The New Duchess

The New Duchess
Bab 88 : Tidak Terduga



Keduanya kemudian di


persilahkan duduk di sofa di ruang tamu. Sedangkan Raja tetap berdiri


memperhatikan mereka. Hardwin dan Grace tidak akan tau jika kedatangan mereka


tidak hanya di tunggu oleh raja melainkan oleh seseorang yang juga sedang


berjalan menuju ruangan tersebut.


“ jadi ada keperluan apa


kalian meminta bertemu denganku?” Raja Aldrick berbasa-basi. Meski sebenarnya


dia juga menantikan maksud kedatangan mereka.


“ saya kemari ingin


menjelaskan kepada yang mulia, kebenaran dari kasus yang sudah saya laporkan”


Grace menjawab dengan penuh kehati-hatian.


“ ini mengenai kasus yang


menjerat Duchess yang mulia” Hardwin menambahi agar raja lebih paham.


Aldrick mengangguk


sedikit, dia memandangi kedua tamunya dengan seksama.


“ penjelasan apa itu?”


tanya Aldrick kemudian. Grace menelan ludahnya kasar, dia sedikit gemetar


gugup. Wanita itu tidak tau harus darimana dia menceritakan semuanya.


“ tenangkan dirimu” lirih


Hardwin yang mengetahui perasaan gugup Grace. Lelaki itu melihat tangan Grace


yang sedikit gemetar.


“ sebenarnya kehamilan


saya ini adalah karena putra mahkota” Grace memulai dengan kalimat pembuka yang


seakan sedikit menyalahkan putra mahkota.


“ apa maksudmu?” raja


Aldrick menjadi sedikit tersinggung.


“ maafkan saya yang


mulia, maksud saya adalah bahwa saat ini anak yang ada dikandungan saya adalah


anak putra mahkota Sea, bahkan putra mahkota sendiri sudah mengetahui fakta


ini. Dia menyuruh saya menjebak Duchess dan Duke, karena jika tidak dia akan


mencelakai saya dan anak saya. Hiks, hiks. Saya sudah tidak memiliki sandaran,


hanya yang mulia yang bisa menolong saya dan anak saya. Hiks hiks” sambil


bersimpuh  Grace tidak bisa


menyembunyikan rasa sedihnya, wanita itu tidak sedang bersandiwara, dia menangis


karena ketakutan akan kehilangan anaknya. Wanita itu memang begitu mencintai


anaknya.


Hardwin membantu Grace


untuk duduk kembali di sofa. Wanita itu terlihat kesusahan mengatur emosi


sedihnya, menghapus air matanya dan mengatur nafasnya. Dia tidak ingin raja


Aldrcik merasa tidak nyaman dengan reaksinya.


Bagi Raja Aldrick hal ini


memang bukan pertama kalinya mendengar kabar seperti ini, namun dengan situasi


dan orang yang berbeda, dia tetap merasa tidak percaya. Lelaki itu baru


mengetahui bahwa ternyata Sea sudah mengetahui hal ini. Sangat di sayangkan


bila dirinya harus mengatahui kabar ini lewat orang lain dan dalam keadaan yang


seperti ini.


“ kau tau, bukan kalian


saja yang mengatakan hal ini. Ada satu orang lagi yang juga mengatakan hal yang


sama padaku” ucap Aldrick.


bisa menebaknya. Mereka sedikit penasaran dengan siapa seseorang itu.


“ apa kalian bisa


menebaknya?” tanya Aldrick dia menangkap wajah kebingungan tamunya. Kedua orang


itu saling berpandangan. Satu nama mulai muncul di kepala mereka. Apa mungkin


benar dugaan mereka.


“ apa mungkin dia adalah


pelayan Duchess?” Hardwin mengutarakan temuannya. Satu-satunya orang yang


paling berpotesi adalah Mily.


Raja Aldrick menarik


sudut bibirnya, kemudian secara tidak langsung memberikan kode kepada seseorang


agar membawa tamu lainnya masuk ke dalam ruangan.


Grace dan Hardwin menatap


tidak percaya, baru saja mereka menebak orang itu sudah ada di hadapan mereka. Mily


berjalan masuk. Hardwin sedikit lega ternyata hilangnya Mily adalah karena raja


yang menyembunyikannya. Dia sudah khawatir bila anak buah Sea yang membawanya.


“ kau benar “ jawab


Aldrick.


“ salam yang mulia” Mily


memberikan salam penghormatan.


Raja Aldrick memberikan


jawaban kemudian menyuruh Mily duduk bergabung dengan yang lainnya. Kali ini


raja ikut duduk di sofa single yang berada di hadapan ketiga tamunya.


“ kalian memiliki kabar


yang sama, lalu bagaimana caranya aku bisa mempercayai bahwa itu bukan kabar


bohong yang sudah kalian rancang sebelumnya?” ucapan Aldrick benar-benar diluar


dugaan mereka. Raja tidak bisa begitu saja mempercayai ucapan mereka bertiga.


Tidak ada yang mengenal


raja Aldrick sebaik ratu dan Axton. inilah alasan selama ini Duke tidak pernah


mengatakan semua kebenaran yang dia tau kepada raja Bavaria. Lelaki ini sangat


menjunjung martabat kerajaan,tidak bisa membiarkan satu rumorpun merusak citra


kerajaan.


Sedangkan kebenaran yang


selama ini tersembunyi kebanyakan akan membawa buruk citra kerajaan di muka


umum. Aldrick lelaki yang naïf dan sombong. Antara orang lain dan anggota


kerajaan, pasti jelas siapa yang akan dia selamatkan.


“ kalian sama –sama bekerja


pada Duke Wellington bukan? Dan secara mengejutkan juga memiliki kabar yang


sama. Apakah kecurigaaku adalah benar?” Raja Aldrick mulai membuat suasana


sedikit menyeramkan. Hawa dingin terasa merasuki keberanian ketiga tamunya.


“ kecurigaan apa yang


mulia?” Grace seakan ingin memperjelas maksud raja, dia benar-benar tidak bisa


mengolah maksud kalimat raja sebelumnya karena begitu khawatir.


“ apakah kediaman


Wellington yang menyuruh kalian?” seakan mati lemas, Grace dan Mily merasa


sesak tidak percaya dengan respon yang raja berikan setelah mereka mengatakan


semua kebenarannya. Bagaimana bisa mereka tidak memikirkan jika akan ada


kemungkinan seperti ini.