
Lyam, Argai, Freda, Kyler dan Kashel mulai berlari. Mereka berlari menggunakan energi sihir mereka agar tidak merasa begitu kelelahan. Bahkan terkadang mereka harus melompati beberapa anak tangga yang rapuh dengan dikejar oleh lahar panas yang terus meningkat dengan cukup cepat juga. Di atas, mereka juga harus menggunakan simbol sihir dan pengguna elemen api untuk membuka kunci. Beruntungnya Lyam yang berjalan di depan sehingga Lyam juga bisa membukanya.
Lahar api itu berhenti tepat tinggal sejengkal lagi di dekat kaki Kashel.
Saat itu mereka mulai naik di ruangan lainnya lagi, ruangan ini cukup luas tidak sekecil lorong yang mereka semua masuki beberapa waktu tadi. Di semua sisi tempat itu mengeluarkan api yang siap membakar mereka ketika melaluinya dinding atas, bawah, kanan, dan kiri semuanya mengeluarkan api.
"Apa yang harus kita lakukan untuk melewati tempat ini?" Freda bertanya ia tidak tahu harus apa. Kekuatan bayangannya tidak mungkin kuat menahan panas dari api-api itu.
"Mantra pelindung, kita bisa melewati tempat ini dengan mantra pelindung. Apakah ada yang memiliki keahlian mantra pelindung kuat di sini." Semua orang melirik kearah Kashel, teman-temannya tahu Kashel adalah ahlinya menggunakan mantra pelindung.
"Harus aku lagi?" Kashel menunjuk dirinya sendiri, dan semuanya mengangguk, Kashel hanya bisa menghela nafasnya.
"Aku ingin istirahat dulu. Kyler kemarikan lehermu, biar aku obati. Setelah ini kau menjadi rekanku lagi untuk menjadi pendingin mantra pelindungku." Ujar Kashel memeriksa leher Kyler dengan satu tangannya dan mengoleskannya ramuan sihir penyembuh luka seperti obat salep.
Kyler langsung mengerti, meskipun ada mantra pelindung tapi panas pasti akan tetap mempengaruhi mereka.
Aku bersyukur membawa orang-orang yang tepat kemari. Batin Kashel ia tidak menyangka, anak buah sembarang pilih itu karena hanya mendengar gurun pasir dan reruntuhan Kashel memilihnya, mereka berdua memiliki kemampuan yang sangat membantu untuk Kashel.
"Mantra pelindung." Kertas mantra milik Kashel terbakar. Tanda mantra pelidung sudah aktif.
"Meluas!" Ucap Kashel terlihat ada cahaya transparan seperti bola yang membesar melingkupi Kashel. Mantra pelindung itu Kashel campurkan dengan energi sihirnya yang lain untuk memperkuatnya. Teman-temannya pun mulai berkumpul di dekat Kashel.
Kyler bersiap dengan sihir es miliknya juga dan mereka berlima mulai berjalan berdampingan memasuki jebakan api yang terus membakar dan tidak pernah padam itu, mereka tidak tahu sejauh apa jalan yang akan mereka lalui.
"Sihir api ini benar-benar merepotkan." Ucap Kyler terus mengeluarkan sihirnya, sudah setengah jam mereka berjalan mereka tidak menemukan ujungnya. Sihir Kyler untuk mendinginkan api panas itu mulai melemah.
"Tahan sedikit lagi Kyler," ucap Kashel menyemangati Kyler, ia juga berusaha mengerahkan seluruh tenaganya meskipun di campur dengan energi sihirnya, tapi mantra pelindung Kashel juga aslinya menarik energi tubuh Kashel sehingga ia merasakan kelelahan, walaupun kelelahan-kelelahan itu bisa ditangani oleh sihir milik The Borders. Sebagai manusia, Kashel tetap punya batasan menggunakan kekuatannya, dan perlu beberapa waktu juga untuk bisa pulih.
Kyler mulai melemah begitu juga Kashel. Mereka berdua mulai mencapai batasan mereka, Lyam terlihat memperhatikan ke arah depan.
Di tempat ini karena ada segel sihir yang kuat, portal tidak bisa digunakan. Jadi mereka harus berjuang secara manual.
"Aku akan langsung melemparkan kalian keluar dari api ini." Lyam berucap dengan santai.
"Bagaimana denganmu?" Argai bertanya, ia masih tidak tahu Lyam itu siapa sebenarnya.
"Kau tidak perlu mengkhawatirkanku." Lyam berucap ia membungkus Kashel dan teman-temannya dengan elemen angin. Wujudnya berubah menjadi Guardian saat api mulai membakar dirinya karena keluar dari mantra penghalang Kashel. Argai nampak sedikit terkejut.
"Bertahanlah Kashel, aku akan melempar kalian semua keluar dari api ini. Sebelum mantra pelindung milikmu benar-benar hancur." Lyam langsung melempar mereka semua dengan bola angin dengan cepat saat keluar dari api bertepatan dengan mantra pelindung yang hancur dan Kyler yang sudah kehabisan tenaga.
Dengan kemampuannya Freda membuat sihir jaring bayangan. Agar mereka berempat tidak terhantam ke dinding batu akibat lemparan kuat dari Lyam.
Mereka berempat selamat. Tapi Lyam belum keluar dari kobaran api itu. Kashel terlihat memegang kerah bajunya, kepanasan tentu saja.
"Kau baik-baik saja Kashel?" tanya Kyler.
"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit merasa panas." Wajah Kashel terlihat pucat. Beruntungnya Lyam dan Kashel memiliki elemen api juga, jadi meskipun api itu panas, mereka bisa mengurangi panasnya.
Kashel tidak tahan lagi dan ia makin kuat mengibaskan kerah bajunya sendiri yang saat ini dipenuhi peluh karena kepanasan tapi bukan rasa terbakar yang ia rasakan. Kyler tidak bisa membantu Kashel karena ia juga telah kehabisan tenaganya dan Freda sedang merawat rekannya itu di sudut yang lain.
Lyam kenapa malah berdiam diri di api itu. Kashel membatin, Argai terlihat memperhatikan Kashel yang tampak kepanasan di matanya. Ia kemudian ingin merogoh sesuatu di saku celananya yang tertutupi pakaian sihir, tetapi tidak jadi karena Guardian terlihat muncul dari balik kobaran api itu.
Kashel terlihat menatapi Guardian dengan tatapan kesalnya. Guardian berjalan ke arah Kashel yang sedang duduk di sebuah batu dan Guardian berdiri di depannya, tubuh Guardian terlihat mengeluarkan api di sekujur tubuhnya tidak seperti ketika ia berubah dalam wujud manusianya Lyam. Meskipun begitu Kashel tidak merasakan panas lagi walaupun tubuh Guardian semuanya terbakar, tidak seperti saat Guardian berada di dalam api tadi.
"Kenapa lama sekali keluar dari kobaran api itu?" Kashel akhirnya protes.
"Maaf jika itu mengganggumu. Tapi, di dalam api itu aku menemukan sebuah petunjuk." Lyam menjelaskan pada Kashel. Ia menemukan sebuah ukiran di dinding.
"Kalian berdua terlihat sangat akrab ya, aku tidak menyangka bahwa Lyam adalah Guardian yang terhormat." Argai datang menyela pembicaraan Kashel dan Lyam, ia membungkuk hormat pada Guardian.
Kashel terdiam beberapa saat, Guardian pun juga sama, ia tidak biasa langsung begitu akrab dengan orang yang baru ia kenal sebelum tahu pasti selak beluk dari orang tersebut.
"Aku dan Guardian adalah rekan kerja." Ujar Kashel menjelaskan, ucapan Kashel tidak sepenuhnya salah sebenarnya.
"Begitukah? Aku melihat kalian berdua seperti terikat satu sama lain. Kalian berdua juga tidak punya roh pelindung. Sangat jarang orang tanpa roh pelindung ada, dan saling berdekatan satu sama lain." Argai menebak Kashel tidak bisa berkata apa-apa lagi, Freda dan Kyler tidak ingin ikut campur dalam pembahasan itu.
"Sebaiknya kita tidak perlu membahas itu. Ada hal yang penting ingin disampaikan Guardian kepada kita." Ujar Kashel tidak ingin melanjutkan pembahasan tentang ikatannya dan Guardian.
"Kembalilah ke wujud manusiamu, Lyam. Wujudmu yang seperti itu bisa membuat teman-teman kepanasan." Kashel meminta Guardian yang sepertinya tidak begitu sadar jika sekujur tubuhnya dipenuhi api.
Guardian kembali ke wujud manusia Lyam setelah mendengar permintaan dari Kashel tanpa memprotesnya sekalipun.