The New Duchess

The New Duchess
Bab 85 : Panik



Mily tidak bisa berkata-kata,


mulutnya bergetar tidak bisa dia kendalikan. Bahkan kerongkorngannya terasa


tercekat tak ada suara apapun yang keluar selain rintihan dingin dan suara gigi


yang beradu.


Kesadarannya mulai


menipis, sudah tidak sanggup menahan rasa dingin yang tajam menjalar disekujur


tubuhnya. Wanita itu tampak lemah tak berdaya.


“ bawa dia” ucap penjaga


itu, Mily hanya bisa pasrah. Entah kemana lagi dia akan di bawa. Mungkin ke


tempat penyiksaan yang lebih kejam lagi. Padahal dengan air dingin saja Mily


sudah tidak sanggup menahannya apalagi dengan lainnya.


Mily merasa tubuhnya


melayang kakinya tak nampak di tanah. Bahkan dia tidak perlu menyeret kakinya


untuk mengikuti kemana dia akan di bawa. Mily semakin menggigil saat kulit


dinginnya beradu dengan udara dingin. Saat itu juga penglihantanya mulai buram,


pendengarannya berdenging dan tak lama wanita itu sudah tak sadarkan diri.


“ tuan ada kabar jika pelayan


Duchess dipindahkan dari tahanan” salah satu orangnya melapor. Hardwin


mengerutkan keningnya, dia bingung harus melakukan apa. Dirinya masih kesal


dengan Mily yang seakan sedang menutupi sesuatu darinya, apalagi pencarian Ai


juga belum membuahkan hasil. Hardwin sedang tidak ingin mengurusi hal lainnya.


“ kemana dia


dipindahkan?” tanya Hardwin.


“ kami belum menemukan,


tapi sepertinya bukan di tahanan kota” hal ini membuat Hardwin sedikit curiga,


bagaimana bisa Mily dengan cepat dipindahkan tanpa ada proses hukum.


“ cari tau kemana dia


dipindahkan” jawab Hardwin singkat. Meski ada sedikit rasa kasian pada pelayan


itu, namun Hardwin langsung menepisnya. Menganggap jika pelayan itu tidak


mengalami hal buruk.


“ baik tuan” lelaki itu


keluar.


Hari masih siang saat Hardwin


sampai di kediaman Lady Bart. Dia harus menanyakan mungkin saja wanita ini


memiliki informasi kemana pergi Duchess.


“ silahkan masuk tuan “


ucap salah satu pelayan rumah. Hardwin berada di ruang tamu, dia melihat-lihat


beberapa foto yang terpajang disana. Lelaki itu sedang dalam kondisi mood yang


bagus.


“ itu foto Grand Duke”


Grace baru saja keluar dan mendapati Hardwin menatap seksama sebuah foto. Akhirnya


memberikan penjelasan.


“ keluarga kalian cukup dekat


ternyata” jawab Hardwin tanpa menoleh, lelaki itu bergilir memandangi foto


lainnya.


“ memang, saat ayahku


masih ada, kami sering main bersama. Aku dan Duke bisa dikatakan tumbuh bersama”


Grace menuangkan teh untuk tamunya. Wanita itu kemudian duduk di sofa.


“ tak heran kau sangat


dendam pada Ainsley” Hardwin menyindir sikap Grace yang dulu. Wanita itu


tersenyum mengiyakan. Dia begitu mendambakan Axton. karena tak ada sautan dari


Grace, Hardwin akhirnya ikut duduk di sofa sambil menyerumput teh nya.


“sudah mendengar kabar


campur di peradilan.


“ menghilangnya Duchess


atau jatuhnya perbatasan?” Grace tidak mengetahui apa yang sebenarnya lelaki


itu cari.


“ ya  keduanya, dan yang terakhir Mily dipindahkan


setelah memberikan kesaksian yang begitu mengejutkan” Grace mengerutkan


keningnya, dia tidak tahu mengenai kesaksian Mily.


“ apa yang dia ucapkan?”  Grace sedikit panic, wanita itu tidak bisa


memprediksi apapun.


“ tentu saja kebenaran


siapa ayah kandung bayimu” manic wanita itu melotot. Bagaimana bisa dia


kecolongan. Grace berjanji akan mengatakan kebenaranya pada raja, tapi kenapa


Mily bisa mendahuluinya. Jelas ini pasti atas suruhan Duchess.


“wanita itu, entah


bagaimana kondisinya” Hardwin sadar jika Grace merasa tertipu, wanita itu tidak


mengetahui perihal masalah peradilan.  Sia-sia


saja lelaki itu datang kemari belum juga dari tingkahnya saja Hardwin sudah


mengira jika Grace pasti tidak mengetahui kemana Ai pergi.


“ apa dia bisa selamat?”


guman Grace, jika orang dibalik kepindahan Mily adalah orangnya putra mahkota


maka tamat sudah riwayatnya. Grace saja masih dengan terpaksa tutup mulut. Tidak


berani mengatakan atau jika tidak dia akan celaka.


“ kita lihat saja nanti”


ucap Hardwin.


Grace meremas kedua


tangannya, dia cemas kesepakatannya dengan Sea akan terganggu dengan kesaksian


dari Mily. Wanita itu memang menyadari dengan jatuhnya perbatasan dirinya juga


ikut dalam masalah besar. Satu-satunya orang yang menjadi saksi adalah Duchess


dan Duke, yang kini kabar keduanya masih belum bisa di pastikan. Keduanya sama-sama


menghilang.


“ apa kau bisa membawaku


menghadap raja?” Grace harus segera melakukan tindakan. Dia tidak mungkin


berdiam diri dan menunggu Sea datang untuk membunuhnya. Grace menyesal, benar


kata Ai. dia sudah egois dan inilah karma yang dia terima.


Wanita itu akan


mengatakan semua kebenarannya kepada raja, bagaimana perangai Sea kepadanya dan


kepada Duke.  Bagimana Sea melakukan


kejatan hingga dia mengandung anak kerajaan. Grace juga akan mengatakan apa


yang Sea ancamkan bila tidak mengikuti perintahnya untuk menjebak kediaman


Wellington. Grace akan meminta perlindungan pada raja.


“ raja? “ Hardwin belum


mengerti dengan pemikiran Grace.


“ sebelum Putra mahkota


kembali, raja harus tau jika ini memanglah anak Sea. Atau kalau tidak aku


akan..”


“ lelaki itu pasti


meminta perhitungan padamu” potong Hardwin. Lelaki itu seakan tersadar akan


sesuatu. Jika Grace tewas dan Duke tidak kembali, maka keselamatan Ai yang


terancam. Kasus yang menimpanya benar-benar tidak bisa dielakkan. Gawat.


“ aku akan membawamu saat


ini juga menghadap raja” ucap Hardwin tegas.