
Dan seperti inilah
hasilnya, beberapa orang penegak hukum dengan ditemani beberapa prajurit sudah
ramai berdiri di depan kediaman Duke. Beberapa bangsawan yang tidak sengaja
lewat ikut mengantri menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi. Tidak biasanya penegak
hukum milik kerajaan bertindak langsung pada tersangkanya.
Didalam kediaman Ai sudah
di temani oleh Hardwin, lelaki itu sudah mengetahui rencana Grace, tapi dia
menyembunyikannya dari Ai, dia berlagak tidak tahu menahu dan seakan ingin
membantu wanita itu.
“ jadi ini yang
direncanakan Grace” Ai menunggu di dalam rumah, membiarkan tamunya menunggu di
halaman depan.
“ dia tidak mengakuinya
bukan?” Ai menanyakan kembali hasil pertemuan yang dia suruh Hardwin melakukannya.
Lelaki itu mengatakan bahwa Grace menolak kedatangannya sehingga dia tidak mendapatkan informasi
apapun.
“ ya, mungkin dia dan
putra mahkota memang bersengkokol” ucap Hardwin mengelabui.
“ nyonya saya membawakan
surat” Mily datang, dia baru selesai memeriksa surat sebelum rombongan
pengadilan itu datang.
“ surat dari siapa?”
Hardwin merasa sedikit khawatir, entah apa alasannya. Apa karena saat ini dia
tengah bersandiwara jadi merasa jika apapun bisa membongkar rahasianya.
“ paman” jawab Ai
singkat, detak jantung Hardwin melaju dengan cepat.
Ai segera membukanya,
matanya melebar begitu tau apa yang paman Al sampaikan didalam suratnya.
“ tidak, Axton” raut
cemas Ai tak bisa disembunyikan. Wanita itu tampak gelisah dan tidak fokus.
“ ada apa nyonya?” Mily
ikut penasaran apa yang membuat nyonyanya begitu ketakutan.
“ Hardwin kau tahan
mereka selama mungkin, dan jika mendesak bilang saja aku sedang memulihkan
diri. Aku harus pergi” Ai bergeras menutup surat itu dan beranjak pergi. Namun
jalannya terhenti saat sebuah tangan mencengkram lengannya kuat. Dilihatnya
ulah siapa itu.
“ Hardwin lepaskan, aku
terburu-buru” Ai masih tidak mengerti sejatinya apa yang Hardwin rencanakan.
Lelaki itu tidak bergeming, dia tetap menahan kepergian Ai.
“ tuan Hadwin, “ Milly
ikut memperingati Hardwin.
“ kita lebih baik
meneruskan pertemuan” Hardwin menarik Ai untuk kembali ke halaman depan, pihak
penegak hukum yang sudah memberikan laporan penangkapan terlihat senang akan
kehadiran Duchess.
“ Hardwin kau!,.
bisa-bisanya kau melakukan ini” Ai melotot marah atas tindakan Hardwin. Dia
tidak menyangka jika lelaki itu melakukan hal ceroboh seperti ini.
“ seperti yang sudah
kalian tau, Duchess memang menyembunyikan Grace di kediaman lain, tapi tuduhan lain
yang mengatakan hal ini karena Grace mengandung anak Duke sedikit meragukan.
Duchess adalah bangsawan kelas atas, sebelum adanya saksi lain, bukankah Duchess
menorehkan rasa kecewa pada hati Ai.
Penegak hukum saling
berpandangan, apa yang Hardwin sampaikan tidak salah. Mereka tidak bisa membawa
Ai serta merta lalu menahanya. Jika mereka terus bersikeras orang-orang pasti
mencurigainya. Apalagi jika raja mendengar hal ini. Mau tidak mau mereka hanya bisa sampai sini saja.
“ ya memang benar
perkataan anda tuan muda Kleiner, tapi apa anda bisa menjamin bahwa Duchess
tidak akan melarikan diri?” ucap ketua
rombongan.
“ jika kalian tidak
percaya, kalian bisa ikut mengirimkan pasukan untuk menjaga kediaman” ucap
Hardwin lantang. Ai bahkan sudah tidak bisa berkata apapun, dia syok dengan
tindakan Hardwin. Seakan tidak mempercayai bahwa temannya sudah
mengkhianatinya. Ai hanya bisa menatap tajam ke arah lelaki itu.
Keadaan lain di pasukan
Aric, sore harinya mereka sudah berhasil mengetahui perwakilan itu, kini mereka
berkumpul untuk merundingan tujuan mereka kemari.
“ kami tau kalian adalah
perwakilan raja” kedua orang yang berpakain sederhana itu seakan kaget ada
seseorang yang mengetahui identitas mereka.
“ jadi apa yang kalian
bawa?” ucap pengawal itu.
“ siapa sebenarnya
kalian?” perwakilan itu seakan khawatir dengan posisi sumpulan orang yang
berada di hadapan mereka.
“ aku pengawal pribadi
pangeran Aric, saat ini keselamatan pangeran sedang terancam” pengawal itu
berterus terang, dia yakin rajanya pasti mengerti situasinya.
“ kau pengawal pangeran
Aric, kami memiliki sesuatu untuk pengeran Aric, ini berasal langsung dari
raja” perwailan itu memberikan amplop
besar seperti sebuah laporan khusus.
“ apa ini?” pengawal itu
menerima benda itu.
“ kami tidak tau, tugas
kami hanya mengantarkan”
Pengawal itu
membolak-balik benda itu kemudian membukanya.
“ jangan di buka, hanya
pangeran yang boleh membukanya” cegah para perwakilan itu.
“ sudah aku jelaskan di awal,
pangeran Aric sedang mendapatkan masalah. Kita harus tau apa isi dari laporan
ini!” pengawal itu berkata tegas dengan wajah garang. Berurusan dengan orang
tidak tau bagaimana kerasnya ‘lapangan’ sangat menyusahkan mereka hanya
mengetahui yang tampak saja padahal banyak sekali hal tersembunyi yang
mengincar kerajaan.
“ raja memang mengerti,
malam ini kita selamatkan pangeran” teriak pengawal itu sesaat setelah
mengetahui isi dari lembaran yang di berikan raja. Dia amat sangat senang dan
berterimakasih atas bantuan raja. Hal ini sangat membantunya untuk melindungi
keselamatan pangeran Aric.