The New Duchess

The New Duchess
Bab 39 : Tamu



Setelah menyelesaikan sarapan pagi menjelang siang, Ai berada di ruang kerja Axton. Ada pelayan yang sedang membereskan kekacauan akibat semalam di kamar, Ai sengaja menjauhkan diri. Betapa malunya dirinya jika pelayan melihat ada noda darah serta pakaian yang berserakan disana.


Axton memaksanya untuk menggunakan pelayan, padahal Ai sudah bersiap untuk membersihkan kamar itu sendiri.  Suaminya tak ingin dirinya semakin kecapekan. Kini di ruang kerja Ai suda tertidur di sofa sedang Axton mengurus sesuatu di lantai bawah, meninggalkan istrinya saat terlelap tadi.


“ siapkan satu kamar tamu untuk malam ini. Kita akan kedatangan tamu, hidangkan menu yang lebih khusus juga” perintah Axton pada kepala pelayan kediaman.  Setelah memastikan semua persiapan sudah selesai Axton kembali ke lantai 3.


“ tuan “ panggil Brian yang baru saja datang segera mendekati Axton.


“ bagaimana?” tanya Axton meminta laporan atas perintahnya


“ tidak ada pergerakan tuan, masih di kerajaan. Mereka juga mengatakan kemungkinan membutuhkan waktu 3 bulan” jelas Brian. Membuat Axton mulai berfikir keras, keputusannya kali ini tidak akan berubah.


“ semakin dekat, kau teruskan saja” ucap Axton sebelum melangkah ke atas. Terkadang rasa bimbang dalam dirinya membuat Axton begitu takut kehilangan istrinya. Seakan menyuruhnya mengikuti apapun yang kerajaan inginkan.


Ai masih terlelap di sofa, Axton mendekatia istrinya.


“ sepertinya aku terlalu memaksamu semalam” lirih axton yang begitu kasihan melihat wajah lelah Ai, mau bagaimana lagi Ai begitu menggoda semalam. Axton tak bisa menahannya lagi. Benar-benar begitu membuatnya bergairah.


Perlahan di selipkannya tanganya di leher dan lutut Ai, Axton menggendong untuk memindahkan ke dalam kamar. Para pelayan sudah selesai merapikan kamar, kini sudah siap di tempati.


Perlahan Axton membaringkan Ai di atas ranjang, dia tidak langsung menarik diri. Di tatapnya wajah cantik sang istri yang semalam berhasil dia tahlukkan. Usapan halus mengenai pipi Ai, membuat wanita itu membuka matanya.


“ eem,, kenapa ?” tanya Ai saat membuka mata dan langsung melihat Axton menatapnya dalam.


“ maaf, membangunkanmu” Axton melanjutkan elusannya dengan senyum tipis.


“ jangan mengganggu tidurku” kesal Ai dan membalikkan tubuhnya kesamping. Ai tak ingin kehilangan waktu tidur berharganya.


“ mendengar kalimatmu malah membuatku ingin mengganggumu” guman Axton memiliki maksud lain.


“ jangan coba-coba” ucap Ai yang terdengar seperti angin lalu bagi Axton.


Beranjak menjauhi ranjang, Ai merasa tenang ketika tau Axton meninggalkannya. AI bisa tidur dengan nyaman. Tak berselang lama terdengar suara pintu yanga tertutup. Ai tersenyum ringan, mengeratkan pelukannya pada guling. Namun baru saja senang, Ai seperti mendengar langkah mendekat. Membuat Ai mengerutkan keningnya meski matanya sudah tertutup. Seakan memastikan sesuatu.


Ranjang bergoyang keras, Ai langsung membalikan tubuhnya. Ternyata dugaanya salah, Axton menutup pintu itu dari dalam. Kini dengan seringainya sudah bertelanjang dada mendekati Ai.


“ mau apa ?” Ai menyeret tubuhnya menjauh.


“ mengganggumu” jawab Axton. Kembali mengulangi kegiatan panas seperti semalam. Meski Ai berusaha menolaknya secara halus, tapi Axton tidak mudah dikalahkan. Akhirnya dirinya pasrah dan ikut menikmati sentuhan suaminya.


Waktu menjelang sore, Axton meninggalkan istrinya yang masih polosan di ranjang. Dia sedikit melupakan bahwa akan ada tamu yang datang, alhasil tamunya sudah hadir menunggunya di bawah.


“ Baron Allard, Baronesss Amber “ sapa Axton kepada tamunya. Dengan wajah riang kedua tamu itu membalas dengan tersenyum. Mereka berdiri untuk menyambut kedatangan pemilik kediaman.


“ Duke Wellington, dimana Duchess?” tanya Amber yang sedari tadi sudah menunggu melepas rindu kepada ponakan rasa anak itu.


“ dia masih di kamar, nanti akan turun” jawab Axton berbohong. Ai jelas-jelas kelelahan akibat ulahnya dan pastinya tidak akan turun dalam waktu dekat.


“ seperti biasa, sibuk dengan urusan yanga melelahkan” jawab Axton santai.


“ mari duduk” mereka bertiga duduk dan saling berbincang ringan. Sebelum akhirnya Axton menyuruh mereka beristirahat terlebiah dahulu. Sebentar lagi malam akan datang. Perjalanan yang lumayan lama pasti membuat pasangan Baron itu kecapean.


Ceklek.. ceklek


Axton mengerutkan keningnya mengetahui pintu kamarnya terkunci. Pasti ulah istrinya yang sedang kesal. Axton tertawa lucu menghadapi ulah konyol Ai. Segera saja langkah Axton berjalan menuju kamar Ai sebelumnya. Tidak tahu saja jika ada pintu penghubung disana. Axton tidak mudah dikalahkan dengan wanita lugu itu.


“ akk “ teriak Ai yang baru saja keluar dari pemandian melihat Axton duduk diranjang dan sedang menatap meremehkannya. Tentu saja kehadiran Axton benar-benar mengagetkannya,


“ bagaimana kau bisa masuk?” tanya Ai yang sedang mengalihkan perhatian Axton, karena sebenarnya bukan itu masalahnya. Tapi penampilan Ai yang hanya menggunakan handuk pendek. Dengan segera mengambil gaun tipis untuk menggantikan kain yang melilit tubuh mungilnya.


“ ini rumahku, tentu saja bisa” Axton mendekati Ai yang terlihat terburu-buru masuk ke pemandian lagi.


“ jangan ikuti aku” ancam Ai memasang pertahanan diri. Setelah benar-benar masuk, Ai segera memakai gaun dan keluar.


Kini Axton sedang berbaring di ranjang, Ai sedikit canggung dan memilih membuka kunci pintu. Dia benar-benar penasaran bagaimana caranya suaminya bisa masuk dengan pintu yanga terkunci.


“ kenapa dibuka?” pertanyaan Axton menyadarkan Ai yang terlalu hanyut dalam rasa penasaran.


“ biar aku bisa langsung pergi jika kau macam-macam lagi” jawab Ai asal, dia duduk di sofa dan mengeringkan rambutnya.


“ macam-macam seperti apa?” Axton berbaring menyamping dan menyangga kepalanya dengan telapak tangannya.


“ jangan menggodaku “ Ai sudah terlalu kesal, tidur siangnya di ganggu dan kini Axton dengan mudahnya masuk ke kamar,


“ kau lucu sekali, nanti makan malam akan ada tamu untukmu” Axton mencoba memperbaiki mood Ai yang rusak karena ulahnya.


“ tamu untukku? Siapa?” tanya Ai penasaran.


“ tentu saja kau akan tau nanti” jawab Axton sambil kembali terlentang. Ai seakan tersadar jika sejak semalam suaminya ini sedikit santai dengannya. Tidak sekaku sebelumnya. Axton sering tersenyum dan tertawa singkat. Membuat Ai semakin terpesona dan jatuh cinta pada suaminya.


“ beritau aku” Ai mendekat dan duduk di pinggir ranjang.


“ em, cium dulu” Axton kembali menggoda istrinya.


“ ih, mesum” tolak Ai, Axton kembali menyamping, merangkul pinggang sang istri.


“ kita suami istri Duchess “ rayu Axton.


“ emm,, tutup matamu” ucap Ai yang memiliki ide untuk menjahili suamianya itu. Tanpa menunggu Axton segera menutup matanya. Dilihat rencananya berhasil Ai menaruh kedua tangannya di pinggang Axton dan mulai menggelitiki suami mesumnya itu.


“ ahhh,, ahh,kau nakal sekali. Tunggu pembalasanku” Giliran Axton yang membawa naik istrinya dan menggelitiki Ai.


“ hahaha, cukup” uca Ai yang sudah lemas tertawa. Tak berselang lama keduanyapun larut dalam candaan. Kamar itu dipenuhi dengan suara tawa.