The New Duchess

The New Duchess
Bab 31 : Sekutu?



“kali ini kau tidak akan selamat” guman seseorang itu.


Acara pesta kini sudah di mulai, iring -iringan musik terus mengalun merdu mengiringi sepanjang acara. Axton dan Ai yang sedikit letih kini memilih duduk di kursi setelah beberapa waktu lalu berdansa.  Mereka mengambil beberapa cemilan yang tersaji di setiap meja.


Tak jauh darisana, ada seseorang yang masih saja mengamati kedua sejoli itu. Kejadian kemarin tidak akan terlupakan olehnya. Begitu melukai hati dan harga dirinya. Ditangannya sudah ada sebuah bungkusan kecil, inti dari rencannanya kali ini di mejanya sudah ada sebuah botol minuman yang masih baru, Grace dengan pelan membuka tutup botol. Kemudian dia mengeluarkan bungkusan kecil itu, berniat mencampurkannya di botol minuman.


“ Lady Bart, apa yang sedang kau siapkan itu?” Grace langsung menarik tangannya,  menyembunyikan bungkusan kecil yang dia bawa.


“ oh yang mulia, anda disini?” Grace semakin gugup setelah mengetahui jika putra mahkota sedang berdiri di hadapannya. Langsung saja membuat dirinya berdiri untuk menghomati Sea, tak lupa tangannya menggenggam erat bungkusan itu.


“ tentu saja, ini pestaku bukan” Sean langsung duduk di tempat yang Grace tinggalkan tadi. Sebuah sofa panjang dan nyaman menjadi pilihan Grace untuk mengamati Axton sedari tadi.


“ ah iya, maafkan atas kebodohan saya” Grace menunduk sebentar sebagai rasa bersalahnya.


“ berikan padaku “ ucap Sea tanpa perlu basa-basi. Dia sudah tau bahwa Grace ingin memasukkan sesuatu pada botol minuman yang sekarang ada di depannya. Grace terdiam, masih tidak yakin dengan maksud perkataan putra mahkota.


“ oh iya” Grace mengambil gelas, berniat menuangkan minuman untuk Sea.


“ bukan Lady, sesuatu yang kau sembunyikan itu. Berikan padaku” rasanya Grace berhenti bernafas sejenak. Perkataan Sea begitu gamblang, jelas sekali Grace tertangkap basah.


“ cepat, apa kau ingin pengawalku yang mengambilnya?” Sea menatap Grace penuh keangkuhan. Sebagai putra mahkota dia memiliki wewenang untuk memberikan hukuman kepada seseorang yang mencoba melawannya. Dengan ragu Grace membuka tangannya, dan memberikan bungkusan itu kepada Sea.


“ apa ini?” Sea tertawa senang, puas telah mendapatkan keinginannya.


“ oh begitu” Sea membolak balik bungkusan itu, dia tentu tidak akan mempercayai ucapan wanita ini secara mentah-mentah. Grace melupakan bahwa lelaki kerajaan mudah sekali merasa was-was, dan tidak mudah percaya.


“ kau fikir aku mempercayainya?” Sea menarik tangan Grace, seketika Grace terjatuh di pangkuan Sea.


“ yang mulia” Grace mencoba menarik tubuhnya menjauh, tapi pelukan erat Sea di pinggangnya terasa susah sekali dilepas.


“ Lady Bart, setahuku kau adalah asisten pribadi Duke Wellington. Selama ini menemani tuanmu dalam segala acara formal seperti ini. Tapi malam ini kau datang sendiri, dan ya, tuanmu yang disana itu terlihat bahagia dengan istri barunya yang cantik. Apa terjadi sesuatu?” jelas Sea pelan sambil salah satu tangannya memaikan rambut panjang  Grace yang tak terikat seluruhnya.


“ a,apa maksud yang mulia?” Grace semakin khawatir jika Sea sudah bersikap seperti ini. Grace bukan orang awam yang tidak mengetahui bagaimana perangai putra mahkota Bavaria. Selama menemani Axton sudah beberapa kali dia berbincang ringan dengan Sea. Bahkan segala rumor dan perangai buruk Sea sudah Grace ketahui.


“ hahahha Grace, baru beberapa minggu tidak bertemu kau bertambah manis saja. Kau tau tawaranku masih berlaku untukmu Grace” ucap Sea yang semakin berbisik pada kalimat terakhir, rasanya begitu menakutkan bagi Grace, kini tangan lelaki itu sudah tidak sopannya menyentuh beberapa bagian tubuhnya. Lelaki ini meskipun seorang putra mahkota yang terkenal cerdas dan berkemampuan, tapi sebagai lelaki juga termasuk brengseek.


“ maaf yang mulia, sepertinya ini terlihat tidak sopan di mata bangsawan lainnya” Grace sebisa mungkin menolak Sea secara halus. Posisi mereka terlalu intim.


“ dan bungkusan ini akan jauh lebih tidak sopan lagi bukan?” bisik Sea di telinga Grace. Jika saja lelaki yang memangkunya ini bukan anggota kerajaan, sudah pasti Grace akan menamparnya dan menyuruh penjaga mengusirnya. Emosi Grace benar-benar di uji dengan meladeni putra mahkota gila ini.


“ maaf yang mulia, saya rasa anda sudah terlalu kelewatan” dengan sedikit memberontak akhirnya Grace bisa terlepas dan berdiri dengan normal.


“ Grace, Grace. Aku bisa melihat ‘rasa tidak sopanmu’ itu kepada Duke Wellington. Dia sudah memiliki istri baru sekarang, apa kau tidak berniat  menerima tawaranku saja. Dengan begitu kau memiliki kedudukan di atas tuanmu itu” Sea mencoba menghasut Grace agar mendapatkan keinginanya. Sea pandai sekali bermain kata-kata. Menjebak dan menipu sudah menjadi keahliannya.