
Mereka semua masih mengenali tempat tinggal mereka yang baru, gudang makanan di rumah itu bahkan tersedia untuk stok satu tahun sangking banyaknya.
"Apa semu ini tidak akan kadaluarsa?" tanya Rigel memperhatikan tanggal dari makanan instan, terlihat tanggal kadaluarsanya sekitar lima tahun ke depan.
Belum lagi Lyam juga menyediakan bibit-bibit tanaman unggul yang bisa mereka buat untuk berkebun.
"Lyam benar-benar memahami apa yang kita perlukan." Ujar Anna memeriksa bibit tanaman itu satu persatu.
Kemudian Kashel dan Grizelle pergi memasak untuk sarapan mereka pagi itu.
Chain, keluar dengan wajah lesu dari arah kamar. Luan baru saja datang dari ruang kesehatan.
"Ukh! Aku masih ngantuk." Chain mengucek matanya.
"Makan suplemen ini, agar tenagamu kembali pulih." Luan memberikan pil sihir miliknya pada Chain dan Chain tentu saja langsung menegaknya tanpa ragu.
"Bagaimana keadaan Rai, Luan?" tanya Kashel membawa panci berisi makanan.
"Dia sudah stabil, tinggal menunggu sadar saja lagi. Mungkin ketika bangun dia akan kebingungan." Ujar Luan, mantra penghapus ingatan itu akan mempengaruhi mental orang yang terkena dampaknya.
"Jadi, setidaknya dia harus ada yang menemaninya, Kashel." Ujar Luan duduk di meja makan. Ia merasa kelaparan sekarang. Pengaruh penggunaan sihir penyembuhnya sangat menguras energi sihir miliknya.
"Makanlah semuanya." Ujar Kashel semuanya langsung melahap makanan mereka.
"Wah ada bau harum apa ini," Kashel langsung melirik ke arah pintu perawatan. Itu adalah Rai yang sedang menggeret infusnya yang tergantung di tiang infus.
"Kau baik-baik saja?" tanya Kashel berjalan ke arah Rai yang memegang dinding pintu, ia masih lemah.
"Rasanya luar biasa menyakitkan. Kepalaku pusing." Ujar Rai, dan Kashel membantunya berjalan ke meja makan.
"Seharusnya kau masih beristirahat." Ucap Kashel.
"Aku tidak bisa ketinggalan, jika itu menyangkut makanan." Ujar Rai mengambil piring.
"Kemampuan memulihkan diri para Kendrick, cukup menakjubkan." Ujar Luan tidak menyangka, ia pikir Rai akan mengamuk saat sadar.
"Kenapa? Kau berpikir aku akan mengamuk setelah sadarkan diri." Tebak Rai dan Luan mengangguk.
"Tadinya mau begitu, tapi aku masih cukup waras." Rai mencomot seluruh lauk.
"Aaah, lidahku masih tidak terasa nyaman." Ujar Rai masih tidak berselera. Semuanya hanya menatapi Rai. Terkadang sikapnya mirip seperti Kashel.
"Aku juga terkejut tadi saat bagun malah berada di tempat yang tidak kukenal mana aku masih lupa-lupa." Kata Rai menyandarkan dirinya di kursi ia masih merasa pusing. Beruntungnya saat keluar ia melihat teman-teman yang ia kenal.
Kemudian dirinya melanjutkan makannya, ia merasa lapar dan memaksa lidahnya yang masih tidak nyaman untuk menerima makanannya. Semuanya melanjutkan makannya.
"Jadi Rai apa yang terjadi padamu sebenarnya?" tanya Kashel setelah selesai makan.
Rai baru saja menelan pil sihir untuk pemulih aliran sihirnya.
"Aku tidak begitu ingat, saat itu aku menelponmu tapi paman Felix tiba-tiba masuk dan berdiri di hadapanku, setelah itu semuanya menjadi gelap, aku tidak ingat apa-apa lagi. Aku malah lebih penasaran kenapa aku berakhir di sini." Jelas Rai, kemudian Rai menatap Kashel mengingat sesuatu. "Oh iya, batu elemen air. Bagaimana dengan batu itu?" Rai berdiri panik. Karena batu itu ada di organisasi otomatis orang-orang di sana yang mengambilnya dan menguasainya.
"Maksudmu itu, tunjuk Kyler yang duduk di sampingnya. Batu itu ditaruh di salah satu meja di mansion itu.
"Ba-bagaimana bisa ada di sini?" tanya Rai bingung.
"Tentu saja kami sudah menukarnya dari awal." Ujar Anna menjelaskan.
"Kalian sudah menebak jika hal ini akan terjadi?" Rai merasa terharu. Dan Kashel mengangguk.
"Bagaimana bisa, di sanakan ada orang kepercayaan pusat." Rai tidak mengerti.
"Bagaimana jika ia berbalik menjadi kepercayaan kami." Ujar Luan membuat Rai tidak percaya dengan ucapannya.
"Jujur saja aku lengah." Ujar Rai.
"Apa Dirga akan baik-baik saja ketika di pusat?" tanya Kashel.
"Tentu saja, anak itu adalah kepercayaan pusat. Dan kau dengan mudahnya membelokkan pendapatnya." Rai masih tidak percaya.
"Dia sadar pusat sudah membohonginya tentang Guardian yang jahat. Jadi, dia tetap berpihak padaku. Dia sudah tahu tentang hal ini." Jelas Kashel.
"Apa maksudmu, ada apa dengan Guardian?" Rai tidak mengerti semuanya tertunduk kecuali Kashel.
"Sekarang ke pemimpinan pusat kosong, hilangnya dirimu akan menjadi cerita yang heboh tapi kedatanganmu ke sini malah bertukar peran dengan Lyam. Lyam berpihak pada kegelapan Rai." Ujar Kashel, dan Rai langsung berdiri menghampiri Kashel.
"Kau, kau tidak apa-apakan?" Rai menangkup pipi Kashel, ia khawatir pada adik sepupunya itu.
"Jangan begitu, aku tidak apa-apa. Meskipun terhubung dengan Lyam, karena beda energi sihir yang mempengaruhi. Aku dan Lyam tidak bisa saling berkomunikasi dan terhubung secara batin lagi. Lagi pula semua itu karena pedang kegelapan yang ada di tubuh Lyam yang mempengaruhinya, aku tidak tahu bagaimana mengembalikan Lyam pada kita nanti." Ujar Kashel menghela nafas.
Rai duduk kembali di kursi sambil memikirkannya juga, tapi ia tidak tahu harus berbuat apa untuk menyelesaikan masalah itu.
"Apakah Dirga sudah tahu bagaimana keadaan Lyam sekarang?" tanya Rai.
"Dia sudah tahu, dan dia bilang dia tetap akan berada di pusat. Dia bilang sekarang di dalam pusat ada banyak orang yang mengenakan jubah hitam di lantai atas, dia tidak punya wewenang untuk sampai ke sana. Tapi, ia tidak tahu dengan keadaanmu Rai." Jelas Anna yang sepertinya selalu membagi informasi dengan Dirga.
Dirga juga tidak ingin bertanya mereka semua ada di mana ia takut jika orang-orang pusat menyadari pengkhianatannya dan berusaha mencari cara untuk membuat Dirga buka mulut.
.
.
"Bagaimana bisa di tengah hutan seperti ini, ada sinyal." Ujar Rai ia penasaran.
"Kita punya Luan di sini." Ujar Erphan datang membawa beberapa cangkir kopi.
"Lyam benar-benar menyiapkan semuanya tempat kita bersembunyi." Ujar Chain memeriksa berita di komputernya.
Saat ini dunia sedang mengalami permasalahan, semenjak langit menggelap beberapa saat. Ada banyak orang yang jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri. Setelahnya beberapa di antara mereka mengalami kematian secara mendadak, telah ditemui sekitar 50 orang yang sudah meninggal dunia akibat fenomena itu. Orang-orang mulai ketakutan untuk keluar rumah.
Tidak ada gejala apapun dalam kejadian itu, setiap yang berada di luar rumah selama beberapa jam lamanya mereka akan mengalami badan terasa lemah kemudian kehilangan kesadaran dirinya. Dan paling parah adalah meninggal.
.
.
.
"Apa yang harus kita lakukan untuk menangani ini." Ujar Rigel, khawatir.
Kashel nampak diam saja, ia tidak tahu harus berbuat apa sekarang kegelapan sebanyak itu tidak mungkin ia bisa tangani sendiri.
"Kashel kau jangan berpikir untuk melakukan pekerjaan ini sendiri ya." Ujar Kyler melihat Kashel yang tampak frustasi.
"Kyler benar, kita ini hanya manusia biasa yang harus saling bahu membahu untuk bertahan hidup." Ujar Chain menimpali.
"Ada kami semua di sini bersamamu." Ujar Grizelle membawakan cemilan pagi untuk mereka.
"Terima kasih teman-teman." Beban di pundak Kashel merasa sedikit terangkat karenanya.
.
.
.