
...----------------...
Setelah sarapan mereka yang mengantuk pergi ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat. Grizelle tidak lama langsung pamit untuk pulang.
"Kashel kau harus beristirahat juga, aku pulang dulu ya. Jadi, aku tidak akan mengganggumu untuk saat ini karena kau butuh tidur." Kashel terlihat cemberut karena hal itu.
"Aku masih ingin melihatmu," ucap Kashel meminta seperti anak kecil. Grizelle mendengus pasrah dengan kekasihnya itu.
"Jadi langsung saja, aku yakin kamu ada yang mau dibicarakan iyakan?" Grizelle langsung menebaknya. Kashel merogoh kantung bajunya dan mengeluarkan sebuah kotak. Itu adalah kotak cincin.
"Grizelle aku ingin melamarmu, apakah kamu bersedia menikah denganku?" tanya Kashel, Grizelle menutup mulutnya terkejut tidak menyangka.
"Kau sungguh-sungguh?" Grizelle bertanya tidak yakin.
"Apakah aku pernah bercanda jika itu menyangkut tentangmu?" Kashel bertanya balik dan Grizelle menggeleng, Grizelle menangis terharu.
"Kenapa menangis apa kau tidak mau menerimanya?" tanya Kashel terlihat sedih.
"Bukannya begitu, kau ... Bagaimana aku bisa menolak jika, kau yang memintanya." Ucap Grizelle senang, ia tidak menyangka Kashel akan mempersuntingnya secepat ini.
Cincin emas murni terpasang manis dijari mungil Grizelle. Dan Kashel mencium kening Grizelle sayang.
"Kau masih sempat untuk membeli cincin?" tanya Grizelle.
"Ketika ke Desa Raja Naga, aku melihat seseorang menjual cincin ini. Cincin pasangan. Jadi aku membelikan untukmu, karena aku memang berniat melamarmu sejak aku datang ke desa itu." Kashel menjelaskan dengan wajah tampak cerah dan senang, ia tidak ditolak, Kashel sangat bahagia karenanya. Salah satu kebahagiaan yang Kashel cari sebentar lagi tercapai.
Grizelle memeluk Kashel senang.
"Aku akan mempercepat acara ini, karena aku tidak ingin menunda-nundanya. Tapi meskipun begitu, apa kau masih menerima pekerjaanku yang seperti ini. Kita akan jarang bersama." Kashel menjelaskan sedih kali ini, takut Grizelle tidak menerima akan hal itu.
Grizelle menggeleng. "Tidak Kashel, aku sudah menerima dirimu semenjak aku menerima cintamu. Aku tahu pekerjaanmu bisa membahayakan nyawa, aku tidak apa-apa. Kashel, kau tidak perlu mengkhawatirkanku, aku sudah menerima dirimu yang apa adanya. Dan berani menanggung semua konsekuensi yang berat sekalipun demi bisa bersamamu.
"Asalkan kau tetap setia pada satu orang yaitu aku, aku akan selalu menjadi tempatmu kembali di mana pun nanti kamu berada." Grizelle mengucapkan isi hatinya.
"Aku teringat akan pertemuan kita pertama kali dulu Grizelle, setelah ini ayo ke rumahmu. Aku mau minta izin pada orang tuamu. Meminang anaknya." Kala itu teman-teman Kashel tidak ada yang tahu bahwa Kashel melamar Grizelle karena semua sedang beristirahat.
Kashel dan Grizelle yakin jika mereka tahu, keributan dan kehebohan akan terjadi, jadi mereka lebih memilih diam saja, bahkan Lyam pun tidak tahu rencana Kashel. Erphan dan Chain yang sama-sama pergi ke Desa Raja Naga bersama Kashel bahkan tidak tahu kalau Kashel membeli cincin kala itu karena mereka sibuk sendiri.
"Jadi kita rahasiakan ini dari teman-teman?" Grizelle bertanya.
"Maumu?" tanya Kashel kembali.
"Oke, kita rahasiakan dan buat kejutan." Kashel dan Grizelle tersenyum bersama sambil saling bergandengan tangan, mereka saling bertatap-tatapan tertawa bersama.
.
.
.
"Kenapa pusat selalu memberikan tugas aneh-aneh." Kashel protes.
"Karena ada kau Kashel orang yang sangat dekat dengan Guardian ketimbang siapapun. Pusat pasti memanfaatkannya." Anna berucap di ujung ruangan itu tampak sebuah meja lain yang sedang diduduki oleh Kyler, ia sibuk mengetik laporan dengan komputer kerja miliknya, tidak peduli dengan percakapan Anna dan Kashel.
Kashel mau tidak mau menerima pekerjaan itu, ia ditugaskan pergi ke reruntuhan sebuah kota sihir di masa lalu yang sudah tenggelam ke dalam tanah. Ini juga pertama kalinya Kashel melakukan pekerjaan ini.
Mereka ditugaskan mencari artefak sihir yaitu batu elemen. Batu ini cukup berguna karena bisa meningkatkan kemampuan elemen seseorang menjadi berkali-kali lipat daripada biasanya.
Namun, batu sihir itu berbahaya. Organisasi menyuruh anak buahnya untuk mencari batu sihir itu sebelum ditemukan oleh para penjahat yang merek sebut Sekte Sihir Hitam. Batu elemen sihir terbentuk karena energi yang telah berkumpul di desa sihir yang runtuh sehingga batu itu tercipta, seperti halnya pedang cahaya yang terbentuk karena kebaikan hati manusia.
Mereka mendapatkan informasi tentang hal itu dari informan yang tersebar di seluruh negara ini. Pasti ada saja dari telinga mereka yang mendengar kehadiran batu sihir itu.
"Portal Perbatasan sudah jarang muncul, batu sihir lagi yang harus dicari. Kenapa tidak membuat tambang saja sekalian?" Kashel malah berbicara hal-hal aneh.
"Jika batu sihir itu ditemukan, apakah harus dihancurkan?" Lyam bertanya yang sedari tadi duduk di sofa mendengarkan.
"Pusat tentu saja tidak akan membiarkan hal itu, Pusat meminta kita untuk membawa batu sihir itu secara utuh, asal kau tahu." Kashel menjelaskan pada, Lyam. Sambil memberikan laporannya.
"Aku lebih menyarankan batu itu dimusnahkan saja, jika jatuh ke tangan yang salah akan menjadi sangat berbahaya ke depannya." Lyam berpendapat.
"Sesuai perjanjian Lyam, jika Pusat mendapatkan tugas besar lebih dulu kita tidak boleh mengganggu mereka dan hanya menjalankan perintah dari mereka." Kashel mengingatkan.
Mereka punya perjanjian seperti itu, Kantor Pusat tidak akan mengganggu misi Guardian, dan Guardian tidak akan mengganggu pekerjaan Kantor Pusat juga.
"Jika mau aku bisa saja melanggar janji itu, karena salah mereka memintanya padamu." Lyam tersenyum simpul, karena merasa Kashel adalah bagian dari dirinya juga
"Sudahlah kau tidak usah berpikir licik seperti itu Lyam." Kashel tidak mau mendengarkan ucapan Lyam lagi.
"Oke. Tapi jika ada kekacauan karena batu sihir itu tidak dihancurkan kau sendiri yang harus bertanggung jawab Kashel." Lyam tidak membantah keputusan Kashel, dan ia menyetujuinya.
Kashel terdiam setelah mendengar perkataan Lyam, membiarkan batu itu dan tidak mengambilnya, akan lebih berbahaya jika jatuh kepada Sekte Sihir Hitam. Kashel dan Organisasi menyebut orang-orang berjubah yang sering muncul di setiap kekacauan Roh Kegelapan mereka adalah Sekte Sihir Hitam. Kelompok manusia yang bekerja sama dengan kegelapan.
Kashel dan Organisasi belum tahu pasti apa tujuan mereka terus terlibat dengan setiap kekacauan yang diakibatkan oleh kegelapan, namun semuanya hanya memahami pasti apa yang mereka lakukan adalah tujuan yang tidak baik.
Organisasi Penjaga Batas harus segera mengatasi dan menangkap para pembuat onar itu, belum lagi karena bekerja sama dengan kegelapan keberadaan mereka sulit sekali untuk dilacak.
Terkadang, energi sihir mereka bisa sama seperti Kesatria Penjaga Batas pada umumnya, mereka bisa menyamar dan membaur seperti orang-orang spesial umumnya dan itu sangat merepotkan untuk mencari keberadaan mereka, bahkan rekan yang dipercaya sekalipun bisa menjadi salah satu dari mereka.
.
.
.