
“ bagus, percepat
rencana” ucapnya singkat. Mata-mata itu segera pergi menuju perbatasan. Dia
harus mengabarkan informasi ini dengan segera.
Sepeninggal mata-mata Sea
memanggil pengawalnya, lelaki itu mulai gusar dengan ketakutannya sendiri.
“ kau sudah amankan dia?”
pengawalnya baru saja sampai setelah meyelesaikan sebuah misi dari tuannya.
“ sudah yang mulia” jawab
pengawal itu yakin.
“ bagus, bisa-bisanya dia
bertindak seenaknya” Sea menyerumput tehnya dengan agak kasar, dia harus
menyalurkan emosinya setelah ini. Lelaki itu tidak terima saat mengetahui jika
pengeran Aric bisa bebas semudah itu dari pengawasannya. Terkutuklah si
pemimpin kota, dia sudah tewas akibat ulahnya yang semena-mena. Tanpa
berkompromi dengannya main lepas tahanan dengan mudahnya.
Bahkan mereka sudah
kehilangan jejak kemana pangeran Aric pergi. Belum lagi kabar pasukan milik
pangeran Aric yang sudah berjalan menuju perbatasan. Semuanya yang dikira Sea
akan berjalan lancar dan aman tak disangka akhir-akhir ini banyak sekali kendala dan hal tak terduga.
“yang masih saya bingung kenapa raja dengan tegas
memberikan dekrit penjagaan keselamatan pangeran Aric, kira-kira dari siapa
raja mengetahui kabar ini?” pengawal itu menyatakan keresahan hatinya. Jika
raja hanya berfikir tentang perang sebagaimana biasanya, mana mungkin bisa
mengeluarkan dekrit itu, seakan memang mengetahui jika keselamatan anaknya akan
teracam selama perjalanan.
“ kau benar, apa mungkin
ini hanya perasaanku saja atau memang si tua itu sudah mengetahui jika anaknya
akan celaka” Sea memutar-mutar cangkir teh bermain-main dalam fikirannya. Dia
masih belum berniat untuk menyerang raja, ya meskipun belum terjadi saja. Sea
akan menangani Raja kerajaan itu nanti setelah Axton tewas.
“ apa saya harus
menyelidiki hal ini?” tawar pengawalnya. Dia memang sudah mencurigai jika di
ibukota ada hal yang tidak beres, ditakutkan malah akan menyerang balik kepada
tuannya.
“ tak perlu, sebentar
lagi si Axton itu tewas. Tunggu kabar kekalahan baru kita kembali ke ibukota”
ucap Sea final.
repot-repot mengirimkan pengawalnya ,toh sebentar lagi dia juga akan menghadap
raja. Kalau memang keadaan tidak terkendali masih banyak cara dan alasan yang
Sea punyai untuk menghindar dari semua keadaan buruk itu.
“ baik yang mulia”
pengawal itu kemudian terdiam, dia mengamati jika tuannya juga sedikit
terganggu dengan lambatnya rencana di medan perang. Dia juga mengesalkan kenapa
bisa pemimpin kota dengan mudahnya bisa memberikan kebebasan kepada pangeran
Aric. Bisa-bisa keselamatan lelaki itu ikut terancam. Melihat bagaimana
perangai tuannya, dia yakin sebelum Duke meninggal segala cara pasti akan di
lakuakan. Termasuk membiarkan Aric tewas dalam peperangan yang tuannya buat
sendiri.
“ ah ya, segera kirim
mata-mata untuk mengetahui bagaimana si Aric itu bertindak” Sea hampir saja
melupakan pemeran baru dalam konfliknya. Adik tirinya yang awalnya bisa
bersantai dalam kerajaan kenapa juga harus mengurusi hal semacam ini.
“ baik yang mulia”
pengawal kemudian pergi meninggalkan putra mahkota.
Pagi menjelang, kediaman
Duke tampak masih terjaga, tidak ada hentinya para penjaga memeriksa semua
kondisi dan situasi rumah. Pihak peradilan kerajaan masih mengumpulkan petunjuk
dari saksi-saksi pelayan kediaman, hari ini Mily akan dibawa Hardwin ke
peradialan. Semua pelayan sudah semua, tinggal pelayan pribadi dari Duchess mau
tak mau Mily harus menuruti prosedur.
“ bisa saya menemui
Duchess sebelum pergi?” Mily bertanya pada Hardwin selembut mungkin, wanita itu
berharap lelaki itu mengizinkannya. Mily masih ingat bagaimana dia mengatai
lelaki itu kemarin malam, semoga saja Hardwin tidak memendam kemarahan padanya.
“ jangan terlalu lama”
setelah lama menimbang Hardwin akhirnya menyetujui permintaan pelayan itu. Meskipun
dia sendiri masih dongkol dengan perilaku Mily. Tapi melihat bagaimana dekatnya
Mily dengan Ai, Hardwin harus memberikan ruang kepada mereka. Dia berharap jika
kesaksian Mily nanti juga akan meringankan tuduhan Duchess.
“ terimakasih tuan” Mily
berjalan kedalam kamar dengan perasaan bahagia. Dia perlu berkonsultasi pada
nyonyanya terkait dengan kesaksiannya di peradialan. Apa yang perlu dia
sampaikan dan apa yang tidak.