The Borders

The Borders
Bagian 28 – Roh Pengendali Jiwa



Setelah Kashel sembuh, Kashel memperhatikan kasus-kasus yang teman-temannya hadapi. Kashel sakit bukan karena gangguan dari energi sihirnya yang terganggu, tapi sakit karena memang dia yang akhir-akhir ini kelelahan dan terlalu memaksakan diri.


Setelah mengamati laporan pekerjaan teman-temannya Kashel mendapati akhir-akhir ini, Portal Perbatasan yang muncul selalu mengirim Roh Kegelapan yang kuat. Tapi karena Roh Kegelapan yang kuat muncul, Portal Perbatasan jadi tidak begitu sering muncul akhir-akhir ini.


Akibat hal itu teman-teman Kashel yang menjalankan misi memburu Roh Kegelapan sering pulang dalam keadaan terluka. Dan tentu saja Kashel khawatir dengan keadaan mereka yang seperti itu.


Walaupun mereka masih bisa tersenyum dan bersemangat meskipun sedang terluka.


.


.


.


"Lyam apakah bangsa peri itu benar-benar ada?" tanya Kashel pada Lyam, basa-basi mengalihkan kekhawatirannya pada teman-temannya.


"Kenapa kau bertanya tentang hal itu?" Lyam bertanya balik.


"Aku hanya penasaran jika mereka ada, apakah mereka akan berpihak pada manusia. Soalnya merekalah yang memiliki wujud yang mendekati wujud manusia daripada mirip Roh Kegelapan." Kashel menjelaskan sepertinya ia habis membaca sebuah kisah sebelumnya.


"Atau bangsa peri, itu juga salah satu dari wujud Roh Kegelapan." Kashel berucap lagi ia teringat dengan wujud goblin yang pernah ia hadapi sebelumnya.


Beberapa monster raksasa tepat seperti yang pernah diimajinasikan oleh manusia dan membuatnya dalam cerita novel, komik, animasi maupun film.


"Sejatinya Roh Kegelapan itu tidak memiliki wujud pada awalnya. Namun ketika mereka melewati gerbang perbatasan, mereka akan merubah wujudnya sesuai dengan apa yang manusia takuti tentang para monster."


"Bagaimana manusia menganggap para goblin dan monster raksasa itu adalah penjahat. Dan membayangkan ketika hewan di dunia ini menjadi besar dan pintar. Itu adalah hal yang menyeramkan dan menakutkan untuk manusia.


"Semua pengetahuan itu akan digunakan oleh Roh Kegelapan untuk menciptakan wujud mereka, wujud yang asalnya dari sisi gelap hati manusia.


"Karena dengan wujud itu Roh Kegelapan akan mendapatkan energi yang besar, yang berasal dari ketakutan manusia itu sendiri." Lyam menjelaskan dengan sangat panjang agar Kashel mengerti.


"Bangsa peri, mereka benar-benar ada. Makhluk dengan umur yang panjang. Aku pernah bertemu dengan mereka." Jelas Lyam.


"Hah?! Mereka benar-benar ada?" Kashel benar-benar terkejut mendengarnya. Lyam mengangguk.


"Benar, tapi bangsa mereka tidak seperti cerita-cerita yang kau baca Kashel, bangsa yang dikenal kuat jika dalam cerita fiksi manusia. Bangsa peri itu memang diberkahi umur yang panjang. Tapi mereka sebenarnya lemah dan rapuh dibandingkan dengan manusia."


"Mereka hidup berteman dengan alam, mereka tidak ingin ikut campur urusan manusia. Mereka adalah bangsa yang mencintai perdamaian, tapi mereka bukan bangsa yang mau berjuang. Dan menutup keberadaan mereka dari konflik manusia dan roh ini."


"Mungkin suatu saat kita akan bertemu dengan mereka Kashel, saat keberadaan mereka merasa diganggu." Jelas Lyam.


"Mau ngapain mereka, ingin protes?" Kashel berbicara sembarangan karenanya.


"Tepat sekali," Lyam berucap.


"Apa-apaan kenapa protes dengan kita?" Kashel lupa akan dirinya.


"Karena kita Guardian." Hal ini membuat Kashel terdiam, sudah tugas mereka menjaga keseimbangan dua dunia. Namun hal itu sepertinya belum mengakar di kepala Kashel.


"Kalo mereka sampai protes, aku akan membuat mereka menjadi bagian dari bangsa yang berjuang untuk mempertahankan dunia ini. Karena meskipun kita kuat Lyam, kita tidak akan bisa melakukannya sendiri." Kashel menjelaskan pendapatnya pada Lyam.


Lyam setelah itu diam tidak menanggapi, merasa apa yang dikatakan Kashel benar adanya.


Jika ia yang dulu akan melakukan semuanya sendiri tanpa memikirkan orang lain, tapi setelah tahu perasaan manusia Lyam mulai memahami tentang hal yang tidak bisa mereka lakukan sendiri.


Kashel membaca isi laporan itu, ada sebuah kasus janggal tentang seseorang yang mengikat kontrak dengan Roh Pelindung. Tapi pria itu terkadang berperilaku aneh seolah-olah itu bukan dirinya sendiri, ujar orang terdekatnya.


Lyam dan Kashel yang membaca laporan itu saling bertatapan. Di dalam situ mereka melihat data diri klien mereka yang merupakan salah satu pekerja di divisi cabang di wilayah lain. Orang itu bernama Aston.


"Terus apa hubungannya kasus ini dengan divisi ini, seharusnya divisi mereka menanganinya sendiri." Kashel berucap. Kemudian ia melanjutkan membaca isi laporannya.


Anggota Divisi yang lain tidak bisa mengalahkan pria itu, seolah-olah mereka dikendalikan oleh sesuatu saat mendekati tersangka dan setelah itu mereka tidak menyadari apa yang mereka lakukan seperti dikendalikan sesuatu pula. Penjelasan itu dijelaskan oleh salah satu saksi mata yang berhasil melarikan diri dari kantor divisi itu.


"Lagi-lagi ada Roh Kegelapan yang kuat, tapi kenapa bisa seperti itu. Bahkan tanpa korban." Kashel bingung, roh kuat tanpa korban.


"Karena ia terikat Kashel," Lyam berkata langsung.


"Maksudnya?" Kashel belum mengerti.


"Ia mengikat kontrak dengan manusia Kashel, Roh Kegelapan akan menjadi Roh Pelindung ketika mengikat kontrak dengan manusia dan bisa menjadi kuat ketika mereka bertukar energi sihir. Tapi sepertinya ia memiliki kemampuan untuk mengendalikan manusianya." Jelas Lyam.


"Apakah roh ini tipe pengendali jiwa?" Lyam menebak-nebak dia juga tidak tahu pasti bagaimana kemampuan Roh Pelindung itu.


"Bagaimana kita menghadapinya?" Kashel terlihat syok.


"Ketika seseorang terikat dengan roh pelindung, jika kita menghancurkan roh pelindungnya ia akan mati. Aku tidak bisa melakukan ini." Kashel menggebrak mejanya, ia tidak mungkin membunuh orang.


"Pengorbanan satu orang itu akan berarti jika melindungi orang banyak Kashel. Karena keberadaannya akan membahayakan dua dunia."


"Membahayakan apanya, meskipun begitu dia juga manusia yang berhak untuk hidup." Tegas Kashel, ia akan menerima kasus itu mencari cara agar bisa menyelamatkan orang itu tanpa membunuhnya.


"Kashel aku tidak pernah mengerti jalan pikiranmu," Lyam keluar dari ruangan itu setelahnya.


Kashel terlihat memikirkan cara agar Roh Pelindung itu bisa terkendali, bukankah manusia seharusnya bisa mengendalikan roh pelindung mereka. Sehingga Roh Pelindung itu bisa berpikir dengan waras.


Kashel harus membantu orang itu agar bisa mengendalikan roh pelindungnya. Jika itu benar Roh Pengendali Jiwa, Kashel tahu akan hal itu. Jiwanya pun terkadang juga bisa dikendalikan oleh The Borders, jiwa Kashel yang sebenarnya berada di genggaman The Borders tapi ia bisa melalui itu semua.


Kashel berharap orang itu bisa melakukan hal yang sama seperti yang Kashel lakukan. Setidaknya Kashel tidak akan membiarkan orang itu mati.


Dengan caranya ia harus mencoba menyelamatkannya terlebih dahulu sebelum melakukan hal lainnya, itulah yang diyakini oleh Kashel.


.


.


.


Tibalah hari di mana Kashel mengambil tugas itu, dalam kasus itu pusat dan divisi lain tidak akan ikut campur. Sehingga tidak harus membuat Kashel menyamar karenanya.


Bersama Chain ia pergi ke Divisi Timur The Borders Organization. Saat sampai depan gerbang kantor itu mereka merasakan ada energi sihir gelap yang kuat. Kashel awalnya sedikit tidak yakin apakah ia akan bisa menyelamatkan orang itu.


Di dalam kantor ini ada banyak orang yang di kendalikan selain orang yang bersangkutan itu sendiri.


Rencana awal yang Kashel, Lyam dan Chain rencanakan adalah mengevakuasi orang-orang yang jiwanya telah dikendalikan oleh Roh Pelindung yang mengamuk itu dan membawa mereka semua ke tempat aman agar tidak ada jatuh korban jiwa.


"Chain apa kau yakin, bisa mengatasi roh ini dan tidak terpengaruh karenanya?" Kashel khawatir pada Chain.


"Tenang saja Kashel, aku akan berusaha menjaga kesadaranku di sini. Kau harus percaya padaku," Chain meyakinkan Kashel, karena Chain sebenarnya punya cerita sendiri tentang bagaimana ia bisa terikat dengan baik dengan roh pelindungnya.