
Mily tidak bisa berkata-kata,
mulutnya bergetar tidak bisa dia kendalikan. Bahkan kerongkorngannya terasa
tercekat tak ada suara apapun yang keluar selain rintihan dingin dan suara gigi
yang beradu.
Kesadarannya mulai
menipis, sudah tidak sanggup menahan rasa dingin yang tajam menjalar disekujur
tubuhnya. Wanita itu tampak lemah tak berdaya.
“ bawa dia” ucap penjaga
itu, Mily hanya bisa pasrah. Entah kemana lagi dia akan di bawa. Mungkin ke
tempat penyiksaan yang lebih kejam lagi. Padahal dengan air dingin saja Mily
sudah tidak sanggup menahannya apalagi dengan lainnya.
Mily merasa tubuhnya
melayang kakinya tak nampak di tanah. Bahkan dia tidak perlu menyeret kakinya
untuk mengikuti kemana dia akan di bawa. Mily semakin menggigil saat kulit
dinginnya beradu dengan udara dingin. Saat itu juga penglihantanya mulai buram,
pendengarannya berdenging dan tak lama wanita itu sudah tak sadarkan diri.
“ tuan ada kabar jika pelayan
Duchess dipindahkan dari tahanan” salah satu orangnya melapor. Hardwin
mengerutkan keningnya, dia bingung harus melakukan apa. Dirinya masih kesal
dengan Mily yang seakan sedang menutupi sesuatu darinya, apalagi pencarian Ai
juga belum membuahkan hasil. Hardwin sedang tidak ingin mengurusi hal lainnya.
“ kemana dia
dipindahkan?” tanya Hardwin.
“ kami belum menemukan,
tapi sepertinya bukan di tahanan kota” hal ini membuat Hardwin sedikit curiga,
bagaimana bisa Mily dengan cepat dipindahkan tanpa ada proses hukum.
“ cari tau kemana dia
dipindahkan” jawab Hardwin singkat. Meski ada sedikit rasa kasian pada pelayan
itu, namun Hardwin langsung menepisnya. Menganggap jika pelayan itu tidak
mengalami hal buruk.
“ baik tuan” lelaki itu
keluar.
Hari masih siang saat Hardwin
sampai di kediaman Lady Bart. Dia harus menanyakan mungkin saja wanita ini
memiliki informasi kemana pergi Duchess.
“ silahkan masuk tuan “
ucap salah satu pelayan rumah. Hardwin berada di ruang tamu, dia melihat-lihat
beberapa foto yang terpajang disana. Lelaki itu sedang dalam kondisi mood yang
bagus.
“ itu foto Grand Duke”
Grace baru saja keluar dan mendapati Hardwin menatap seksama sebuah foto. Akhirnya
memberikan penjelasan.
“ keluarga kalian cukup dekat
ternyata” jawab Hardwin tanpa menoleh, lelaki itu bergilir memandangi foto
lainnya.
“ memang, saat ayahku
masih ada, kami sering main bersama. Aku dan Duke bisa dikatakan tumbuh bersama”
Grace menuangkan teh untuk tamunya. Wanita itu kemudian duduk di sofa.
“ tak heran kau sangat
dendam pada Ainsley” Hardwin menyindir sikap Grace yang dulu. Wanita itu
tersenyum mengiyakan. Dia begitu mendambakan Axton. karena tak ada sautan dari
Grace, Hardwin akhirnya ikut duduk di sofa sambil menyerumput teh nya.
“sudah mendengar kabar
campur di peradilan.
“ menghilangnya Duchess
atau jatuhnya perbatasan?” Grace tidak mengetahui apa yang sebenarnya lelaki
itu cari.
“ ya keduanya, dan yang terakhir Mily dipindahkan
setelah memberikan kesaksian yang begitu mengejutkan” Grace mengerutkan
keningnya, dia tidak tahu mengenai kesaksian Mily.
“ apa yang dia ucapkan?” Grace sedikit panic, wanita itu tidak bisa
memprediksi apapun.
“ tentu saja kebenaran
siapa ayah kandung bayimu” manic wanita itu melotot. Bagaimana bisa dia
kecolongan. Grace berjanji akan mengatakan kebenaranya pada raja, tapi kenapa
Mily bisa mendahuluinya. Jelas ini pasti atas suruhan Duchess.
“wanita itu, entah
bagaimana kondisinya” Hardwin sadar jika Grace merasa tertipu, wanita itu tidak
mengetahui perihal masalah peradilan. Sia-sia
saja lelaki itu datang kemari belum juga dari tingkahnya saja Hardwin sudah
mengira jika Grace pasti tidak mengetahui kemana Ai pergi.
“ apa dia bisa selamat?”
guman Grace, jika orang dibalik kepindahan Mily adalah orangnya putra mahkota
maka tamat sudah riwayatnya. Grace saja masih dengan terpaksa tutup mulut. Tidak
berani mengatakan atau jika tidak dia akan celaka.
“ kita lihat saja nanti”
ucap Hardwin.
Grace meremas kedua
tangannya, dia cemas kesepakatannya dengan Sea akan terganggu dengan kesaksian
dari Mily. Wanita itu memang menyadari dengan jatuhnya perbatasan dirinya juga
ikut dalam masalah besar. Satu-satunya orang yang menjadi saksi adalah Duchess
dan Duke, yang kini kabar keduanya masih belum bisa di pastikan. Keduanya sama-sama
menghilang.
“ apa kau bisa membawaku
menghadap raja?” Grace harus segera melakukan tindakan. Dia tidak mungkin
berdiam diri dan menunggu Sea datang untuk membunuhnya. Grace menyesal, benar
kata Ai. dia sudah egois dan inilah karma yang dia terima.
Wanita itu akan
mengatakan semua kebenarannya kepada raja, bagaimana perangai Sea kepadanya dan
kepada Duke. Bagimana Sea melakukan
kejatan hingga dia mengandung anak kerajaan. Grace juga akan mengatakan apa
yang Sea ancamkan bila tidak mengikuti perintahnya untuk menjebak kediaman
Wellington. Grace akan meminta perlindungan pada raja.
“ raja? “ Hardwin belum
mengerti dengan pemikiran Grace.
“ sebelum Putra mahkota
kembali, raja harus tau jika ini memanglah anak Sea. Atau kalau tidak aku
akan..”
“ lelaki itu pasti
meminta perhitungan padamu” potong Hardwin. Lelaki itu seakan tersadar akan
sesuatu. Jika Grace tewas dan Duke tidak kembali, maka keselamatan Ai yang
terancam. Kasus yang menimpanya benar-benar tidak bisa dielakkan. Gawat.
“ aku akan membawamu saat
ini juga menghadap raja” ucap Hardwin tegas.