
Dalbert segera meneruskan perjalanan, dia yakin jika seseorang yang menculik Ai pasti belum jauh. Lelaki itu akan menemukan jejak dan segera bisa menemukan keberadaan Duchess.
Meski dirinya tau, berita ini pasti akan segera sampai di kediamannya. Pihak keamanan pasti akan segera memberikan kabar dan meminta keterangan. Dalbert akan menjelaskan rencana mereka kepada orang tuanya nanti saja, sekarang keselamatan Ai lebih utama.
Lelaki itu menyusuri setiap empat sunyi dan beberapa kali memeriksa sejumlah penginapan. Dia juga memantau dari ketinggian, mungkin saja dia bisa menemukan sesuatu.
Hari semakin sore, kini Axton beserta pasukannya bersiap masuk ke istana tengah, kemungkinan malam ini mereka bisa bertemu dengan raja. Pengeran Aric yang mengetahui rencana ini jelas saja senang, dia akan bertemu dengan ayahnya.
“ pangeran sebaiknya anda menyimpan senjata ini, kemungkinan lawan kita akan semakin berat” ucap Duke dengan memberikan sebuah pistol kepada pengeran Aric.
“ terimakasih Duke” ucap pangeran Aric dan selanjutnya mereka segera mempersiapkan diri.
Segala rencana cadangan sudah selesai di bahas, mereka segera membentuk formasi. Dari penilaian Duke, jika indentitas pangeran Aric diketahui, kemungkinan beberapa penjaga pasti akan ikut membantu. Namun yang jelas terjadi adalah pasukan Sea akan melakukan sesuatu yang buruk bisa jadi istana akan menjadi medan perang dadakan.
Malam semakin larut, Axton dengan cekatan memimpin pasukannya masuk secara perlahan kedalam istana tengah. Beberapa penjaga bisa mereka lumpukan dengan cepat.
“ pangeran mari kita masuk” Axton segera menarik Aric dari perkelahian, mereka akan melalui jalur khusus.
Pengeran Aric tanpa banyak pikir segera mengikuti langkah Axton dia dengan segera mematuhi semua ucapan Duke tanpa ragu. Lelaki itu dengan di temani beberapa orang saja langsung menghilang berpindah tempat melalui lorong rahasia.
“ sebentar lagi kita akan mendapatkan bantuan” ucap Duke, mereka semakin dekat dengan kamar pribadi raja, dan kemungkinan para penjaga pasti akan ikut melindungi pengeran Aric.
“ semoga memang benar” Aric terus melangkah mengikuti Axton. kedua lelaki itu sudah saling percaya.
Perjalanan mereka membuahkan hasil, mereka sudah mendekati kamar raja. Beberapa penjaga menyambut kedatangan mereka, namun tidak sedikit yang melawan. Dari Sini Axton bisa menilai, jika penjaga yang berdekatan dengan raja kemungkinan memang sedang menunggu kedatangan pangeran Aric.
“ yang mulia” ucap beberapa penjaga beserta pengawal ribadi raja yang ikut keluar dan menyambut kedatangan Aric.
Dung,, dung,,, suara
alarm istana yang memberikan tanda bahwa istana sedang terancam. Dan alasannya tidak lain karena kedatangan mereka. maka tidak mungkin jika Sea tidak mengetahui hal ini. Lelaki itu pasti sudah menerima kabar kedatangan pangeran Aric beserta Duke Wellington.
“ apa? Tidak mungkin. Bagaimana bisa dia hidup kembali” Sea baru saja selesai memeriksa beberapa berkas istana, tiba-tiba saja penawalnya datang dan mengatakan informasi gawat ini. Sea terlihat cemas dan takut secara mendadak. Dia tidak percaya jika Axton masih hidup.
“ yang mulia, kita harus segera menyelamatkan diri” pengawal itu segera menyuruh tuannya untuk segera pergi. Mereka harus mencari tempat yang aman. Jika sudah berhadapan dengan Axton, mereka pasti akan kalah.
“ ya kau benar, suruh mereka segera melawan dan menahan Axton” Sea dengan tergesa-gesa keluar dari ruangannya. Dia akan bersembunyi di suatu tempat dulu, baru bisa memikirkan cara kelaur dari istana.
Kini istana dalam keadaan darurat, pasukan milik Sea terlihat lebih dominan dari pasukan Aric dan raja. Mereka masih dalam posisi genjatan senjata. Pangeran Aric dan Axton seakan terkurung di dalam istana raja.
Mereka berdua dengan ditemani pengawal raja masuk menuju kamar pribadi. Tidak banyak yang pengawal itu katakan, hanya memberikan inforasi bahwa kamar raja dalam keadaan terkunci.
Brak, dalam sekali tendang pintu itu langsung terbuka.
Seketika ketiga orang itu langsung melotot tidak percaya, lelaki nomor satu itu terlihat mengenaskan di atas ranjang mewahnya. Dia terbaring tidak berdaya dengan mulut mengeluarkan darah.
“ ayah” teriakn Aric menghampiri raja. Terlihat jika raja dalam keadaan di ambang kesadaran. Tangannya bergerak pelan menyambut kedatangan anaknya.
“ ayah, bagaimana bisa kau seperti ini?” Aric menangis melihat bagaimana buruknya kondisi ayahnya. Dia kini percaya dengan semua ucapan Duke mengenai kakaknya. Hatinya terasa sakit melihat ayahnya di perlakukan seperti ini.
“yang mulia, kita harus melakukan sesuatu” ucap pengawal raja yang ikut tidak terima dengan keadaan junjungannya.
Sedangkan Axton, lelaki itu tidak terlalu kaget. Dia sudah memperkirakan hal ini sebelumnya. Lelaki itu sedang sibuk memikirkan bagaimana menangkap Sea dan melumpuhkannya dengan keadaaan yang belum stabil. Banyak dari pasukan Sea yang melawan kerajaan. Dia harus membujuk atau jika perlu memerangi mereka semua.