The New Duchess

The New Duchess
bab 61 : Harus Kuat



Keramaian kini beralih, yang


semula berada didalam ruangan lelang menjadi di sekitar tangga.


“ Duchess” Leyna yang


mengetahui jika Ai terluka langsung berlari memecah kerumunan.


“ siapa kamu?” Aric tidak


mengenal Leyna, dia yang menunggu pengawal serta tuan rumah langsung bertanya


saat ada seseorang yang mendekati Duchess.


“ saya dokter pribadinya”


jawab Leyna dan mulai memeriksa denyut nadi Ai.


Tak lama pengawal


kerajaan dengan ditemani madam Jolly langsung mengangkat tubuh Ai dan


memindahkannya kedalam ruangan yang tak jauh darisana.


Semua tamu di biarkan


pulang, acara lelang dihentikan secara mendadak. Pangeran Aric yang sejatinya


saksi kunci tetap memilih tinggal sampai memastikan jika kondisi Duchess


baik-baik saja.


Leyna dengan ditemani


Milly kini sibuk membersihkan luka dan memasang perban.


“ nyonya, kenapa bisa


seperti ini” Milly yang baru di beritahu jika Duchess  terjatuh terlihat begitu cemas dan ketakutan.


Sedari tadi Milly berjaga di sekitaran kereta hingga tidak mengetahui kondisi


di dalam.


“ Duchess tidak mengalami


luka yang serius, kau bisa sedikit tenang” jawab dokter Leyna yang sedikit


terganggu dengan kekhawatiran Milly.


Beberapa saat setelah


semua luka terbalut, Ai menggerakkan kelopak mata.


“ emm, dimana aku?” Ai


berkata namun karena suaranya yang terlalu rendah hanya terdengar seperti


gumanan, untung saja Mily tak lepas memandangi nyonyanya sehingga dengan cepat


mengetahui jika Ai telah siuman.


“ dokter Leyna, Duchess


sudah sadar” ucap Milly antusias. Leyna yang sedang membereskan peralatan


segera mendekati Ai.


“ bagaimana Duchess,


apakah ada yang anda keluhkan?”


“ kepalaku sakit” jawab


Ai lemah


“ kepala anda terluka dan


untungnya tidak perlu jahitan. Coba gerakkan tangan dan kaki anda” Leyna sedang


mengdiagnosis bila ada luka lainnya.


Ai mengikuti perintah


Leyna dengan baik.


“ entah darimana besi ini


tapi untungnya hal ini membuat tubuh anda sedikit aman dari benturan “ Leyna


menujukkan sebuah besi yang terbalut kain. Ai hanya tersenyum tipis, untung


persiapannya membuahkan hasil.


“ bisakah kau mengatakan


jika kondisiku sedikit serius dan meminta untuk segera kembali “ Ai menatap


Leyna dalam begitupun dengan Milly. Leyna yang tidak tau apa alasannya hanya


mengangguk yang menuruti keinginan Duchess.


Diluar ruangan pangeran


Aric serta madam Jolly langsung menyambut Leyna, mereka yang sedari khawatir


kini meminta jawaban.


“ kondisi Duchess cukup


serius. Terdapat beberapa luka di tubuhnya, semua peralatan dokteku berada di


kediaman Duke, jadi sebaiknya Duchess harus kembali. Namun kalian tidak perlu


khawatir luka ini hanya butuh beberapa hari juga akan sembuh” semua mendengakan


dengan seksama penjelasan dari dokter Leyna.


“ baiklah jika memang


seperti itu, tapi jika perlu sesuatu kediamanku akan bertanggung jawab”  madan Jolly menimpali perkataan Leyna.


“ bila butuh sesuatu


jangan sungkan, apalagi aku yang membuat Duchess terjatuh” pangeran Aric


mengutarakan penyesalannya.


“ jangan khawatir, dan


terimaksih atas semuanya. Kami langsung pamit” Leyna masuk ke dalam ruangan,


Disana Milly beserta pengawal Aric memindahkan tubuh Ai kedalam kereta.


Keesokan harinya, berita


terkait kecelakaan yang  dialami oleh


Duchess Wellington sudah menyebar di ibu kota. Semua orang yang hadir ikut


memberikan kesaksian saat bercerita.


Kediaman Duke Wellington


terlihat tidak sesibuk biasanya, nyonya mereka sedang terbaring lemah dengan


ditemani Milly. Sedangkan Leyna berada di dapur menjelaskan sedikit aturan


makan Duchess pada para pelayan.


Didalam kamar Ai yang


sudah sadar sedang duduk bersandar pada kepala ranjang, sedang Milly duduk


didekatnya menemani untuk menjaga nyonyanya.


yang terjadi malam itu?” Milly begitu penasaran siapa yang membuat nyonyanya


terluka.


“ malam itu putra mahkota


berada disana” singkat namun membuat Milly melebarkan kelopak matanya. Lelaki


itu adalah musuh utama kediaman Duke, bagaimana bisa bertemu dengan Duchess.


“ kita harus meminta tuan


Hardwin untuk berjaga” Milly sudah akan melangkah namun Ai dengan sigap


langsung menahannya.


“ tidak, kita belum


saatnya melibatkan Hardwin” Ai menggeleng pelan. Dia sudah memiliki rencana


lain.


Tok tok, suara pintu dan


kemudian dokter Leyna masuk.


“ anda sudah bangun


Duchess?” Leyna membawa nampan berisi soup dan makanan sehat lainnya.


“ Milly tinggalkan kami”


ucap Ai.


Milly berjalan keluar dan


Leyna mendekat untuk menyuapi Ai.


“ Leyna, sudah berapa


lama kau bekerja pada kediaman Duke?”


“ em.. sepertinya sudah


sejak lama, ayah saya sudah melayani kediaman lord Duke kini saya melayani


Duke, benar-benar sudah sangat lama Duchess” jawab Leyna sambil tersenyum


ringan. Dia jadi teringan dengan mendiang ayahnya.


“ kalian begitu setia,


apa mungkin memiliki hutang budi pada Duke?” sambil memakan sup yang diberikan


Leyna.


“ ya, sepertinya begitu.


Duke sudah sangat membantu keluarga kami” Leyna mengangguk kecil, pertolongan


Duke tidak akan mampu dibayar dengan harta atau sejenisnya.


“ jika aku meminta


sesuatu, anggap saja ini bisa membalaskan sedikit hutang budi itu, apa kau


bersedia?” Ai mulai melancarkan rencananya.


“ maksud anda ?” Leyna


sedikit kebingungan dengan perkatakaan Ai.


“ begini…” Ai mulai


menjelaskan semua rencananya saja. Tidak mengatakan apapun tentang kerajaan,


hanya seperlunya saja. Akan sangat bahaya untuk keselamatan Leyna sendiri jika


mengetahui terlalu banyak.


“ bagaimana?” tanya Ai


setelah mengatakan secara panjang lebar semua hal yang harus dilakukan oleh


Leyna.


“ tapi apakah anda yakin,


kondisi anda masih begitu lemah. “


“ kau tidak perlu


khawatir. Hanya 5 hari, jangan biarkan siapapun mengetahui hal ini. Hanya Milly


yang bisa kau mintai pertolongan, dia sudah mengetahui situasinya” ucap Ai


menyakinkan.


 Semua sudah siapkan sesuai dengan rencana, waktu


sudah sangat sore, hampir menjelang malam, sebuah kereta kuda keluar dari


kediaman Duke Wellington. Tak ada yang tau jika kereta itu berisikan Duchess,


semuanya mengira itu ada dokter Leyna yang sudah selesai mengobati Duchess.


Jalur yang di lewati kereta itupun menuju kediaman Leyna. Sesuai dengan


perintah, tak ada yang boleh mengetahui rencana ini.


Didalam Ai sudah berganti


dengan pakaian berkuda yang sudah disiapkan sebelumnya. Untung saja dokter


Leyna hanya tinggal seorang diri dengan begini situasi semakin tak menyulitkan


Ai. setelah memastikan kereta itu pergi, Ai segera menuju ke suatu tempat.


Disana sudah ada kuda dan berbagai hal lainnya. Dinaikinya kuda itu dan


bergegas menariknya keluar dari ibu kota. Tubuhnya yang lemah terkadang


membuatnya memelankan laju kuda. Hal ini tidak membuatnya berhenti, hanya


beberapa hari yang Ai punya untuk bisa menemui pamannya.


Fajar masih belum hilang


di langit Bavaria, kediaman Baron sudah dikejutkan dengan suara derap kuda yang


memasuki pelataran. Pelayan yang mengetahui siapa yang datang langsung


mengabarkan tuan rumah.


“ astaga Ainsley, ada apa


kau datang pagi-pagi begini? Tunggu keningmu kenapa? Kau bahkan tidak membawa


kereta. “ Amber begitu kaget dan khawatir dengan kondisi keponakan


tersayangnya. Biasanya jika melihat keponakannya Amber terlihat begitu senang,


kini situasinya sangat berbeda. Bukan malah memberikan kelegaan tapi malah


kekhawatiran. Wajah pucat dengan balutan luka di kening pada pagi-pagi menaiki


kuda sendiri sangat membuat hati Amber ketakutan. Sebenarnya apa yang terjadi


dengan Ai.


“ bibi, paman dimana?” Ai


tak ingin membuang waktu.