The Borders

The Borders
Bagian 110 – Penyelidikan Di Kantor Pusat



Lyam hanya mendengarkan percakapan mereka di sudut ruangan, bahkan Lyam saja baru tahu tentang rencana Kashel yang ingin menikah. Entah mengapa Lyam merasa dilupakan.


Setelah ketahuan Kashel berdiri dan mendatangi Lyam yang duduk pada kursi di pojok ruangan, teman-teman Kashel mulai bersantai di ruangan kerja Kashel setelah mendengar penjelasan, ada juga yang mengucapkan selamat pada Grizelle.


.


.


.


"Lyam, dibandingkan apapun. Aku mungkin lebih dekat denganmu daripada siapapun. Asal kau tahu Lyam, terkadang aku menganggapmu lebih daripada orang tuaku sendiri jika soal kedekatan. Bahkan kurasa kedekatanku dan kamu lebih dari dekatnya dengan Paman Rainer,


"Oleh karena itu, aku menganggapmu adalah keluargaku yang paling dekat Lyam dan aku meminta restumu juga untuk hubungan kami berdua. Karena biar bagaimanapun kau itu adalah wali untukku, maaf karena tidak memberitahumu dari awal. Aku merasa kurang sopan, untuk seseorang yang kuanggap sebagai orang tua, walaupun kau bukanlah orang yang berperasaan." Kashel menjelaskan sambil tertunduk, biar bagaimanapun ia tetap merasa harus menghormati Lyam.


"Aku akan selalu mendukung keputusanmu apapun itu." Lyam menyentuh bahu Kashel, tanda setuju.


"Terima kasih," Kashel tersenyum senang.


"Jadi kau nanti temani aku menjadi waliku, untuk melamar Grizelle." Akhirnya Kashel mengatakan tabiatnya yang sebenarnya, Kashel tidak berbasa-basi dan mengatakannya dengan langsung.


"Apa kehadiranku tidak membuat keluarga kekasihmu ketakutan." Lyam langsung menjelaskannya.


"Ah, kau benar juga." Kashel terlihat berpikir.


"Tapi aku tidak masalah, jika kau sendiri tidak masalah." Lyam melanjutkan ia merasa senang karena bisa berguna untuk Kashel, ia tidak tahu ia merasa perasaan hangat ketika menjadi bagian dari keluarga kecil Kashel.


"Grizelle apa kau tidak masalah jika Lyam yang menjadi waliku?" Kashel meminta pendapat Grizelle, yang sedang duduk di sofa lain.


"Tidak apa-apa, tentu saja." Grizelle langsung menjawab, Grizelle tidak pernah merasa kalau Lyam itu menakutkan sampai membuatnya tidak dapat bergerak. Meskipun terluhat kejam, Grizelle tidak pernah benar-benar takut pada Lyam.


"Ada kami semua yang akan mendampingimu Kashel." Rigel berucap, teman-temannya yang lain mengangguk, bahkan Freda ia sudah tampak baik-baik saja.


"Terima kasih semuanya, aku sayang kalian!" Kashel langsung berucap gembira.


"Dan tentu saja aku cinta kamu." Kashel berbisik pada Grizelle membuat wanita itu menjadi tersipu dibuatnya.


.


.


.


"Meskipun ini terkesan merepotkan dan terburu-buru. Karena pekerjaanku yang merepotkan. Aku akan menyelesaikannya dengan cepat." Kashel terlihat berapi-api membuat laporan terakhirnya tentang kejadian di reruntuhan beberapa waktu yang lalu. Sedangkan Lyam, disuruh oleh Kashel berekspresi seperti orang tua pada umumnya. Meskipun bagi Lyam itu merepotkan tapi ia berusaha melakukannya untuk Kashel.


.


.


.


.


.


.


Rai di dalam Kantor Pusat, diam-diam ia menyelidiki penyusup yang bekerja sama dengan Sekte Sihir Hitam tanpa sepengetahuan siapapun.


Pria ini memiliki bentuk wajah yang hampir mirip dengan Kashel karena masih saudara sepupu, tetapi ia memiliki pupil mata berwarna hijau emerald.


Diam-diam menyuruh roh pelindungnya untuk menjadi mata-mata, warna dari burung itu adalah biru, jenis burung Thunderbird yang berkekuatan elemen petir seperti halnya kemampuan Rai. Tetapi ia memiliki kemampuan spesial lain yang bisa membagi penglihatannya pada tuannya. Dan bisa mengecilkan tubuhnya seukuran burung pipit.


Tidak ada yang tahu, bahwa Rai memiliki kemampuan membagi penglihatan dengan roh pelindungnya, ia merahasiakan kemampuannya itu sebagai jurus pamungkasnya. Belum lagi roh pelindung miliknya bisa memecah-mecah tubuhnya menjadi banyak dan tidak bisa dibunuh dengan mudah karena jika masih ada satu yang selamat roh pelindung itu akan tetap bertahan hidup bersama dengan tuannya, kecuali yang membunuhnya Kashel atau Guardian serangan kedua orang itu pasti akan berakibat sangat fatal untuk roh pelindung Rai. Selama beberapa hari Rai menyelidiki segalanya sendiri, ia tidak pernah bilang pada siapapun bahwa di Kantor Pusat ada musuh dalam selimut, karena ia tidak bisa mempercayai siapapun di situ.


Ia sempat berdebat dengan para petinggi karena membela Kashel yang sudah gagal menjalankan tugasnya mencari batu sihir. Petinggi Pusat ingin mencari batu elemen sihir lainnya, dan tidak ingin menyuruh Kashel lagi yang melakukannya, memilih orang-orang yang menginginkan petualangan itu sendiri yang mereka ingin manfaatkan.


Namun, nihil di antara mereka yang mencari batu sihir, semuanya kehilangan kontak tanpa ada kabar lagi dari orang-orang yang mereka suruh.


Sehingga mau tidak mau, pusat harus menunggu Kashel untuk menjalankan misi itu karena butuh bantuan dari Guardian yang tentu saja jika dimintai bekerja sama dengan mereka ia tidak akan mau. Rai tidak tahu kenapa para petinggi sangat menginginkan batu sihir elemen itu, dan Rai masih menyelidikinya. Meskipun kehadiran Rai di sana mulai tidak disukai tapi tidak ada yang bisa menurunkan jabatannya karena itu adalah pilihan Guardian, jika memaksa Rai turun dari kepemimpinannya otomatis itu akan memulai genderang perang dengan Guardian.


Apakah tujuan mereka mencari batu sihir itu ingin menantang Guardian, bodoh sekali batu sihir itu Kashel bahkan bisa menghancurkannya. Batin Rai mengira-ngira.


Jujur saja, aku ingin sekali menjadi bagian dari Divisi Batas Senja saja, daripada Kantor Pusat yang sangat bobrok ini. Aku pemimpin di sini tapi mereka ingin menjadikanku pemimpin boneka yang harus menuruti segala perintah mereka, kalian kira aku akan menurutinya. Rai kesal dalam batinnya tanpa mengucapkan apapun.


Kemudian Rai langsung terdiam, ia melihat sesuatu. Dari salah satu dari bagian roh pelindungnya yang ia sebarkan di seluruh Kantor Pusat.


Orang berjubah hitam itu, menatap ke arahnya dengan tajam kemudian ia menembakkan sihir hitam yang yang muncul dari telapak tangannya. Dan menghancurkan roh pelindung milik Rai.


"Argh!" Rai langsung memegang mata kirinya kesakitan, mata kirinya mengeluarkan darah.


Kekuatan macam apa itu, biasanya meskipun sakit hasilnya tidak akan separah itu. Batin Rai tidak percaya, memang bayaran yang Rai dapat adalah rasa sakit ketika kemampuan mata roh pelindungnya dimusnahkan tapi tidak membuat matanya sampai terluka juga.


Bahkan efeknya, mata kiri Rai menjadi buram dan butuh waktu untuk sembuh sepertinya, Rai jadi tidak bisa melihat dengan benar.


Namun, orang yang bersama makhluk berjubah itu benar-benar membuat Rai geram. Rai kesal, meskipun dalam gelap kemampuan penglihatan itu bisa digunakan dengan jelas sehingga ia sudah tahu siapa musuh dalam selimut tersebut.


.


.


.