The New Duchess

The New Duchess
Bab 71 A: Waspada



“ kau bilang apa?” Sea


meneliti pemimpin kota yang bau saja melaporkan hasil kerjanya.


“pangeran Aric sudah


tertangkap semalam, saat ini sudah di tahan di pos penjaga terakhir” lelaki itu


mengatakan dengan lantang, dia yakin hal ini pasti akan meredam kemarahan putra


mahkota.


“ bagus, bagus” Sea


meminum tehnya pelan, dia merasa sedikit senang.


“ jadi bagaimana


kelanjutannya yang mulia?” pemimpin bertanya, dia tidak tau juga bagaimana


mengatasi pangeran itu.


“ hemm, perang baru


berlangsung 2 hari yang lalu. kita masih perlu berwaspada, tahan dulu. Jika


memberontak tinggal eksekusi saja” jawab Sea enteng, dia tidak merasa perlu


memikirkan keselamatan adiknya itu. Toh tak ada yang tau jika dia menahan Aric,


mengatakan jika Aric tewas di medan perang juga bukan rencana yang buruk.


“ baik yang mulia”


pemimpin itu berpamitan dan pergi meninggalkan ruangan.


“ apa tidak terlalu


beresiko untuk membunuhnya yang mulia?” pengawal pribadinya yang semenjak tadi


memperhatikan kini mengatakan penilaiannya.


“ dia hanya anak kemarin


sore, aku yakin raja juga tidak mengetahui keberangkatannya. Kalaupun tau kita


tinggal bilang dia tewas di medan perang selesai” Sea tidak merasa terganggu


dengan perlawanan adiknya, dia bukan tandingannya.


Pengawal itu seakan masih


belum tenang dengan pilihan yang di ambil tuannya. Aric masihlah anggota


keluarga berstatus pangeran, gelar yang bukan main-main. Jika pangeran itu


tewas, garis keturunan kerajaan juga pasti akan berpengaruh. meskipun sebagai


bawahan dari putra mahkota yang kejam, lelaki ini juga sangat mengagumkan gelar


kebangsawanaa. Dia begitu mengkhusukan jika berkaitan dengan kerajaan, inilah


alasannya dia mau setia melindungi putra mahkota, baginya keturunan raja adalah


segalanya.


“ mohon izinkan saya


mengawasi pangeran Aric” pengawal pribadi itu meminta dengan hormat.


Sea yang mendengarnya


seakan kaget dan menilai ada hal yang tidak biasa dari pengawalnya. Sea bahkan


menoleh dan memperhatikan pengawalnya dengan seksama.


seperti ini, kau berniat menghianatiku?” Sea terbiasa berfikir tajam. Dia


terlalu sensitif akan perubahan seseorang.


“ tidak yang mulia, anda


adalah segalanya. Saya hanya tidak mempercayai pemimpin itu” jawab jujur sang


pengawal. Sea tau jika tak ada kebohongan serta berfikir dia juga sedikit


meragukan kinerja pemimpin itu. Baru kemarin Aric lepas dari penjagaanya da


kini dalam 1 hari sudah tertangkap. Ucapan pengawalnya memang ada benarnya.


“ baiklah, aku memberimu


izin” jawab Sea ringkas.


Pengawal itu kelaur dan


bersiap melakukan perjalanan menuju pos terakhir. Ini adalah tempat terakhir


sebelum pergi menuju perbatasan. Disanalah wilayah terakhir dari kerajaan


Bavaria. Hanya orang-orang Sea yang tau tempat itu, bahkan pihak kerajaan tidak


berani mengotak atik tempat putra mahkota.


Sesuai dengan intruksi


dari Aric, kini pengawal pribadinya sudah berunding dengan bawahannya mengenai


proses penjemputan pangeran. Mereka mengerahkan segalanya untuk bisa menyelamatkan


pangeran.


“ ketua, mata-mata kita


di ibukota mengatakan jika perwakilan raja sedang menuju ke perbatasan”


pengawal itu mengerutkan keningnya. Perwakilan raja sejauh ini tidak pernah


terlibat apapun selain masalah birokrasi di ibu kota.


“ apa mereka tau apa yang


perwakilan itu inginkan?”


“ tidak ada, tapi dari


yang mereka tau jarak kepergian mereka cukup dekat dengan waktu keberangkatan


kita” pengawal itu dibuat bingung, hanya raja yang mengetahui masalah


keberangkatan ini. Jika ada perwakilan yang menuju perbatasan kemungkinan dia


mengejar pengeran Aric atau Axton.


“lebih baik kita temui


mereka, pasti sebentar lagi mereka akan melewati kota” ucap pengawal itu yakin.


Pagi hari yang sama di


ibukota kediaman Duke kembali kedatangan tamu, kali ini berasal dari penegak


hukum kerajaan. Sesuai dengan apa yang Grace katakana. Setelah menyusun laporan


dia beserta satu pelayannya mendatangi kantor peradilan sesuai dengan intruksi


pangeran Sea. Wanita itu hanya perlu membuat laporan lalu biarkan pengadilan


kerajaan yang mengurus sisanya.