
Lyam menghilang setelah pengusiran Kashel terakhir kali, tidak ada yang tahu ke mana murid nomor satu itu pergi.
Bahkan termasuk guru pembimbing yang telah menyelamatkan mereka berdua waktu itu pun ikut juga menghilang bersama dengan hilangnya Lyam.
Semua guru diam dalam hilangnya Lyam. Tidak ada yang berani mengatakan apapun, tentang kepergian murid nomor satu yang menghilang secara tiba-tiba.
.
.
.
Tidak terasa Kashel sudah berada pada tahun terakhirnya di Akademi Spiritual. Tidak banyak hal yang dipelajari di tahun terakhir ini.
Pada tahun terakhir Akademi Spiritual mereka para murid, difokuskan untuk belajar berbagai macam mantra pendukung atas kemampuan sihir-sihir mereka.
Tentu saja, para calon Kesatria Penjaga Batas tidak hanya diajarkan tentang cara bertarung saja namun juga cara bertahan. Sebenarnya di kelas-kelas sebelumnya telah diajarkan mantra ini juga, tapi di tahun terakhir ini mereka harus benar-benar mengasah kemampuan mantra sihir mereka.
Mantra pendukung ini sangat berguna untuk para calon Kesatria Penjaga Batas membentengi diri ketika mereka dalam keadaan terdesak, agar mereka tidak hanya tahu cara bertarung saja. Jadi dalam satu tahun terakhir ini mereka dikhususkan untuk belajar tentang mantra sihir.
"Akhirnya aku berada di tahun terakhir sekolahku dan setelah ini tinggal dua tahun lagi untuk aku bebas sepenuhnya," ucap Kashel semangat di hari pertamanya bersekolah di tahun kedelapannya.
Susunan murid kelas mereka berubah lagi di mana anak-anak yang dianggap tidak memiliki bakat lebih dipindahkan ke kelas yang lebih rendah dan yang naik peringkat dipindahkan ke kelas atas.
Tentu saja Kashel masih berada di kelas C. Karena biar bagaimanapun kashel dianggap sebagai anak yang tidak memiliki bakat sihir apapun meskipun keahliannya dalam menggunakan mantra pelindung sangat mengagumkan tapi penilaian utama tetap adalah dengan ilmu sihir.
Sehingga ia akan tetap menjadi penghuni kelas C selama satu tahun ke depan.
Mungkin di tahun terakhir ini akan menjadi nilai tambahan untuk Kashel karena ia sangat mengerti tentang mantra-mantra. Walaupun tidak begitu paham tentang mantra penyegel, mantra penyembuh, mantra penghapus ingatan dan hipnotis.
Dalam dua bulan pertama mereka dikhususkan untuk mempelajari ilmu tentang hipnotis.
.
.
.
"Hei lihat, aku ingin mencoba menghipnotis anak itu, kurasa ini akan bekerja." Salah satu teman sekelas Kashel yang diturunkan dari kelas B ingin mencoba menghipnotis Kashel yang sedang lewat sendirian ke arah kelasnya.
Saat itu ia menepuk bahu Kashel dengan tiba-tiba, Kashel tampak terkejut dan menatapi orang itu.
"Hei kau, turuti semua perintahku datanglah ke kelas A dan tantang murid paling kuat di sana." Ucapnya tiba-tiba memerintahkan Kashel.
Kashel yang tahu jika ia ingin dihipnotis oleh teman sekelasnya malah pura-pura menuruti perintah orang itu demi menghindari masalah.
Kashel berpura-pura menjadi orang yang sedang bodoh sekarang ia terlihat melamun dan berjalan ke kelas A.
"Hahaha, lihat kan dia terkena hipnotisku, mudah sekali menghipnotis orang itu. Si Kendrick yang gagal." Ucapnya begitu percaya diri. Teman-temannya yang berada di sampingnya juga ikut tertawa.
Mereka pun pergi setelah melihat Kashel mendekati ruang kelas A.
Beruntung aku tidak terkena hipnotis mereka tapi setidaknya aku bisa menghindari mereka agar tidak membuat keributan yang lebih banyak lagi dengan cara berpura-pura terkena sugestinya. Batin Kashel merasa lega setelah melihat anak-anak itu meninggalkan tempat mereka berdiri.
Kashel tidak jadi menuju kelasnya dan memilih ruang lain untuk dia belajar tentang mantra-mantra.
Kashel sudah tahu cara menangkal hipnotis, hal pertama yang ia pelajari adalah cara menangkal hipnotis karena ia tahu pasti ada orang dari kelasnya yang ingin mengerjainya dengan mantra hipnotis itu. Jadi, ia sudah mempersiapkannya.
"Apakah mereka akan membuat perhitungan ketika tahu aku tidak terkena hipnotis mereka sama sekali," Kashel menghela napasnya karena takut orang yang mengerjainya, membuat perhitungan padanya.
"Masa bodohlah, semoga kelak mereka tidak menggunakan kemampuan itu untuk merugikan orang lain." Gumam Kashel sembari terus berjalan keluar dari lorong kelas mencari tempat bersantai untuknya belajar.
Sampai pada jam pelajaran dimulai Kashel baru kembali ke kelasnya. Namun, apa yang ditunggu oleh anak-anak yang mengerjai Kashel dengan percaya dirinya tadi hilang seketika. Sejak tadi tidak ada keributan yang mereka tunggu-tunggu.
Mereka sadar bahwa Kashel tidak terkena hipnotis mereka, bahkan ia kembali ke kelas dalam keadaan baik-baik saja tanpa sedikitpun luka.
"Awas kau ya, aku akan buat perhitungan nanti." Ucap teman sekelasnya yang menghipnotis Kashel tadi ia merasa malu karena sudah menceritakan pada teman sekelasnya tapi ternyata Kashel tidak terkena hipnotisnya sama sekali.
.
.
.
Esok harinya, teman-teman sekelas Kashel terlihat ketakutan melihat dirinya, Kashel bingung dengan sikap mereka yang tiba-tiba menjadi aneh.
Kenapa mereka, pikiran Kashel bertanya-tanya, biasanya mereka dengan sombongnya selalu meremehkan Kashel tapi kali ini tidak.
"Baguslah kalau mereka berhenti menggangguku mungkin mereka sudah sadar diri untuk tidak menggangguku lagi, kuharap mereka kelak menjadi Kesatria Penjaga Batas yang baik ke depannya." Kashel berdoa agar temannya menjadi orang yang baik itulah harapannya.
Dari arah halaman ada seorang berpakaian serba hitam tengah memperhatikan Kashel dari jauh dia adalah Guardian.
.
.
.
Jadi, selama ini Guardian menjaga Kashel dari jauh ia tidak ingin calon wadah jiwanya terluka karena orang-orang yang membenci dirinya dan mengucilkannya.
Kemarin saat jam pulang teman-teman Kashel yang dendam padanya ingin mengerjai dirinya. Tapi sebelum rencana mereka dimulai Lyam datang dan langsung memberikan mereka pelajaran sampai mereka merasa sangat takut dan jera untuk mengganggu Kashel lagi.
Padahal Lyam cuma memberikan aura kemarahannya kepada mereka tapi anak-anak itu sangat ketakutan dan menjadi trauma. Sambil memperingatkan mereka untuk tidak mengganggu Kashel lagi. Lyam mengatakan pada mereka Kesatria Penjaga Batas tidak melukai orang lemah justru harus melindungi mereka.
Setelahnya tidak ada yang berani buka mulut tentang hal itu dan mengatakannya secara langsung kepada Kashel, karena Guardian juga mengancam mereka yang berani buka mulut tentangnya.
.
.
.
Jadi sebenarnya selama ini Lyam tidak menghilang sepenuhnya tapi menjaga Kashel dari jauh. Memberikan anak itu hidup yang tenang seperti yang Kashel inginkan.
.
.
.
Pada ujian hipnotis ini ada waktu prakteknya di mana mereka harus mempraktekkan cara menghipnotis orang.
Kashel berhasil melakukan trik hipnotis pada seorang murid di akademi itu, meskipun itu hanya teman sekelasnya juga, dan juga ia berhasil menangkis mantra hipnotis ketika temannya mencoba menghipnotisnya. Kashel lulus dalam ujian itu dengan baik.
.
.
.
Setelah selesai pada materi tentang hipnotis Mereka kemudian melanjutkan bab selanjutnya yaitu tentang mantra penghalang.
Semua orang tahu nilai tertinggi tentang mantra penghalang ini pasti akan diambil oleh Kashel karena dia adalah ahlinya, pemuda itu sudah banyak menghafal bentuk-bentuk dari mantra penghalang.
Walaupun begitu Kashel tidak pernah menyombongkan kemampuannya. Ia masih menganggap ada orang yang lebih hebat dalam menggunakan mantra penghalang ketimbang dirinya di sekolah itu.
Ia tetap belajar dengan keras agar mendapat nilai yang baik demi membantu nilai kelulusannya nanti.
.
.
.
"Materi tentang mantra penghalang akan berlangsung selama tiga bulan karena mantra ini cukup rumit untuk dipelajari namun sangat berguna." Ucap guru pembimbing mereka saat di kelas dan pelajaran tentang mantra penghalang pun dimulai.