The New Duchess

The New Duchess
Bab 71 B : Waspada



Dan seperti inilah


hasilnya, beberapa orang penegak hukum dengan ditemani beberapa prajurit sudah


ramai berdiri di depan kediaman Duke. Beberapa bangsawan yang tidak sengaja


lewat ikut mengantri menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi. Tidak biasanya penegak


hukum milik kerajaan bertindak langsung pada tersangkanya.


Didalam kediaman Ai sudah


di temani oleh Hardwin, lelaki itu sudah mengetahui rencana Grace, tapi dia


menyembunyikannya dari Ai, dia berlagak tidak tahu menahu dan seakan ingin


membantu wanita itu.


“ jadi ini yang


direncanakan Grace” Ai menunggu di dalam rumah, membiarkan tamunya menunggu di


halaman depan.


“ dia tidak mengakuinya


bukan?” Ai menanyakan kembali hasil pertemuan yang dia suruh Hardwin melakukannya.


Lelaki itu mengatakan bahwa Grace menolak kedatangannya  sehingga dia tidak mendapatkan informasi


apapun.


“ ya, mungkin dia dan


putra mahkota memang bersengkokol” ucap Hardwin mengelabui.


“ nyonya saya membawakan


surat” Mily datang, dia baru selesai memeriksa surat sebelum rombongan


pengadilan itu datang.


“ surat dari siapa?”


Hardwin merasa sedikit khawatir, entah apa alasannya. Apa karena saat ini dia


tengah bersandiwara jadi merasa jika apapun bisa membongkar rahasianya.


“ paman” jawab Ai


singkat, detak jantung Hardwin melaju dengan cepat.


Ai segera membukanya,


matanya melebar begitu tau apa yang paman Al sampaikan didalam suratnya.


“ tidak, Axton” raut


cemas Ai tak bisa disembunyikan. Wanita itu tampak gelisah dan tidak fokus.


“ ada apa nyonya?” Mily


ikut penasaran apa yang membuat nyonyanya begitu ketakutan.


“ Hardwin kau tahan


mereka selama mungkin, dan jika mendesak bilang saja aku sedang memulihkan


diri. Aku harus pergi” Ai bergeras menutup surat itu dan beranjak pergi. Namun


jalannya terhenti saat sebuah tangan mencengkram lengannya kuat. Dilihatnya


ulah siapa itu.


“ Hardwin lepaskan, aku


terburu-buru” Ai masih tidak mengerti sejatinya apa yang Hardwin rencanakan.


Lelaki itu tidak bergeming, dia tetap menahan kepergian Ai.


“ tuan Hadwin, “ Milly


ikut memperingati Hardwin.


“ kita lebih baik


meneruskan pertemuan” Hardwin menarik Ai untuk kembali ke halaman depan, pihak


penegak hukum yang sudah memberikan laporan penangkapan terlihat senang akan


kehadiran Duchess.


“ Hardwin kau!,.


bisa-bisanya kau melakukan ini” Ai melotot marah atas tindakan Hardwin. Dia


tidak menyangka jika lelaki itu melakukan hal ceroboh seperti ini.


“ seperti yang sudah


kalian tau, Duchess memang menyembunyikan Grace di kediaman lain, tapi tuduhan lain


yang mengatakan hal ini karena Grace mengandung anak Duke sedikit meragukan.


Duchess adalah bangsawan kelas atas, sebelum adanya saksi lain, bukankah Duchess


menorehkan rasa kecewa pada hati Ai.


Penegak hukum saling


berpandangan, apa yang Hardwin sampaikan tidak salah. Mereka tidak bisa membawa


Ai serta merta lalu menahanya. Jika mereka terus bersikeras orang-orang pasti


mencurigainya. Apalagi jika raja  mendengar hal ini. Mau tidak mau  mereka hanya bisa sampai sini saja.


“ ya memang benar


perkataan anda tuan muda Kleiner, tapi apa anda bisa menjamin bahwa Duchess


tidak akan melarikan diri?”  ucap ketua


rombongan.


“ jika kalian tidak


percaya, kalian bisa ikut mengirimkan pasukan untuk menjaga kediaman” ucap


Hardwin lantang. Ai bahkan sudah tidak bisa berkata apapun, dia syok dengan


tindakan Hardwin. Seakan tidak mempercayai bahwa temannya sudah


mengkhianatinya. Ai hanya bisa menatap tajam ke arah lelaki itu.


Keadaan lain di pasukan


Aric, sore harinya mereka sudah berhasil mengetahui perwakilan itu, kini mereka


berkumpul untuk merundingan tujuan mereka kemari.


“ kami tau kalian adalah


perwakilan raja” kedua orang yang berpakain sederhana itu seakan kaget ada


seseorang yang mengetahui identitas mereka.


“ jadi apa yang kalian


bawa?” ucap pengawal itu.


“ siapa sebenarnya


kalian?” perwakilan itu seakan khawatir dengan posisi sumpulan orang yang


berada di hadapan mereka.


“ aku pengawal pribadi


pangeran Aric, saat ini keselamatan pangeran sedang terancam” pengawal itu


berterus terang, dia yakin rajanya pasti mengerti situasinya.


“ kau pengawal pangeran


Aric, kami memiliki sesuatu untuk pengeran Aric, ini berasal langsung dari


raja” perwailan itu memberikan  amplop


besar seperti sebuah laporan khusus.


“ apa ini?” pengawal itu


menerima benda itu.


“ kami tidak tau, tugas


kami hanya mengantarkan”


Pengawal itu


membolak-balik benda itu kemudian membukanya.


“ jangan di buka, hanya


pangeran yang boleh membukanya” cegah para perwakilan itu.


“ sudah aku jelaskan di awal,


pangeran Aric sedang mendapatkan masalah. Kita harus tau apa isi dari laporan


ini!” pengawal itu berkata tegas dengan wajah garang. Berurusan dengan orang


tidak tau bagaimana kerasnya ‘lapangan’ sangat menyusahkan mereka hanya


mengetahui yang tampak saja padahal banyak sekali hal tersembunyi yang


mengincar kerajaan.


“ raja memang mengerti,


malam ini kita selamatkan pangeran” teriak pengawal itu sesaat setelah


mengetahui isi dari lembaran yang di berikan raja. Dia amat sangat senang dan


berterimakasih atas bantuan raja. Hal ini sangat membantunya untuk melindungi


keselamatan pangeran Aric.