Affair (Faira)

Affair (Faira)
Raka the Best Brother



Alberth dan Robin ingin kabur dari gedung ini. Mereka lalu di selamatkan oleh anak buahnya dan mereka sudah di jemput oleh sebuah helicopters diatas gedung.


Alberth berjalan cepat ke arah helikopter ketika sebuah suara memanggil namanya.


"Tuan Alberth Winston. Maaf Anda harus kami amankan karena berusaha membunuh adikku dan keluarganya," kata Raka yang keluar dari pintu bersama beberapa pengawal pribadinya. Mereka membawa senjata lengkap menodongkannya ke arah Alberth dan kawan-kawannya.


Suara helicopters membuat mereka berteriak ketika berbicara untuk bisa saling mendengar.


"Anda salah jika memilih menjadi musuh kami di negara kami sendiri," imbuh Raka.


Alberth yang kesal lalu menodongkan pistolnya ke arah Raka. ''Aku tidak takut mati, aku lebih takut jatuh dan dipermalukan," ungkap hati pria itu.


"Kenapa kau ingin membunuh anakmu sendiri darah dagingnya?'' tanya Raka yang penasaran terhadap hasil penyelidikan yang dilakukan oleh anak buahnya."


"Kenapa? Seharusnya kau tanyakan itu pada iparmu! Dia itu pria tidak berguna bahkan tidak bisa melindungi istri dan anaknya sendiri," ungkap Alberth.


"Justru dia selama ini tahu jika kau berusaha untuk membunuhnya tetapi dia diam karena masih menganggapmu ayah kandungannya."


"Aku bahkan tidak yakin jika dia adalah keturunanku!"


"Kau itu telah buta oleh keserakahan walau kau sudah diberikan bukti jika Evan adalah anakmu kau tetap bersikap tidak adil padanya!" ujar Raka kesal. Dia tahu kehidupan Evan dari masa kuliah dulu. Bagaimana kerjakerasnya untuk mendapat nilai bagus agar mendapat ucapan selamat dari ayahnya namun Alberth hanya menganggapnya sebagai pengganggu saja. Dia hanya memperoleh perhatian dari kakeknya.


"Ibunya adalah wanita murahan yang akan tidur dengan siapa saja asal bisa menaikkan namanya di dunia entertainment dan kebetulan waktu itu spermaku yang bisa membuahinya jadi dia bisa bangga menyebutku sebagai anaknya. Jika ****** dari pria lain belum tentu dia akan mendapatkan nama sebesar nama Winston."


"Aku baru melihat pria bejat sepertimu," geram Raka.


"Dia tidak bermoral karena kau yang mengajarkannya demikian!" ujar Raka.


"Aku tidak sebaik Evan yang akan diam saja ketika di sakiti. Kau telah hampir membunuh adikku maka kau harus mendapatkan ganjaran yang setimpal!" ujar Raka berteriak.


Dia menyuruh anak buahnya untuk maju menangkap Alberth namun pria itu langsung memberondong Raka dengan tembakan dari kedua pistol ditangannya. Mereka berdua pergi ke arah Helikopter yang telah bersiap dari tadi. Sedangkan anak buah Alberth menjadi benteng yang melindungi mereka berdua. Alberth meraih anak tangga yang terbuat dari tali dan mulai naik ke atas bersama.


Raka sangat kesal. Dia teringat akan adiknya yang hampir terbunuh di depan matanya karena perbuatan pria itu. Dia telah berjanji pada ibunya untuk selalu menjaganya jadi dia berpikir akan lebih aman jika musuh adiknya mati saja dari pada kabur kemudian datang lagi ingin membunuh Faira dan keluarganya.


Raja berlari dan mengarahkan pistolnya pada tempat isi ulang bahan bakar helicopter. Menembaknya langsung.


Dor!


Bang! Sebuah ledakan besar terjadi mengakhiri nasib Alberth dan Robin selamanya.


"Mampus kau, sudah kukatakan kau cari lawan yang salah!'' ujar Raka kesal.


"Bereskan masalah ini katakan ke media jika ada masalah pada mesin," kata Raka pada anak buahnya sembari memasukkan senjatanya ke balik baju miliknya.


Sebuah panggilan telephon masuk ke dalam handphonenya.


"Semua sudah beres, Yah, kau tidak perlu khawatir hanya perlu membungkam media saja!" kata Raka.