Affair (Faira)

Affair (Faira)
Alasan Tersembunyi



Satu jam sebelumnya.


Evan tidak beranjak dari sisi Faira dan Ello hingga dia sampai di apartemen miliknya. Dia lalu menggendong naik Faira sedangkan Ello di gendong oleh Kendrick.


Dua orang itu diletakkan dalam kamar utama. Setelah itu, Evan menunggu mereka tersadar. Tidak lama kemudian Ello terbangun dari tempat tidurnya. Awalnya anak itu terkejut dan takut melihat ke sekeliling, dia sempat menangis. Namun, tangisnya terhenti ketika melihat Evan.


"Jangan takut, kau aman di sini," ucapnya.


"Mom, dia," tanya Ello melihat ibunya yang masih terbaring.


"Mom, sedang tidur pulas nanti juga akan bangun," kata Evan dengan suara lembut membuat hati Ello tenang.


"Om, siapa?" tanya Ello lagi.


"Aku ayahmu," teriak Evan dalam hati.


"Namaku Evan, kau boleh memanggilku dengan sebutan Om Evan." Pria itu mulai memperkenalkan diri.


"Apakah kau, orang jahat atau orang baik, karena tadi orang jahat masuk ke dalam mobil kami."


"Menurutmu aku orang jahat atau baik?" tanya Evan balik.


Ello meletakkan jari telunjuknya di kening seperti gaya orang berpikir. Di saat itu Evan seperti takjub melihat wajah Ello yang mirip dengannya sewaktu masih kecil hanya kulitnya saja yang berbeda. Apalagi warna mata mereka sama, biru terang.


"Sepertinya Om adalah orang baik, karena Om pernah menolongku dulu. Apakah Om telah melawan penjahat itu untuk menolongku dan Mom?"


Evan tersenyum, dia lalu menepuk kepala Ello dan duduk di sebelahnya. "Bisa dikatakan aku telah membawamu pergi dari orang jahat."


"Wah, berarti Om seperti Spiderman yang melawan para penjahat."


Evan tertawa, seketika ada desiran halus yang menghangatkan hatinya. Membuat jantungnya berdetak lebih keras dan semangat hidupnya kembali. Dia berpikir hidupnya akan sempurna jika Faira dan Ello berada di sampingnya.


Evan menatap Faira yang masih tertidur lelap. Seulas senyum tipis terlukis di bibirnya. Wanita itu seperti bidadari yang sedang tertidur lelap di awan putih.


"Aku akan jadi apa saja untuk kau dan Mom," kata Evan. Ello lalu menepuk tangannya senang.


"Biarkan saja Mom tidur. Om akan mengajak dirimu melihat rumah Om. Om juga punya koleksi Gundam, apa kau suka?" ajak Evan pada Ello.


Ello lalu menganggukkan kepalanya sembari membelalakkan matanya lebar. "Gundam, robot kecil itu Om yang dibuat sendiri?"


"Om membelinya sudah jadi," ujar Evan mengulurkan dua tangannya. Ello terlihat ragu untuk menyambutnya tetapi setelah itu dia bangkit dan masuk ke dalam pelukan Evan.


Hati Evan serasa berbunga-bunga hingga seperti keluar ribuan kupu-kupu dari perutnya. Dia lalu membawa Ello keluar dari kamar itu. Belum sampai mereka pergi ke arah ruang kerja Evan, Ello berteriak keras ketika melihat pemandangan luar dari tembok yang terbuat dari kaca tebal.


"Aku mau lihat ke sana, Om," teriak Ello senang.


Kendrick yang masih berada di ruangan sama mendekat.


"Wah, tinggi sekali. Ini dimana Om, lihat lampu itu dan semuanya," seru Ello takjub. Evan lalu menerangkan semuanya jika mereka ada di Kansas, salah satu kota besar di dunia yang berada di negeri Paman Sam.


"Bos apa anda yakin ingin mereka tinggal disini?'' tanya Kendrick ketika Ello sudah turun dari gendongan Evan dan masuk ke dalam ruangan di dalam.


"Apakah menurutmu aku harus melepaskan wanita yang kucintai dan anakku? Haruskah aku menyerahkannya pada pria lain?" cetus Evan.


"Lalu bagaimana pertunangan Anda dengan Nona Lin?''


Evan menarik nafas dalam. "Sudah kukatakan dari awal jika aku melakukan itu hanya untuk urusan bisnis semata."


"Jika Anda melepaskan hubungan dengan Nona Lin maka Anda kurang pendukung di perusahaan itu. Tuan Robin pasti akan menggunakan kesempatan ini untuk menekan posisi Anda sebagai Chairman untuk turun dari jabatan dengan bantuan pemilik saham minoritas."


"Aku tidak takut, apa gunanya aku memiliki semuanya jika kebahagiaan saja tidak kudapatkan," ujar Evan.


"Tuan Robin bisa saja melakukan konspirasi, jika dulu Anda hanya memikirkan keselamatan sendiri maka kini Anda harus memikirkan keselamatan mereka juga? Ingat empat tahun lalu Anda hampir mati terbunuh karena ceroboh meninggalkan pengawalan hanya untuk bisa bersama wanita itu,'' terang Kendrick.


"Aku tidak akan melupakannya dan aku akan bertindak lebih hati-hati," kata Evan.


"Aku tahu kau sangat khawatir kejadian dulu akan terulang lagi tetapi kumohon jangan halangi kebahagiaanku Ken!"


"Maaf Bos, bukan maksud saya melakukan itu," kata Kendrick lalu undur diri dari tempat itu.