
Luan yang melihat ada seseorang yang terluka langsung sigap menanganinya. Meskipun, ada aura kuat dari Kashel di tubuh Rai tapi Luan tidak ada waktu untuk merasa takut.
Kashel langsung datang menghampiri Grizelle dan memeluknya erat. Ia benar-benar merasa khawatir sekali tadi.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" akhirnya pertanyaan itu muncul kembali setelah beberapa saat.
"Aku diculik oleh Sekte Sihir Hitam. Entah apa tujuan mereka?" tanya Kashel bingung, ia menatap Lyam yang tampak tidak baik-baik saja.
"Apa kau melakukan suatu hal Lyam?" tanya Kashel curiga.
"Aku mengobrak-abrik organisasi untuk mencarimu." Kashel menepuk jidatnya.
"Aku memutuskan untuk tidak bekerja sama lagi dengan organisasi itu Kashel, lagi pula Rai sudah berada bersama kita." Ujar Lyam dan Kashel mengangguk, ia juga sudah merasa muak dengan semuanya.
"Tapi Kashel, sebaiknya aku pergi dari sini." Ujar Lyam.
"Aku akan segera dikuasai kegelapan." Ujar Lyam.
"Terus bagaimana denganku, kau itu bisa dengan mudah menemukanmu dengan mudah mau di mana pun aku bersembunyi."
"Hubungan kita akan terputus selama hatimu tidak menyimpan kebencian, tapi akan lebih baik jika kau menghindar dari teman-temanmu. Dan jika kau ingin orang yang menguatkanmu. Selalu bersama istrimu." Ujar Lyam menjelaskan.
Saat ini Lyam malah, menjadi orang paling berperasaan. Perasaan di hati Kashel mulai terasa dengan jelas oleh Lyam karena itu pertama kali untuknya Lyam bisa memahaminya dengan pasti. Dan menjelaskannya pada Kashel.
.
.
.
"Maafkan aku Kashel, aku cuma bisa berharap padamu kau bisa menarikku kembali ke jalan cahaya. Aku akan melupakan semuanya saat ini. Bahkan tempat ini dan kebersamaan kita saat ini." Ujar Lyam berharap Kashel bisa menangani dirinya.
"Jangan sampai kau yang malah tertarik ke dalam kegelapan Kashel, atau dunia ini akan hancur. Semua ada di tanganmu sekarang." Lyam membuka portal dan pergi menghilang.
Kashel tidak ingin memikirkan kata-kata Lyam yang telah pergi itu sekarang, ia langsung memeriksa keadaan Rai yang masih dalam penanganan Luan saat itu.
Luan berjuang dengan keras membersihkan energi hitam yang ingin menghancurkan setiap aliran darah milik Rai.
"Alirkan energi sihir petir pada Rai, Chain." Kashel hanya bisa memperhatikannya saja. Beruntung Chain punya elemen dasar yang petir juga. Sehingga, perawatan itu berjalan dengan cukup lancar. Sebenarnya menggunakan energi sihir milik Kashel itu cukup efektif untuk membantu membersihkan aliran sihir Rai yang terkontaminasi oleh kegelapan. Tapi, hal itu cukup beresiko karena akan membuatnya mengalami kesakitan. Karena energi The Borders tidak bisa diterima oleh sembarangan orang.
Mantra penyegel dari Kashel untuk Rai pun juga sudah membuat Rai kesakitan karenanya. Tapi, Rai bisa bertahan hidup karena mantra penyegel milik Kashel yang menghalangi aliran sihir Rai meledak.
"Bagaimana kau bisa menembus mantra penyegel itu?" tanya Kashel penasaran.
"Mungkin karena kau sangat ingin menyelamatkannya Kashel, kau membuat mantra penyegel yang sihir murni bisa menembusnya dan membersihkan racun kegelapan dari tubuh seseorang." Ujar Luan terus fokus.
"Mantra penyegelmu hanya menyegel apa yang ada di dalam, ketika membuat penghubung energi yang ada di dalamnya pun bisa di keluarkan." Jelas Luan, sihir Luan mirip seperti selang medis yang membersihkan aliran darah dan mengeluarkannya.
Seperti halnya transfusi darah. Energi sihir milik Chain menggantikan sihir petir yang menghilang di tubuh Rai agar Rai tidak kehabisan energi dan bisa membuat nyawanya dalam bahaya jika energi sihirnya habis dalam keadaan seperti sekarang.
Setelah seharian, perawatan Rai selesai. Bahkan mantra pencuci otak sihir kegelapan sudah ditangani Luan dengan baik. Luan lemas dan terduduk setelahnya begitu juga Chain.
Kashel benar-benar terharu dengan pengorbanan teman-temannya yang mau melakukan hal itu sampai kehabisan tenaga dan membuat mereka juga mengalami sakit.
"Sudah sepatutnya Kashel, kita membantu teman kita meskipun melelahkan." Ujar Chain terbata.
"Chain... Benar... Jangan pi–." Luan langsung tidak sadarkan diri Kashel panik dan langsung mendekatinya ternyata Luan hanya jatuh tertidur, karena kelelahan Kashel kemudian membopongnya ke kamar yang yang sudah disediakan untuk Luan. Mansion itu benar-benar mewah dan terdapat banyak kamar. Mereka semua memilih untuk tinggal di kamar lantai paling bawah. Ruangan itu terdapat lorong yang cukup panjang dan dengan cahaya yang sangat terang.
Sepertinya rumah itu punya pembangkit listrik sendiri mungkin menggunakan panel surya.
Saat memasuki kamarnya pun terdapat tempat tidur yang mewah.
"Aku benar-benar salut dengan Lyam. Entah kapan dia menyiapkan semua ini." Gumam Kashel membaringkan Luan di tempat tidur kamar yang sudah dipilihnya. Setelah memikirkan bentuk desainnya, terlihat seperti gaya abad pertengahan. Sepertinya mansion itu sudah berdiri selama puluhan tahun lamanya bahkan ratusan tahun
.
.
.
Kemudian, Kashel ditunjukkan sebuah kamar yang Lyam sediakan untuknya, Grizelle yang memegang kunci dari kamar itu.
Kashel langsung mendatanginya dan memasuki kamar bawah tanah itu berada di lantai paling bawah dan penuh dengan teka-teki untuk sampai ke sana. Di buka dengan keenam elemen dasar.
"Sungguh Lyam ini, kita malah seperti mencari harta karun." Gumam Kashel yang di sampingnya ada Grizelle yang membuntuti.
Akhirnya mereka berdua sampai di sebuah pintu raksasa dan Kashel membuka pintu itu. Ruangan gelap langsung terang saat gerbang terbuka dan alangkah kagetnya Kashel dan Grizelle yang melihat ruangan yang dipenuhi oleh emas. Kashel langsung menutup lagi ruangan itu dan ruangan otomatis terkunci.
"Lyam benar-benar gila." Gumam Kashel tidak tahu lagi harus berkomentar seperti apa.
"Kita kembali saja ke atas kalau begitu, aku bisa terkena serangan jantung di sini." Ujar Kashel, Grizelle hanya terdiam, seumur hidupnya Grizelle tidak pernah melihat emas sebanyak itu.
"Grizelle, kau tidak apa-apa?" tanya Kashel khawatir. Grizelle mengangguk menandakan ia tidak apa-apa.
"Kita hanya menggunakan harta Lyam seperlunya saja." Ujar Grizelle.
Mereka berdua, berjalan kembali tanpa menoleh ke belakang. Mereka tidak berani menyentuh harta itu jika tidak perlu.
Kashel dan Grizelle menutup mulutnya setelah keluar dari tempat itu. Bukan ingin merahasiakannya tapi agar temannya tidak berisik.
Erphan tampak menatapi langit yang mulai menggelap. Tidak ada awan tapi langit menjadi gelap dan tidak nyaman. Grizelle bahkan merasakannya juga, matahari cahayanya seolah-olah terhalang menuju bumi.
.
.
.
Semua orang di seluruh dunia mulai memperhatikan lagi yang tiba-tiba berubah warna itu, padahal tidak ada tanda-tanda akan terjadi gerhana matahari. Tapi hal itu tidak berlangsung lama langit kembali seperti semula.
Kashel merasakan jika kegelapan telah berhasil mengambil alih separuh dirinya yang lain. Kashel hanya terdiam, sedih. Tapi, ia tidak bisa larut dalam hal itu.
Meskipun saling terhubung, sebagai wujud dan wadah jiwa kali ini hubungan batin Kashel dan Lyam terputus, Kashel melihat ada asap pekat hitam yang menghalangi pandangannya. Sedangkan, Lyam yang sudah dikuasai kegelapan, dipenuhi kegelapan, dan melupakan semuanya. Melacak wadah jiwanya dengan kemampuannya, ia tidak bisa melakukannya karena ada cahaya terang putih yang menghalanginya penerawangannya.
Tapi, jika itu dalam jarak tertentu Lyam atau Kashel bisa merasakan energi sihir sama yang mereka miliki.