
Di tengah hutan yang gelap dan hanya ada sinar dari cahaya bulan, di tempat yang di penuhi oleh tebing batu dan pepohonan hijau.
Kashel menarik pedang kecilnya dari sarungnya. Pedang itu mengeluarkan cahaya karena merasakan energi hitam yang kuat. Tapi Kashel tidak memperdulikan hal itu karena sekarang ia harus lebih fokus pada musuh yang berada di depannya.
Kemudian Rainer bersiap menyerang dengan menggunakan sihir petir biru hitamnya. Ia tidak bisa meremehkan musuhnya kali ini.
"Kashel selalu aktifkan mantra pelindungmu, dan gunakan langsung jika di perlukan."
"Baik!"
Rainer langsung melesat ke arah naga itu, tapi dengan kibasan cepat ekor dari naga itu Rainer langsung terlempar ke arah bebatuan dan membuatnya tertimbun. Beruntungnya ia menggunakan mantra pelindung untuk menghindari serangan yang fatal. Naga itu bisa membaca serangan Rainer dengan baik.
Kali ini serangan naga itu tertuju ke Kashel, dari jarak jauh ia ingin mengeluarkan serangan apinya yang berwarna hitam, dan saat api akan datang menghampiri Kashel. Kashel langsung berlari ke samping melompat dan menghindarinya.
Api ini panas. Batin Kashel tidak terbayang ia akan jadi apa jika api tersebut mengenainya.
Rainer yang tertimbun reruntuhan batu berusaha mengeluarkan dirinya.
Kashel berlari ke arah Rainer. Berniat ingin membantunya. Serangan lagi-lagi datang ke arah Kashel kali ini serangan itu menggunakan sisik naga sehingga seperti ada peluru yang ditembakkan oleh naga kegelapan tersebut.
Kashel berusaha menghindarinya dan bersembunyi di belakang pohon.
Rainer yang memiliki banyak waktu berhasil melepaskan diri dari reruntuhan. Ia melesat dan langsung menyayat naga itu dengan petirnya yang sudah ia rubah menjadi pedang.
Namun serangan itu terpantul dan lagi-lagi naga itu berhasil menyerang Rainer.
"Tubuhnya keras, ukh!" Rainer perlu usaha untuk berdiri.
"Paman!" Kashel berteriak berlari ke arah Rainer. Karena melihat Rainer yang akan di serang oleh naga itu menggunakan apinya.
"Mantra pelindung!" Kashel mengaktifkan mantra pelindungnya demi melindungi Rainer dari serangan fatal.
Kashel yang tidak kuat menahannya ikut terlempar dari serangan ledakan itu. Rainer menangkapnya dalam dekapannya sehingga yang tergulung-gulung dan terluka adalah Rainer sendiri.
"Paman apa yang kau lakukan kenapa melindungiku?" Kashel tidak tega melihat Rainer yang penuh dengan luka-luka gores.
"Ini tidak seberapa Kashel, lebih baik daripada terkena serangan api tadi." Terlihat luka-luka di tubuh Rainer perlahan sembuh dengan sendirinya.
Ia kemudian berdiri lagi, dan mulai menyerang naga itu lagi. Tapi tidak ada serangan yang berarti. Petir milik Rainer tidak ada gunanya untuk melumpuhkan naga itu.
Kemudian Roh Kegelapan lemah berkumpul di sekitaran Rainer mengepungnya.
"Sial, apalagi ini." Rainer langsung mengamuk dan mengeluarkan petirnya yang dahsyat dan langsung memusnahkan seluruh Roh Kegelapan lemah itu dalam sekejap. Tapi apa yang dilakukan Rainer itu buang-buang tenaga, musuhnya yang sebenarnya adalah Roh Kegelapan berwujud naga di hadapannya.
"Menyerahlah manusia, dan biarkan aku melahapmu."
Suara parau itu menggema lagi. Lagi-lagi serangan berhasil membuat Rainer terlempar jauh. Dan kali ini membuatnya tidak bisa berdiri untuk beberapa saat, sekujur tubuhnya terluka.
Naga itu menghampiri Rainer dan ingin mengambilnya dalam genggamannya. Dan Kashel sudah berdiri di hadapan Rainer dengan pedang kecil miliknya.
Mantra pelindung membuat tangan naga yang ingin mengambil tubuhnya terhenti menggantung di udara.
Kashel sambil berkonsentrasi, mengayunkan pedang kecil miliknya, tangan besar naga itu berhasil disayat oleh Kashel secara melintang.
Darah mengucur dan membuat naga dengan kulit keras itu mengaum kesakitan.
"Kau akan jadi makananku yang pertama manusia."
Suaranya terdengar sangat marah pada Kashel yang berhasil melukainya.
Kashel terengah-engah karena kehabisan tenaga, tidak menyadari bahwa mantra pelindungnya hancur dan satu jari dari naga itu berhasil menggores bagian dada Kashel, beruntungnya tidak cukup dalam karena Rainer sempat menariknya. Tapi cukup membuat Kashel meringis kesakitan.
Akhirnya karena sama-sama kehabisan tenaga mantra itu hancur, serangan sempat berhenti sesaat. Kashel jatuh pingsan setelahnya. Tubuhnya terlihat penuh luka terutama bagian dadanya, darah segar keluar dari sana.
Rainer pun dengan kekuatan tersisanya bermaksud menjadikan dirinya tameng. Naga itu bukan lawan yang sebanding untuknya. Roh Kegelapan yang sudah memakan banyak korban jiwa itu terkadang hanya Guardian sendiri yang bisa membasminya.
Saat di ambang kekalahan Guardian muncul dan langsung mengambil alih pertarungan.
Kali ini Rainer ikut tidak sadarkan diri juga, ia merasa lega karena Guardian telah datang.
"Jadi di sini salah satu pengacau dunia berada." Dinginnya berbicara sambil mengeluarkan energi sihir yang besar sampai mempengaruhi tempat itu.
"Kau Guardian!"
Suara parau itu nampak terkejut. Ia kemudian menyerang Guardian, tapi dengan mudahnya serangan itu ditangkis olehnya.
Guardian kemudian menangkapnya dengan elemen air miliknya ketika naga itu mencoba untuk kabur.
Naga itu tidak bisa berbuat apa-apa setiap ia berenang di dalam bola air itu, bola air itu akan mengikuti gerakannya sehingga ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Kemudian Guardian mengeluarkan elemen petirnya yang kuat dan menghantarkan listriknya ke bola air yang diisi oleh naga kegelapan.
Naga itu meronta-ronta kesakitan, perlahan mata merahnya meredup dan ia perlahan berubah menjadi asap hitam yang perlahan-lahan menghilang dan hancur.
.
.
.
Setelah pertarungan berakhir tanpa berkata-kata ia langsung membawa tubuh Rainer dan Kashel melewati portal teleportasi dan membawa mereka ke tempat di mana banyak air berada.
Guardian tidak langsung membawa mereka kembali ke penginapan, mereka tetap berada di tengah hutan itu.
Dengan wujud Guardiannya ia menyalakan api unggun untuk menghangatkan kedua manusia itu, setelah membasuh tubuh mereka dengan air karena kotor akibat bertarung dan di penuhi oleh darah, baju mereka dibiarkan apa adanya. Lalu mengeringkan mereka dengan kemampuan sihirnya.
Rainer perlahan tersadar, ia langsung duduk saat melihat siapa yang ada di sisinya.
"Tuan Guardian, maafkan aku membiarkan anak itu terluka." Rainer langsung mengucapkan maaf sangat merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Kashel dengan baik.
"Beristirahatlah, kau sudah menjaganya dengan baik Rainer. Membuat anak ini bahagia itu adalah tujuanku membuatmu bersama dengannya." Jelas Guardian.
"Kau itu orang yang berhati lembut dan penuh kasih sayang." Jelas Guardian, Rainer hanya menatapi Guardian bingung bagaimana Guardian yang tidak punya perasaan mulai memahami manusia sampai seperti itu, biasanya jika Rainer gagal dalam suatu hal paling tidak ia akan menerima hukuman sangat berat, paling tidak dihajar sampai babak belur untuk dia tidak mengulanginya lagi.
Guardian tahu bahwa Rainer menganggap Kashel seperti anaknya sendiri. Itu sudah lebih dari cukup untuk memaafkan kesalahannya.
"Apa yang akan Tuan lakukan pada Kashel?" Rainer bertanya.
"Aku akan menyembuhkan lukanya, aku tidak suka melihat anak ini terluka." Jelas Guardian.
"Tolong pastikan, jika anak ini terbangun kau adalah orang pertama ia lihat. Itulah mengapa aku tidak mengobatinya dari tadi, hubunganku dengan anak ini cukup kuat sehingga ia akan sadar jika ada aku di dekatnya, memberinya energi." Guardian menjelaskan Rainer yang mengerti pun mengangguk.
Guardian mulai mengobati luka-luka Kashel, pemuda itu terlihat mulai terganggu dalam tidurnya.
.
.
.