertambah gugup. Mata Hardwin sangat intens dan mengintimidasi.


“ tidak ada” ucap Mily


menutupi semuanya. Dan pastinya Hardwin tidak mempercayai jawaban itu


mentah-mentah. Lelaki itu menyeringai singkat.


“ apa kau berfikir aku juga


memiliki niat untuk memenjarakan Ai ?” Hardwin mengecoh pikiran Mily


tentangnya. Wanita itu hanya diam menatap lelaki yang duduk di hadapannya.


“ tujuanku adalah


melindungi Ai, entah apa yang kalian rencanakan, aku yakin ini akan berdampak


baik pada kasus Ai” seakan tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan, Mily


mengerutkan keningnya sambil menilai ekspresi Hardwin. Apa benar seperti itu? Selama


ini yang mengkhianati nyonyanya adala dia. Tapi kenapa lelaki ini tidak


memaksanya mengatakan rencana yang dia susun. Malah berdalih ingin melindungi


Duchess.


“ tuan yakin, semua yang


tuan lakukan adalah untuk melindungi Duchess?”seakan menyentil perasaan


Hardwin, pertanyaan pelayan ini dipahami lain oleh Hardwin, seakan mencemooh


semua perbuatannya. Hardwin mendadak menjadi kesal.