My Introverted Author

My Introverted Author
MiA/146



"Terus menurut Lo, berita di koran ini, sama hasil otopsi polisi dan rumah sakit itu bohong?!" tegas Niko balik, "Gue cuma pengen Lo tau, kalau Om Dirwan itu sayang banget sama Riza dan keluarganya, dan gue rasa, Bayu udah salah paham sama Om Dirwan."


"Terus maksudnya elo bawa gue kesini dan ngomong ini semua buat apa?" sahut Nana tidak terima.


"Gue cuma mau minta tolong, jangan pernah singgung masalah ini didepan Riza atau siapapun," pinta Niko memelas.


"Terus kalau misalkan semua yang diomongin Bayu itu bener, gimana?!. Lo nggak kasihan sama dia?!" kesal Nana, dengan sedikit bentakan.


"Kalaupun ini bener dan seandainya gue jadi Riza, gue lebih milih orangtua gue yang sekarang ketimbang orangtua kandung gue," balas Niko tak mau kalah.


Sorot mata Nana berubah seketika, yang awalnya ia melotot kesal berubah menjadi sorot mata penuh tanda tanya saat melihat perubahan di wajah Niko. Pemuda itu terlihat tidak seperti Niko yang bisanya. Wajah pemuda itu menyiratkan sesuatu yang sulit ditafsirkan.


Nana pun bertanya lebih jauh lagi pada Niko, namun tepat saat itu ayah Niko kembali dari rumah sakit. Ayah Niko sempat kaget saat melihat Nana ada di rumahnya.


Mereka pun saling menyapa satu sama lain. Tanpa basa-basi, Niko langsung mencecar ayahnya untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi antara Bayu dan Riza.


Dendi pun mulai bercerita.


Menurut ayah Niko, awalnya sebelum Riza diangkat oleh Anita dan Dirwan, Bayu dan Riza sangatlah akrab karena Bayu, Riza dan Niko merupakan sepupu yang sangat dekat layaknya sahabat karena usia mereka yang memang tidak terpaut jauh.


Dirwan memiliki harapan besar agar Rumah Sakit peninggalan kakek dapat diwarisi oleh Bayu. Harapan itulah yang membuat Dirwan terobsesi pada puteranya itu hingga membuat Bayu merasa sangat tertekan.


Berbeda dengan Riza yang interovert, Bayu justru terlihat lebih baik dalam hal berinteraksi dengan orang lain. Kepribadian Bayu memang lebih supel ketimbang Riza.


Bayu sudah berusaha semampunya untuk bisa menjadi seperti apa yang orang tuanya inginkan. Namun, tetap saja ia tidak bisa menyaingi kepintaran dan kecerdasan Riza dalam hal akademis. Hingga ujungnya Bayu dan Riza pun menjadi sering bertengkar bahkan tak jarang mereka pun sering adu otot.


Bayu harus menerima perlakuan kasar Dirwan setiap kali ia terlibat perkelahian dengan Riza. Sejak saat itu Bayu merasa terasingkan di keluarganya sendiri dan ia pun mulai ikut pergaulan bebas hingga menjadi pecandu narkoba.


Dirwan akhirnya marah besar lalu mengirim Bayu ke Jakarta untuk tinggal bersama Dendi dan Niko disini. Namun, Bayu menolak dan terus saja kabur dari rumah Niko. Hingga akhirnya mereka mendengar kabar kalau Bayu kecelakaan dan meninggal dunia.


Nana meneteskan air mata. Ia baru mengetahui kalau selama ini Bayu menyimpan luka yang begitu dalam di hatinya. Luka yang terus ia kubur hingga ia tiada.


Sama halnya dengan Nana, Niko pun tak kuasa menahan tangis saat ia kembali mengingat kebersamaannya dengan Bayu.


Nana kemudian bersuara, "Apa Om tau kalau ayah Riza dibunuh oleh Dirwan?"


Niko dan Ayahnya serentak menoleh. Ayah Niko tampak sangat terkejut.