The New Duchess

The New Duchess
Bab 27 : Akhir 1



Grace membuka ketiga kotak itu, kali ini Ai benar-benar terkejut dengan isinya. Perhiasan itu benar-benar indah dan mewah.


“ wah, indah sekali” guman Ai mengagumi perhiasan yang ada di depannya.


“ semua ini saya termukan di kamar nyonya, tuan” ucap Grace yang berdiri membelakangi ketiga perhiasan itu.


Axton mengatur nafasnya yang memburu, bagaimana caranya dia mengatasi masalah ini. Bukti ini begitu kuat untuk menjadikan ucapan Grace semuanya benar. Percaya tidak percaya semua perhiasan ini sudah ada di depan mata.


“ kau yakin ini semua di temukan di kamarku?” Ai bertanya dengan nada datar. Ai sedikit memainkan sandiwara, ini sudah sampai pada klimaks. Tinggal penyelesaianya harus tepat sasaran.


Grace mengangguk lemah menjawab pertanyaan nyonyanya. Grace berlagak sok takut dan bersalah dengan ucapannya. Axton masih terdiam mencerna kejadian yang begitu mengagetkan.


“ apa kau ingin menjelaskan semua ini Duchess?”  Axton bertanya setelah memikirkan beberapa kalimat yang cocok.


“ aku tidak tau kenapa bisa tumpukan perhiasan ini berada di kamarku, mungkin ada seseorang yang memasukkanya “ jawab Ai bermaksud menyinggung Grace.


“ apa maksudmu dengan seseorang memasukkannya?” Axton sediki tertarik dengan perkataan Ai. Grace sedikit ketakutan jika rencananya gagal. Dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


“ iya mungkin ada seseorang yang ingin mengusirku, mulai dari buku keuangan yang tidak pernah aku tau, sampai dengan adanya tumpukan perhiasan ini di kamarku. Bukankah ini terlalu jelas untuk seorang pembohong” Ai terus saja mengeluarkan argumentnya, kini gilirannya untuk menggiring oponi Axton.


Axton menyadari semua penjelasan Ai memang dirasa benar, masalah ini begitu jelas menyudutkan Ai. Tapi dia juga tidak ada bukti untuk mangkir dari semua ini.


“ apa kau memiliki bukti dengan ucapanmu itu?” Axton mencoba lebih obyektif sekarang jangan sampai gegara ini dia harus kehilangan istri kecilnya.


“ em, sepertinya tidak “ jawab Ai enteng, kening Axton mengerut mendengar jawaban tidak masuk akal Ai.


“ tapi aku memiliki saksi” baru saja Axton ingin mengutarakan kekesalannya, kalimat lanjutan istrinya membuat dia lebih tenang. Namun tidak dengan Grace, dia berfikir keras apa selama ini dia meninggalkan jejak. Grace benar-benar yakin jika rencananya begitu bersih.


“ saksi, siapa?” Grace yang mulai ketakutan langsung saja bertanya pada Ai.


Melihat gelagat Grace yang cemas, Ai menaikkan sedikit sudut bibirnya. Grace tidak menyangka jika Ai bisa berbuat seperti ini.


“ pekerja itu, lelaki yang datang bersamamu saat membawa kotak-kotak ini ” jawab Ai enteng. Keringat dingin mulai terbentuk di dahi Grace. Bagaimana tidak pekerja yang membantunya itu tidak lain adalah lelaki yang menaruh semua itu di kamar nyonyanya.


‘ aduh, bagaimana jika dia membuka mulut’ batin Grace meremas ujung gaunnya.


Suasana menjadi begitu tegang, jelas sekali masalah ini begitu menggemparkan seisi rumah. Beberapa pelayan sengaja naik ke lantai atas, mereka mengintip serta mencuri dengar apa yang terjadi di ruang kerja tuannya itu.


“ katakan padaku apa kau yang menaruh kotak -kotak itu dikamarku?” tanya Ai langsung pada pointnya, dia berdiri sambil menunjuk pekerja.


Mata lelaki itu membola ketakutan, diliriknya Grace yang terlihat cemas.


“ cepat, katakan kau yang menaruh kotak-kota ini 2 hari yang lalu” Ai dengan gamblang mengatakannya. Dia tidak lagi main basa-basi.


“ t,,tidak nyonya. Saya tidak tau apapun terkait dengan kotak-kotok itu” jawab lelaki pekerja. Mata Grace melototinya memberikan tanda bahwa dia harus menyembunyikan kebenarannya.


“ nyonya, bukankah anda sendiri yang meminta dia mengambil perhiasan itu 5 hari yang lalu?” Grace langsung merubah rencananya. Setelah berfikir jika Grace tetap menyembunyikan hal ini sendiri kemungkinan penjaga gerbang akan membocorkan semuanya, jadi sekalian saja semua dilimpahkan pada nyonyanya. Di situasi yang tak terduga seperti ini membuat Grace kalang kabut menguatkan rencananya.


“ ah iya, saya memang  di tugaskan nyonya untuk mengambil perhiasan itu. Apakah nyonya lupa?”  ucap lelaki pekerja yang diberikan kode oleh Grace agar mengikuti rencananya.


Kedua orang itu bersengkokol menjatuhkan nyonyanya. Lelaki itu tidak mau kehilangan pekerjaanya jadi dengan terpaksa ikut menfitnah Ai. Padahal dalam hatinya lelaki pekerja ini tidak tega harus membuat nyonya yang sudah baik kepadanya bersalah seperti ini. Namun keadaan yanga memaksanya memilih jalan seperti ini.


Tatapan Axton begitu tajam pada Ai. Hampir saja ada harapan yang bisa membuat istrinya ini terbebas. Kini bertambah satu saksi yang ikut memberatkan posisi Ai. Axton menghembuskan nafas kasar, kenapa sulit sekali mempercayai kebenaran ini. Kini amarahnya sudah tak bisa di bendung.


“ apa kau mencoba berbohong Duchess?” Axton memijat ringan keningnya. Semakin lama semakin membuat istrinya tidak bisa mengelak dari masalah ini. Sungguh hati Axton begitu khawatir dengan ini.


“ tidak! Jelas sekali jika mereka berdua yang berbohong. Aku tidak pernah menyuruh lelaki ini mengambil perhiasan-perhiasan ini, lagipula ,,”


“ berhenti! Mau sampai kapan kau terus mengelak. Semua ini cukup jelas” Axton menaikkan suaranya. Bahkan membuat seisi ruangan kaget mendengarnya.


“ apa masih belum cukup bukti dan saksi ini? “ lanjut axton dengan nafas memburu. Grace bersorak riang dalam hati. Sebentar lagi rencananya untuk menyingkirkan Ai akan berhasil.


“ tidakkah kau malu dengan tindakanmu itu? Apa susahnya mengatakan langsung padaku jika kau ingin membeli perhiasan. Kenapa harus dengan cara sembunyi-sembunyi seperti ini? Apa ini ada hubungannya dengan kau merencanakan bisnis dengan lelaki ingusan itu?” Axton benar-benar tidak bisa mengatur emosinya. Ai langsung terdiam. Semua kata perkata yang dia dengar begitu menyayat hatinya. Sungguh dia tidak menyangka jika Axton akan semarah ini. Pertanyaan yang lebih seperti bentakan itu membuat Ai ingin menangis saat itu juga. Tapi dia tidak mau Grace melihat kelemahannya.


“ ya, aku memang terlahir miskin tanpa keluarga lengkap. Terbiasa bergaul dengan lelaki bahkan tinggal di tempat yang cocok dengan lelaki. Tapi kalian tidak bisa seenaknya merendahkanku seperti ini. Aku tegaskan padamu Duke Wellington, aku tidak mengambil sepeserpun uangmu itu. Dan kau jika memang aku yang menyuruhmu. Toko mana kau mengambilnya?” Ai menggebu ingin segera menyelesaikan masalah ini. Dia tidak mungkin langsung membawa pemilik toko untuk bersaksi, bukti kuat ini harus diletakkan di waktu yang benar. Jika tidak Grace pasti dengan mudah mengelaknya.


“ jawab !” Axton terdiam, baru kali ini melihat Ai menjadi sosok lain yang tegas dan keras.