
Kepulangan mereka semua disambut oleh orang-orang berjas, berkacamata hitam. Dirga yang memegang batu elemen sihir palsu memberikannya pada orang-orang berkacamata itu. Lalu, Kashel menelpon Rai bahkan Rai tidak tahu bahwa batu sihir yang Kashel berikan itu adalah palsu.
"Misi kali ini berhasil Rai, tugasku sudah selesai dan ingin beristirahat dulu sebentar." Ucap Kashel.
Rai tentu saja senang, ia menyelamati keberhasilan Kashel, setelah ini Kashel boleh beristirahat untuk beberapa hari ke depan. Lalu Rai menyuruh Kashel cepat kembali ke kantornya.
.
.
.
Kedatangan Kashel di sambut baik oleh istrinya Grizelle dan adiknya yang sekarang tengah terluka. Kepalanya di perban dan tangannya di gips.
Bukannya pulang dengan wajah tersenyum Kashel tampak kaget ketika melihat sekitarnya.
Halaman kantor divisi tampak berantakan.
Kashel yang terkejut langsung memeriksa keadaan istri dan adiknya.
"Apa yang terjadi padamu?" tanya Kashel khawatir pada Karel.
"Aku berhasil melindungi Kakak Ipar." Karel tersenyum senang. Kashel malah terlihat sedih.
"Seharusnya kau lari saja Karel, bersama Grizelle."
"Jika bisa aku akan melakukannya Kak, tapi Kakak Ipar menjadi target saat itu. Kami semua berhasil melindungi Kakak Ipar."
"Maafkan aku Kashel aku menyusahkan teman-temanmu." Kashel memeluk Grizelle, ia tidak bisa berkata apa-apa.
"Bagaimana keadaan teman-teman yang lain?" tanya Kashel lagi.
"Mereka sedang beristirahat Kak."
Rigel kemudian datang tertatih.
"Kashel Freda, dia pergi bersama Sekte Sihir Hitam." Rigel langsung berucap tanpa basa-basi ia mengalami luka di perutnya, Luan yang melihat itu langsung sigap merawat mereka semua.
Rasa sakit yang mereka alami memudar karena Luan telah turun tangan merawat mereka, tapi Luan kelelahan dan kehabisan energi sihir. Luka dalam teman-temannya cukup parah dan membuat Luan kewalahan karenanya, Luan tertidur untuk memulihkan energi sihirnya.
"Apa yang sudah menyerang kalian semua?" tanya Kashel ia mulai meminta penjelasan. Karena dari semua teman-temannya hanya Grizelle saja yang berakhir tidak terluka.
"Setidaknya kami berhasil melindungi istrimu Kashel, dan istrimu juga sebenarnya orang yang melindungi kami dari beberapa sihir yang tidak terlihat. Dia menggunakan tubuhnya untuk menjadi tameng." Ujar Rigel menjelaskan. Grizelle hanya tertawa canggung, melihat tatapan Kashel yang seolah-olah mengatakan, mengapa dia melakukan hal berbahaya seperti itu.
"Kau tidak perlu khawatir aku akan membantumu sebisaku, walaupun aku tidak terlalu berguna." Ucap Grizelle menatap Kashel yakin.
Kashel langsung menelungkupkan wajahnya di paha istrinya, saat itu.
"Maafkan aku, karena bersamaku kau malah menjadi dalam bahaya seperti ini." Ujar Kashel benar-benar merasa bersalah pada Grizelle.
"Tidak apa-apa Kashel, ini adalah pilihanku ketika memilih untuk hidup bersama denganmu. Semua telah terjadi, aku akan menerima konsekuensinya. Kau hanya perlu mendukungku dan percaya padaku." Kata Grizelle meminta Kashel untuk menatap ke arahnya.
"Baiklah, aku tidak akan bisa berlaku apa-apa tanpa bantuanmu, tapi kumohon jaga nyawamu Grizelle. Karena kamu adalah orang yang sangat berharga untukku lebih daripada diriku sendiri." Kashel berucap menatap Grizelle.
"Umm, aku pasti akan melindungi diriku sendiri. Tapi kamu percaya juga padaku, oke." Kashel mengangguk mengiyakan.
"Apa yang sebenarnya sudah terjadi?" tanya Lyam akhirnya setelah semuanya tenang.
Lyam memperhatikan tempat ini sudah tidak begitu berantakan seperti ada yang membersihkannya. Walaupun ada beberapa tempat yang sudah rusak karenanya.
"Sebenarnya kejadian ini sudah berakhir dua hari yang lalu." Karel memberitahu.
"Sebaiknya setelah ini kau beristirahat Grizelle, jangan terlalu memaksakan diri." Kashel menarik nafas pasrah, istrinya itu memang berbeda dari gadis kebanyakan pikirnya. Grizelle tentu saja mengangguk, ia tidak akan membantah perintah Kashel jika seperti itu.
"Terima kasih sudah merawat teman-temanku di saat aku tidak ada Grizelle." Kashel berucap lagi.
"Temanmu adalah temanku juga Kashel, tentu saja aku akan membantu jika diperlukan."
...****************...
Malam itu terkesan damai, langit juga tidak berawan namun tidak ada bulan terang di langit. Tiba-tiba angin berhembus kencang dan meniup rambut Grizelle yang sedang menatap keluar jendela di ruangan kerja Kashel malam itu.
"Apakah akan ada badai?" tanya Grizelle kemudian menutup jendela malam itu bermaksud pergi tidur setelahnya.
"Sepertinya itu bukan badai Kak, kita harus hati-hati." Karel langsung berdiri mendekat ke arah Grizelle.
Pemuda itu sudah beberapa hari berada di Divisi Batas Senja. Dan sempat kecewa karena tidak ada Kashel di sana. Tapi sesuai dengan pesan yang Kashel tinggalkan, ia diminta menjaga Grizelle, Karel menepatinya. Dia juga senang dekat dengan kakak iparnya itu. Terlebih Grizelle juga menyayangi Karel seperti adiknya sendiri.
Sedangkan, teman-temannya yang lain ingin menjalankan misi mereka yang diberikan pusat. Namun mereka tunda karena Freda yang tiba-tiba mengalami sakit kepala yang teramat sangat.
Obat yang Luan berikan tidak mempan lagi untuk meredakan sakit kepala itu. Lalu, tidak ada Luan juga yang berada di sekitar sana.
.
.
.
Tidak lama kemudian semuanya merasakan energi gelap.
"Apa lagi ini, apakah ada serangan baru lagi?" bingung Kyler merasakan energi gelap yang mendekat ke arah mereka.
Pintu terbuka dengan sendirinya di mata Grizelle dan dedaunan masuk dengan kasar ke dalam. Tapi di mata yang lainnya itu adalah Roh Kegelapan yang berwujud asap hitam.
Grizelle langsung cepat-cepat turun mengetahui itu bukanlah tanda yang baik. Karel selalu berjalan di samping Grizelle.
Semuanya langsung bersiap dalam posisi menyerang.
Benda-benda tiba-tiba berhamburan ke udara ada sesuatu yang bertarung.
Mereka memancing Roh Kegelapan itu keluar dan menyisakan Freda, Grizelle dan Karel.
"Hahahaha!" tiba-tiba Freda tertawa dan bangkit dari rasa sakitnya.
"Akhirnya aku mengingat semuanya, tujuan aku kemari adalah untuk membawa Guardian berpihak pada kegelapan." Mata Freda berkilat kejam.
"Apa maksudmu?" Grizelle yang berdiri di samping Freda bingung, kemudian Freda mendorong Grizelle dengan kuat sehingga Grizelle langsung terlempar tapi ada Karel yang dengan sigap menangkap.
"Sepertinya membunuhmu akan mempermudah membawa Guardian kepada kegelapan." Ujarnya ia sedikit tahu tentang ikatan Kashel dan Guardian.
"Kau pikir aku akan membiarkan kakakku disakiti." Karel berdiri membelakangi Grizelle melindunginya.
Roh pelindungnya keluar dari tubuhnya itu adalah naga api berbulu burung phoenix.
"Sebenarnya ini aku tidak suka bertarung sampai mengeluarkan Roh Pelindung ini. Tapi demi Kakak aku akan melakukannya meskipun lawannya perempuan sekalipun." Ujar Karel bersemangat, ia juga memiliki sihir api yang jarang dikuasai oleh orang lain.
Walaupun masih muda dan kurang pengalaman, Karel tetaplah keturunan utama keluarga Kendrick juga. Makanya ia memiliki energi sihir yang cukup besar, Grizelle bahkan sampai merasakan hawa yang tidak biasa dari kedua orang itu.
"Kakak, tetap berada di sampingku apapun yang terjadi, kecuali jika aku mati. Kakak harus lari." Ujar Karel ia bahkan rela menjaga Grizelle dengan nyawanya sendiri.