Affair (Faira)

Affair (Faira)
Rahasia keluarga



"Keluargamu sangat gila?" umpat Faira kesal.


"Yah seperti itu mereka," jawab Evan mendekat ke arah Faira.


"Om kenapa ke sini, Om pergi saja keluar. Aku ingin bersama Mom," ujar Ello membuat Evan menghentikan langkah.


"Ello kau tidak boleh seperti itu pada Om Evan," kata Faira.


"Aku tidak suka Om mendekati Mom terus, Mom hanya milikku." Ello memeluk leher Faira dengan posesif.


"Iya, Mok hanya milikmu, sekarang turun dulu, Mom lelah menggendongmu terus."


"Ello," panggil Ella yang terlihat membuka pintu kamar pelan dan masuk.


"Ella, kemari Nak," panggil Faira pada Ella. Ella melihat Evan, ragu untuk melanjutkan langkahnya.


Ello lantas turun dari gendongan Faira dan berlari mendekati Ella.


"Aku punya kamar yang bagus di sebelah sana kita ke sana saja," ajak Ello yang tahu jika kamar impiannya telah jadi.


Dua anak itu lantas berjalan keluar kamar tetapi sebelum pergi Ello menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuh.


"Om, kau boleh meminjam Mom sebentar tapi nanti kembalikan padaku," kata Ello lalu kelaut dari kamar utama.


Evan menghela nafas panjang. "Meminjam Mom?"


Faira tersenyum dia hendak melangkah keluar ketika pinggangnya ditarik oleh Evan dan mereka saling berdekatan.


"Masih banyak tamu dibawah kita harus turun untuk menyapa mereka semua," kata Faira.


"Aku hanya ingin satu ciuman darimu saja," pinta Evan.


"Tidak! Aku tidak ingin riasanku hancur. Tahan dulu keinginanmu itu," kata Faira tegas.


"Baiklah, hanya saja pakai, kado dariku yang ada dalam kotak itu nanti malam ketik Ello sudah tidur," tawar Evan.


"Apa itu," tanya Faira melepaskan tubuh dari Evan dan mendekati kotak berwarna putih bertuliskan brand baju salah satu merk ternama.


Faira membukanya dan melihat lingerie yang hanya menutupi ****** bukit kembarnya dan sedikit kain yang menutupi inti tubuhnya berwarna merah menyala.


"Aku sudah membayangkan hal ini lama," kata Evan memeluk Faira dari belakang menyesap sedikit kulit lehernya membuat wanita itu melenguh.


Tiba-tiba Evan melepaskan pelukannya dan berjalan meninggalkan Faira. "Ingat janjimu itu karena aku akan menagihnya nanti malam."


Faira menggelengkan kepalanya. Meletakkan kembali pakaian itu dan melihat tampilannya di depan cermin. Tersenyum pada dirinya sendiri. Dia tidak menyangka jika hari ini dia sudah menjadi istri dari Evan Winston. Pernah terlintas dalam angannya, saat mereka tidur bersama dulu namun semua itu dia kubur rapat dalam hatinya.


Faira mencium cincin nikah bermata belian biru yang indah. Semoga pernikahan dan hubungan ini akan terus ada hingga mereka menutup mata.


Faira lantas keluar dari kamarnya dan hendak menuruni anak tangga ketika mendengar suara orang berbisik. Instingnya ingin mendengar siapa yang berbicara itu. Faira mencari asal suara itu dan melihat Bibi Marry serta Alberth sedang berbicara dengan ekspresi tegang.


"Kau tidak bisa menyerahkan semua sahammu pada Evan," kata Alberth kesal.


"Itu hakku Albert," kata Bibi Marry.


"Benar itu hakmu tapi aku tidak menerimanya," kata Alberth.


"Kenapa, kau takut kalah dari anak yang telah kau sia-siakan selama ini?"


"Kau dan dia sama saja.Kau itu bukan bagian dari keluarga Winston kau itu hanya sampah yang dibawa ayah ke rumah dan bertindak seolah menjadi Tuan Putri. Aku hanya meminta hakku yang ayah berikan padamu!" kata Alberth.


"Aku memang tidak memiliki darah Winston tetapi aku lebih baik darimu yang tahu balas Budi. Kau bahkan tidak pernah mengunjungi ayah jika tidak punya maksud tertentu. Kau itu anak dan ayah buruk bagi keluarga Winston." Alberth lalu memegang rahang Marry dengan kuat.


"Dasar ******, aku akan memberimu pelajaran esok hari agar kau bisa mengendalikan kata-katamu," kata Albert.


"Aku menjadi ****** karena paksaan darimu dan ****** ini yang melayanimu di tempat tidur selama puluhan tahun. Kau hanya memanfaatkan tubuhku untuk kepentingan dirimu semata. Kau bahkan tidak membiarkanku hidup bahagia bersama pria yang kucintai. Kau menjadikan Evan dan Daddy untuk menekanku. Aku membencimu dengan segenap hatiku, Albert."


Faira menutup mulutnya karena terkejut. Jadi Bibi Marry selama ini dijadikan budak **** Alberth. Betapa kejam pria itu.


"Itu karena kau menentang keputusanku untuk membuang Evan, dia hanya aib dan sekarang dia malah menjadi musuh ayahnya dan aku tahu yang menanamkan kebencian itu adalah,"


"Dirimu sendiri, Alberth," kata Bibi Marry. "Hingga kemarin aku diam karena ingin agar Evan bisa hidup dengan selamat, namun kali ini aku tidak akan membiarkan kau menganjurkan kebahagiaannya dan Evan masih punya istri dan anak sehingga akan sulit bagimu untuk merebut apa yang telah menjadi milik Evan walau kau berusaha membunuhnya lagi. Semua itu tetap akan jatuh ke Ello atau istrinya."


Alberth mencekik Bibi Marry, Faira yang melihat lalu bergerak maju.


"Apa yang kau lakukan lepaskan dia?" teriak Faira pada Albert