
Tanpa pikir panjang Ai
segera mengambil peta tersebut, dilihatnya dengan teliti.
“ berapa lama perjalanan
dari sini ke kota itu?” Ai sangat terpancing, dia sungguh ingin segera kesana.
Tuan ketua menatap Ai
kemudian berganti ke Hardwin, lelaki itu merasa aneh dengan antusias wanita
yang menyamar sebagai lelaki ini. Ia takut memberikan informasi kepada
seseorang yang salah.
“ jangan khawatir, jawab
saja pertanyaanya” Hardwin terus meyakinkan tuan ketua. Tapi tidak dengan mengatakan
identitas Ai yang asli.
“ sekitar 2-3 hari, jika
kalian memang ingin kesana mungkin bisa dengan jalur logistic kami. Keamanan
disana begitu ketat, dengan jalur kami kemungkinan persyaratan birokrasi bisa
sedikit diminimalisir” tuan ketua menjelaskan secara mendetail, dia merasa
memang dua orang dihadapannya tidak memiliki niat buruk. Hardwin mengangguk
singkat kemudian menatap kearah Ai lama. Wanita terlihat berbinar, semua jalan
terasa begitu mudah sekarang.
“ lalu pasukan kami
bagaimana?” Hardwin tetap berjaga-jaga, dia tidak boleh melupakan niat
pentingnya menuju perbatasan.
“ kalian bisa datang
terlebih dahulu, pasukan kalian tetap harus melewati pos keamanan, jika kalian
bisa masuk lebih dahulu pengaturan pasukan bisa lebih mudah di lakukan” semua
penjelasan di tangkap dengan baik oleh Hardwin dan juga Ai.
“ kapan jadwal
pengantaran logoistik berangkat?” Ai bertanya.
“ kalian beruntung,
jadwal terdekat adalah sore ini” sudut bibir wanita itu tertarik, dia senang karena
tidak perlu menunggu waktu yang lama dia bisa berangkat ke kota Tordor.
Setelah pembicaraan
selesai Ai dan Hardwin kembali ke pasukannya. Mereka berdua perlu menyusun
strategi saat ketidak hadiran mereka di sisi pasukan. Belum lagi beberapa
persediaan makanan menipis dan perlu mengisi sebelum perjalanan di mulai.
Hardwin memanggil orang
kepercayaanya di dalam tenda pusat. Sedangkan yang lain sedang beristirahat.
Didalam tenda tersebut sudah ada Ai, Hardwin dan orang kepercayaan Hardwin.
“ kita sudah berunding
dengan komandan pasukan kota, tugas kita selanjutnya adala menuju kota Tordor,
kota paling dekat dengan perbatasan. Kami akan berangkat sore ini dan kalian
bisa mempersiapkan diri untuk berangkat besok “ jelas Hardwin yang duduk di
depan anak buahnya yang sedang berdiri.
“ siap tuan,” jawab si
anak buah.
Semua rencana sudah dia
sampaikan detailnya, tidak ada kendala serius. Untuk sementara Hardwin
menuliskan surat untuk mereka bawa buat jaga-jaga jika mereka terkena syarat
admistrasi kota.
Waktu masih siang, Ai dan
Hardwin sedang bersantai sambil menunggu waktu pengiriman logistic tiba.
“ apa kau yakin Duke
berada disana?” Hardwin memulai pembicaraan. Setelah makan siang mereka duduk
bersantai di bawah sebuah pohon rindang di tepi Camp militer.
“ setidaknya aku yakin
ini akan semakin membimbing kita bertemu dengan Axton, kemungkinan pangeran
Aric juga berada di sana” Ai memberikan penilaianya , dia sudah bertekad dan
memikirkan semuanya dengan matang. Jika Axton benar –benar tidak disana, dia
sendiri akan menyebrang ke wilyah musuh untuk menjemput suaminya.
“ melihat keyakinanmu,
aku merasa lega. Ainsley yang dulu sudah kembali” Hardwin tersenyum singkat,
itu sudah seperti mayat hidup yang tidak memiliki harapan.
“ semuanya karena Axton” kalimat
itu seakan meremas kuat hati Hardwin. Dadanya terasa sesak sedang tubuhnya
seolah sayu. Ai hanya memikirkan Duke,
semua yang dia lakukan adalah demi suaminya. Dan itu sukses mematahkan hatinya
kesekian kalinya. Kenyataan pahit ini belum bisa menyadarkan Hardwin untuk
merelakan rasa cinta kepada Ai. lelaki itu masih belum juga sadar bahwa rasa
cintanya seolah berubah menjadi obsesi.
Sore telah tiba,
rombongan logistic sudah meninggalkan kota Nialu. Ai dan Hardwin bercampur
dengan pasukan kota. Mereka mengenakan seragam yang sama sehingga tidak
menujukkan bahwa mereka memiliki kepentingan yang berbeda dengan yang lainnya.
Berhari-hari mereka
memulai jalan yang cukup berliku, beberapa kali berhenti untuk mengambil bahan
serta beristirahat. Pasukan kota tidak mempermasalahkan kehadiran mereka,
bahkan beberapa kali Hardwin memberikan sedikit taktik dalam menjaga perbekalan
makanan.
Sampai beberapa hari
kemudian mereka sampai di gerbang kota Tordor. Meskipun tuan ketua sudah
memberikan wacana bahwa proses birokrasi dan keamanan rombongan logistic akan
jauh lebih sedikit, namun yang Ai dan Hardwin alami bahwa pemeriksaan kota
Tordor ini terbilang ketat dan panjang.
Meski sudah beberapa kali
rombongan mengantarkan makanan, mereka tetap wajib melapor serta menulis
identitas. Belum lagi dengan pengecekkan bahan bawaan serta senjata. Semuanya begitu
tertata rapi. Keamanan kota sungguh ketat. Nuansa perbatasan sungguh terasa
mencekam.
Berbeda dengan kota
Nilau, di kota Tordor hanya sedikit warga kota yang terlihat. Hampir penghuni
kota adalah para pasukan tentara penjaga. Belum lagi pada gerbang kota yang
mengadap perbatasan, regu panah sudah tersedia dengan pengaturan jaga yang
tertib.
Baik Ai dan Hardwin
dibuat takjub dengan sedikit gemetar melihat para pasukan dengan wajah serius. Tidak
ada waktu untuk bersantai seperti saat di kota Nialu. Pasukan disini seakan
sibuk dengan jadwal yang padat.
Setelah dirasa cukup
membantu pasukan logistic, Ai dan Hardwin segera memisahkan diri untuk mencari
komandan pasukan. Mereka sudah mengatakan pada pasukan dalam kota dan saat ini mereka sedang berjalan mengkuti
pasukan dalam.
Sampai mereka berada di
sebuah ruangan yang tertutup. Mereka di persilahkan untuk masuk. Namun setelah
masuk bukannya di sambut, pintu ruangan itu secara tiba-tiba di tutup dan di
kunci dari luar.
“ hey. Buka” Hardwin berteriak,
mereka merasa di tipu. Bagaimana bisa mereka menguncinya.
Dok dok dok pintu ruangan
di kedor dengan kuat oleh Hardwin.
“ hentikan, aku sudah
merasa aneh jika keinginan kita langsung di setujui oleh mereka” Ai sudah
memikirkan apa alasan mereka bisa diperlakukan seperti ini, dan Ai menemukan satu kemungkinan.
“ maksudmu?”
“ mereka sedang
menunjukkan proses keamanan, apa kau tidak bisa menilai seberapa ketatnya
pengamanan mereka, kita sedang di tes” Ai akhirnya duduk dengan tenang. Pasukan
dalam pasti sedang mencari informasi terkait Ai dan Hardwin kepada pasukan logistic
yang baru saja sampai. Entah berapa lama mereka akan di percaya dan di biarkan
menemui komandan pasukan.